Emma Watson, Seperti Belle dalam Beauty and The Beast, Begitu Cantik dan Suka Baca Buku. Buku Apa Saja yang Dibaca Ya?

Emma Watson, Seperti Belle dalam Beauty and The Beast, Begitu Cantik dan Suka Baca Buku. Buku Apa Saja yang Dibaca Ya?

5K
Emma Watson, di mana beauty and brain menjadi satu. Pemeran Belle dalam film Beauty and The Beast terbaru ini bukan hanya cantik, tetapi juga suka sekali baca buku. Memang pas sekali memerankan Belle.

Jikalau Mama merasa ingin mengenalkan sosok perempuan yang patut jadi panutan anak-anak Mama, Emma Watson adalah salah satu sosok yang tepat.

Perempuan kelahiran 15 April 1990 ini pertama kali dikenal dengan debut filmya, Harry Potter and The Sorcerer's Stone, tahun 2001 silam. Sejak saat itu, sosok Emma yang memerankan Hermione Granger merebut hati banyak orang bukan hanya karena kecantikannya tetapi diakui pula kecerdasannya.


BACA JUGA


Jangan Mengaku Penggemar Novel, Kalau Mama Belum Membaca 4 Jenis Novel 'Nyeleneh' Ini!

Jangan Mengaku Penggemar Novel, Kalau Mama Belum Membaca 4 Jenis Novel 'Nyeleneh' Ini!

I do believe something very magical can happen when you read a good book. ~ J.K Rowling

Read more..


Emma Watson: Hermione dan Belle dalam Kehidupan Nyata

Sewaktu masih memerankan Hermione, Emma Watson sering sekali mengakui bahwa sosok Hermione amat mirip dengan dirinya terutama dari segi kecintaan terhadap buku.

Pengakuan tersebut juga diamini oleh banyak penggemarnya, lho, Ma. Sosoknya yang juga sama senangnya dengan belajar mengundang banyak decak kagum ketika ia memutuskan untuk hijrah ke Amerika Serikat demi studinya di Universitas Brown.

Emma Watson pun semakin memperkuat citranya sebagai perempuan panutan setelah mengikuti berbagai kegiatan UN Women, Ma. Jadi meskipun Hermione sudah tidak ada di layar lebar, sosok Emma Watson tetap pantas untuk dijadikan panutan selanjutnya untuk anak-anak Mama.

Tahukah Mama, kalau Emma Watson sebenarnya sempat ditawari untuk memerankan Cinderella versi manusia beberapa tahun lalu? Tetapi ia menolaknya dengan alasan sifat Cinderella yang tidak sesuai dengan dirinya.

Selanjutnya, ia malah menerima tawaran bermain sebagai Belle dalam Beauty and The Beast yang baru saja keluar di pasaran beberapa hari yang lalu.

Menurut Emma, dirinya dan Belle punya cukup banyak kesamaan terutama dalam kecintaan pada buku. Menurutnya Belle juga sosok yang kuat dan berani, d isamping juga punya kelembutan hati yang mampu mencintai sosok Beast.

Mama juga merasa Emma Watson memang pas sekali dengankarakter Belle kan?


Emma Watson: Feminis Muda dan Proyek Our Shared Shelf

Mama, Emma Watson ini aktif sekali dalam kegiatan UN Women hingga dinobatkan sebagai duta UN Women lho.

Salah satunya yang diperjuangkan adalah kesetaraan gender untuk perempuan dan laki-laki. Ia pun aktif mendukung gerakan kampanye pendidikan yang sama untuk anak perempuan dan laki-laki.

Dalam film terbarunya, Beauty and The Beast, Belle memiliki keresahan yang sama dengan Emma, yaitu mengenai pendidikan yang diterima anak laki-laki dan perempuan itu tidak setara. Sosok Belle, kalau Mama sudah nonton, juga dinilai aneh karena ia satu-satunya perempuan yang suka sekali belajar dan membaca.

Emma Watson ini sepertinya sadar betul, Ma, bahwa mengampanyekan kesetaraan gender tidak hanya bisa disalurkan dari konferensi ke konferensi, tetapi juga dari film. Itulah mengapa ada banyak citra yang "sengaja" diubah atau ditonjolkan oleh Emma Watson dalam perannya sebagai Belle.

Auranya sebagai pegiat sosial dan feminis patut nih, Ma, untuk dikenalkan kepada anak-anak yang nantinya bisa membuat mereka menjadi bagian dari kesetaraan gender yang sedang sama-sama diperjuangkan perempuan di dunia.

Tak hanya itu, perempuan dengan nama lengkap Emma Duarre Charlotte Watson ini juga membuat kelompok membaca di Goodreads bernama Our Shared Shelf, yang tiap bulannya memberikan rekomendasi buku.

Buku yang direkomendasikan ini juga bukan buku biasa, lho, Ma melainkan buku yang mengandung semangat perempuan. Tidak hanya cocok dibaca oleh kaum muda, buku ini pun pas menemani Mama ketika bersantai.


BACA JUGA


Inilah 7 Mitos tentang Feminisme yang Penting Mama Ketahui Agar Tak Salah Sangka

Inilah 7 Mitos tentang Feminisme yang Penting Mama Ketahui Agar Tak Salah Sangka

One was not born, but rather becomes, a woman. – Simone de Beauvoir

Read more..


Berikut adalah beberapa buku rekomendasi dari Emma Watson untuk Mama baca di akhir pekan.


My Life on The Road (Gloria Steinem)

Emma Watson merekomendasikan buku ini di awal sekali ia memulai Our Shared Shelf.

Buku ini adalah sebuah buku yang ditulis Gloria Steinem, mengenai masa hidupnya dengan sangat menarik. Gloria membagikan pengalamannya berkeliling dunia sebagai seorang aktivis perempuan.

Kisahnya yang dituturkan dengan amat baik dipadu dengan segala lika-liku politis, membuat bacaan ini layak mengisi hari Minggu Mama ketika bersantai.

Tidak hanya bercerita, pesan-pesan penuh makna mengenai masyarakat dan menjadi manusia akan menginspirasi Mama.


"You're always the person you were when you were born," she says impatiently. "You just keep finding new ways to express it." - Gloria Steinem


How To Be a Woman (Caitlin Moran)

Caitlin Morran mempersembahkan pengamatan provokatif dengan sentuhan humor dan adegan lucu. Ia menempatkan diri sebagai seorang penulis, istri, sekaligus ibu. Bisa jadi inilah idola Mama selanjutnya nih.

Tidak seperti banyak buku mengenai feminisme, How To Be a Woman justru membungkus topik sensitif ini dengan humor. Beberapa pokok pikirannya mungkin saja tidak sesuai dengan Mama, tetapi penyampaiannya yang asyik serta mudah dimengerti, membuat buku ini tidak bikin sakit kepala. Ya, mungkin sedikit nggak enak hati sih. Hahaha.

"If you want to know what's in motherhood for you, as a woman, then--in truth--it's nothing you couldn't get from, say, reading the 100 greatest books in human history .... No one has ever claimed for a moment that a childless men have missed out on a vital aspect of their existence, and were the poorer, and crippled by it." - Caitlin Moran.


The Argonauts (Maggie Nelson)

Buku ini menawarkan pemikiran segar, sengit, dan tepat waktu membahas keinginan, identitas, dan keterbatasan bahasa dan kemungkinan cinta.

Maggie Nelson memusatkan cerita pada hubungan cinta kasihnya dengan Harry Dodge; mengenai perjalanannya menuju kehamilan, melaluinya, hingga menawarkan kerumitan sekaligus kebahagiaan baru seiring dengan lahirnya keluarga baru.

Buku ini cocok sekali untuk yang baru saja atau akan menikah. Mama pun bisa merasakan dalamnya perasaan-perasaan yang selama ini tidak bisa terjelaskan, akhirnya diungkapkan oleh Maggie.

“I told you I wanted to live in a world in which the antidote to shame is not honor, but honesty.” - Maggie Nelson.


Persepolis (Marjane Satrapi)

Secara pribadi, ini adalah buku favorit saya dari rekomendasi yang diberikan oleh Emma Watson. Tahu kenapa, Ma?

Sederhana: cerita yang menarik, menggugah, menguras air mata, menenangkan, dan khususnya amat dekat dengan dilema pribadi.

Memoir ini berdasarkan cerita Marjane yang menghabiskan masa kecil di Tehran, Iran, pada saat Revolusi Islam berkecamuk di sana. Ia tidak hanya menceritakan kisah pribadinya, melainkan juga menganalisisnya hingga membuatnya menjadi bacaan paling membekas di hati.

Dipresentasikan dalam bentuk komik, Mama mungkin akan mau menceritakan beberapa kisah yang tersaji kepada anak perempuan Mama. Sangat direkomendasikan, Ma.

