Drama Ibu Mertua vs Menantu - Begini Cara untuk Meminimalisirnya Sehingga Suasana Tetap Kondusif

Drama Ibu Mertua vs Menantu - Begini Cara untuk Meminimalisirnya Sehingga Suasana Tetap Kondusif

3.9K
Ibu mertua adalah orangtua kita sendiri juga. So, jangan buat pilihan sulit bagi suami saat ada percikan api antara kita dengan ibu mertua.

Ngomongin rumah tangga itu seperti lagi bahas tentang sesuatu yang komplek. Betul nggak, Ma? Bahagia, tawa, sedih, dan pertengkaran-pertengkaran kecil kerap mewarnai hari-hari di rumah kita, rumah tangga kita tepatnya. Dan salah satu yang bisa memicu pertengkaran-pertengkaran kecil kita dengan pasangan adalah hubungan antara kita (menantu) dengan ibu mertua (ibu suami).

Sepertinya ini juga menjadi kondisi yang sering teradi ya. Entah kenapa selalu ada percikan-percikan api yang ada di antara mereka, khususnya yang tinggal di Pondok Mertua Indah, seatap dengan ibu mertua.


BACA JUGA


Ibu Mertua Riwil? Pahami dan Lakukan 6 Hal Ini untuk Mengatasi Hubungan yang Buruk dengannya!

Ibu Mertua Riwil? Pahami dan Lakukan 6 Hal Ini untuk Mengatasi Hubungan yang Buruk dengannya!

Relasi dengan Ibu Mertua kadang begitu rumit bagi sebagian perempuan. Menggantikan perannya sebagai "sosok perempuan terpenting" dalam hidup ...

Read more..


Kenapa harus seatap?

Well, ada banyak faktor yang menjadi sebab dan melatarbelakanginya. Biasanya sih faktor terbesar adalah karena usia ibu mertua, yang memang biasanya sudah lanjut.

Maka kewajiban anaknya (suami kita) untuk berbakti kepada ibunya, dengan terus menetap bersama beliau, menjaganya, menghadiahi beliau dengan tawa cucunya, dan masih banyak yang bisa kita lakukan jika tinggal seatap dengannya.

Faktor penyebab pasangan suami istri harus "rela" tinggal bersama orangtua adalah karena finansial yang belum mendukung untuk membeli rumah atau mempunyai tempat tinggal sendiri.

Atau bisa juga karena kita membutuhkan pertolongan untuk membantu mengasuh anak-anak, dan aduh, bayaran babysitter sekarang mahal. Iya nggak sih, Ma? Karena gaji babysitter mahal, dan ibu mertua juga masih kuat serta mengulurkan pertolongan, maka ya ... kenapa enggak menerima uluran tangan beliau kan?

Masih banyak faktor penyebab lain yang akhirnya "memaksa" kita untuk bertahan di pondok mertua indah.

Karena beberapa alasan di ataslah akhirnya kita harus ‘legowo’ untuk seatap dengan ibu mertua. Dan, yah apalagi dengan ibu mertua, sama suami pun percikan-percikan api kerap muncul. Bagaimanapun mereka kan orang lain ya, Ma? Orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya, yang kita nggak tahu karakternya, punya kebiasaan berbeda, punya prinsip berbeda, dan segudang perbedaan yang lain.

Lalu, apa sajakah biasanya bentuk percikan yang terjadi itu?

Ya, tergantung situasinya. Misalnya, masakan yang tidak sesuai dengan lidah ibu mertua, pola asuh anak, serta hal-hal kecil lain dalam printilan rumah tangga, kerap menjadi sumber masalah antara menantu dengan ibu mertua.

Sedangkan, misalnya soal pola asuh nih, kita tahu bahwa beda zaman, beda juga pola asuhnya. Lalu gimana cara mengatasinya ya?

Well, ada beberapa tips nih yang mungkin bisa Mama terapkan saat memutuskan tinggal seatap dengan ibu mertua, agar percikan-percikan yang terjadi tetap kecil dan tidak membesar.


