Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

5.6K
Hidup bahagia itu bukanlah sebatas fatamorgana. Terkadang, hal-hal kecil bisa membuat hidup bahagia lho, Ma.

Jika ditanya, setiap ibu pastilah mengatakan anak telah membuat hidupnya lebih bahagia. Tapi, kenyataannya, proses membesarkan anak bisa membuat beberapa bahkan banyak perempuan menjadi sangat tertekan. Bahkan tak jarang berujung kematian. Keinginan untuk hidup bahagia pun menjadi sebatas fatamorgana.


BACA JUGA


Hidup Lebih Bahagia? Semua Berawal di Pagi Hari dengan 4 Cara yang Sangat Sederhana Ini!

Hidup Lebih Bahagia? Semua Berawal di Pagi Hari dengan 4 Cara yang Sangat Sederhana Ini!

Menjadi bahagia itu pilihan, bahkan merupakan pilihan pertama yang harus kita hadapi begitu kita membuka mata di pagi hari. Mau bahagia, ...

Read more..


Menjalani hidup bahagia pastinya menjadi impian semua ibu, betul? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya. Dan setiap individu pastinya memiliki cara tersendiri.


Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar kita bisa menjalani hidup bahagia.


1. Stres? Akui saja!

Banyak orang beranggapan, bahwa seorang Mama seharusnya nggak boleh mengeluh.

Masa merawat anak sendiri capek sih? Dulu pas bikin nggak capek kan?

Oh ya, saya termasuk yang sering dikasih pertanyaan begini. *rolls eyes* Pertanyaan nggak berperikeibuan sangat! Makanya ya gitu deh, saya terus pendam saja dalam hati. Makin lama, makin menumpuk. Dan, barangkali suatu waktu tinggal tunggu saja bom meledak.

Seorang Professor of medicine and psychology di University of Michigan, Peter Ubel, M.D, mengungkapkan, bahwa anggapan dan perkataan seperti itu keliru. Para ibu justru harus tahu bahwa frustrasi, marah, atau stres adalah perasaan yang sangat wajar. Namun, hanya karena stress atau frustrasi, bukan berarti seorang Mama lantas menjadi Mama yang jahat, Mama yang buruk.


2. Jadilah diri sendiri

Banyak Mama menetapkan standar diri yang sangat tinggi. Bukan rahasia lagi, bahwa standar yang tinggi ini didapatkannya dari berbagai macam bahan bacaan dan juga tuntutan dari luar dirinya.

Inilah yang menjadi salah satu pemicu munculnya rasa frustrasi dan stress.

Selain itu, kaum Ibu juga sering sekali membanding-bandingkan dirinya sendiri dengan Mama lain dalam berbagai hal. Mulai dari urusan baju anak hingga prestasi anak di sekolah.

Berhentilah membanding-bandingkan. Cara yang paling tepat untuk bisa menjadi Mama yang baik dan bahagia adalah dengan menjadi diri sendiri. Jangan pernah ingin menjadi Mama yang baik menurut versi orang lain. Buat saja versi diri sendiri. Pikirkan kekuatan-kekuatan yang kita punya, lalu manfaatkan untuk menjalani hidup sehari-hari.

Demikian menurut Meegan Fancis, pengarang buku The Happiest Mom: 10 Secrets to Enjoying Motherhood.

Mungkin Mama memang bukan orang yang jago menjahit, tapi mungkin kue buatan Mama sangat lezat. Maka saat ada lomba kostum, lebih baik sewa saja. Nggak perlu memaksakan diri untuk membuat kostum sendiri, meski Mama-Mama teman si kecil sekolah yang lain melakukannya.

Lalu, saat Mama yang lain membeli kue ulang tahun di toko, Mama bisa menunjukkan kelebihan dengan membuat kue ulang tahun sendiri.

Intinya, nyamanlah dengan diri kita sendiri, fokus saja pada apa yang kita mampu.


3. Meluangkan waktu untuk diri sendiri

Jalan kaki di sekitar rumah, menulis diari atau blog, membaca buku, menonton film adalah beberapa cara sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan kita, Ma.

Seperti yang sudah diketahui (dan pastinya kita alami), seorang Mama itu harus mengurus begitu banyak hal. Semua itu bisa mengganggu sistem saraf lho.

Dengan melakukan kegiatan-kegiatan menyendiri, seperti membaca buku, seorang Mama akan mendapat kesempatan untuk menyegarkan dirinya sendiri kembali. Kegiatan itu juga membuat sistem saraf tubuh beristirahat. Artinya, kita seperti recharge ulang tubuh secara keseluruhan, dari mental, fisik hingga emosi.

Demikian papar Meg Meeker, pengarang buku The 10 Habits of Happy Mothers: Reclaining Our Passion, Purpose and Sanity.


4. Berpikir ke depan

Membayangkan atau berpikir jauh ke depan sedikit banyak bisa membantu para Mama untuk lebih bersabar.

Selain itu, kita juga jadi lebih bisa menghargai momen-momen kebersamaan dengan anak yang akan berlalu dalam sekejap.

Ada satu anak minta duduk di pangkuan saya untuk nonton video bersama. Sebenarnya waktu itu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Tapi kemudian saya berpikir, kapan lagi dia akan minta duduk di pangkuan saya? Karena berpikir seperti itu, saya jadi mensyukuri momen-momen bersama anak.

Begitu kata M.J. Ryan, pengarang buku The Happiness Makeover.

Saat sedang benar-benar merasa kesal atau jengkel, cobalah berpikir apa jadinya hidup kita tanpa kehadiran anak-anak. Pasti hampa dan menyedihkan kan, Ma?

