Bersosialisasi Di Dunia Nyata Penting Banget, Ma! Jangan Hanya Di Dunia Maya Saja. 3 Aksi Kecil Ini Bisa Membantu Mama!

Bersosialisasi Di Dunia Nyata Penting Banget, Ma! Jangan Hanya Di Dunia Maya Saja. 3 Aksi Kecil Ini Bisa Membantu Mama!

922
Bersosialisasi di dunia maya sering banget yes kita lakukan. Tapi, coba diingat apa iya kita imbangi dengan bersosialisasi di dunia nyata?

Kapan terakhir Mama bersosialisasi dengan para tetangga? Atau sekadar ngobrol dengan satpam di pos jaga kantor, mungkin?

Saking padatnya jadwal, terasa ada waktu yang hilang. Dan seringkali Mama nggak ngeh kapan terakhir kali punya percakapan seru dengan orang sekitar Mama -selain rekan di kantor tentunya yang memang mengharuskan interaksi soal pekerjaan. Grup whatsapp sih selalu rame. Jempol Mama selalu aktif membalas obrolan dan bersosialisasi di dunia maya. Saat ada teman masa sekolah yang sedang sakit dan diopname, anggota grup selalu fast-respond adalah doa atau ucapan semoga lekas sembuh. Tapi, berapa orang yang datang langsung menjenguknya?

"Haduh... Saya nggak sempet euy jenguk , rumah masih berantakan!"

Hmm... Sounds familiar, yes.

Saya pernah denger pesan bijak dari seseorang, "waktu itu diciptakan bukan ditemukan". Yah, kejawab kan, kalau Mama nggak sengaja untuk menyempatkan diri memang nggak akan ketemu waktu yang tepat. Hvft.

Bersosialisasi di dunia nyata nggak perlu harus ke kafe atau ke mal, lewat 3 aksi kecil ini Mama sudah bisa melakukannya.

1. Ikut kegiatan di sekitar rumah

Biasanya ada perkumpulan ibu-ibu PKK, pengajian setiap minggu di masjid dekat rumah dan bahkan kegiatan tahunan seperti lomba 17-an! Bener nggak?

Mama perlu ajak keluarga untuk turut serta dalam acara-acara seperti itu, Ma, karena 85% persen dari kesuksesan dalam hidup berkaitan dengan keterampilan membina hubungan. Apalagi, hubungan dengan tetangga, Ma.

Kerabat saya, seorang wanita karir yang juga single parent, sangat mengandalkan tetangga samping rumahnya, bahkan saking percayanya, sampe-sampe nitipin kunci duplikat rumah ke tetangganya! Lho, kok segitunya, ya? Yap! Alasannya, karena tetangga merupakan orang terdekat kita (secara fisik bukan secara emosional). Jadi, kalau ada 'apa-apa' saat kita di rumah, tetangga yang paling mungkin untuk memberikan bantuan.

Jangan males untuk hadir di malam keakraban yang diadakan di RT Mama, terutama bagi para stay-at-home Mama, sekali-kali mampir aja ke rumah tetangga. Lumayan untuk mengusir kepenatan di rumah, kan? Hihi.


2. Belanja di pasar tradisional

Masih ada nggak sih, Mama yang menjadikan pasar tradisional untuk membeli kebutuhan dapur sehari-hari?

Dulu memang saya lebih memilih pasar swalayan karena jauh lebih nyaman walaupun harganya lebih mahal. Tapi, 'wajah' pasar tradisional sekarang sudah banyak perbedaan, lho!

Kenapa mesti pasar tradisional?

Nah, ini dia nih yang menarik. Pasar tradisional kan nggak ada label harga di setiap produknya, jadi di sini lah akan terjadi interkasi langsung dengan orang lain. Kalau pasar swalayan, Mama tinggal ambil keranjang belanja, langsung ke lorong khusus produk yang ada di daftar belanjaan Mama, cemplung-cemplung ke keranjang. Memang sih, interaksi langsung juga saat di kasir.

Beda dengan pasar tradisional,

"Bang, wortelnya setengah kilo berapa? Ih, mahal amat kurangi dikit lah bang!"
"Santannya dibanyakin ya, Mbak, biar lebih gurih gulai nangkanya."

Obrolan kayak di atas nggak bakal kita temui jika belanja di pasar swalayan. Berada di pasar tradisional bikin kita bisa bersosialisasi dengan baik. Bisa dapat harga murah, dan tips memasak juga.

BACA JUGA


Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

Hidup bahagia itu bukanlah sebatas fatamorgana. Terkadang, hal-hal kecil bisa membuat hidup bahagia lho, Ma

Read more..

3. Daftar workshop atau kursus

Yassh! Ikutan workshop parenting seru akan menjadi kegiatan yang seru banget sekaligus bermanfaat untuk kehidupan sosial dan kehidupan pribadi Mama.

Selain bersosialisasi di dunia nyata meningkat, kemampuan Mama juga akan mengalami perubahan ke arah positif! Wah, dobel kan manfaatnya? Memang ada harga yang harus dibayar, berbeda dengan aksi 1 dan aksi 2 yang 'gratis' atau nggak membutuhkan biaya.

Tapi, kalau dipikir lebih jauh, ini merupakan bentuk investasi, Ma. Investasi pada diri Mama, Papa, dan juga anak Mama. Kalau Mama udah mahir soal parenting, coba ikut kursus masak makanan yang Mama tertarik untuk membuatnya. Bikin pastry misalnya? Well, bidang apa pun yang Mama suka dan ingin dalami deh, pokoknya!

BACA JUGA


5 Mood Booster Ini Patut Mama Coba Untuk Mengembalikan Mood yang Hilang!

5 Mood Booster Ini Patut Mama Coba Untuk Mengembalikan Mood yang Hilang!

Mood booster adalah salah satu 'alat' agar bisa mengembalikan mood yang hilang dan bisa bikin ceria lagi. Mama pastinya punya mood booster ...

Read more..

Jika selama ini Mama lebih banyak bersosialisasi di dunia maya, sudah saatnya mengimbangi dengan dunia nyata. Ingat Ma, kita ini makhluk sosial loh, yang masih membutuhkan bantuan orang lain. 3 hal di atas bisa Mama terapkan mulai sekarang. Dan ingat juga, kalau lagi ngumpul dengan tetangga, disimpan dulu yes ponselnya.

Good luck, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bersosialisasi Di Dunia Nyata Penting Banget, Ma! Jangan Hanya Di Dunia Maya Saja. 3 Aksi Kecil Ini Bisa Membantu Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar