Berbeda Pendapat dengan Anak Soal Sekolah Itu Biasa Kok. Lakukan Saja 4 Hal Ini Untuk Bisa Sepakat!

k945.com

Berbeda Pendapat dengan Anak Soal Sekolah Itu Biasa Kok. Lakukan Saja 4 Hal Ini Untuk Bisa Sepakat!

984
Family is like a music. Some notes are high. Some notes are low. But always a beatiful song. - Anonym

Pembicaraan mengenai sekolah, kampus serta jurusan yang akan dipilih selalu menjadi topik hangat menandai dimulainya tahun ajaran baru. Tak sekadar hangat, perdebatan dan pertengkaran sering dialami juga oleh orangtua dan anak.

Sebenarnya, hal tersebut wajar terjadi karena perbedaan pendapat antara orang tua dan anak. Sebagai orangtua ada pengharapan yang didasarkan pada pengalaman hidup yang telah dilalui. Sementara anak, memiliki keinginan untuk menentukan masa depannya sendiri sesuai dengan minat juga bakatnya. Seringkali keduanya berada pada sisi yang berseberangan. Masing-masing pihak merasa memiliki hak untuk memutuskan yang terbaik.

Jika hal tersebut terjadi kira-kira apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai orangtua?

Coba kita lihat yuk, Ma!



1. Mengenali Anak Lebih Dalam

1.	Mengenali Anak Lebih Dalam - Image via fatherhood about.com
Image via fatherhood about.com


Cobalah untuk mengingat dan menelusuri kembali kebiasaan anak-anak kita dan aktivitas yang ia sering ikuti. Hal-hal apa saja yang membuatnya gembira dan bersemangat. Kegemarannya, cita-cita, juga komentar-komentarnya sebagai respon atas sesuatu atau sebuah peristiwa.

Hal ini akan membantu kita mengenali lebih dalam mengenai mereka, Ma. Seperti mengenali kekuatan sekaligus kelemahan mereka, keinginan dan harapan, termasuk kegembiraan dan ketidaksukaan mereka.

Dengan mengetahui perihal anak dengan baik, kita akan memiliki gambaran besar tentang kehidupan yang kemungkinan akan mereka pilih untuk dijalani. Termasuk di bidang akademik.


Baca juga: Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak


2. Melakukan Pembicaraan dari Hati ke Hati

2.	Melakukan Pembicaraan Dari Hati Ke Hati - Image via redribbonresources.com
Image via redribbonresources.com


Ketika merasa terancam, anak akan cenderung bersikap defensif atau malah berontak. Jika orangtua datang dengan  rasa memiliki otoritas penuh untuk mengatur keinginan anak, mereka akan membangun bentengnya dan kemudian malah menjauh. Biasanya, anak akan bersikap acuh tak acuh saat orangtua berpanjang lebar menjelaskan alasannya.

Hmmm ... nggak mau kan kalau kejadiannya begini, Ma? Karena itu, ada baiknya jika kita bersikap mengalah terlebih dahulu.

Ajak anak ke tempat yang nyaman, bangun kedekatan dengan bersama melakukan aktivitas yang menyenangkan lebih dulu. Membawa mereka ke restoran kesayangan, barangkali? Atau ajak ke pantai? Ke mana saja deh, yang bisa membuat mereka lebih santai.

Setelah itu, ajaklah anak untuk berdiskusi. Ketika anak merasa nyaman dan rileks, biasanya mereka akan lebih terbuka dan jujur untuk mengutarakan aspirasinya.


Baca juga: Hati-hati, Ma! Inilah 3 Hal yang Membuat Orang Tua Jadi Kerap Membandingkan Anak Satu Sama Lain


3. Mendengarkan Suara Anak Terlebih Dahulu

3.	Mendengarkan Suara Anak Terlebih Dahulu - Image via Lancasteronline.com
Image via Lancasteronline.com


Bagaimanapun ini tentang masa depan dan kehidupan mereka. Anak yang akan menyecap pahit dan manisnya perjalanan itu. Maka yang paling berhak untuk menentukan ke mana arah yang akan dipilih ya, mereka, Ma.

Di sisi lain, orangtua juga sah-sah saja merasa memiliki hak yang sama, apalagi jika hal tersebut dikatakan untuk melindungi dan memastikan anak supaya nggak sampai salah langkah. Kita tentunya boleh dong ya, memastikan anak-anak akan memiliki masa depan yang cerah. Toh, hanya itu kok cita-cita terbesar orangtua.

Namun, nggak ada salahnya kita mendengar suara mereka. Setiap anak pasti memiliki alasan yang cukup kuat untuk memilih sekolah, kampus, dan jurusan yang akan mereka tuju.

Dengarkan dengan saksama penuturan dan pendapat mereka. Dengan meminta anak ‘mempresentasikan’ pilihannya, sebenarnya secara tidak langsung orangtua melatih mereka untuk menentukan pilihan dengan sadar dan bertanggung jawab. Selain itu,dengan mendengar pendapatnya terlebih dahulu, artinya anak dihargai sebagai seorang pribadi yang dewasa.

Lagipula dengan mendengarkan anak secara  aktif dan mendalam, bisa jadi kita akan menemukan perspektif-perspektif baru yang lebih baik dari pemikiran kita selama ini lho, Ma. Pastinya hal ini akan baik kan buat kita agar lebih dekat lagi ke anak?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berbeda Pendapat dengan Anak Soal Sekolah Itu Biasa Kok. Lakukan Saja 4 Hal Ini Untuk Bisa Sepakat!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Aline Mora | @alinemora

❣ humalien ❣ writer ❣ dream walker ❣ tarot & oracle reader ❣ extraordinary mother ❣ runeranu.wordpress.com akusanglirang.wordpress.com

Silahkan login untuk memberi komentar