Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

56.6K
When a couple fights too much but they're not breaking up, they're really in love.

Hai, Mama? How is your marriage going? Berat?

Well, kita tentunya harus memaklumi ya, bahwa saat ada dua kepala disatukan dalam satu rumah itu akan berpeluang memunculkan berbagai macam permasalahan. Bahwa meski sudah lama berpacaran, kehidupan menikah itu nggak terjamin kalau kita bebas dari segala masalah itu. Bahkan nggak gampang sama sekali, apalagi pada suami istri yang berbeda jauh latar belakangnya.

Dalam perjalanannya, dalam pernikahan pasti akan ada riak kecil berupa pertengkaran yang mewarnai. Apalagi pada dasarnya cara berpikir antara suami istri pastilah juga berbeda. Suami dengan superioritasnya, ego dan mengedepankan logika, sedangkan istri cenderung menggunakan perasaannya dan sangat bergantung pada mood serta suasana hati mereka.

Suami harus bisa menjaga dan mengendalikan hati supaya bisa selalu bisa memahami istri. Sedangkan, sebagai istri, kita memang harus punya stok kesabaran yang banyak. Kita terkadang harus lebih banyak mengalah, dan akhirnya memendam perasaan demi tak terjadi keributan yang lebih besar.

Sepertinya memang sudah dari sononya ya, Ma, kalau ada masalah, kita, perempuan, lebih suka mengedepankan perasaan begitu. Kadang-kadang juga ditambahin ini itu yang justru nggak ada hubungannya dengan permasalahan yang sedang dihadapi sampai-sampai terkesan drama banget. Kadang kita juga bikin tambah jengkel suami, karena kita juga mengungkit-ungkit persoalan-persoalan lama yang sebenarnya selesai.

Ah, perempuan. Apa sih maunya? Mungkin begitu pikiran para suami.

Yah, namanya lagi emosi. Kadang kita juga nggak tahu harus meluapkannya dengan cara bagaimana. Namun, yang pasti, jangan sampai melakukan hal-hal di bawah ini ya, meski Mama sedang dalam kondisi yang sangat marah hingga rasanya mau meledak.


1. Berteriak dan membanting perabotan


Sering terjadi, saat istri marah, dia pun meraih apa pun yang ada di dekatnya dan kemudian membantingnya ke lantai.

Duhduh. Jangan ya, Ma. Coba dipikirkan lagi deh. Kebiasaan ini kan malah bikin rugi Mama kan? Piring, gelas pecah. Panci penyok. Mubazir banget! Belinya kan mahal. Terus, kalau rumah berantakan begitu, siapa hayo yang akan merapikan? Mama lagi kan? Iya kalau ada ART, kalau nggak ada? Kerja bakti yang nggak perlu kan?

Apalagi kalau ada anak, Ma. Aduh, kasihan banget mereka ya. Pasti mereka merasa ketakutan dan sedihmelihatnya. Mereka mungkin hanya bisa diam dan menangis, tapi secara psikologis mereka akan merasa tertekan sekali. Dan itu nggak baik, Ma, buat mereka.


Baca juga: Lepaskan Diri Dari Jerat KDRT, Sekarang!


2. Diam seribu bahasa


Sebagian istri yang sedang marah, merasa lebih baik untuk diam. Tapi diamnya ini juga kebablasan, sampai nggak menegur suami hingga berhari-berhari, bahkan sampai ada yang bulanan.

Ckckck. Apakah Mama juga sering melakukannya?

Well, faktanya, Ma, kebiasaan ini nggak akan menyelesaikan masalah. Yang ada adalah kemarahan terpendam. Dan hal tersebut bisa menjadi bom waktu yang kalau suatu saat nanti meledak, efeknya bisa sangat membahayakan. Juga bisa saja dalam periode diamnya Mama ini, kemudian masuk perempuan lain. *knocks on wood* Nah loh, malah tambah runyam deh.

Kenapa Mama diam? Merasa nggak berguna untuk mendiskusikannya dengan suami? Lalu, apa arti kebersamaan Mama dengan Papa, kalau nggak juga bisa berkomunikasi dengan baik? Nanti kalau ada apa-apa, dan karena Mama masih kekeuh diam seribu bahasa begini, jadi makin parah gimana? Apakah nggak akan menyesal?

Atau diamnya Mama karena pengin baikan tapi nggak punya keberanian menyapa lebih dulu? Kalau memang demikian, cobalah untuk berbicara pada Papa saat suasana sudah sedikit mendingin. Buatkan teh hangat, siapkan camilan ringan. Dan kemudian ajaklah Papa mengobrol. Jika Mama masih tak bisa meminta maaf, tak perlu ucapkan maaf dengan kata-kata. Cukup dengan sentuhan, Papa akan tahu bahwa Mama meminta maaf.

Nggak semua pria bisa bertahan dengan kebiasaan istrinya yang seperti ini. Walau bertengkar kecil, ada baiknya sebab musabab kemarahan itu dibicarakan saja, agar lebih jelas dan masalahnya cepat selesai.


Baca juga: Atasi 3 Permasalahan Komunikasi Suami Istri Ini Segera, Kalau Nggak Mau Semua Berantakan!


3. Mogok masak dan beberes


Yah, memang sih, Ma, kalau lagi ada masalah itu mood kita akan jelek banget. Jadi malas buat ngapa-ngapain. Apalagi masakin suami, dan beberes rumah. Bah! Ogah ah!

Tapi kalau rasa marah dan sakit hati ini hanya dibawa berdiam diri, dibawa tidur, atau dipakai untuk melamun doang seharian tanpa melakukan apa pun, juga bisa merusak pikiran. Mengapa? Karena pikiran akan meliar ke mana-mana, dan akhirnya bisa saja mendramatisir keadaan yang sebenarnya. Maka kemudian akan timbul ide-ide negatif yang berbahaya.

So, jangan lantas mogok masak dan beberes rumah ya, Ma. Dengan tetap dibawa bekerja dan beraktivitas, maka perhatian kita setidaknya sudah teralihkan sedikit dari rasa marah dan emosi. Suasana hati pun bisa membaik, dan bisa jadi kan, dengan memasakkan makanan kesukaan suami, kita jadi akur lagi dan bisa duduk bareng membicarakan masalah yang terjadi?


4. Melampiaskan emosi pada si kecil


Aduh, Mama, please ya. Jangan sampai melakukan ini pada anak. Masa karena marah sama suami, malah anak yang menjadi korbannya. Apalagi kalau si kecil masih balita ya, belum ngerti apa-apa juga. Dia main, atau berantakin mainannya, eh ... kebawa kesal. Akhirnya kena deh dicubit, dibentak, atau dipukul. Aduhhh! Hiks.

Mending sabarkan hati ya, Ma, jangan sampai anak jadi korban. Mendingan Mama lampiaskan emosi Mama pada kamar mandi. Gunakanlah energi negatif Mama untuk menggosok lantai kamar mandi! Gosok, Ma, sampai bersih!


5. Mengungkit yang sudah-sudah, apalagi yang sudah selesai


Ini juga merupakan kebiasaan buruk perempuan pada umumnya, Ma. Kalau marah, lalu merembet membahas lagi masalah-masalah yang sudah-sudah. Yang kemarin sudah selesai dan ditemukan solusi lagi pun jadi mentah lagi.

Well, lebih baik ubah kebiasaan ini yuk, Ma. Ketika ada masalah dan harus berdiskusi dengan suami, fokuslah pada permasalahan yang ada saja, dan cari jalan keluar bersama. Jangan mengungkit kisah atau kesalahan yang lalu. Really, itu nggak akan menyelesaikan tapi justru menambah panas suasana. Nggak perlulah membahas lagi yang sudah dibahas 5 tahun yang lalu.


Baca juga: Semua Permasalahan Rumah Tangga Berkembang dari 8 Penyebab Dasar Ini. Kenali dan Atasi!


6. Curhat sembarangan


Iya, Mama memang ada masalah, dan mungkin Mama membutuhkan telinga untuk mendengarkan Mama. Mungkin juga Mama membutuhkan saran dan pendapat orang ketiga.

Tapi sebaiknya, lihat-lihat dulu ya, Ma. Jangan curhat pada sembarang orang. Mama harus tahu dan kenal betul dengan siapa Mama curhat, bagaimana wataknya, dan apakah dia berkompeten untuk memberikan saran. Kalau dia sendiri juga sering mendapat masalah dalam keluarganya, ngapain Mama curhat pada orang tersebut? Mendingan Mama langsung saja menghubungi yang profesional sekalian, atau pemuka agama yang Mama anut. Tentu akan lebih baik kan?

Karena nggak semua orang bisa memberikan saran yang baik dan bermanfaat untuk kita. Kadang yang terjadi, mereka malah jadi suka ngomporin. Akibatnya? Bukan penyelesaian yang Mama dapat, malah makin runyam.

Bahkan orangtua sendiri juag nggak menjamin masalah cepat clear lho. Jadi jangan juga mengandalkan orang lain. Rumah tangga kita adalah persoalan dan tanggung jawab kita sendiri, Ma.


Baca juga: Para Suami Punya 7 Hal Rahasia Ini yang Tak Boleh Disebarkan Bahkan Pada Sahabat Terdekat Mama


Well, apakah ada kebiasaan Mama yang tersebut di atas? Kalau iya, yep, harus segera diatasi ya, Ma. Barangkali dengan Mama melakukan introspeksi dan kemudian berusaha memperbaiki diri sendiri lebih dahulu, masalah juga jadi lebih cepat bisa diselesaikan.

Atau ada solusi atau sharing yang lainnya, Ma? Yuk, tulis di kolom komen ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nova Violita | @novaviolita

Simple Mom, Blogger, Worker,Buzzer,contet writer

Silahkan login untuk memberi komentar