Begini Cara Mengatur Keuangan Pribadi dan Keluarga yang Paling Sederhana ala Perencana Keuangan Profesional

Begini Cara Mengatur Keuangan Pribadi dan Keluarga yang Paling Sederhana ala Perencana Keuangan Profesional

1.3K
Cara mengatur keuangan pribadi sebenarnya tak serumit yang dibayangkan atau dipikirkan. 6 langkah berikut ini adalah beberapa prinsip dasar cara mengatur keuangan pribadi secara sederhana.

Mama, tahu nggak sih, mengapa sampai harus ada profesi perencana keuangan? Ya, kalau perencana keuangan untuk perusahaan sih masih wajarlah, tapi ini perencana keuangan pribadi. Memang nggak ada cara mengatur keuangan pribadi yang sederhana saja gitu, hingga kita bisa mengatur keuangan pribadi kita sendiri?

Mengapa harus dikasih "rencana" oleh orang lain?

Nah, sejauh ini, jawaban yang saya temukan adalah bahwa banyak orang yang malas mengurus keuangan pribadinya sendiri. Ribet, katanya. Ruwet. Rumit. Dan seterusnya.

Hmmm ... benarkah serumit itu, Ma?

Saya rasa, enggak lho. Ada cara mengatur keuangan pribadi yang cukup sederhana, tanpa ribet, yang bisa Mama rencanakan sendiri ala seorang perencana keuangan profesional. Syaratnya cuma satu, Ma, yaitu Mama mau duduk sejenak dan meluangkan waktu untuk melakukannya. Iya, karena hal ini memang membutuhkan waktu untuk berpikir.

Masa berpikir saja Mama tak ada waktu?

Kalau Mama sudah bisa meluangkan waktu di antara kesibukan Mama mengurus anak-anak dan suami, maka lakukanlah beberapa hal berikut demi perencanaan keuangan pribadi dan keuangan keluarga yang lebih baik.


Cara Mengatur Keuangan Pribadi dan Keluarga yang Paling Sederhana ala Perencana Keuangan Profesional


1. Buang dokumen yang tak penting


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana: bersih-bersih dompet!

Langkah pertama dalam cara mengatur keuangan pribadi yang harus Mama lakukan sekarang adalah bersih-bersih, Ma.

Apakah Mama termasuk orang yang hobi ngoleksi berbagai nota pembelian minimarket, bukti transaksi ATM, berbagai brosur penawaran dari bank, slip ini bukti itu, dalam dompet atau organizer Mama?

Kalau iya, coba ambil keranjang sampah Mama mendekat ke tempat Mama sedang duduk sekarang, lalu masukkan semua bukti transaksi, brosur, slip, nota endebre endebre yang sudah lewat itu ke dalam keranjang sampah sekarang juga! Eits, khusus untuk bukti tagihan kartu kredit, dibakar saja ya. Demi keamanan, jangan asal dibuang khusus untuk yang satu ini.

Hal ini memang nggak berhubungan langsung dengan keuangan Mama sekeluarga, tapi percayalah, Ma, akan membuatnya tampak ribet dan rumit. Bikin dompet tebal, padahal isinya nggak ngaruh apa-apa juga.


2. Evaluasi kembali tujuan mengatur keuangan pribadi Mama


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana #2: jangan malas mengevaluasi!

Well, membuat tujuan keuangan pribadi dan keluarga itu memang perlu, Ma. Perencana keuangan mana pun akan menyarankan dan mewajibkan Mama untuk melakukannya. So, apakah Mama sudah mempunyai tujuan dalam mengatur keuangan pribadi dan keluarga Mama? Kalau belum, start making now!

Dan, kalau Mama sudah membuatnya, cobalah untuk dievaluasi kembali. Teliti dan pertimbangkan, apakah kapasitasnya sudah sesuai.

Cara mengevaluasinya juga sederhana kok, Ma. Misalnya dengan cara begini.

  • Hitunglah pemasukan dan pengeluaran Mama pada setiap bulannya dengan cermat dan setepat mungkin. Dengan begini kemudian akan ketemu berapa Mama bisa saving dan berapa yang harus diinvestasikan.
  • Kalau uang pemasukannya bervariasi setiap bulannya, maka buatlah rata-rata yang Mama peroleh
  • Jangan memasukkan pos-pos pendapatan yang masih kira-kira. Masukkan angka yang pasti.
  • Kemudian, teliti, Ma. Sudah rasionalkah yang Mama rencanakan untuk bisa mencapai target keuangan?
  • Tarik napas dalam-dalam, lalu pelajari makna filosofi stoikisme, yaitu untuk nggak terlalu merisaukan masa depan. Yakinlah, Ma, bahwa ketika kita melakukan hal yang baik, maka masa depan yang dinanti juga akan baik. Mama bisa googling lebih lanjut untuk filosofi yang bisa menjamin kita mencapai kebebasan finansial yang paling mendasar ini.


3. Pisahkan rekening bank


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana #3: pisahkan rekening demi cashflow yang lebih terjaga

Cara mengatur keuangan pribadi yang paling mendasar selanjutnya adalah memisahkan rekening bank sesuai dengan sumber penghasilan.

Lho, sebentar. Katanya menyederhanakan, kok malah nambah rekening?

Hihihi. Iya, barangkali lantas muncul pertanyaan seperti itu ya.

Well, trust me, Mama, langsung mengklasifikasikan uang yang masuk dan keluar akan terasa jauh lebih sederhana ketimbang mencatat dan menghitung manual di akhir tahun.

Ilustrasinya begini, Ma. Jika Mama hanya memiliki satu profesi, ya berarti Mama cukup buka satu rekening saja. Jika Mama seorang PNS sekaligus pengusaha restoran ramen, dan juga sedang merintis usaha ekspor-impor ternak sapi, ya bakalan ribet kalau hanya punya satu rekening bank saja.

