Belajar Menjadi dan Memahami Diri Sendiri itu Keharusan - Begini Cara untuk Melakukannya!

Be Yourself ! (Novi/2017)

Belajar Menjadi dan Memahami Diri Sendiri itu Keharusan - Begini Cara untuk Melakukannya!

1.7K
Perempuan sejati adalah mereka yang berani menjadi diri sendiri. Be Yourself, best of yourself.

Hai, Mama! Kita--perempuan--pada satu saat sering terjebak pada tuntutan untuk menjadi “super”, dengan sedikit atau banyak pemaksaan diri sendiri.

Sekaligus, di sisi lain, kita juga sering terjebak untuk menjadi pasrah, tanpa berani untuk mempunyai ekspektasi yang lebih tinggi.

How ironic!

Saya juga mengalami hal tersebut, Ma. Sebagai seorang mama sekaligus ibu bekerja di kantor, ada keinginan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi orang banyak di satu sisi, dan harus menyediakan diri bagi keluarga di sisi lain. Tapi ternyata, semua itu cukup menyita energi dan waktu.

Hingga saat kelelahan, saya pun cenderung cepat menyerah.

Apakah Mama juga merasa demikian?

Saya sendiri sering menjadi kehilangan arah, nggak konsisten. Kadang terlalu berenergi sehingga haus untuk melakukan segala macam hal, kadang lalu kelelahan dan enggan terlibat.


BACA JUGA


Demi Anak Juga, Maka Mama Harus Egois pada Diri Sendiri untuk 6 Hal Penting Ini!

Demi Anak Juga, Maka Mama Harus Egois pada Diri Sendiri untuk 6 Hal Penting Ini!

Gimana caranya bisa mengurus rumah tangga dengan 3 anak kecil tanpa pembantu? Gimana manajemen waktunya? Gimana saya bisa menjaga kesehatan ...

Read more..


Namun, seiring waktu, saya pun belajar untuk belajar memahami diri sendiri dengan beberapa cara berikut ini.


A Long Road to be MySelf


Belajar untuk memahami diri sendiri itu jelas tidak mudah. Butuh kejujuran. Mulai dari tentang bentuk fisik, eksistensi, dan identifikasi mimpi-mimpi di dalam diri sendiri.

Yang ada, sering sekali saya membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Saya sering kagum kepada seorang rekan yang sangat prudent dalam bekerja, begitu tekun, dan nyaris tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Ia nampak sangat sempurna di mata saya. Tentu saja saya lantas membandingkannya dengan diri sendiri, yang banyak bicara, dan cepat bosan.

Pastinya ini nggak sehat kan, Ma?

Membandingkan diri sendiri mungkin itu cenderung tidak adil. Bukankah setiap pribadi itu unik dan memiliki napasnya pmasing-masing? Napas untuk liar atau jinak, misterius atau mengumbar, jenaka atau serius?

Bukankah setiap keunikan itu memberi warna dalam hidup? Betapa akan membosankan jika semua orang tekun dan penurut. Akan menyeramkan pula jika semua orang liar dan berontak.

Maka, biar saja kita menghela napas kita masing-masing. Saya memang tidak bisa selantang orang lain ketika bicara. Atau tidak bisa selembut puteri keraton saat membujuk. Toh saya bukan mereka, dan mereka bukan saya.

Terima kondisi diri sendiri, apa adanya.


Make Your Own Standing Position


Setelah melalui jalan panjang untuk lebih memahami diri sendiri, saya pun punya kesempatan untuk menentukan di mana posisi saya berdiri.

Karena menerima keadaan riil diri saya sendiri saja tidak cukup. Saya rasa, pasti masih ada potensi yang dapat dikembangkan agar bermanfaat juga bagi orang lain.

Apa itu? Well, saya masih mencari.

Seringkah Mama merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah yang sudah kita sumbangkan untuk membuat dunia tersenyum semringah? Sederhananya, apakah yang sudah kita lakukan untuk keluarga sebagai ibu dan istri? Sudahkah kita juga melakukan kewajiban kita di kantor secara optimal?

Ini dia yang saya maksud. Sudah tergalikah semua potensi kita untuk menjadi lebih bermanfaat bagi sesama, bagi orang-orang yang kita cintai?


BACA JUGA


Rocking Mama Adalah Wonder Woman! 5 Rahasia Kekuatan Wonder Woman Ini Sudah Ada dalam Diri Kalian!

Rocking Mama Adalah Wonder Woman! 5 Rahasia Kekuatan Wonder Woman Ini Sudah Ada dalam Diri Kalian!

Rocking Mama, kalian semua adalah Wonder Woman! 5 rahasia ini telah kalian punya dalam diri kalian masing-masing

Read more..