1. Mengikuti aturan


Dalam setiap rumah pasti ada aturan yang berlaku.

Begitu pula halnya di pondok mertua indah. Misalnya saja, sebaiknya jangan pulang di atas pulang 9 malam, harus memakai rok (tidak boleh pakai celana, apalagi hot pants), makan di meja makan nggak boleh sambil nonton televisi, dan lain-lain.

Nah, agar kondisi tetap kondusif, sebaiknya Mama ikuti aturan yang sudah lama ada dan diberlakukan oleh ibu mertua ini. Bagaimanapun, kita adalah anggota keluarga yang datang paling akhir. Betul? Jadi, kita memang yang harus mengikuti peraturan yang sudah ada lebih dulu.


2. Bersih-bersih rumah


Meskipun kita numpang di rumah ibu mertua, namun anggap saja itu rumah sendiri.

Jadi adalah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya agar tetap bersih dan rapi, meski tak jarang dirusuhin oleh anak-anak kita. Ya, tetap harus bersih dan rapi ya, Ma. Jangan sampai rumah berantakan, karena kalau bukan kita, mama anak-anak, terus siapa lagi yang akan membereskannya?


3. Bantu masak


Mungkin Mama memang nggak terlalu bisa dan baru belajar masak, tapi nggak ada salahnya coba ikuti beliau saat memasuki dapur.

Learning by doing itu lebih cepat nangkepnya daripada baca-baca lalu save resep masakan di timeline tapi no action *eh, ini mah saya banget*. Dengan ikut memasak, kita pun bisa sekalian mengakrabkan diri dengan ibu mertua kan, Ma?


4. Komunikasi


Segan biasanya menjadi penyebab mundur teratur hingga terdiam bisu antara menantu dan ibu mertua.

Padahal dengan adanya komunikasi, hubungan yang kaku pun bisa cair. Nggak usah muluk-muluk berbicara tentang poitik dan riuhnya negeri inilah, Ma. Tanyakan bagaimana si kecil hari ini selama Mama tinggal bekerja, atau bagaimana aktivitas ibu mertua seharian ini, pasti sudah bisa membuka percakapan yang seru dengan beliau.


5. Kejutan


Yes, kebanyakan orang akan suka dengan surprise. Tak terkecuali dengan ibu mertua kita.

So, berilah beliau surprise kecil. Nggak perlu tiap hari juga kok, cukup sesekali saja. Belikan sesuatu yang menjadi hal terfavorit beliau. Makanan kesukaan, kerudung, baju atau apalah, tentunya Mama sudah tahu kesukaan ibu mertua ya.


BACA JUGA


Dear Ibu Mertua, I Love You - Dan 7 Alasan Ini Membuat Saya Makin Menyayangi Ibu!

Dear Ibu Mertua, I Love You - Dan 7 Alasan Ini Membuat Saya Makin Menyayangi Ibu!

Ibu Mertua sayang, Ibu memang bukan orangtua kandung saya. Tapi percayalah, saya punya banyak alasan untuk sangat dan semakin menyayangi Ibu ...

Read more..


Dari semua hal di atas, yang paling penting adalah tanamkan pemikiran dalam diri bahwa ibu mertua kita adalah orangtua kita juga. Karena beliaulah yang menjadikan suami kita orang yang mempunyai tanggung jawab kepada keluarga, sayang anak-istri, pekerja keras dan sifat-sifat baik lainnya.

Karena ibu mertua juga, kita bisa memiliki seorang pemimpin yang layak kita banggakan di depan anak-anak kita. Oleh karenanya, beliau juga layak menerima kepatuhan kita sebagai anak dan menantu.

So, jangan buat pilihan sulit bagi suami saat ada percikan api antara kita dengan ibu mertua. Tetap dukung suami untuk berbakti kepada ibunya, yang melahirkannya, mengasuhnya hingga kini.

Stay happy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Drama Ibu Mertua vs Menantu - Begini Cara untuk Meminimalisirnya Sehingga Suasana Tetap Kondusif". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Atiqo Atiqo | @atiqo498

Silahkan login untuk memberi komentar