Supaya cashflow-nya terjaga, maka buatlah beberapa rekening bank terpisah sesuai dengan usaha dan profesi Mama. Kalau mau mengeluarkan uang, sesuaikan juga dengan rekeningnya ya, Ma. Misalnya nih, Mama harus mengeluarkan uang untuk keperluan bisnis restoran Mama, maka dananya harus berasal dari rekening restoran, bukan rekening yang lain.

Dengan memisahkan rekening sesuai pendapatan dan kemudian mengeluarkan dana sesuai pula dengan asal pendapatan begini, maka juga akan membuat Mama menjadi lebih cepat merespon saat ada hal-hal di luar rencana yang memengaruhi cashflow.


4. Awas, jebakan kartu kredit!


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana #4: awas jebakan kartu kredit!

Tentu saja, cara mengatur keuangan pribadi paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah, meminimalisir penggunaan kartu kredit.

Yang pertama harus diperhatikan, satu kartu kredit sudah cukup, Ma. One for all, all for one.

Demi kepraktisan, pindahkan juga pelaporannya ke media elektronik, misalnya dengan email. Selain lebih earth-friendly, kan juga mengurangi "tugas" paperwork Mama kan? Hati-hati ya, Ma, kalau Mama mau membuang laporan kartu kredit. Bisa dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab tuh soalnya. Mendingan dibakar saja.

Malas berurusan dengan tagihan kartu kredit? Ya, siapkan selalu uang di dompet, Ma. Kalau mau belanja, usahakan untuk selalu membayar secara tunai. Ya, memang sih, dalam kondisi tertentu agak susah ya. Kan kita juga nggak mungkin bawa-bawa uang cash 50 juta saat mau beli arloji IWC. #ehgimana

Waspadai nafsu untuk berutang. Peringatan ini selalu ada dalam tips keuangan mana pun, karena memang hal inilah yang paling berbahaya dari semua kesalahan keuangan yang terjadi, Ma. Tahu nggak sih, selama tahun 2015, jumlah orang bunuh diri per hari mencapai 66 orang lho di Jepang, dan salah satu alasannya adalah karena terlilit utang. Ckckckck.

Nah, terus bagaimana supaya terbebas dari monster utang ini? Ah, next akan kita bahas juga deh ya, Ma! Bakalan menjadi satu artikel sendiri soalnya. Hahaha.


5. Investasi dan asuransi jalan terus!


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana #5: jangan lupa investasi dan asuransi yang perlu

Mama sudah memilih investasi Mama? Maka, keep moving! Jalan terus!

Kalau belum, maka carilah yang mudah saja. Misalnya, reksadana. Investasi reksadana adalah pilihan investasi yang paling sesuai deh untuk para Rocking Mama. Nggak usah pusing mengelola, karena kan sudah ada manajer investasi yang sudah ngurusin kan? Tapi ada baiknya, Mama tetap tahu sedikit mengenai cara mengoleksi reksadana ya, agar profitnya tetap optimal. Konsultasilah dengan manajer investasi yang sudah Mama pilih sebelumnya.

Sedangkan untuk asuransi, yahhh ... suka nggak suka sih asuransi itu bisa membantu menyederhanakan hidup kita, Ma. Yang perlu diingat adalah konsep uang yang direlakan untuk hilang, namun nantinya kita nggak perlu pusing saat ada sesuatu yang buruk yang menimpa kita dan keluarga.

Namun demikian, tetaplah untuk memperhatikan cara memilih asuransi yang benar ya, Ma, agar manfaat yang diperoleh lebih besar daripada pembayaran preminya.


6. Otomatisasi


Cara mengatur keuangan pribadi sederhana #6: sederhanakan kewajiban!

Zaman sudah maju ya, Ma. Semua lebih praktis, ekonomis dan cepat. Taruhlah kita semua pemalas. Penginnya serba cepat, serba kilat, serba mudah. Maka teknologi harus menjadi teman kita. Setuju?

Begitu pun dengan seputar cara mengatur keuangan pribadi.

Misalnya, kalau Mama mau berinvestasi, langsung aja minta pada perusahaan efek untuk langsung saja memotong sekian juta dari pendapatan setiap bulannya untuk dibelikan reksadana. Begitu juga ketika tiba waktunya untuk membayar kartu kredit, pastikan untuk langsung didebet saja dari rekening. Bebas kewajiban mengingat tanggal deh.

Bagi Mama yang muslim, langsung juga potong zakat.

Nah, nggak bakalan ada yang terlewat kan?

Kemudian tahu-tahu saldo sama dengan nol. Oops! Hahaha.


Dan, karena semuanya akan tetap ribet jika Mama nggak segera take action, maka ayo, sekarang segera berdiri dan eksekusi semua perencanaan Mama.

Demikian cara mudah mengatur keuangan pribadi ala seorang perencana keuangan profesional yang bisa Mama lakukan sendiri. Ke depannya jika makin rumit dan kompleks, karena sumber pendapatan Mama terus bertambah (aminkan saja!), maka jangan ragu-ragu untuk meminta pertolongan seorang asisten keuangan ya, Ma. Hal ini akan semakin memudahkan dan menyederhanakan semua perencanaan dan eksekusi keuangan Mama.

Well, stay smart, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini Cara Mengatur Keuangan Pribadi dan Keluarga yang Paling Sederhana ala Perencana Keuangan Profesional". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Andhika Diskartes | @andhikadiskartes

Ekonom dan Investor berambut gondrong. Shot me at http://diskartes.com Stylish at http://thefashionformen.com

Silahkan login untuk memberi komentar