Critical Eleven - Kisah Cinta Ini Mengajarkan Kita 5 Hal tentang Memaafkan dan Menyelesaikan Konflik dengan Papa

Critical Eleven - Kisah Cinta Ini Mengajarkan Kita 5 Hal tentang Memaafkan dan Menyelesaikan Konflik dengan Papa

2.5K
Critical eleven menjadi trending topic belakangan ini. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama, Critical Eleven, karya Ika Natassa ini, mengajarkan beberapa hal dalam hubungan dengan pasangan.

Mama sudah baca novel best seller karya Ika Natassa, Critical Eleven?

Ceritanya sangat menarik karena mengangkat tema critical eleven, sebelas menit berharga saat pesawat akan take off dan landing. Novel genre romantis ini diangkat ke layar lebar yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Psst, publik dibikin kepo plus cemburu loh dengan kemesraan mereka berdua, entah itu di tempat syuting maupun di luar syuting.

Cerita diawali dengan pertemuan Anya dan Ale yang tidak sengaja duduk bersebelahan di dalam pesawat. Seperti kisah cinta pada umumnya, istilah meet-cute antara dua karakter dalam film-film Hollywood juga terjadi dalam novel Critical Eleven besutan Ika Natassa.

Konflik pada cerita cinta pasangan modern ini berawal dari kesalahpahaman Anya terhadap kata-kata Ale pasca anak yang dikandungnya mengalami keguguran. Usia pernikahan yang berusia lima tahun, umur keduanya yang masih relatif muda, serta hubungan jarak jauh yang mereka alami menjadi kontributor vital dalam masalah yang mereka hadapi.


BACA JUGA


Pelajaran dari Film Logan - Ini Dia Beberapa Adegan yang Membuktikan Bahwa Menjadi Orangtua Itu Berat

Pelajaran dari Film Logan - Ini Dia Beberapa Adegan yang Membuktikan Bahwa Menjadi Orangtua Itu Berat

Logan, sang superhero bercakar besi, ternyata harus "bertekuk lutut" di depan seorang anak remaja. Apalagi kita, yang hanya bersenjatakan ...

Read more..


Buku ini bukan hanya menyentuh hati--terutama pasangan yang baru saja menikah--tetapi juga mengajarkan kita makna lain dari memaafkan dan menerima.

Meskipun terdengar sederhana--Anya yang marah karena Ale yang tidak sengaja mengucapkan kalimat tuduhan padanya, tetapi konflik kecil seperti ini juga tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.


5 pelajaran soal menjaga hubungan dan bisa memaafkan pasangan, yang bisa kita dapatkan dari Critical Eleven


1. Love is Not Perfect, Sometimes It Hurts, Badly. But We Just Can't Stop The Feeling Itself, Ma.

Dalam novel, Ale dan Anya sudah enam bulan tidak bicara dengan satu sama lain.

Anya yang masih sakit hati dan Ale yang belum juga berani maju duluan membuat perang dingin di antara keduanya semakin hari semakin runyam.

Memang, ya, Ma, kalau sedang bertengkar, apalagi dengan suami, rasanya kesal melulu. Tapi di sisi lain, kita juga nggak mudah serta merta menghilangkan rasa sayang kepada pasangan meskipun bawaannya marah terus kalau bertemu.

Kalau pacaran, sih, masih enak karena jarang ketemu. Tapi, kalau sudah menikah kan sulit juga, ya, Ma. Tiap hari ketemu, bahkan tidur di kamar yang sama.

Yang dilakukan Ale dan Anya ini menarik karena meskipun mereka masih berdiam diri dengan satu sama lain, mereka tidak pernah memutuskan hubungan. Ini bisa ditiru, Ma!

Anya yang masih sakit hati tetap bertahan melayani Ale, meskipun tanpa senyum ataupun keramahan seperti dulu. Ale pun masih sabar dan tidak berhenti bersyukur bahwa istri kesayangannya masih tinggal di rumah dan masih mencintainya.

Terkadang memang perasaan tidak bisa berbohong, rasa cinta dan sayang yang sungguh-sungguh tidak bisa dikalahkan dengan amarah separah apa pun.


BACA JUGA


Film Beauty and the Beast dan Nilai-Nilai yang Bisa Kita Ajarkan pada Si Kecil Melaluinya

Film Beauty and the Beast dan Nilai-Nilai yang Bisa Kita Ajarkan pada Si Kecil Melaluinya

Beauty and The Beast, film animasi dari Disney yang kini diproduksi kembali, menampilkan sesuatu yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Dan ...

Read more..


2. Belajar Untuk Mulai dan Bicara Duluan

Siap-siap kagum dengan Ale yang sangat sabar dan selalu berusaha meluluhkan hati Anya setiap harinya!

Ia juga sadar kalau dirinya telah melukai hati istrinya, maka Ale tidak segan-segan mengambil inisiatif usaha untuk mengembalikan rumah tangganya seperti sedia kala.

Ada saatnya ketika pasangan bertengkar, salah satu pihak harus mengalahkan egonya dan mulai bicara duluan. Betul?

Di cerita novel, Ale lebih banyak memulai--karena memang ia yang salah--, dari menyapa Anya setiap pagi, masih membuatkan kopi, menawarkan jemputan, hingga pada suatu ketika ia memberanikan diri untuk memeluk Anya.

Ale mengingatkan kita untuk tidak menyerah dan terus berusaha meskipun berulang kali usaha kita berbuah masam, Ma.


3. Menyimpan Perasaan Seorang Diri Bukanlah Solusi. Ngobrol dengan Teman atau Keluarga Akan Banyak Membantu

Selama ini, baik Anya maupun Ale, tidak pernah menceritakan masalah yang mereka alami.

Orang tua, saudara, hingga teman-teman mereka sama sekali tidak mengetahui kalau mereka telah pisah kamar selama berbulan-bulan. Yang tahu hanya Tini, asisten rumah tangga di rumah mereka.

Alhasil, bukan hanya Ale yang dibuat frustrasi karena kahabisan ide untuk meluluhkan hati Anya, Anya pun ikutan terus tenggelam dalam kesedihan.

Tapi akhirnya baik Ale dan Anya mulai terbuka dengan orang-orang di sekitar mereka; Ale yang bercerita dengan ayahnya dan Anya yang menceritakan semuanya kepada teman-temannya.

Hasilnya? Ale semakin bersemangat untuk mendapatkan maaf dari Anya, dan Anya mendapatkan keberanian untuk mulai memaafkan Ale.

Tuh kan, Ma, kalau curhat dengan orang terdekat bukan hanya beban yang hilang, tetapi bisa mendatangkan semangat baru untuk memperbaiki hal-hal yang rusak.


BACA JUGA


6 Film Keluarga Nominasi Oscar 2017 yang Cocok untuk Mama Tonton Bersama Papa dan Anak-anak!

6 Film Keluarga Nominasi Oscar 2017 yang Cocok untuk Mama Tonton Bersama Papa dan Anak-anak!

Ini dia film-film keluarga yang mendapat nominasi Oscar 2017. Jangan sampai belum nonton ya

Read more..


4. Menerima Kenyataan Bahwa Semua Orang Pasti Pernah Melakukan Kesalahan, Begitu Juga Pasangan

Di beberapa bab akhir, keadaan semakin intens dengan hubungan Anya dan Ale.

Keduanya sedang berada di batas akhir dan siap meledak kapan saja dengan pilihan saling memaafkan atau saling melepaskan.

Mama pernah nggak berada di posisi saking marahnya, rasanya ingin menyelesaikan semuanya dengan menghilangkan segalanya? Itulah yang dirasakan oleh Anya. Tetapi perasaan memang tidak bisa ditolak dan logika terkadang sulit dibantah.

Anya yang selama ini hanya fokus kepada perkataan Ale yang menyakiti hatinya mulai membuka diri. Ia mulai menerima kenyataan dan berdamai dengan logika, bahwa tiap manusia pernah saling menyakiti.

Begitu pula orang yang ia cintai dan terima lamarannya lima tahun yang lalu. Anya, perlahan sekali namun pasti, membuka hatinya untuk memaafkan segala kekurangan Ale, juga kesalahannya yang telah menyakitinya selama 6 bulan belakangan.

Jika Mama sedang marah, yuk, dipikirkan kembali dan bicarakan dengan Papa, ya.


5. Sabar, Terus Berusaha Meminta Maaf dan Memaafkan Adalah Kuncinya

Ika Natassa memang jago sekali membuat hati berdebar, berdecak kagum dengan karakter laki-laki yang ia ciptakan dalam novel-novelnya.

Bukan hanya Ale, Ayah Ale pun punya peran yang sangat membantu dalam usaha Ale mengembalikan romantisme rumah tangganya dengan Anya. Usaha Ale yang tanpa lelah ditambah nasehat dari Ayahnya pasti membuat pembaca merasa tentram.

Merasa bahwa pasangan kita pun sedang berusaha memperbaiki diri dibantu dengan orang-orang yang menyayangi mereka. Kesabaran dan usaha Ale akhirnya berbuah manis di akhir cerita--maaf kalau spoiler, ya, Ma.

Inspirasi semacam ini memang tidak hanya bisa didapat dari wejangan orang tua maupun orang-orang terdekat. Pelajaran mengenai rumah tangga terkadang tersembunyi di dalam lembaran-lembaran kertas. Tersusun sebagai cerita--terlepas fiktif maupun tidak--yang mampu menanamkan harapan dan semangat baru untuk para pembacanya.


BACA JUGA


R.A. Kartini dan 7 Kutipan Bijak yang Meyakinkan Kita Bahwa Perempuan Bisa Melakukan Segalanya!

R.A. Kartini dan 7 Kutipan Bijak yang Meyakinkan Kita Bahwa Perempuan Bisa Melakukan Segalanya!

RA Kartini dan emansipasi perempuan, sudah tak perlu ditanyakan lagi hubungannya. Kutipan-kutipan penuh semangat ini akan membuat kita ...

Read more..


Critical Eleven ini mampu membuat kita menyadari bahwa komitmen yang dibangun harus bisa dipertahankan, dan di sana kita pun harus bisa belajar memaafkan serta menerima. Memang terkesan sepele, tapi itu nggak mudah.

Mama penasaran seperti apa kisah Anya dan Ale di layar lebar?

Jangan lewatin ya, tayangan perdana di seluruh bioskop Indonesia tanggal 10 Mei 2017. Bagi Mama yang tinggal di Medan, ada nonton bareng loh dengan Ika Natassa beserta pemeran Critical Eleven. *Duh envy banget! Tiket untuk nobar udah bisa dipesan sejak tanggal 4 Mei loh!

Sedikit bocoran, cerita keseluruhan akan ada perubahan dikit, tapi nggak mengurangi isi ceritanya.

Yash, pokoknya jangan lewatin film Critical Eleven ini, ya, Ma.

Nonton berdua dengan Papa kayaknya asyik tuh.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Critical Eleven - Kisah Cinta Ini Mengajarkan Kita 5 Hal tentang Memaafkan dan Menyelesaikan Konflik dengan Papa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Hadi | @yasminhadi

Part-time writer, full-time magician.

Silahkan login untuk memberi komentar