Dari Blogger Menjadi Penulis Best Seller, Keempat Sosok Ini Bisa Mama Jadikan Inspirasi

Dari Blogger Menjadi Penulis Best Seller, Keempat Sosok Ini Bisa Mama Jadikan Inspirasi

1.7K
Mama memiliki hobi menulis? Pada umumnya sudah memiliki blog, yes. Menjadi sukses berawal dari blog itu bisa lho, Ma. Keempat sosok ini adalah contoh blogger menjadi penulis buku best seller

Mama hobi membaca pasti sudah familiar banget ya, melihat buku-buku yang dihasilkan dari blog. Nggak sedikit juga blogger yang menjadi penulis buku. Tapi, coba Mama ingat, berapa banyak sih blogger menjadi penulis buku best seller? *usap dagu

Jika mendengar istilah 'blog yang dibukukan', tentu kita sudah nggak asing lagi dengan nama penulis buku best seller yang satu ini: Raditya Dika. Seorang penggiat tulisan-tulisan komedi harian di blognya www.radityadika.com (dulunya www.kambingjantan.com), yang mendapat predikat sebagai blog yang pertama kali dibukukan di Indonesia. Hayo, pasti Mama pada kenal dia, yes?

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa 'blog yang dibukukan' ini punya istilah tersendiri, yaitu blook.

Apa tuh blook?

BLOOK adalah istilah yang digunakan untuk buku cetak yang didasarkan pada konten blog.

Sederhananya nih, blook itu blog yang dibukukan dan diterbitkan dalam bentuk cetak. Kata “blook” merupakan penggabungan dari kata “blog” dan “book”. Pada tahun 2002, Tony Pierce mengompilasi postingan di blog dan mengoleksinya jadi buku yang kemudian diberi judul Blook. Judul itu bukan darinya. Tapi di sebuah acara bertajuk Pierce Award, nama itu diusulkan oleh pembacanya yang bernama Jeff Jarvis dari BuzzMachine.

Nah, Mama yang sekarang sudah suka menulis apalagi sudah suka ngeblog, barangkali bisa banget nih mengikuti jejak para penulis buku best seller yang awalnya adalah seorang blogger ini.

Coba kita lihat siapa saja merek yuk!


4 blogger ini sudah berhasil membukukan tulisan blog mereka dan nama mereka kini menjadi penulis buku best seller.


1. Raditya Dika

Raditya Dika,, menjadi penulis buku best seller pertama yang bukunya berasal dari blog. Sumber : Smeaker

Siapa sih yang nggak kenal Raditya Dika, penulis buku best seller Kambing Jantan dan beberapa buku yang lain? Kayaknya terlalu banget ya, kalau nggak kenal dia. Wajahnya bahkan kini sering wara-wiri di beberapa TV nasional sebagai juri Stand Up Comedy dan bintang ikan. Walaupun Mama sibuk tapi tetap meluangkan waktu untuk membaca, sesekali coba deh, baca buku Raditya Dika, dijamin bakal ngakak hingga selesai di lembar terakhir.

Pria yang bernama lengkap Dika Angkasaputra Moewarni, dan akrab dipanggil Radit, ini mengawali keinginan untuk membukukan catatan hariannya di blog setelah memenangi Indonesian Blog Award di tahun 2003. Radit pun mulai mencetak tulisan-tulisannya dari blog dan mulai menawarkannya ke penerbit. Sayangnya, nggak semulus yang diduga. Berbagai penolakan kerap diterimanya. Hingga satu kali, Radit menawarkan tulisannya ke salah satu penerbit mayor terkenal, dan diterima! Itu pun dilaluinya setelah melakukan presentasi terlebih dahulu.

