Hati-hati! 4 Aplikasi Smartphone Ini Ditengarai Berdampak Buruk Bagi Anak

Hati-hati! 4 Aplikasi Smartphone Ini Ditengarai Berdampak Buruk Bagi Anak

2K
Aplikasi smartphone semakin berkembang untuk mempermudah hidup kita. Namun, tak semua aplikasi smartphone bermanfaat bagi anak-anak. Bahkan sebagian bisa membahayakan fisik dan psikisnya. Waspada!

Perkembangan teknologi yang telah merasuk ke dalam setiap sendi kehidupan kita saja ya, Ma. Apalagi sekarang yang namanya smartphone, wah, makin berkembang luar biasa. Itu baru perangkat kerasnya. Aplikasi smartphone yang dikembangkan untuk mempermudah urusan hidup kita, makin bejibun juga!

Dampaknya? Ya, sangat luar biasa! Terutama, dewasa ini sih, terhadap anak-anak. Gimana enggak? Merekalah sang generasi Z, yang sejak dalam kandungan pun fotonya sudah terpampang di laman media sosial orang tuanya.

Gaya hidup anak generasi Z tentunya sangatlah berbeda dengan gaya kita saat masih kecil dulu ya, Ma. Anak-anak ini umumnya sudah mempunyai gawai (gadget) mereka pribadi. Kalaupun belum, biasanya mereka akan meminjam gawai para orangtua. Lalu, jari mungil mereka akan menari di atas layar, tapping dari satu ikon ke ikon lainnya, kadang malah tanpa diajari.

Sebagai mama, plus guru pertama bagi anak, tentunya kita semua paham bahwa teknologi seharusnya hanyalah sekadar alat yang dapat membantu meringankan pekerjaan kita sehari-hari. Namun, bagaimana dengan anak dan remaja kita? Selain mengakses informasi, sebagian besar waktu anak menggunakan gawai dihabiskan untuk kesenangan seperti menggunakan aplikasi smartphone, seperti media sosial atau bermain games.

Memberikan gawai ke anak memang sah-sah saja, Ma. Ada banyak kok aplikasi smartphone yang dapat digunakan untuk mengasah bakat anak.

Tapi nggak selamanya semua aplikasi smartphone itu bisa mereka akses, setidaknya tidak sekarang. Mengapa? Karena "keterbatasan" pengalaman dan pemahaman, bisa saja aplikasi smartphone tersebut bukannya memberikan manfaat namun justru berdampak buruk pada mereka. Karena, selain bisa membahayakan tumbuh kembang mereka, beberapa aplikasi smartphone bahkan juga membahayakan mereka secara fisik lho!


Apa saja aplikasi smartphone yang dapat berakibat buruk terhadap anak itu?



Tinder

Tinder - Usia pengguna yang disarankan: 18 tahun ke atas.
Usia pengguna yang disarankan: 18 tahun ke atas.


Aplikasi smartphone ini sempat tenar di negeri kita gara-gara cerita seorang artis yang menikah dalam 7 hari karena berkenalan via Tinder. Yah, mungkin aplikasi smartphone ini bermanfaat bagi para jomblo, namun tidak sama sekali bagi anak-anak di bawah umur ya, Ma.

Aplikasi smartphone ini menggunakan sistem rating yang diberikan pada pengguna oleh sesama penggunanya, sehingga bisa saja membuka celah perundungan (bullying). Maka bisa dibayangkan, misalnya, ada anak yang kesal atau tidak suka dengan anak kita kemudian memberikan rating yang buruk terhadapnya. Hal ini akan dapat memengaruhi emosi anak kita. 

Bahaya!

Aplikasi ini menggunakan sistem GPS sehingga keberadaan anak kita bisa diketahui oleh semua pengguna Tinder. Jika posisi anak kita terekspos, maka penjahat dapat menculik atau melakukan tindakan kriminal lainnya dengan sangat mudah. Amit-amit!

Jika Mama menemukan aplikasi smartphone ini dalam gadget yang sering digunakan oleh si kecil, lebih baik langsung hapus saja!



Snapchat

Snapchat - Usia pengguna yang disarankan: 16 tahun ke atas.
Usia pengguna yang disarankan: 16 tahun ke atas.


Fitur unggulan aplikasi smartphone ini adalah setiap pesan yang dikirimkan, baik berupa teks, gambar maupun video akan terhapus secara otomatis segera setelah sampai ke si penerima. Wuih! Seperti pesan yang sering kita lihat di film Mission Impossible ya, Ma? 

