Dalam Mendidik Anak Hindari Meremehkan Kemampuan Mereka Dengan Melakukan 5 Hal ini!

Dalam Mendidik Anak Hindari Meremehkan Kemampuan Mereka Dengan Melakukan 5 Hal ini!

4.3K
Mendidik anak adalah tugas utama kita sebagai orang tua. Berbagai cara bisa Mama lakukan untuk mendidik anak terkecuali meremehkan kemampuan mereka.

Intuisi dan insting adalah hal luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita, Mama, sebagai bekal untuk melindungi anak-anak kita. Betapa orang tua, khususnya Mama, diberikan kekuatan untuk senantiasa menjaga anak-anak kita tetap aman bahkan ketika sebelum mereka hadir di rahim kita. Ketika Mama mempersiapkan diri untuk hamil, makan sehat dan merelakan berat badan tubuh naik ketika hamil *serta sulit turunnya*, mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan, dan hingga sekarang ketika mereka bertumbuh, semua Mama lakukan untuk menjauhkan anak-anak dari hal-hal buruk. Tapi terkadang Ma, kita melakukan beberapa hal atas nama sayang, yang terkadang meremehkan kemampuan anak-anak. Mendidik anak memang tidaklah mudah, tapi bukan berarti kita menyepelekan kemampuan mereka lho, Ma.

Mendidik anak perlu kerja sama antar dua pihak, Mama dan Papa. Pun melibatkan orang di sekeliling kita. Memang tugas mendidik anak ini bukanlah hal yang segampang teori, karena pada praktiknya anak-anak itu berbeda karakter dan penerapannya pun pastinya berbeda-beda.

Ma, dalam mendidik anak hindari meremehkan kemampuan mereka. 5 hal ini bisa Mama lakukan agar terhindar dari hal tersebut.



1. Jangan ambil alih

1. Jangan Ambil Alih -

    Yaaa, siapa yang sering nggak sabar nungguin anak mengikat tali sepatu ketika waktu berangkat sudah mepet? *ngacung. Menunggu mengikat tali sepatu di pagi hari itu ibarat waktu diputar pelaaann sekali. Rasanya lama sekali. Alih-alih mengikatkan tali sepatunya, banyak opsi lain yang Mama bisa lakukan sebenarnya loh. Satu, ganti sepatu dengan model velcro, kecuali memang keseragaman dari sekolah. Dua, sediakan waktu lebih untuk anak mengikat tali sepatu. Tiga, ganti tali dengan model sepatu tanpa ikat yang banyak dijual online belakangan.

    Atau, ketika si adik mulai pingin belajar makan, Mama sudah membayangkan betapa repotnya menyapu nasi dari lantai, dan minuman yang berceceran kemana-mana, lalu Mama memilih untuk menyuapkan makanan saja.

    Atau, ketika kakak bertengkar di sekolah, lalu Mama yang marah-marah mendatangi sekolah?

    Semua memang wajar kita lakukan, Ma. Tapi rasanya kita perlu lebih bijak lagi untuk bertindak mengambil alih semua pekerjaan anak-anak. Bukankah Mama menginginkan ketika besar nanti, mereka akan menjadi pribadi yang tangguh, yang tidak lari dari masalah, atau bahkan menggantungkan diri pada Mama untuk masalah apapun dalam hidupnya. Jadi, terkadang tough love memang diperlukan demi kebaikan anak-anak sendiri di masa depan nanti, ya Ma.



2. Bersabar

2. Bersabar -

    Eh, sabar ini benar-benar luar biasa cobaannya untuk kita Mama. Bener nggak? 

    Sudah banyak pepatah soal sabar, tapi ketika Mama dihadapkan dengan situasi rumah berantakan, cucian piring belum selesai, pinggang yang kurang bersahabat, dipadukan dengan si kakak yang merengek minta bantuan ini itu, rasanya sumbu sabar itu menjadi lebih pendek. Phhffttt. Tapi, inilah pilihan kita ketika memutuskan untuk mempunyai anak, Ma. Kita memilih menjadi orang tua sekaligus menjadi pendidik bagi mereka. Kita boleh kok memiliki masa 'break down', tapi kita harus bangkit lagi dan menghadapi semua dengan lebih kuat. Pun ketika kita merasa sabar dengan ketrampilan sehari-hari yang kita ajarkan kepada anak-anak, sesederhana meletakkan kembali handuk setelah mandi, meletakkan piring kotor setelah makan, atau mainan yang berserakan dimana-mana. Rasanya sudah beratus kali dalam sehari mengingatkan anak-anak untuk hal ini, tapi tetap juga tidak tereksekusi dengan baik. Sabar saja, Ma, akan ada waktunya kita akan menikmati hasil ngomel kita hari ini. *crossedfinger




3. Percaya pada anak-anak

3. Percaya Pada Anak-anak -

Tidak ada hal yang mustahil jika kita berusaha, ya kan Ma, begitupun dengan semua kegiatan yang anak-anak kita lakukan.

 Anak-anak perlu sekali disemangati jika mereka merasa tidak mampu melakukan sesuatu, sama seperti kita. Kalimat positif yang kita berikan akan menjadi afirmasi serta suntikan semangat buat anak-anak kita loh, Ma. Tapi jangan lupa, kita juga harus terus ingat untuk menjadi teladan. Yakinkan anak-anak dengan perbuatan kita, jika mereka melihat bagaimana kita gigih untuk melakukan sesuatu, hal ini pasti akan menular kepada mereka. Mama percaya nggak, anak-anak itu bisa merasa loh kalau gestur kita itu mendukung atau tidak apa yang mereka lakukan. Maka dari itu, tunjukkan kepercayaan Mama mulai dari gerak tubuh, seperti pelukan, usapan, dan ciuman, sampai dengan kata-kata yang Mama ucapkan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dalam Mendidik Anak Hindari Meremehkan Kemampuan Mereka Dengan Melakukan 5 Hal ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Susan | @susanindriany

Mom of two. Surviving motherhood. Owner of Blog Dekat Hati. www.dekathati.com

Silahkan login untuk memberi komentar