Hari Ibu dan 5 Fakta Tentang Perempuan yang Cukup Mengejutkan dan Perlu Mama Tahu

Hari Ibu dan 5 Fakta Tentang Perempuan yang Cukup Mengejutkan dan Perlu Mama Tahu

2.5K
Mau tahu fakta tentang perempuan yang sebenarnya di luar sana, Ma? Kalau iya, maka momentum Hari Ibu ini cocok untuk kita bisa melihat apa yang selama ini tidak bisa kita lihat pada fakta tentang perempuan.

Hai, Mama! Selamat Hari Ibu Nasional! Bagaimana perasaan Mama sebagai seorang ibu di hari ini? Hari ini sepertinya paling cocok nih, buat ngobrolin sesuatu yang berhubungan dengan fakta tentang perempuan, baik perempuan di dunia maupun yang lebih khusus lagi, di Indonesia. Karena pas banget Rocking Mama menemukan beberapa fakta tentang perempuan yang penting harus kita ketahui bersama, untuk kemudian pula kita atasi bersama, Ma.

Bagi perempuan pada umumnya, kemiskinan dan stigma budaya adalah dua dari sekian banyak masalah sehari-hari yang menghalangi pergerakan mereka. Mau diperjuangkan sampai mana pun, ternyata inilah fakta tentang perempuan yang tak bisa berubah dari dulu hingga sekarang. Mulai dari kesetaraan dalam hal pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga terampasnya kebebasan karena kungkungan budaya yang telah mengakar.

Pergerakan akan kesetaraan perempuan di berbagai bidang telah disuarakan sejak lama dan terjadi di seluruh dunia. Sebut saja di negara kita Indonesia, hal ini sudah dilakukan sejak zaman R. A. Kartini, dan hingga sekarang pun masih terus disuarakan.

Dalam hal pendidikan, menurut data UNESCO, sebesar 16% anak-anak perempuan di seluruh dunia tidak bisa mengenyam pendidikan dasar. Angka yang fantastis untuk era di mana teknologi telah menguasai di segala bidang.

Sungguh anomali, ya, Ma!

Fakta tentang perempuan yang lain juga menyebutkan, kasus pelecehan seksual seakan tidak pernah berhenti menyerang kita. Pun dengan ketidakadilan yang seringkali menimpa kaum perempuan, seperti budaya di beberapa negara di Asia Selatan. Perempuan berumur 20 tahun haruslah sudah menikah. Ketika melewati umur tersebut dan belum menikah, hal tersebut akan menjadi aib yang tak termaafkan.

Lalu, bagaimana perempuan bisa berkembang kalau diimpit dengan budaya seperti itu?

Padahal sebagian diri mereka masih ingin mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Katakanlah bisa sekolah lagi setelah menikah, tetapi selalu saja vonis sosial yang membuat sebagian perempuan ini urung untuk mewujudkan impian mereka.

Mumpung bertepatan dengan Di Hari Ibu Nasional ini, mari kita melihat apa yang selama ini ‘tidak bisa kita lihat’ tentang perempuan lain, Ma.


Inilah 5 fakta tentang perempuan yang cukup mengerikan dan perlu Mama ketahui dan waspadai!


Fakta tentang perempuan #1. Setengah populasi dari kita di dunia ternyata tidak dapat membaca




Oh my God. Iya, Ma, fakta itu benar adanya.

Secara global, ada sekitar 757 juta remaja dan 115 juta anak-anak tidak bisa membaca ataupun menulis kalimat sederhana, dan 2/3 dari populasi tersebut adalah perempuan!

Dari data UNESCO, ada lebih dari 30.9 juta anak perempuan di seluruh dunia mengalami putus sekolah. Walaupun populasi global tidak bisa membaca mengalami penyusutan, namun sayangnya hal tersebut tidak berdampak pada pengurangan populasi kaum perempuan yang tidak bisa membaca.

Negara dengan jumlah penduduk yang tidak bisa membaca terbesar ada di sub-Sahara Afrika dan di beberapa negara di Asia Selatan maupun Asia Barat. Di sub-Sahara Afrika, perbandingannya cukup besar, di mana laki-laki yang bisa membaca sebesar 68% sedangkan perempuan 48%.

Padahal ada pula penelitian yang bisa memperkirakan, jika semua perempuan mampu menyelesaikan pendidikan menengah, maka angka kematian anak dan bayi di bawah 5 tahun akan turun sebesar 35%.

Oh my ...

Masalah pendidikan ini disebabkan oleh budaya masyarakat tentang pendidikan yang masih lebih berpihak pada laki-laki, budaya pernikahan di bawah umur (lebih dari 700 juta perempuan saat ini menikah sebelum usia 18 tahun), dan kemiskinan.


Fakta tentang perempuan #2. 120 juta anak perempuan di seluruh dunia pernah mengalami pelecehan seksual



Yes, Mama, sekitar 120 juta anak perempuan (lebih dari 1 : 10) di seluruh dunia telah mengalami kekerasan seksual.

Beberapa penelitian bahkan mengatakan 70% perempuan telah mengalami kekerasan fisik atau seksual dari pasangannya sendiri. Kebanyakan para perempuan ini menjadi korban kekerasan seksual antara usia 15 hingga 19 tahun, tetapi ada juga yang harus mengalaminya pada usia lebih muda.

Dari angka-angka mengejutkan ini, hanya kurang dari 40% korban mau mencari bantuan, dan kurang dari 10 persen dari korban kekerasan seksual yang berani melapor pada pihak kepolisian.

Oh, so sad!


BACA JUGA



Fakta tentang perempuan #3. Hanya 0,4% dari dana kemanusiaan diberikan kepada kelompok perempuan


Pada tahun 2014, sekitar 200.5 juta orang mengungsi akibat dari kekerasan, penganiayaan, bencana alam atau pelanggaran hak asasi manusia. Para perempuan dan anak-anak termasuk yang paling banyak menjadi korban oleh situasi ini, namun hanya 0,4% dari seluruh dana kemanusiaan yang dialokasikan sebagai bantuan bagi mereka.

Jumlah ini sangat mengejutkan dengan mempertimbangkan kerentanan yang dihadapi perempuan karena gender dalam situasi pengungsian.

Fakta menyebutkan, bahwa saat masa krisis tiba, maka saat itu pulalah ketidaksetaraan gender meningkat. Misalnya, 60% dari semua kematian ibu yang dapat dicegah justru terjadi pada situasi pengungsian, konflik atau bencana alam.

Selanjutnya, kekerasan gender diperburuk ketika terjadi bencana, menyebabkan 1 dari 5 perempuan mengalami kekerasan seksual.


Fakta tentang perempuan #4. Hanya 20,9% dari posisi parlemen dipegang oleh perempuan


Sumber : Paxton, P., Green, J. and Hughes, M. (2008) Women in Parliament, 1945–2003: Cross-National Dataset, Inter-university Consortium for Political and Social Research, Ann Arbor, MI. World Bank (2012) World Development Indicators.

Banyak orang mengira bahwa memperjuangkan keterwakilan perempuan dalam pemerintahan itu kurang penting. Padahal ini dibutuhkan sekali lho, jika kita ingin serius menangani isu-isu perempuan yang merebak belakangan ini. Siapa lagi sih yang bisa memperjuangkan hak-hak kita jika bukan kita sendiri, Ma? Dan, di mana lagi hal ini bisa kita lakukan kalau tidak di parlemen?

Betul nggak, Ma?

Sebenarnya sih secara global, ada perubahan yang cukup signifikan selama 3 dekade belakangan ini. Rata-rata, di seluruh dunia, perempuan sudah memiliki porsi 1-5 kursi di parlemen. Tapi, tidak demikian halnya di negara-negara di Kepulauan Pasifik seperti Pulau Salomo, Palau, Micronesia, yang ternyata persentase keberadaan perempuan di parlemen itu sebesar ... 0%!

Yes, tidak ada seorang pun perempuan duduk dalam parlemen, Ma!

Lalu, bagaimana dengan keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia?

Menurut data, porsi perempuan di parlemen haruslah 30%. Sayangnya di Pemilu 2014 kemarin, persentase 30% tersebut tidak tercapai. Bahkan terjadi penurunan dari 18.2% di tahun 2009 ke 17.3% di tahun 2014.

FYI, Ma, pada Pemilu Legislatif tahun 2014, keterwakilan perempuan sebanyak 97 kursi (17.23%) di DPR, 35 kursi (26.51%) di DPD, dan rata-rata 16.14% di DPRD, serta 14% di DPRD kabupaten / kota.

Terlalu sedikit bukan?


Fakta tentang perempuan #5. Perempuan melakukan 2,6 jam kerja yang tidak dibayar lebih banyak daripada pria


"Unless things change, girls today will spend hundreds of thousands more hours than boys doing unpaid work simply because society assumes it's their responsibility." - Melinda Gates, Filantropis dan Ibu 3 anak



Ketidaksetaraan gender bahkan ada pada titik di mana perempuan terus melakukan pekerjaan yang menerima upah yang tidak layak dengan waktu kerjanya. Contoh, asisten rumah tangga (ART) dan babysitter. Terkadang mereka harus bekerja lebih dari 8 jam sehari. Kadang malah ditambah, tapi tanpa diiringi penambahan upah.

Keseluruhan waktu kerja (menerima upah dan tidak) yang dilakukan oleh perempuan dalam seminggu ini ternyata melebihi pekerjaan yang dilakukan oleh pria sebesar 2,6 jam lebih.



Tahu nggak, Ma, para peneliti menemukan bahwa perempuan menyukai melakukan pekerjaan multitasking seperti melakukan dua pekerjaan rumah sekaligus; memasak dan mengurus anak.

Hal ini ternyata berdampak pada psikologis Mama yang mudah stres lho, apalagi kalau dilakukan setiap hari. Yah, walaupun kita memang makhluk yang dianugerahi bakat alam multitasking ini, tapi sebenarnya hal tersebut kurang baik untuk diri kita sendiri, Ma.

Dibanding dengan perempuan, para suami lebih mampu mengombinasikan kegiatan mengurus rumah dengan hal yang menyenangkan, seperti menemani anak bermain sambil membaca koran. Ternyata hal yang sepele seperti ini berdampak positif bagi para suami, di mana mereka bisa terhindar dari stres berlebihan.

Memang benar, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan tidak berbayar yang akan kita lakukan seumur hidup. Namun, ada baiknya, pekerjaan rumah tersebut kita imbangi dengan kegiatan positif, Ma. Nggak ada salahnya juga kalau sesekali kita meminta me time kepada Papa dan anak-anak. Penting banget malahan, karena bisa menurunkan kadar stres.

Dan untuk para suami pun, nggak ada salahnya juga kan kalau membantu pekerjaan istri di rumah, seperti mencuci, mengurus anak, atau pekerjaan paling mudah deh, menyapu!


BACA JUGA


Kegiatan Ibu Rumah Tangga Selalu Super Sibuk! Lakukan 6 Hal Ini Agar Mama Tetap Waras Menjalaninya

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Selalu Super Sibuk! Lakukan 6 Hal Ini Agar Mama Tetap Waras Menjalaninya

Kegiatan ibu rumah tangga yang tiap harinya nggak mengenal waktu kadang bikin lelah. Kita pun butuh kegiatan lain agar pikiran ini tetap ...

Read more..


Ah, kalau dilihat lagi beberapa fakta tentang perempuan yang mengerikan di atas, kita pasti kemudian maklum ya, betapa beratnya menjadi perempuan.

Meski begitu, Ma, menurut The World Economic Forum, kaum perempuan juga telah memeroleh kesetaraan di 86 negara dari total 136 negara. Kesetaraan ini ada di bidang pendidikan, kesehatan, partisipasi perempuan dalam politik maupun ekonomi.

Tahu nggak, Ma, menurut data Global Gender Gap Report 2013 mengatakan, Islandia, Finlandia, Norwegia, Swedia dan Filipina adalah 5 besar negara di dunia dengan ketidaksetaraan gender yang paling rendah. Lebih lanjut lagi, Islandia sekarang bahkan tercatat menjadi negara yang paling adil dalam hal gender selama 5 tahun belakangan ini. Sementara itu Filipina menjadi salah satu negara dengan jumlah perempuan terbanyak dalam parlemen.

Dari data tersebut setidaknya bisa mengobati ketakutan kita akan 5 fakta tentang perempuan yang mengerikan tersebut, ya, Ma.

Bersyukur kita berada di negara yang budayanya sudah tidak begitu terlalu mengikat perempuan untuk bisa mengenyam pendidikan, dan tidak membatasi pergerakan kita.

Maka, sebagai ibu rumah tangga, kita pun wajib untuk selalu upgrade pengetahuan kita, Ma. Ingat, zaman terus berubah pun dengan ilmu pengetahuan. Jangan sampai peran kita sebagai ibu rumah tangga membuat kita lupa akan pentingnya pengetahuan.

Mewudujkan impian pun masih bisa kita lakukan meski sudah berstatus stay at home mom. Tinggal bagaimana caranya saja mengomunikasikannya dengan suami kan? Karena tidak bisa kita pungkiri, bahwa ada impian-impian yang harus rela kita lepaskan karena status kita. Tapi percaya deh, masih ada juga yang bisa kita raih kok.

Percayalah setiap impian memiliki takdirnya sendiri, Ma.

Jangan lupa untuk selalu waspada, ya, Ma di mana pun kita dan anak-anak berada. Karena kejahatan sekarang ini selalu mengintai, entah itu di online maupun offline.

Selamat Hari Ibu untuk seluruh mama hebat di mana pun kalian berada!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hari Ibu dan 5 Fakta Tentang Perempuan yang Cukup Mengejutkan dan Perlu Mama Tahu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar