Hati-hati, Gangguan Tidur yang Nampaknya Sepele Bisa Jadi Merupakan Indikasi Terserang Penyakit Lho!

Hati-hati, Gangguan Tidur yang Nampaknya Sepele Bisa Jadi Merupakan Indikasi Terserang Penyakit Lho!

5.9K
Kenali 8 gangguan tidur yang sering terjadi pada perempuan, terutama seusia kita, Ma!

Nggak sekadar mengganggu kesempatan tubuh untuk beristirahat, gangguan tidur seperti insomnia juga bisa menjadi indikasi kita terserang penyakit tertentu dan membuat Mama tersiksa sepanjang waktu lho.

So, jangan diremehkan ya, Ma.

Makanya, coba yuk, kita kenali beberapa macam gangguan tidur, dan bagaimana mengatasinya.


8 Gangguan Tidur yang Sering Terjadi, Bahaya, dan Cara Mengatasinya


1. Insomnia



Meski sudah berbekal bantal empuk dan dibuai lagu-lagu lembut, tetap saja tak mudah bagi penderita gangguan tidur ini untuk terbang ke alam mimpi. Keluhan insomnia bentuknya bisa berupa sulit tidur atau tidur yang nggak nyenyak gara-gara berulang kali terjaga.

Menurut Dr. Gary Zammit, penulis buku Good Nights: How to Stop Sleep Deprivation, Overcome Insomnia, and Get the Sleep You Need, mayoritas gangguan tidur insomnia terjadi karena persoalan psikologis, terutama stres. Pada perempuan, konsumsi zat besi kurang dari 1 mg sehari juga bisa menyebabkan sulit tertidur.

Untuk mengatasinya, sebaiknya hindarilah faktor pemicu stres dan taati jadwal tidur setiap hari, Ma. Kurangi konsumsi terung, kentang, tomat dan bayam, yang memicu produksi zat norepinephrine, sejenis zat yang menjadi stimulan bagi otak.

Kalau insomnia Mama sudah parah, penggunaan obat antidepresi atau obat tidur (sedatif) juga bisa membantu meringankan gejala. Namun, yang pasti, Mama harus menemui dokter terlebih dahulu ya.


2. Hipersomnia



Kebalikan dari insomnia, pengidap gangguan tidur hipersomnia justru selalu terserang kantuk.

Kalau pada umumnya, jatah tidur orang dewasa normal adalah sekitar 6 jam sehari, tapi pengidap hipersomnia akan tidur lebih dari 10 jam setiap harinya.

Hipersomnia bisa disebabkan oleh gangguan pernapasan di kala tidur. Selain itu, sejumlah ahli juga menyatakan bahwa tidur berlebihan juga bisa menjadi indikasi mengidap penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain, termasuk juga stres. Pasalnya, ketika sakit, tubuh butuh waktu istirahat lebih lama untuk memulihkan kondisi.

Untuk mengatasi gangguan tidur ini, Mama harus melakukan general check up untuk mendeteksi penyakit yang kemungkinan Mama derita. Waspadai pula konsumsi obat-obatan, karena ada jenis obat tertentu yang bisa menyebabkan Mama rentan ngantuk.


3. Mendengkur


Sepertinya sih ini gangguan tidur yang paling jamak diidap oleh kita-kita ya. Kebiasaan mendengkur nggak hanya dialami oleh para suami, tapi juga bisa menyerang Mama lho. Bahkan bisa menyerang orang dari berbagai usia, dari bayi hingga lansia.

Ada 3 penyebab dengkur, yaitu lemahnya otot langit-langit mulut, bentuk anatomi tulang hidung yang bengkok, serta penyumbatan di daerah belakang tenggorok akibat radang, infeksi, tumor, serta benturan pada daerah seputar hidung dan rahang. Posisi kepala menengadah kala tidur juga bisa memicu dengkuran akibat rongga pernapasan menyempit.

Cara termudah untuk mengatasi gangguan tidur ini adalah dengan memiringkan tubuh atau menundukkan kepala saat tidur, Ma. Dengkur yang disebabkan oleh infeksi atau tumor dapat diatasi dengan obat-obatan atau operasi.

Olahraga serta latihan menyanyi juga bisa membantu meredakan dengkur. Menurut Dr. Edzard Ernst, MD, Ph.D dari University of Exeter, Inggris, olahraga dan menyanyi dapat membantu mengencangkan otot di sekitar mulut dan rahang yang bisa mengurangi dengkur.


4. Sleep apnea



Sleep apnea adalah gangguan tidur di mana terjadi napas berhenti selama lebih dari 10 detik di kala tidur. Penderita biasanya terbangun dalam keadaan terkejut, untuk menarik napas seketika.

“Jika sampai terbangun 200 – 400 kali dalam semalam, tekanan darah penderita akan meningkat drastis dan bisa memicu stroke dan serangan jantung,” ungkap Dr. Douglas Bradley, direktur lembaga Sleep Research Laboratory dari Toronto Rehabilitation Institute, Kanada.

Seperti dengkur, sleep anea terjadi akibat penyumbatan jalan napas. Bedanya, pada penderita sleep anea, penumbukan otot langit-langit dengan dinding tenggorok berlangsung lebih lama.

Sleep anea bisa diatasi dengan obat-obatan, tergantung penyebabnya. Jika perlu, Mama juga bisa melakukan operasi untuk memotong sebagian kecil otot langit-langit yang memblokir jalan napas.


5. Sleep talking



Gangguan tidur ini dikenal dengan istilah mengigau, Ma, yaitu ucapan yang dilontarkan seseorang saat tidur. Bentuknya bisa berupa kata-kata yang jelas artinya, atau hanya sekadar gumaman. Biasanya orang yang mengigau nggak dapat mengingat kata-kata yang diucapkannya.

Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam, atau tidur yang terganggu oleh mimpi buruk.

Solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menuntaskan ganjalan emosi dan masalah psikologis yang Mama hadapi. Kebiasaan mengigau yang disebabkan oleh demam akan lenyap dengan sendirinya setelah demam reda. Lakukan pula olahraga secara teratur untuk membantu Mama tidur lebih nyenyak.


6. Sleep walking



Penderita gangguan tidur sleep walking mampu melakukan tindakan motorik seperti berjalan, berbicara, berpakaian, dan pergi ke kamar mandi dalam keadaan tertidur.

Penyebab gangguan tidur ini bervariasi, Ma, mulai dari karena kurang tidur, stres, konsumsi alkohol, sampai penyakit fisik. Sejumlah peneliti juga menyatakan bahwa gangguan ini disebabkan pula oleh penyimpangan genetik.

Kondisi ini biasanya diatasi dengan pemberian obat-obatan guna meningkatkan kualitas tidur. Pada kasus ekstrem, penderita perlu mendapatkan perawatan khusus karena bisa melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri dan orang di sekitarnya.


7. Narcolepsy



Lebih parah ketimbang penderita hipersomnia, penderita narcolepsy amat sulit untuk tetap sadar dan nyaris sepanjang waktu ia berada dalam kondisi mengantuk. Rasa kantuk biasanya reda setelah tidur 15 menit, tetapi akan menyerang kembali dalam waktu singkat.

Hingga kini, penyebab narcolepsy masih belum diketahui. Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa kelainan ini dipicu oleh mutasi genetik serta dapat pula terjadi karena pengaruh lingkungan.

Berkonsultasi dengan psikiater merupakan langkah solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Dukungan dari kerabat dekat juga amat penting untuk menjaga keselamatan pasien. Coba saja bayangkan, jika penderita tiba-tiba tertidur di kala memasak, menyetir, atau berenang. Kan bahaya!


8. Night terror



Sesuai dengan namanya, gangguan tidur ini muncul dalam bentuk mimpi buruk yang berlangsung dalam waktu lama dan menimbulkan ketakutan yang amat sangat. Biasanya, penderita akan terjaga pada bagian pertama malam hari dalam keadaan terduduk dengan ekspresi ketakutan.

Para ahli meyakini, bahwa mayoritas night terror disebabkan oleh gangguan psikologis serta trauma emosi yang pernah dialami oleh penderita di masa lalu.

Langkah untuk mengatasinya adalah dengan menjalani terapi intensif dengan psikiater, dan biasanya juga didukung dengan bantuan obat-obatan tertentu. Waspadalah karena penderita masih terus dapat mengalami night terror selama 10 – 20 menit setelah terjaga. Hal ini amat berbahaya karena dapat menyebabkan trauma atau bahkan terluka.


Nah, Mama, jangan pernah lupakan jadwal tidur ya, sesibuk apa pun itu. Jika Mama masih punya baby, biasanya memang waktu tidur jadi berkurang. Atau barangkali Mama harus mengejar tenggat waktu pekerjaan, Mama juga harus mengurangi tidur Mama. Namun, sebisa mungkin carilah waktu untuk tidur di sela-sela waktu sibuk Mama. Penuhilah waktu tidur minimal 6 jam sehari, jangan sampai kurang.

Barangkali Mama bisa menyimpan lagu-lagu relaxing di smartphone Mama, agar Mama bisa lebih nyaman tidur. Atau, membaca novel dulu sebelum tidur juga sudah terbukti oleh para peneliti mampu membuat otak kita lebih rileks lho.

Jangan remehkan gangguan tidur yang terjadi. Lebih baik segera konsulitasikan ke dokter, agar kemudian bisa diambil tindakan yang tepat.

Selamat tidur, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-hati, Gangguan Tidur yang Nampaknya Sepele Bisa Jadi Merupakan Indikasi Terserang Penyakit Lho!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar