Dear Ibu Mertua, I Love You - Dan 7 Alasan Ini Membuat Saya Makin Menyayangi Ibu!

Dear Ibu Mertua, I Love You - Dan 7 Alasan Ini Membuat Saya Makin Menyayangi Ibu!

2.5K
Ibu Mertua sayang, Ibu memang bukan orangtua kandung saya. Tapi percayalah, saya punya banyak alasan untuk sangat dan semakin menyayangi Ibu. Cinta saya kepada Ibu sebesar rasa sayang kepada ibu yang telah mengandung dan melahirkan saya. Terima kasih telah menjadi Ibu Mertua yang baik dan menyenangkan seperti yang telah Ibu lakukan kepada saya selama ini. I love you, Ibu Mertua!

Dear Ibu Mertua, ada banyak alasan mengapa saya begitu menyayangi Ibu.

Tapi sebelum menceritakan alasan-alasan tersebut, saya ingin mengungkapkan sebuah rahasia. Ya, Bu, saya punya sedikit rahasia.

Tahukah, Bu, ketika anak laki-laki kebanggaan Ibu hendak mempersunting saya beberapa tahun silam, saya sempat deg-degan setengah mati? Salah satu pemicunya tak lain adalah cerita-cerita kurang sedap seputar hubungan menantu dan ibu mertua.

Mulai kisah ibu mertua yang galak, ibu mertua yang tidak suka dengan menantunya karena tidak cekatan dan terampil di dapur, ibu mertua yang suka mengatur, ibu mertua yang riwil, ibu mertua yang begini, begitu, begonoh, dan begeneh.

Huft. Pokoknya banyak, deh, cerita menakutkan tentang ini. Bahkan lebih menakutkan dari film horor yang ada di bioskop atau televisi itu, Bu! Sungguh!

Tapi, Bu, meski saya kerap membaca dan mendengar konflik antara ibu mertua dan menantu, saya tidak patah semangat. Saya sudah bertekad, apapun yang terjadi kelak dengan hubungan kita --hubungan ibu mertua dan menantunya yang manis, baik hati, dan tidak sombong ini *uhuk*-- saya akan tetap menyayangi Ibu.

Ditambah lagi, saya ingat almarhumah ibu kandung saya pernah memberi petuah sebelum saya menikah, bahwa tidak boleh ada perbedaan antara ibu kandung dan ibu mertua. Karena sejatinya ibu mertua adalah wanita yang telah mengandung, melahirkan, mengasuh dan membesarkan ayah dari anak-anak saya kelak, sehingga saya pun wajib menyayangi, menghormati, dan memperlakukan ibu mertua seperti ibu sendiri.

Ah, tiba-tiba saya jadi melankolis dan rindu almarhumah Ibu. Maafkan saya, Ibu Mertua. *ambil tisu*


Baik, Bu, saya sudah lebih tenang sekarang. Kita lanjut lagi, ya? *lap airmata*

Alhamdulillah, pengalaman menegangkan seputar relasi ibu mertua dan menantu yang kerap saya dengar itu tidak kita alami, ya, Bu? Setidaknya hingga detik ini. Bukan berarti kita selalu sejalan. Kita pernah, kok, berbeda pendapat. Namanya juga beda generasi dan pikiran, ya, Bu, tentu ada hal-hal yang tidak kita sepakati.

Namun saya salut dengan cara Ibu menyikapi perbedaan pendapat dan cara pandang kita berdua. Ibu tidak memaksa saya mengikuti kemauan Ibu, melainkan menyerahkan semua keputusan di tangan saya dan anak lelaki kesayangan Ibu yang tak lain adalah suami saya. Terima kasih atas segenap pengertiannya, Ibu. We highly appreciate it.


Dear Ibu Mertua, I love you. Dan ada banyak alasan yang membuat saya makin menyayangi Ibu.

Ibu begitu baik kepada saya, bahkan terlalu baik. Ibu selalu menghargai setiap pilihan saya dan tak lelah menyemangati dan menghibur saya ketika saya sedang down, termasuk ketika ibu yang telah melahirkan saya dipanggil Yang Mahakuasa 1,5 tahun silam. Ibu dengan sigap meminjamkan bahunya untuk saya yang tak henti menangis dan menguatkan saya sehingga saya tidak merasa sendiri dan selalu berpikiran positif. Insya Allah selamanya akan tetap begini, ya, Bu? *ambil tisu kedua*


Dear Ibu Mertua, I love you. I really do.

Keikhlasan Ibu "menyerahkan" anak lelaki yang telah Ibu didik selama bertahun-tahun kepada saya, istrinya, adalah salah satu alasan mengapa saya begitu menyayangi Ibu.

Pun dengan kebaikan Ibu membiarkan anak lelaki Ibu dan saya, menantu Ibu, memutuskan urusan domestik kami berdua, tanpa pernah mencampuri kalau tidak kami minta, membuat saya makin menyayangi Ibu. Saya dan suami sangat berterima kasih untuk hal ini, Bu. Sekali lagi, terima kasih banyak.


Dear Ibu Mertua, selain dua alasan tersebut, masih ada beberapa alasan lain yang membuat saya mencintai dan bahkan makin menyayangi Ibu. Ibu mau tahu apa saja itu?


Ini dia, Ibu Mertua sayang, 7 alasan yang membuat saya makin menyayangi Ibu


1. Ibu mengajari anak lelaki Ibu tidak canggung membantu urusan rumah tangga



Dear Ibu Mertua, ini adalah satu alasan yang membuat saya selalu bilang I love you kepada Ibu --dan tentu saja membuat saya makin menyayangi Ibu.

Saya acungkan jempol untuk hal ini, Bu. Ibu telah berhasil menanamkan kebiasaan baik kepada anak lelaki Ibu, suami saya, seperti membantu saya melakukan pekerjaan rumah tangga saat saya sedang kewalahan. Ibu lihat sendiri, kan, betapa dia tidak canggung membantu saya menyapu halaman rumah, menyiram tanaman, melipat pakaian, membereskan rumah yang berantakan, meninabobokan si kecil, atau menenangkan bayi kami ketika rewel?

Yang lebih hebat lagi, nih, Bu, anak lelaki Ibu tiba-tiba saja tanpa dikomando memasakkan kami sup sayuran yang menyegarkan ketika saya sedang sakit. Saya yakin sekali dia bisa seperti ini karena didikan Ibu Mertua sayang. Bagaimana mungkin saya tidak makin menyayangi Ibu?


2. Ibu mengajari anak lelaki Ibu menghargai dan menyayangi istrinya



Dear Ibu Mertua, alasan ini makin menguatkan saya untuk selalu menyayangi Ibu. Ya, ayah dari anak-anak saya --yang tak lain adalah anak lelaki Ibu-- begitu menyayangi saya, istrinya. Dia juga sangat menghargai saya. Tentu saja saya harus berterima kasih pada Ibu untuk hal ini.

Saya percaya, anak lelaki yang dibesarkan dengan perhatian, kasih sayang tulus dari ibunya dan pola asuh yang baik akan menjadikan dia pribadi yang penuh kasih dan bertanggung jawab. Begitu pun jika seorang ibu memiliki kedekatan dengan sang anak, sering memberi nasihat, berbicara dari hati ke hati, dan menjadi role model bagi anaknya, maka sang anak kelak akan menjadi penyayang dan begitu menghargai wanita.

Jadi wajar jika saya makin menyayangi Ibu karena hal ini, bukan?


3. Ibu mendidik anak lelaki Ibu menjadi seorang ayah yang membanggakan dan menyenangkan bagi anak-anak kami



Dear Ibu Mertua, sekali lagi soal kedekatan.

Kedekatan Ibu dengan anak lelaki Ibu membuat nalurinya tergerak melakukan hal serupa. Anak-anak kami sangat dekat dengan ayahnya dan itu membahagiakan sekali. Mungkin Ibu kerap melihat cucu-cucu Ibu bermain bersama ayahnya ketika Ibu berkunjung ke rumah kami.

Ibu juga tidak jarang melihat pemandangan mengharukan bayi kami tertidur pulas dalam dekapan ayahnya, kan? Belum lagi ketika cucu-cucu Ibu bermain game lewat aplikasi telepon pintar bersama sang ayah, betapa seru dan bikin heboh, ya, Bu?

Terima kasih telah mengajari anak lelaki Ibu untuk selalu dekat dengan anak-anak sehingga anak-anak tidak kaku atau canggung ketika bersama ayahnya. Bonding anak-anak dan ayahnya begitu kuat, Bu, dan itu membuat saya bahagia. Sungguh.


4. Ibu menyayangi anak-anak kami dengan tulus, tanpa syarat



Dear Ibu Mertua, I love you. Dan alasan ini membuat saya makin menyayangi Ibu.

Ibu adalah nenek bagi anak-anak kami, dan mereka sangat menyayangi Ibu. Tentu saja, karena kakek dan nenek adalah tambahan cinta dari kami, orangtua mereka.

Saya sangat bahagia melihat kedekatan Ibu dengan bocil-bocil kami, dan sungguh mengharukan melihat bocah-bocah itu bermanja-manja dengan Ibu, nenek mereka. Tak jarang mereka mengungkapkan kerinduan mereka terhadap Ibu, sebagaimana mereka merindukan kakek-kakek mereka.

Jika sudah begitu, mereka biasanya minta diantar ke rumah kakek-nenek mereka. Dan Ibu juga sering meminta kami menitipkan anak-anak kepada kakek-nenek mereka jika kami sedang ada keperluan mendesak.

Terima kasih Ibu Mertua, karena telah menyayangi anak-anak kami, bahkan jauh melebihi kasih sayang Ibu kepada saya dan anak lelaki Ibu sendiri. Memang benar, ya, Bu, ilustrasi yang digambarkan sebuah iklan televisi di masa lalu, di mana seorang kakek dengan bahagianya buru-buru pergi menengok cucu tercinta. Mungkin hal itu juga yang Ibu rasakan?


5. Ibu tidak ragu menelepon kami, sekadar untuk bertukar kabar



Dear Ibu Mertua, alasan lain yang membuat saya makin menyayangi Ibu adalah Ibu tidak segan-segan menelepon kami, hanya sekadar menanyakan kabar kami sekeluarga.

Tentu saja saya dan suami bahagia karena bagi kami itu adalah bentuk perhatian yang teramat besar pada kami, meski sebenarnya apa yang Ibu lakukan adalah hal sederhana.

Telepon Ibu menggambarkan betapa pedulinya Ibu terhadap kami. Juga, betapa Ibu ingin tetap dekat dengan kami sehingga meski jauh di mata, dekat di hati.


6. Ibu sabar sekali terhadap saya, menantu Ibu



Ibu Mertua sayang, saya makin menyayangi Ibu karena Ibu begitu sabar terhadap saya, menantu Ibu. I love you, Bu.

Ibu tidak pernah memaksa saya pandai memasak, meski bukan berarti Ibu tidak senang ketika saya menghidangkan masakan buatan sendiri untuk Ibu. Ibu tidak berkeberatan ketika saya memasak tanpa bumbu jangkep seperti Ibu, karena saya tidak bisa memasak yang ribet-ribet, atau ketika saya salah menakar bahan-bahan makanan, termasuk gula dan garam, sehingga terkadang masakan saya terlalu asin, manis, atau hambar. Terima kasih, Bu, karena tidak pernah protes tentang hal ini.

Bahkan terkadang saya tidak enak hati ketika Ibu memuji makanan a la saya dan memamerkannya kepada keluarga besar. Ah, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, Bu. Terima kasih sekali lagi sudah memuji dan membanggakan saya. I love you.


7. Dan yang paling penting di atas semua itu, Ibu menyayangi saya seperti anak perempuan Ibu sendiri



Dear Ibu Mertua, I love you. I really do.

Dan saya makin menyayangi Ibu karena Ibu pun amat menyayangi saya dan menganggap saya seperti anak kandung Ibu. Menantu mana di dunia ini yang tidak bahagia diperlakukan baik seperti anak sendiri, Bu? *ambil tisu ketiga*

Tentu saja, diperlakukan seperti anak sendiri berarti terkadang saya diingatkan ketika salah serta dinasihati saat Ibu melihat ada yang kurang pas pada perilaku dan sikap saya.

Tapi, sekali lagi, semua itu Ibu lakukan dengan kelemahlembutan dan tanpa paksaan. Dan saya paham betul, semua itu Ibu lakukan atas dasar cinta dan kasih sayang.


Dear Ibu Mertua, itu hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak alasan yang membuat saya, menantu Ibu, makin menyayangi Ibu. Masih ada sejuta alasan lain yang tidak mungkin saya ungkapkan di sini.

Semoga hubungan kita selalu baik, menyenangkan, penuh kebahagiaan, dan senantiasa diberkahi oleh Sang Maha Pemberi Nikmat.

I love you, Ibu Mertua!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dear Ibu Mertua, I Love You - Dan 7 Alasan Ini Membuat Saya Makin Menyayangi Ibu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.