Bahaya!

Pesan yang dapat hilang otomatis tersebut tidak sepenuhnya hilang dan masih dapat diakses. Fitur ini sering dimanfaatkan oleh para cyber criminal untuk mendapatkan gambar yang tidak senonoh.

Mereka menyamar menjadi sosok yang menarik bagi anak kemudian bisa saja meminta anak atau remaja kita untuk mengirimkan foto ataupun video tanpa busana. Karena si anak merasa bahwa hal tersebut aman saja karena toh file yang dikirimkan akan segera terhapus, maka dia pun akan menuruti permintaan si penjahat.

Para cyber criminal ini kemudian mengumpulkan gambar tersebut di sebuah situs bernama “snap porn”.

OH NO!



Ask.fm

Ask.fm - Usia pengguna yang disarankan: 13 tahun ke atas.
Usia pengguna yang disarankan: 13 tahun ke atas.


Aplikasi smartphone yang satu ini adalah aplikasi media sosial yang mempunyai fitur “bebas nanya”. Si pengguna bisa menanyakan apa pun ke pengguna lain, tanpa harus memberikan identitas alias anonim.

Mama pastinya masih ingat kasus seorang selebgram yang juga ngetop lewat situs Ask.fm ini beberapa waktu yang lalu kan? Yang akhirnya berujung pada penghujatan para netizen padanya?

Bahaya!

Saking bebasnya, kadang pengguna anonim tersebut memberikan pertanyaan yang tidak mengenakkan dan mengarah ke perundungan (cyber bullying).

Mungkin memang terdengar lebay kalau kita parno dengan aplikasi seperti ini. Tapi ternyata, data berbicara. Aplikasi ini turut andil sebagai penyebab dalam 9 kasus bunuh diri di Amerika Serikat, Ma! Si pengguna merasa kecewa dan putus asa karena di-bully secara masal via aplikasi ini. 



Tumblr

Tumblr - Usia pengguna yang disarankan: 18 tahun ke atas.
Usia pengguna yang disarankan: 18 tahun ke atas.

Situs dan aplikasi smartphone microblogging yang sekilas tidak tampak berbahaya ini ramai digunakan oleh para remaja. Alasannya? Untuk belajar nge-blog. Namun ternyata, kita perlu waspada, Ma, karena banyak pengguna yang membagikan konten negatif via tumblr ini.

Bahaya!

Konten seperti kebiasaan merokok, narkoba, gambar seksi dan isu hate speech bertebaran di dunia Tumblr. Jika anak Mama mengikuti (follow) akun yang berisi konten negatif, hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pribadi mereka. Walaupun Tumblr sudah memblokir kata kunci seperti p*rn, f*ck dan s*x, namun tetap saja konten tersebut dapat diakses dengan sangat mudah. Bahkan jika anak Mama sudah follow akun tersebut, anak bisa live chat dengan empunya konten.

Jika membayangkan anak Mama membaca konten mereka saja sudah mengerikan, bagaimana jika anak dapat berinteraksi secara langsung? 


Membaca hal seperti ini pasti bikin ngeri ya, Ma. Tetapi kita memang perlu tahu sehingga dapat mencegah hal buruk terjadi kepada orang yang kita sayangi. Tentu saja, masih ada beberapa aplikasi smartphone lain yang bisa membahayakan perkembangan, baik fisik maupun psikis anak kita, selain yang sudah saya tuliskan di atas. Pada dasarnya, bahkan, bisa saja setiap aplikasi smartphone yang ada akan mendatangkan bahaya bagi anak kita, jika memang tak ada pendampingan dari orangtua. Iya, kita, Ma!

Memang, mengajarkan penggunaan teknologi yang bijak pada anak bukan berarti kita memberikan gawai kemudian melepasnya begitu saja. Sama ketika kita akan mengajarkan penggunaan pisau, tidak mungkin kita menyerahkan pisau lalu meninggalkan si anak. Pasti ia akan kita dampingi sampai kita yakin betul bahwa ia dapat menggunakannya secara mahir dan aman, tentunya.

Selamat menjaga si kesayangan, Ma! Stay safe!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-hati! 4 Aplikasi Smartphone Ini Ditengarai Berdampak Buruk Bagi Anak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Inne R. A. | @innera

Content Writer * Translator * Freelance Teacher A life learner

Silahkan login untuk memberi komentar