Buku pertamanya, Kambing Jantan, sukses di pasaran dan menjadi best seller, nggak terhitung sudah berapa kali buku ini dicetak ulang. Gaya bahasanya yang ringan dan kocak membuat Radit mendapat tempat khusus di hati pembacanya. Buku yang menceritakan pengalaman hidupnya selama kuliah di Adeleide, Australia ini sangat membekas di ingatan pembaca. Radit menawarkan 'suasana baru' di industri buku yang selama ini didominasi fiksi dengan diksi yang mumpuni. Tulisannya yang segar mampu menghibur pembaca dan tak tanggung-tanggung buku ini pun diangkat ke layar lebar.

Apa sih yang membuat buku-buku Radith menjadi best seller?

Coba Mama perhatiin, pada setiap bukunya selalu ada nama hewan yang dia pakai. Ternyata, itu menjadi selling point-nya! Penasaran, Ma, buku-buku Radith yang sudah dicetak dan beberapa menjadi best seller? Nih bocorannya.

  • Kambing Jantan : Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005)
  • Cinta Brontosaurus (2006)
  • Radikus Makankus : Bukan Binatang Biasa (2007)
  • Babi Ngesot : Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (2008)
  • Marmut Merah Jambu (2010)
  • Manusia Setengah Salmon (2011)
  • Koala Kumal (2015)

Wow, produktif banget, ya si Radit, Ma.

Selain buku Kambing Jantan yang diangkat ke layar lebar, Cinta Brontosaurus dan Koala Kumal pun sukses diangkat ke layar lebar.


2. Trinity


Trinity menjadi 'perwakilan' penulis buku best seller dengan topik traveling. Sumber : Suara

Di kalangan blogger traveler, perempuan satu ini adalah junjungan!

Trinity adalah seorang pegawai kantoran seperti pada umumnya yang memiliki hobi traveling. Catatan perjalanannya sering dituangkan ke blog pribadinya di www.naked-traveler.com . Gaya menulisnya yang informatif dan ringan, membuat blognya sering kebanjiran pengunjung dan memiliki penggemar tersendiri. Blog Trinity sering direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin melakukan traveling.

Keren, ya, Ma? Melihat animo pembaca yang banyak, Trinity pun memutuskan untuk membukukan catatan perjalanannya.

The Naked Traveler adalah buku pertama yang diterbitkan dari penulis buku best seller ini. Tak tanggung-tanggung, serial The Naked Traveler pun berlanjut hingga seri ke-7. Keren banget! 7 Agustus 2016 kemarin, Trinity melakukan launching buku terbarunya ; The Naked Traveler 7. Jika dihitung dengan buku terakhirnya ini, total sudah ada 13 buku yang dihasilkan oleh Trinity. Wow!

Round The World (RTW) yang digagas Trinity di tahun 2012 ini mendapatkan apresiasi yang besar dari para pembaca pun traveler. Gimana tidak, selama satu tahun (Oktober 2012 - Oktober 2013), Trinity melakukan perjalanan keliling dunia! Whoaa ...! Total hingga tahun ini sudah 73 negara di dunia dan hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah dikunjunginya.

Psst, tahun ini buku The Naked Traveler akan diangkat ke layar lebar lho Ma!

Perempuan kelahiran Sukabumi ini adalah sosok perempuan mandiri masa kini. Sepanjang kariernya sebagai traveler, Trinity sudah meraih 11 penghargaan bergengsi di bidang traveling. Menjadi pembicara pun kerap dilakukannya di sela segudang aktivitasnya.


3. Agnes Davonar


Agnes Davonar adalah penulis buku best seller berikutnya untuk kategori fiksi. sumber : Profil Bos

Mama hobi membaca novel? Barangkali akrab dengan nama satu ini, Agnes Davonar

Jika Raditya Dika dan Trinity sukses mengangkat cerita keseharian dan catatan perjalanan menjadi sebuah buku best seller, Agnes Davonar dikenal sebagai blogger yang sukses mencetak novel best seller.

Agnes Davonar adalah nama pena dari kakak-adik Agnes (Agnes Li) dan Davonar (Teddy Li), yang memulai karier sebagai penulis di sebuah blog www.agnesdavonar.net. Karena aktif dan konsisten menulis karya fiksi di blog, membuat keduanya dikenal sebagai penulis online dan mempunyai banyak pembaca setia. Dari blog tersebut, mereka pun sukses melahirkan beberapa novel online dan ratusan cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca blog pribadinya.

Tulisan dari blog Agnes Davonar yang pertama kali dibukukan adalah Misteri Kematian Gaby dan Lagunya Jauh, namun nama mereka lebih dikenal luas setelah menerbitkan novel fenomenal berjudul Surat Kecil Untuk Tuhan, yang mengantar mereka meraih beberapa penghargaan. Novel lain yang telah mereka terbitkan atara lain Sahabat; Tentang Cinta, Kisah Cinta dan Tragedi Kehidupan, Oei Hui Lan; Kisah Tragis Putri Orang Terkaya di Indonesia, dan My Blackberry Girlfriends. Lebih dari 4 novelnya sudah dingkat ke layar lebar, yang kemudian mengukuhkan keduanya sebagai penulis buku best seller dari blog fiksi.

Sebagai blogger Agnes Danovar pun beragam prestasi telah mereka torehkan salah satunya menjadi finalis Microsoft Bloggership 2010. Hingga saat ini mereka telah menerbitkan 15 novel. Tak hanya itu, 8 dari 15 novel karya mereka sudah diangkat ke layar lebar. Dan sudah ada 3 judul sinetron yang ditulis oleh Agnes Davonar.


4. Muhammad Assad


Topik berat namun dibahas secara ringan ternyata membawa Muhammad Assad sebagai penulis buku best seller berikutnya. Sumber Kompasiana

Muhammad Assad mulai dikenal sejak ia aktif menuliskan kisah dan problematika hidupnya sehari-hari di blog www.muhammadassad.wordpress.com, selama ia berada di Qatar. Di blog tersebut, ia juga sering menulis dan mendiskusikan tentang hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari beserta solusinya dari sudut pandang Islam, yaitu dengan pendekatan Al-Qur’an dan hadits. Karena kekhasannya menulis berbagai topik agama dengan ulasan yang ringan, tulisan Assad berhasil menarik perhatian banyak pengguna internet.

Langkah awalnya menerbitkan buku dimulai ketika Assad menawarkan draft tulisan dari halaman blognya yang diberi judul Notes From Qatar kepada penerbit di Indonesia. NFQ pun mendapat respons positif dari salah satu penerbit besar Indonesia, yang kemudian bersedia menerbitkannya sebagai buku.

Buku NFQ sukses menjadi national best seller setelah diterbitkan, yang akhirnya membuat Assad sering diundang di beberapa seminar motivasi untuk kalangan remaja. Sukses buku pertama, Assad pun menerbitkan Notes From Qatar Jilid 2.

Pria kelahiran 29 tahun yang lalu ini adalah sosok entrepreneur muda yang berhasil. Di postingan terakhir di blognya, Assad menuliskan tentang arti kekayaan yang sesungguhnya. Sebuah tulisan yang sangat inspiratif untuk semua kalangan.


Baca juga : Ini dia 13 buku anak terasyik sepanjang masa versi Rocking Mama!


Berawal dari blog sederhana, keempat orang ini telah bermetamorfosa menjadi sosok penulis buku best seller yang dikagumi dan diidolakan. Satu hal yang menjadi benang merah keempat sosok ini adalah konsistensi mereka menggeluti apa yang mereka kerjakan.

Hal tersebut bisa Mama terapkan di dalam kehidupan lho, Ma. Apa yang telah Mama rintis, Mama mulai ada baiknya lebih diseriusin lagi. Ambil hal-hal positif dari mereka dan aplikasikan ke kehidupan Mama. Tapi, perlu Mama ingat, apa yang mereka peroleh sekarang ini adalah hasil dari proses panjang dan melelahkan, nggak ada yang instan.

So, tetap semangat, Ma!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Blogger Menjadi Penulis Best Seller, Keempat Sosok Ini Bisa Mama Jadikan Inspirasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rido Arbain | @ridoarbain

Silahkan login untuk memberi komentar