Hati-hati dengan Tas Mama - Si Sahabat Setia Namun Bisa Membahayakan Kesehatan!

Hati-hati dengan Tas Mama - Si Sahabat Setia Namun Bisa Membahayakan Kesehatan!

1.3K
You can't buy happiness, but you can buy bags. It's kind of same thing.

Setiap perempuan punya sahabat setia. Dia akan menemani ke mana pun kita pergi, kapan pun. Ke kantor, hangout ke cafe, ke pesta, jalan-jalan, bahkan ikut juga ke toilet.

Tapi meskipun dia sangat setia, ternyata dia juga bisa bikin kita sakit. Bukan, bukan sakit hati sih. Tapi sakit leher, juga pada bahu, bahkan bisa menimbulkan kelainan pada tulang belakang.

Nah loh. Katanya sahabat setia, tapi kok bisa menyakiti kayak gitu? Sahabat setia siapa sih?

Bukan 'siapa', Ma. Tapi, apa?

Itu dia. Yang terselempang di bahu Mama, atau yang menggantung cantik di siku Mama, atau yang dijinjing dengan elegan di tangan Mama. Atau mungkin yang 'hinggap' di punggung Mama.

Iya, tas Mama.

Kenapa tas Mama bisa menyakiti Mama begitu? Ini dia penyebabnya.


1. Terlalu berat


"Tas saya besar, supaya muat banyak. Jadi, kalau saya perlu apa pun, saya tinggal cari di tas. Nggak perlu bingung."

Ada yang suka gitu? Hayo, ngaku! Hihihi. Yakin nggak sekalian masukin kotak besi brankas ke dalamnya sekalian saja, Ma?

Tas yang begini, kalau ditimbang bisa sampai 5 kg loh! Setelah dilihat, isinya ada agenda, netbook, tablet 10", dompet, makeup kit, dan lain-lain. Waduh.

Jangan heran kalau kemudian Mama mengeluh sakit bahu, terkena sindrom impingement, atau sakit leher kronis.

The American Chiropractic Association menyarankan, supaya kita tidak membawa beban yang mempunyai berat lebih dari 10 - 15 % berat tubuh kita sendiri. Ditambah dengan distribusi beban yang tidak merata dapat menyebabkan masalah pada postur tubuh Mama. Misalnya, postur tubuh melengkung, sakit pada leher, tekanan yang dapat menyebabkan sakit dan juga kesemutan.

Untuk mengatasinya, sebaiknya Mama membagi beban tas Mama ke beberapa tas lain. Dengan demikian, tumpuan berat nggak hanya ditanggung oleh satu bagian tubuh saja.


Baca juga: Hati-hati! Tas Sekolah yang Berat Bisa Melukai Si Kecil!


2. Tali nggak sesuai


Tali tas yang terlalu panjang atau terlalu pendek juga nggak bagus dan berpengaruh pada tubuh Mama lho.

Ini masih saran dari The American Chiropractic Association nih, Ma. Bahwa tas yang bertali permanen, dalam arti nggak bisa dipanjangkan atau dipendekkan, dapat menyebabkan nyeri otot bahu juga punggung. Begitupun halnya dengan tali yang terlalu tipis atau sempit.

Agar tak menyakiti Mama, maka pilihlah tas dengan tali selempang atau straps yang lebar dan memiliki bantalan. Tali tas seperti ini akan mendistribusikan tekanan di pundak sehingga akan membuat Mama lebih nyaman. Pilihlah desain straps yang bisa disesuaikan panjang pendeknya.

Tapi jika Mama tetap pengin memakai tas yang ber-straps kecil, pastikan supaya nggak terlalu berat ya bawaannya.


Baca juga: Ini Dia 35 Street Style Dress a la Taylor Swift yang Asyik Banget Buat Jalan-Jalan!


3. Jarang dibersihkan


Tas ini kadang memang luput dari perhatian kita. Maunya dipakaiii ... terus. Jadi kadang lupa dicuci, atau sekadar dibersihkan. Akibatnya?