“It's fear that makes us lose our conscience. It's also what transforms us into cowards.” - Marjane Satrapi.


Hunger Makes Me a Modern Girl (Carrie Brownstein)

Buku yang berupa memoir ini cocok banget dibaca oleh Mama yang ingin mengenang masa-masa muda.

Perjalanan hidup Carrie Brownstein sebagai anggota grup band--Mama mungkin kenal dengan Sleater-Kenney?--yang pada saat itu "dikhususkan" untuk kaum laki-laki.

Cerita yang sarat dengan semangat menjadi diri sendiri di tengah hantaman kritik dari berbagai sisi membuat buku ini bukan hanya menarik tetapi juga menginspirasi.

Dalam memoir ini, Carrie menceritakan dengan amat baik, berasa seperti kita adalah teman curhatnya. Nggak heran banyak juga yang suka dengan buku yang satu ini.

“It's important to undermine yourself and create a level of difficulty so the work doesn't come too easily. The more comfortable you get, the more money you earn, the more successful you are, the harder it is to create situations where you have to prove yourself and make yourself not just want it, but need it. The stakes should always feel high.” - Carrie Brownstein.


Mom & Me & Mom (Maya Angelou)

Ma, dari banyak buku yang direkomendasikan oleh Emma Watson, buku yang satu ini merupakan kedua favorit pribadi saya.

Sebenarnya buku ini merupakan memoir dari Maya Angelou, tetapi di sini ia lebih menitikberatkan pada peran ibunya, Vivian Dexter, sebagai penyelamat hidupnya.

Buku ini indah dan sangat padat berisi dengan kasih sayang antara ibu dan anak perempuannya. Maya menceritakan hidupnya yang bangkit dari masa-masa tersulit dan memberikan seluruh apresiasi keberhasilannya kepada sang ibu.

Buku ini mungkin bisa membuat Mama mengharu-biru (seperti saya yang juga nangis baca buku ini), dan semakin bangga telah menjadi seorang ibu.


“I will look after you and I will look after anybody you say needs to be looked after, any way you say. I am here. I brought my whole self to you. I am your mother.” - Vivian Baxter.


Women Who Runs With The Wolves (Clarissa Pinkola Estés)

Buku yang menarik karena disajikan dengan sentuhan dongeng.

Mencoba menyentuh hati kaum perempuan mengenai rasa "liar" yang mereka miliki tetapi telah lama terkungkung. Buku ini menceritakan mengenai perempuan-perempuan yang harus berjuang dalam hidup, aibat tekanan dari banyak pihak dalam hidupnya.

Meskipun agak sedikit ekstrem dan bisa jadi berpotensi agak menyentil mengenai kebebasan perempuan berekspresi pada umumnya, namun ada sifat luhur dari jiwa perempuan yang hendak ditonjolkan dalam buku ini.

Tapi belajar mitologi dan cerita rakyat mengenai perempuan rasanya akan mampu menghibur Mama saat butuh asupan bacaan yang berat.

“I hope you will go out and let stories, that is life, happen to you, and that you will work with these stories... water them with your blood and tears and your laughter till they bloom, till you yourself burst into bloom.” - Clarissa Pinkola Estés


BACA JUGA


Ini Dia 13 Buku Anak Terasyik Sepanjang Masa versi Rocking Mama!

Ini Dia 13 Buku Anak Terasyik Sepanjang Masa versi Rocking Mama!

The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you'll go. ~ Dr. Seuss

Read more..


Selalu ada hal menarik dan patut dicontoh dari perempuan berambut ikal ini, Ma. Supaya nggak ketinggalan rekomendasi buku tiap bulannya, Mama bisa follow Instagram @oursharedshelf, atau ikut grup bacanya di Goodreads.com.

Memang ya, Emma Watson merupakan sosok yang pas banget untuk memerankan Belle yang cerdas dan berani. Terbukti dengan 'beratnya' buku-buku yang juga dibacanya.

Nah, pertanyaannya, sudah nonton Beauty and the Beast belum? *Kok nggak ada hubungannya ya pertanyaannya. Hihihi.*


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Emma Watson, Seperti Belle dalam Beauty and The Beast, Begitu Cantik dan Suka Baca Buku. Buku Apa Saja yang Dibaca Ya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Hadi | @yasminhadi

Part-time writer, full-time magician.

Silahkan login untuk memberi komentar