Be Different, Tapi Bukan Asal Beda


Saya merasakan bahwa setiap jiwa punya caranya masing-masing untuk menjadi berbeda sebagai individu yang unik. Dan menjadi berbeda itu adalah suatu keharusan supaya kita bisa teguh dalam eksistensi diri sendiri.

Contohnya, sebagai seorang mama, kita tentu sudah punya pola asuh sendiri yang sesuai untuk keluarga kita, untuk anak-anak kita. Rasanya nggak perlu ikut-ikutan dengan gaya mengasuh anak kekinian yang kurang sesuai untuk kita kan?

Sebagai ibu, kita punya otoritas penuh terhadap anak-anak kita sendiri. Kita yang paham betul, karakter anak-anak, bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Kita pula yang berkewajiban memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita.

Perempuan yang belajar menjadi diri sendiri, akan paham di mana letak “perbedaaan” yang menjadi ciri khasnya dan mengembangkannya sebagai kekuatan untuk berdiri di posisi yang ia pilih.

Kita memang berbeda satu sama lain. Tapi, perlu diingat, jangan asal beda. Kecenderungan untuk menjadi berbeda kadang disalahartikan dengan asal mengambil posisi berlawanan. Saya pikir, nggak gitu juga caranya.

Kuncinya adalah sadari kondisi riil kita, tetapkan posisi, dan gali keunikan di mana kita akan menjadi berbeda dengan orang lain secara natural. Bukan asal beda.


Aku Bukan Ancaman Bagimu, Aku Bermanfaat Bagimu


Apabila “keunikan” diri sendiri itu sudah dipegang, menjadi berbeda--walau seaneh apa pun--akan menjadi kunci bagi diri untuk mengembangkan potensi. Buktikan bahwa dalam posisi ini, kita akan menjadi sumber manfaat bagi orang lain.

Keunikan yang menjadi ciri khas kita secara alamiah mungkin akan membuat orang lain iri, seolah-olah kita akan menjadi sumber ancaman bagi keberhasilan orang lain. Seolah-olah kita adalah pesaing.

Namun, coba kita lihat dalam konsep yang lebih menyeluruh. Apabila setiap perempuan memfokuskan diri pada potensi masing-masing, maka pasti satu sama lain akan menjadi sumber manfaat bagi sesama. Bukan menjadi sumber ancaman.

Hanya orang-orang yang picik dan malas menggali potensi keunikan dirinya saja yang berpikir bahwa seseorang bisa menjadi sumber ancaman bagi orang lain.


Jebakan Multitasking


Perempuan memang dianugerahi kemampuan multitasking. Inilah akhirnya membuat diri sendiri terjebak untuk merasa super dan mampu melakukan segalanya dengan hebat. Alhasil, kita pun kelelahan hingga kemudian menyerah.

Bayangkan saja, dengan kemampuannya ber-multitasking, seorang mama bisa memasak sambil menggendong anak, bisa menelepon rekan bisnis sembari mengawasi anak-anak bermain. Atau mengetik beberapa tugas dalam satu waktu sambil merencanakan kegiatan keluarga.

Akuilah, Ma, bahwa kita sering bangga akan kemampuan kita ini. Bayangkan, Papa saja nggak bisa melakukannya lo.

Namun, sadarkah Mama, bahwa multitasking cenderung akan membuat kita jadi nggak punya satu keahlian yang lebih dalam. Semua memang dapat dikerjakan dalam satu waktu, namun sekadar selesai. Lantas, kita pun jadi tak mampu menemukan di mana spesialisasi kita, yang menjadi penanda keunikan kita.

Padahal, bukan di situ letak sebuah kehebatan. Bukan ketika perempuan mampu melakukan semuanya dalam satu waktu, setelah itu duduk kelelahan. jadi, jangan terjebak, Ma. Temukan potensi terkuat Mama yang menjadikan Mama berbeda dengan yang lain.


BACA JUGA


Tentang Mencintai Diri Sendiri - 4 Langkah Awal untuk Menjadi Mama yang Lebih Bahagia

Tentang Mencintai Diri Sendiri - 4 Langkah Awal untuk Menjadi Mama yang Lebih Bahagia

Hanya jika Mama mencintai diri sendiri, maka Mama bisa mencintai anak dan suami dengan lebih baik

Read more..


Sampai di sini, saya akhirnya semakin yakin, bahwa perempuan sejati adalah mereka yang berani menjadi diri sendiri. Mama juga berani?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belajar Menjadi dan Memahami Diri Sendiri itu Keharusan - Begini Cara untuk Melakukannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Novi Ardiani | @noviardiani

Ibu dua anak, senang membaca dan menulis, senang berbagi ide dan sharing lewat tulisan. juga ngeblog di www.opiardiani.com

Silahkan login untuk memberi komentar