Selain kotor dan bau, tas yang jarang dicuci juga dapat menjadi sarang kuman lho, Ma. Coba bayangkan, kira-kira kotoran apa saja yang bisa menempel pada tas kita. Debu jalanan, hingga kuman di toilet. Hiyyy ...!

Hal ini bisa menyebabkan Mama bersin-bersin dan gatal-gatal, jika dibiarkan. Makanya, Ma, cuci tas Mama setidaknya dua minggu sekali. Bersihkan juga bagian dalamnya ya, terutama dari barang-barang yang tidak terpakai, serta mungkin dari remah-remah makanan si kecil yang Mama bawa.


Baca juga: Miliki 7 Item Fashion Berikut Ini Untuk Penampilan yang Menarik, Seksi, Sekaligus Smart. Fashionable!


4. Nggak pernah ganti model


Setiap orang punya kebiasaan yang unik, termasuk urusan cara menyandang tas. Ada yang suka banget memakai tas sandang dan selalu membawanya di bahu sebelah kanan. Tanpa sadar, hal ini akan membuatnya terbiasa untuk berdiri dengan melengkungkan pinggul ke arah kanan lho.

Ya, begitulah, Ma. Saat orang membawa tas berat di satu sisi pundak dalam waktu yang lama, lengkung alamiah leher mulai terganggu. Usahanya untuk membagi rata tekanan di susunan tulang belakang bisa menimbulkan rasa nyeri di punggung, pundak, dan kepala. Kebiasaan ini dapat mengakibatkan skoliosis, yaitu pelengkungan tulang belakang. Juga ada risiko terjepitnya urat syaraf pada area tersebut.

Sebaiknya, Ma, milikilah beberapa model tas yang kemudian bisa dipakai secara bergantian. Sebenarnya model terbaik adalah model tas ransel, karena bisa membagi beban sama rata antara bahu kanan dan bahu kiri. Namun, kalau tas ransel Mama juga membawa beban yang berat, pasti lama-lama akan timbul rasa nyeri juga ya. Segera pindahkan tas Mama ke depan tubuh, untuk mengatasinya.

Kalau Mama tetap pengin menggunakan tas selempang bahu, pastikan Mama cukup sering untuk memindahkan talinya antara bahu kanan dan kiri. Kebiasaan ini akan dapat mengurangi risiko timbulnya rasa nyeri pada otot dan sendi.


Baca juga: Pengin Mencoba Style Baru, Ma? Cobain 9 Inspirasi Gaya Berbusana ala Amal Clooney Ini!


5. Kurang cermat pilih tas


Handbag syndrome, demikian keluhan yang disebabkan penggunaan dan pemilihan tas yang kurang tepat disebut oleh para ahli kesehatan. Yang perlu Mama lakukan sekarang adalah:

  • Lebih baik pilih tas dari bahan yang ringan seperti kanvas, katun atau vinil, ketimbang tas berbahan kulit.
  • Jika Mama memang selalu membawa bawaan yang banyak dan berat, sebaiknya pilihlah tas yang memiliki banyak kompartemen di dalamnya. Benda yang paling berat, letakkan di bagian bawah.
  • Pilih tas yang sesuai dengan ukuran tubuh Mama. Kalau postur tubuh Mama pendek dan langsing, sebaiknya hindari tas yang besar dan berkesan berat.


Baca juga: Sering Mengenakan Salah Satu dari 6 Produk Trend Fashion Berikut Ini? Hati-hati, Karena Bisa Membahayakan Kesehatan!


Nah, kalau Mama sudah tahu apa saja yang “bisa dilakukan” sahabat Mama satu ini, pastinya Mama sekarang akan lebih hati-hati dalam memilihnya ya. Jagalah supaya sahabat Mama ini nggak menyakiti Mama.

Semoga bermanfaat, and ... stay stylish, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-hati dengan Tas Mama - Si Sahabat Setia Namun Bisa Membahayakan Kesehatan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar