Hasil Pumping ASI Berkurang Setelah Cuti Melahirkan Berakhir dan Mulai Masuk Kerja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hasil Pumping ASI Berkurang Setelah Cuti Melahirkan Berakhir dan Mulai Masuk Kerja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

1.3K
Pumping ASI berkurang, akhirnya membuat ibu bekerja makin rentan stres. Segera atasi ya, Ma. Jangan menyerah!
“Mbak, aku baru mulai kerja lagi 2 hari ini. Pumping ASI siang yang biasanya dapat sekitar 300 ml, sekarang hanya tinggal 120 ml.”

Demikian curhat salah seorang teman, yang juga ibu menyusui, lewat chat messenger pada saya suatu kali. Ia menambahkan kemudian, “Beda banget ya, antara sebelum kerja dan setelah kerja.”

Seperti yang disarankan, selama ia masih cuti melahirkan, teman saya itu rajin pumping ASI, Ma, dan hasilnya begitu melimpah. Kulkas khusus yang disewa untuk menyimpan stok ASIP hampir penuh. Ia pun lantas merasa percaya diri dapat memenuhi hak ASI eksklusif ke putri pertamanya hingga 2 tahun.

Namun setelah masa cuti melahirkan sudah habis dan kembali masuk kerja, ia mulai gamang. Mengapa hasil pumping ASI tidak sebanyak seperti saat cuti?

Apakah banyak juga Mama yang mengalami hal ini, Ma?


BACA JUGA


Siapa Bilang Cuti Melahirkan Sama dengan Cuti Liburan? Ini Lho 9 Fakta Sebenarnya!

Siapa Bilang Cuti Melahirkan Sama dengan Cuti Liburan? Ini Lho 9 Fakta Sebenarnya!

Kehamilan Mama sudah memasuki trimester ketiga? Selamat, karena itu berarti Mama akan segera berjumpa dengan si kecil yang selama ini nyaman ...

Read more..


Penting untuk disadari dulu, bahwa hasil pumping ASI yang sedikit bukan berarti produksi ASI berkurang. Hanya saja, logikanya begini, Ma.

Dalam ilmu ekonomi, terdapat hukum supply and demand. Demikian pula ASI. Semakin tinggi demand, maka tubuh akan semakin banyak memproduksi ASI. Karena itu, “pabrik ASI” perlu sering dikosongkan dengan menyusui atau pumping.

Selama cuti, teman saya itu menyusui langsung serta pumping ASI juga. Sinyal ini ditangkap otak, bahwa tubuh perlu memproduksi ASI dengan jumlah yang sesuai kebutuhan.

Nah, bagaimanapun, Ma, saat ia mulai masuk kembali bekerja, maka otomatis frekuensi menyusuinya pun berkurang. Karena di saat-saat kerja, ia tidak menyusui langsung. Ia hanya pumping ASI saja. Betul nggak, Ma? Makanya, otak juga "memerintah" tubuh untuk mengurangi stok ASI.

Yaaa, makin jelas logikanya sekarang pastinya yah.


Image via BoredPanda

Dan, selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu dipahami tentang penyebab hasil pumping ASI perah (ASIP) menjadi berkurang, yaitu:

  1. Pumping ASI, baik itu dengan menggunakan breast pump atau pompa, atau dengan menggunakan tangan, hasilnya nggak sedahsyat menyusui langsung. Mulut bayi adalah pompa tercanggih yang dapat mengosongkan sebagian besar stok ASI di payudara. Jadi teringat, anak saya sendiri tiap kali menyusu sampai berkeringat, padahal suhu udara cukup dingin. He worked so hard!
  2. Umumnya, bayi yang baru lahir akan menyusu setiap 2 jam, sedangkan saat Mama bekerja, akan sulit untuk pumping ASI tiap 2 jam kan, Ma? Bisa dipelototin orang sekantor deh. Belum lagi kalau kantornya nggak punya nursing room khusus yang nyaman untuk pumping ASI. Akhirnya ASI yang menumpuk sampai merembes membuat penyumbatan di saluran ASI.
  3. Selama bekerja, Mama harus membagi pikiran antara pekerjaan dan kangen anak. Stres kerja juga berefek pada produksi ASI, padahal tahu sendiri kan, Ma, kondisi psikis seorang ibu menyusui itu harus selalu sehat dan happy, supaya ASI pun mengalir lancar.
  4. Kurang minum air selama bekerja, padahal ibu menyusui perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Coba aja lihat deh, Ma, kebiasaan kita. Saat akhir bulan, dikejar deadline, maka kita pun makan ngawur dengan menu "yang penting makan", juga kurang minum air. Sudah pasti, hal ini dapat mengurangi ASIP.


Hmmm, tapi nggak perlu khawatir sih, Ma. Sungguh, ini adalah kondisi yang normal.

Bukan berarti juga Mama harus berhenti dari pekerjaan, supaya bisa menyusui dengan lancar. Banyak banget kok kisah sukses working mom yang lulus ASI eksklusif (ASIX), dan bahkan berlanjut memberi ASI hingga anak usia 2 tahun (istilahnya lulus S3). *standing applause*

Yes! Saya selalu kagum saat bertemu mama-mama pembawa cooler bag di bus atau kereta. Nggak peduli berapa ml hasil pumping ASI-nya, tapi mereka membuktikan bahwa diri mereka setrong!


BACA JUGA


Ini Dia Berbagai Jenis Breast Pump agar Mama Bisa Memilih dan Membeli yang Sesuai dengan Kebutuhan demi Suksesnya ASI Eksklusif

Ini Dia Berbagai Jenis Breast Pump agar Mama Bisa Memilih dan Membeli yang Sesuai dengan Kebutuhan demi Suksesnya ASI Eksklusif

Ada berbagai jenis breast pump di pasaran, mulai yang murah hingga yang mahal, dari yang berukuran besar hingga yang portable. Pilih, ...

Read more..


Nah, buat Mama yang masih struggle dengan urusan pumping ASI setelah kembali bekerja, coba deh ada beberapa saran nih yang mungkin bisa Mama lakukan.


  1. Dalam keadaan normal, tidak ada masalah kesehatan, paling utama adalah Mama harus selalu dalam kondisi happy! Tapi, how can we stay happy, while mom has to do so many things in 24 hours? Well, tiap orang punya cara masing-masing. Saya memilih makan makanan kesukaan, membaca buku supaya rileks, dan melihat foto-foto anak saya yang ceria. Di bulan-bulan awal kelahiran anak saya, saya sempat kewalahan pumping ASI, Ma. Sekali pumping, cuma dapat 10-20ml padahal sudah 30 menit. Mau nangis deh rasanya. Tapi, kembali ke prinsip bahwa saya adalah ibu yang harus tetap bahagia (no matter what), maka saya pun mencoba mencari cara untuk rileks. Alhamdulillah, berhasil.
  2. Tetap teratur pumping ASI sesuai jadwal. Jangan menunggu payudara terasa penuh atau kencang.
  3. Lakukan pemijatan payudara untuk hasil pumping ASI yang lebih banyak. Mama bisa melihat video dari Youtube di atas untuk caranya ya.
  4. Saat Mama sedang bersama bayi, maka sebisa mungkin susuilah bayi secara langsung. Ingat, Ma, mulut bayi adalah pompa tercanggih tiada tanding.
  5. Pumping ASI sambil menyusui bayi. Biasanya nih saat bayi menyusu, payudara sebelah ikutan merembes. Iika Mama kesulitan melakukannya, maka Mama dapat mengakalinya dengan tutup botol atau wadah di dalam bra. Tetesan ASI yang begitu berharga pun dapat tertampung dengan baik.
  6. Pumping ASI setelah menyusui bayi, supaya nggak memulai Let Down Reflex (LDR) dari nol. Kan awal memerah biasanya masih sedikit tetesannya. Dengan cara begini, ASI pun langsung menetes banyak. Bahagia deh melihatnya lewat corong pompa. Hihihi,
  7. Lakukan power pumping ASI (cara pumping ASI yang meniru frekuensi menyusu bayi yang sedang mengalami growth spurt), yaitu pumping ASI selama 20 menit kemudian istirahat 10 menit. Lalu, pompa lagi selama 10 menit dan istirahat 10 menit. Pompa lagi selama 10 menit, dan selesai. Lakukan power pumping ASI ini selama 2-3 hari secara berkala, pilihlah waktu 1 jam, pagi sebelum berangkat bekerja atau pada malam hari.
  8. Cari support group untuk mendukung suksesnya ASIX, seperti rekan kantor sesama ibu menyusui, teman-teman ibu menyusui lain, juga atasan. Semoga pihak kantor mau menyediakan nursing room yang nyaman dan memberi waktu istirahat yang cukup bagi Mama untuk melakukan pumping ASI ya, Ma.
  9. Konsumsi galaktagog/laktagog, yaitu makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Image via BoredPanda

Bagi saya, ASI lebih berharga dari apa pun. ASI bukan hanya cairan bergizi untuk 6 bulan pertama kehidupan si kecil, namun di tiap tetesnya ada cinta dan kasih sayang orang tua pada anaknya.

Seharusnya sih, memberi ASI nggak akan mengurangi produktivitas Mama sebagai ibu bekerja, begitu pun sebaliknya. Keduanya bisa saling tak memengaruhi.

Ingat, Ma, kandungan ASI bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga tidak mudah sakit, sehingga dengan demikian, Mama pun nggak perlu sering cuti karena merawat bayi yang sakit.


BACA JUGA


Cara Menyusui Bayi Secara Exclusive Pumping - Salah Satu Cara untuk Memenuhi Hak ASI Bayi Kita

Cara Menyusui Bayi Secara Exclusive Pumping - Salah Satu Cara untuk Memenuhi Hak ASI Bayi Kita

Apa pun cara menyusui bayi yang kita gunakan, namun tujuannya hanya tetap satu, yaitu memenuhi hak anak untuk mendapatkan nutrisi yang baik ...

Read more..


Jadi, yuk, penuhi hak anak-anak kita untuk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Bila masih kesulitan dengan tips pumping ASI di atas, segera konsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi ya, Ma.

Anyway, semangat meng-ASI-hi ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hasil Pumping ASI Berkurang Setelah Cuti Melahirkan Berakhir dan Mulai Masuk Kerja, Bagaimana Cara Mengatasinya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Helena Safitri | @helenamantra

Dream to be The Winner of The Amazing Race with her son. Story teller on helenamantra.com and myfoottrip.com. Twitter & IG: helenamantra

Silahkan login untuk memberi komentar