Dalam Hubungan Suami Istri, Mama Harus Mengetahui 5 Alasan Ini Agar Berhenti Membandingkan Papa Dengan yang Lain!

Dalam Hubungan Suami Istri, Mama Harus Mengetahui 5 Alasan Ini Agar Berhenti Membandingkan Papa Dengan yang Lain!

2.2K
Dalam hubungan suami istri, ada satu hal yang pantang untuk kita lakukan, membandingkan Papa dengan yang lain! Just do't do it, Ma!

Hubungan suami istri dalam pernikahan bagi saya adalah gerbang untuk melanjutkan impian hidup.

Sebelumnya, banyak hal yang dipertimbangkan ketika Mama memutuskan untuk say yes akan pinangan si Papa. Setelah menjalani pernikahan, nyatanya perjalanan hidup menjadi lebih dahsyat apalagi saat memiliki anak. Can't describe, just say thank God finally i found someone.

Menurut buku yang pernah saya baca, Sehidup Sesurga, saya rangkumkan sedikit boleh ya, Ma.

Hubungan suami istri itu memang banyak ujiannya, tapi berbeda dengan ujian sekolah. Kalau di sekolah, kita harus belajar dulu, kita perlu persiapan untuk menghadapi ujian. Sedangkan tidak demikian untuk sebuah hubungan suami istri, ujiannya datang di awal dan kita baru akan tahu pelajaran apa saja yang didapat setelah badai itu berlalu.

Teorinya seperti itu sih, Ma. Banyak hikmah yang dirasakan dari ujian hidup bersama Papa. Kenapa tiba-tiba melow gini, ya? Bahkan ujian itu membuat sepasang suami istri malah akan semakin mesra dan menjadi pribadi yang kuat. Agree?

Perempuan mana yang tidak suka dengan hal yang berbau romantis. Adakah Mama yang tidak suka dikasih kejutan kecil berupa cokelat atau bunga? Apalagi bunga bank ya. Hehehe. Tapi, banyak juga yang kecewa karena Papa nggak sesuai dengan yang Mama inginkan. Berharap Papa doing something romantic kaya di drama Korea atau postingan foto seleb di instagram yang so sweetnya kebangetan. Ya memang sih, kadang mudah banget untuk kita membandingkan sesuatu. Padahal salah satu kunci hubungan suami istri yang sehat dan bahagia adalah berhenti membandingkan pasangan kita. Bener nggak, Ma? Selain itu juga, nggak etis kalau membandingkan pernikahan Mama dengan pernikahan orang lain.

5 alasan ini perlu Mama tahu agar tidak lagi membandingkan Papa dengan yang lain.

1. Your Choice

Ketika memilih Papa berarti dia adalah yang terbaik.

Bukankah Papa adalah seseorang yang sudah Mama pilih untuk menjadi pendamping hidup kala melangkah susah ataupun senang? Segala sifat dan perilaku yang menjadi kekurangan Papa mungkin bisa dilengkapi, bukan malah menjatuhkan. Dan menerima dengan hati ikhlas memang jauh lebih indah, cobain deh Ma. Semoga Mama bisa berkomitmen atas pilihan Mama, ya.

2. Tak ada yang sempurna

Meski Mama cari sampai ke ujung dunia, tak ada seorang pun yang sempurna.

Mama ngga percaya? Apa ada manusia bisa terbang seperti burung? Memang Papa nggak seganteng pria Korea idaman Mama atau setajir Bruce Wayne. Toh mereka yang kita idamkan juga pasti memiliki kekurangan. Cukup ya, Ma, itu cuma salah satu ketidaksempurnaan manusia. Dan kita juga pasti memiliki kelemahan kan. Nobody's perfect.

3. Belum tentu sama

Belum tentu orang tersebut bisa sehebat Papa, karena apa? Karena Papa bisa menerima kelemahan dan kekurangan kita. Papa bisa menerima Mama yang mungkin ngga terlalu bisa meredam rasa marah, dan Papa bisa melengkapi misalnya membantu Mama menyelesaikan pekerjaan rumah. Papa selalu setia dalam situasi buruk sekalipun.

Ingatlah Ma, pasangan kita adalah orang pilihan dari Sang Maha Cinta. Yup, Mama harus bisa saling mengisi satu sama lain. Bukan mencari kelemahan.

4. It's Not Fair

Sungguh nggak adil membandingkan kelemahan dengan kelebihan seseorang.

Can you imagine, Ma? Kita pun kalau dituntut melakukan sesuatu yang tidak kita suka, rasanya ngga sreg di hati kan Ma? Misalnya Mama menuntut Papa untuk jago masak padahal Papa kurang suka masak. Pasti kacau balau. Sebaiknya mama bisa fokus saja pada kelebihan yang sudah Papa punya. Mama juga ngga mau kan kalau dibanding-bandingin.

Solusinya Mama bisa saling bertukar isi hati dan pikiran, saling mengevaluasi tentunya disampaikan dengan cara yang lemah lembut dan tidak menyakiti.

5. Jauh dari bahagia

Hubungan suami istri bisa jadi nggak bahagia kalau Mama selalu membuat perbandingan. Dan selalu akan ada saja kurangnya. Semakin Mama membandingkan, saat itulah Mama bisa menuai kecewa dan stres. Satu hal juga, ketika Mama sudah mengutarakan perasaan, ingin Papa seperti apa dan bagaimana tentunya ini juga nggak bisa dipaksakan. Setiap orang butuh proses belajar. Mama adalah orang tepat yang harus selalu menyemangati Papa. Saya rasa kekurangan pasangan juga sudah fitrahnya dari Tuhan agar bisa belajar bersama sehingga saling menguatkan.

Because we are a big team.

Ada pepatah bijak yang mengatakan dalam hubungan suami istri agar bahagia sebaiknya kita "Lowest your Expectation, Highest your Performance". Memang lebih baik kita memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada diri sendiri, dibanding menuntut seseorang menjadi sesuai dengan harapan kita. Better than that.

Kebahagiaan pernikahan juga saat kita memberikan yang terbaik kan, Ma? Coba direnungi. Mama harus bersyukur atas indahnya pernikahan yang telah dimiliki selama ini. Banyak rahasia-rahasia untuk bisa bahagia dan kuat dalam meniti rumah tangga. Sesederhana itu saja, bisa dengan cara menerima pasangan apa adanya dan saling support akan perbaikan diri masing-masing. Hubungan suami istri yang terlihat happily ever after itu bukan berarti yang nggak pernah ada badainya, adem ayem, selalu so sweet, itu hanya ada di novel romantis dan fairy tale, Ma! Stop untuk berimajinasi menginginkan hal itu.

Bahagia selalu, ya, Ma...


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dalam Hubungan Suami Istri, Mama Harus Mengetahui 5 Alasan Ini Agar Berhenti Membandingkan Papa Dengan yang Lain!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


SUCIATI CRISTINA | @suciaticristina

Part time blogger, full time mother, creative photography. Melepas hati Dan Pikiran di cigrey.com

Silahkan login untuk memberi komentar