Dengan berpikir jauh seperti itu, para Mama pasti lebih bisa menghadapi kejengkelan dengan bijak dan santai.


5. Berbagi hobi dengan si kecil

Kesibukan berkutat dengan anak dan tugas-tugas rumah sering membuat kita lupa dan melupakan hobi kita sendiri.

Sebenarnya itu nggak perlu, Ma.

Cobalah untuk berbagi hobi Mama dengan anak-anak atau melakukan aktivitas fisik bersama mereka. Tunjukkan pada mereka, apa hobi Mama dan mengapa Mama suka banget melakukannya. Saat bergelut dengan hal-hal yang disenangi tersebut, kita pasti jadi lebih banyak tertawa dan tersenyum.

Dan, pada saat yang bersamaan secara tidak langsung, si kecil akan melihat “contoh nyata” betapa menyenangkannya mempunyai hobi.

Jika memungkinkan, libatkan juga anak. Seperti saya, saya suka banget nggambar. Saya selalu menyempatkan diri untuk mencorat-coret buku sketsa kapan pun saya membutuhkan rekreasi dan relaksasi. Saya juga suka mewarnai coloring book. Maka, saya ajak saja anak-anak ikut mewarnai coloring book bersama saya. Kadang saya ajak mereka melukis bersama, dalam satu kertas. Mereka yang membuat gambarnya, lalu kami bersama mewarnai. Atau sebaliknya, saya bikinkan gambarnya, mereka yang mewarnainya ramai-ramai. Seru!

Dengan melakukan hobi, kita sudah menunjukkan apa itu kebahagiaan sekaligus menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.


6. Hadapi saja

Rumah yang berantakan bak kapal pecah merupakan salah satu pemicu utama munculnya stress pada kita.

Karena itu, supaya stress berkurang atau hilang, kita harus menemukan cara agar kekacauan itu pergi.

Buanglah sampah secara rutin, tak perlu menunggu sampai tong sampah penuh atau menumpuk. Begitu ada ceceran kertas tak berguna, langsung saja masukkan tempat sampah. Tegalah dalam memilah mana barang yang memang kita pergunakan, dan mana yang dibuang saja karena nggak kita pakai meski mungkin barang itu menyimpan memori yang berharga.

Biasanya sih, karena sayang, maka barang jadi numpuk dan bikin rumah jadi berantakan.

BACA JUGA


Yuk, Menata Rumah dengan Metode KonMari Demi Hidup Mama yang Lebih Nyaman dan Lebih Baik!

Yuk, Menata Rumah dengan Metode KonMari Demi Hidup Mama yang Lebih Nyaman dan Lebih Baik!

Menata rumah menjadi PR besar bagi sebagian mama, apalagi kalau rumah sudah penuh dengan timbunan barang. Tapi dengan metode KonMari, menata ...

Read more..

Libatkan penghuni rumah yang lain untuk menjaga kerapian rumah. Misalnya, setiap orang wajib menaruh baju kotor di keranjang dekat mesin cuci. Wajib juga meletakkan sepatu dan sandal dengan rapi di rak dekat pintu. Dan seterusnya.

Jika rumah lebih rapi, tingkat stress akan bisa ditekan.


7. Minta bantuan

Kita tidak bisa melakukan semua pekerjaan seorang diri, dan memang nggak perlu.

Begitu kan, Ma?

Contohnya nih, si adik ada PR. Jika kakaknya memang sudah bisa membantu, maka karyakan saja. Dengan begitu, kita pun bisa mengerjakan yang lain.

Intinya, manfaatkan kelebihan dan kemampuan anggota keluarga. Kan masing-masing punya minat dan kelebihan masing-masing.

Misalnya nih, anak saya yang gede suka kalau disuruh bikin minum atau mengatur makanan. Maka, ya sudah, saya minta saja padanya, kalau dia lagi bikin susu maka dia pun wajib bertanya pada adiknya apakah juga mau susu. Kalau adiknya mau, maka dibikinkan sekalian. Begitu juga kalau makan, adiknya juga diambilkan sekalian.

Nah, saya bisa mengerjakan yang lain.


8. Berkumpul dengan sahabat

Mengobrol dengan sahabat biasanya bisa membuat kita tersenyum, bahkan tertawa lepas. Setuju, Ma?

Menurut Dr. Meg Meeker, sahabat merupakan salah satu sumber kebahagiaan, sekaligus tempat menumpahkan unek-unek.

Saat sedang down atau stress, sahabat akan mau mendengarkan keluh kesah dan membuat kita tersenyum lagi. Bisa dikatakan, keberadaan teman dekat ini berperan cukup besar dalam menjaga “kewarasan” seorang mama. Karena itu tetaplah jalin hubungan baik dengan sahabat-sahabat wanita kita.


BACA JUGA


Istri Kurang Bahagia? Barangkali Bisa Ditemukan Jawabannya dalam Beberapa Hal Berikut Ini!

Istri Kurang Bahagia? Barangkali Bisa Ditemukan Jawabannya dalam Beberapa Hal Berikut Ini!

Sebagai istri dan mama, kita memang dikuatkan untuk menyelesaikan tugas beragam yang menuntut banyak peran. Namun kita bukan manusia super. ...

Read more..


Ternyata hidup bahagia itu tak sesulit yang kita pikirkan, ya, Ma. Tak selamanya juga hidup bahagia itu harus diukur dari materi yang kita punya. Semua lebih ke apa yang kita jalani setiap hari, bagaimana kita mengaturnya. Percayalah, hidup bahagia itu terkadang bersumber dari hal-hal kecil.

Semangat, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar