Harus Menerobos dan Mengemudi di Tengah Banjir? Hati-hati, dan Lakukan 8 Hal Berikut!

Harus Menerobos dan Mengemudi di Tengah Banjir? Hati-hati, dan Lakukan 8 Hal Berikut!

854
Kadang kita terjebak dan harus mengemudi di tengah banjir. Tetap tenang, dan lakukan 8 tips berikut!

Musim hujan begini pasti ada banyak genangan air, dan bahkan banjir. Nggak hanya yang tinggal di dalam rumah dan pengendara sepeda motor saja yang terancam dan harus waspada banjir, mama-mama yang punya tanggung jawab antar jemput anak sekolah, bekerja atau memiliki kegiatan lain di luar rumah dengan menggunakan transportasi roda empat, tak jarang harus mengemudi di tengah banjir.

Beberapa hari ini belakangan, beberapa media cetak, baik online maupun televisi, memberitakan musibah banjir yang melanda kota Bandung, dan sempat menyeret mobil yang sedang parkir. Bahkan mobil mogok karena nekat menerobos banjir juga sudah tak terhitung jumlahnya.

Duh, kalau sudah begini siapa yang repot?

Nah, yuk, Ma, waspada dan juga pahami apa yang harus kita lakukan, apabila kita terpaksa mengemudi di tengah banjir.


Hal-hal yang harus Mama lakukan jika harus mengemudi di tengah banjir


1. Parkir saja


Image via Mongabay

Jika Mama sedang mengemudi dan melihat bahwa genangan atau bahka banjir telah menghadang di depan cukup dalam, maka sebaiknya Mama mencari tempat aman untuk parkir. Menunggu banjir hingga surut tidak ada salahnya, bukan? Lebih baik Mama terlambat ke tempat tujuan daripada harus menerjang banjir, namun kemudian mobil mogok. Bisa jadi jiwa terancam, mobil pun tentu harus masuk bengkel.

Hal ini juga berlaku apabila Mama tidak memahami medan jalanan yang akan Mama lewati. Para pengemudi biasanya cenderung akan memilih mengendarai mobilnya di bagian pinggir jalanan, yang kedalaman airnya diasumsikan lebih dangkal. Ini bisa membahayakan lho, apabila Mama tidak mengerti betul kondisi jalan yang sedang dilalui tersebut. Siapa tahu, di sepanjang sisi jalan tersebut terdapat saluran air atau lubang yang cukup dalam yang berisiko membuat mobil terperosok masuk dan air pun semakin masuk ke dalam kap mesin.

Nah, pastinya akan lebih aman, jika Mama berhenti saja kan?


2. Pindah ke gigi 1

Apabila Mama akan nekat mengemudi di tengah banjir, maka usahakan menggunakan gigi 1. Atau kalau yang Mama kendarai adalah mobil matic, maka pindahkan gigi ke L.

Untuk mobil manual, hindari menginjak kopling di tengah genangan banjir, Ma, karena bisa membuat air masuk ke dalam sistem transmisi, sehingga oli bisa saja bercampur dengan air.

Akibatnya? Ya, mobil akan mati seketika dan merusak transmisi.


3. No ngebut!



Image via YouTube

Mau ngebut saja supaya segera bisa meninggalkan lokasi banjir?

No, Mama! Lebih baik jangan lakukan, karena sangat berbahaya mengingat saat kita mengebut berarti akan membuat filter akan menyedot udara semakin kuat. Hal ini bisa menyebabkan justru air yang tersedot, dan bukannya udara.

Air atau cipratan air yang masuk melalui filter air inilah yang bisa membuat mobil mogok, karena akan mengalir lebih banyak ke ruang mesin. Mengendarai mobil dan menginjak gas secara stagnan atau stabil akan jauh lebih aman, Ma. So, peribahasa jawa yang berbunyi alon alon asal kelakon berlaku di sini.

Jangan lupa untuk tetap waspada ya, Ma, karena tak jarang saat kita sudah berhati-hati melintasi banjir, namun ternyata ancaman justru datang dari mobil yang berada di kanan atau kiri kita. Tetap sabar ya!


4. Knalpot kemasukan air?

Kalau nggak ngebut, nantinya knalpot kemasukan air dong?

Aih, itu mitos saja, Ma! Selama mesin mobil tetap dalam kondisi menyala, digas stabil dan knalpot memang nggak dalam kondisi bocor, maka yakinlah, bahwa mobil Mama nggak akan mogok. Jadi, tetaplah mengemudi di tengah banjir dengan tenang.

Untuk itulah, Ma, pemeriksaan fisik dan mesin mobil menyeluruh secara rutin sangat penting dilakukan ya, sehingga Mama akan selalu yakin dengan performa mobil Mama.


5. Hati-hati setelah bebas


Setelah tak lagi harus mengemudi di tengah banjir dan bebas dari genangan air, maka jangan mengendarai mobil langsung dengan kecepatan tinggi, Ma. Rem mobil masih basah, licin dan biasanya jadi kurang menggigit.

Untuk mengatasinya, maka sesaat telah melewati genangan, lakukanlah pengereman sedikit demi sedikit dan berulang hingga rem terasa normal dan dapat digunakan kembali.


6. Matikan AC

Yes, matikan AC saat Mama harus mengemudi di tengah banjir, karena penggunaan AC akan membuat putaran mesin semakin kuat yang berisiko menarik air lebih banyak lagi ke dalam mesin.


7. Bukalah Jendela


Image via Redaksikota

Saat harus mengemudi di tengah banjir, bukalah jendela mobil untuk mengantisipasi jika mobil terseret banjir. Dengan demikian, Mama akan lebih mudah mengevakuasi diri jika ada kondisi darurat. Ingatlah, bahwa tak jarang pintu mobil akan sulit dan tidak dapat dibuka pada kondisi seperti ini. Membiarkan diri Mama berada di dalam mobil yang terseret banjir akan jauh lebih membahayakan.

Keselamatan nyawa jauh lebih penting!


8. Awas, barang berharga!

Apabila Mama harus mengemudi di tengah banjir dan membawa surat berharga atau alat elektronik, semisal handphone, HD external, laptop, dan sebagainya, maka sebelumnya Mama sudah harus siap untuk melapisi barang-barang tersebut dengan plastik atau kemasan waterproof.

Tas kresek belanja juga akan sangat bermanfaat di tengah-tengah kondisi seperti ini bukan? Namun tetap ya, Ma, yang paling penting, utamakan keselamatan nyawa Mama sendiri.


Nah, itu dia 8 hal yang harus Mama perhatikan jika Mama terpaksa harus mengemudi di tengah banjir. Dan yang paling penting, jauhi PANIK saat harus menghadapi kondisi darurat ini. Berdoa, dan yakin bahwa Sang Pencipta selalu menyertai kita.

So, stay safe, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Harus Menerobos dan Mengemudi di Tengah Banjir? Hati-hati, dan Lakukan 8 Hal Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Suci Marih | @sucirahayumarih

Silahkan login untuk memberi komentar