Hubungan Cinta Jarak Jauh Mama dan Papa Sedang Berada di Ujung Tanduk Jika 5 Tanda Bahaya Ini Sedang Terjadi

Hubungan Cinta Jarak Jauh Mama dan Papa Sedang Berada di Ujung Tanduk Jika 5 Tanda Bahaya Ini Sedang Terjadi

2.1K
Keberhasilan hubungan cinta jarak jauh tergantung pada komunikasi dan saling percaya. Maka pastikan tidak ada 5 tanda bahaya ini dalam hubungan cinta jarak jauh Mama dan Papa.

Menjalani hubungan cinta jarak jauh, atau yang lebih kekinian disebut dengan Long Distance Marriage, memang berat bagi sebagian pasangan suami istri ya, Ma. Ujian kesetiaan, begitu kata mereka. Sementara pasangan suami istri yang lain menganggapnya sebagai jalan untuk menggapai mimpi-mimpi yang sudah mereka rencanakan.

Keberhasilan dari sebuah hubungan cinta, termasuk di dalamnya hubungan cinta jarak jauh, tentu saja tergantung pada komunikasi dan saling percaya. Mau jauh atau dekat, dua hal ini memang menjadi yang utama. Tapi semakin dirasakan bebannya saat ada jarak di tengah-tengah antara suami dan istri.

Kalau kedua hal tersebut berkurang sedikit saja, maka Mama patutlah waspada. Apalagi kemudian hadir 5 tanda berikut ini.


Jika 5 tanda bahaya ini terjadi, makahubungan cinta jarak jauh Mama dan Papa perlu mendapat perhatian lebih


1. Cemburu berlebihan


Kalau memang salah satu dari Mama atau Papa adalah tipe yang friendly dan disukai banyak teman, tentunya akan wajar jika kemudian muncul rasa waswas pada pasangan. Apalagi kalau ada jarak di antara Mama dan Papa. Tak heran, jika kemudian ada rasa cemburu yang muncul.

Konon, cemburu tandanya cinta. Tapi, kalau berlebihan, bisa jadi ‘pembunuh utama’ dalam sebuah hubungan cinta jarak jauh.

Tak hanya dalam hubungan cinta jarak jauh, yang dekat pun akan terancam jika ada rasa cemburu yang berlebihan. Karena saat rasa cemburu berlebihan itu muncul, berarti kepercayaan masing-masing pasangan berarti telah berkurang.

Untuk meminimalisir rasa cemburu yang berlebihan ini, biasakanlah untuk selalu saling terbuka tentang pergaulan Mama dan Papa. Biasanya dengan selalu menyebut nama teman saat bercerita, secara tak langsung akan membuat pasangan merasa kenal dekat dengan si teman tersebut. Apalagi jika kemudian ada kesempatan untuk saling bertemu dan berkenalan.

Dengan demikian, rasa cemburu akan diminimalisir.


2. One sided effort


It takes two to tango.

Mama tentu mengenal pepatah ini. Perlu ada dua orang agar kita bisa menari tango dengan baik. Dalam artian, untuk membina sebuah hubungan cinta yang sehat, kedua belah pihak harus sama-sama aktif. Begitu pun dalam hubungan cinta jarak jauh ini.

Jika salah satu pihak merasa hanya sendirian saat berusaha “memelihara” hubungan, sedangkan yang lain hanya santai-santai saja, berarti ada perbedaan tingkat kebutuhan akan hubungan tersebut.

Biasanya yang berimbas langsung dengan tingkat kebutuhan akan hubungan ini adalah pada kelancaran komunikasi. Misalnya, Mama adalah selalu menjadi pihak yang menghubungi lebih dulu, Mama jugalah yang datang mengunjunginya di kota lain, atau yang selalu meminta video call.

Bagi pasangan yang menjalani hubungan cinta jarak jauh, memang komunikasilah yang biasanya selalu menjadi masalah. Jika salah satu sudah merasa tak penting lagi untuk berkomunikasi dengan yang lain, berarti dia sudah tak lagi merasa perlu untuk menjaga hubungan yang sedang dijalani.

Untuk mengatasi hal ini, buatlah “peraturan” mengenai komunikasi. Saling memulai komunikasi, bergantian mengunjungi, atau melakukan video call, dapat memperlancar hubungan cinta jarak jauh Mama dan Papa.

Buatlah kesepakatan bersama yang membuat Mama dan Papa sama-sama nyaman, dan tidak merasa berjuang sendirian. Jika setelah adanya “peraturan” ini, tetap hanya satu pihak yang merasa berjuang sendirian berarti memang ada masalah yang urgent untuk segera diselesaikan.


3. Menyimpan rahasia


Kurangnya intensitas bertemu langsung dalam sebuah hubungan cinta jarak jauh dapat menyebabkan salah satu dari Mama dan Papa akan menyimpan rahasia yang dirasa tak perlu diceritakan pada pasangan. Mungkin memang tak bermaksud apa-apa saat merahasiakan suatu hal dari yang lain. Mungkin saja karena salah satunya bermaksud ingin menjaga perasaan, atau tak ingin membebani yang lain.

Tapi, minimnya pertemuan face to face akan memperbesar kemungkinan salah persepsi. Apalagi kalau sampai “ketahuan”. Wah, jadi runyam deh.

Ada baiknya, ketimbang hanya curiga berkepanjangan, jika ini terjadi pada Mama, Mama coba saja menggali informasi dari Papa perlahan-lahan. Temukan waktu yang tepat untuk bisa mengajaknya mengobrol melalui telepon, atau lebih baik lagi melalui video call karena Mama akan dapat menatap wajah Papa langsung. Buatlah Papa merasa nyaman untuk bercerita, tanpa merasa diinterogasi.


4. Menghindar dari masalah


Cara kita menghadapi dan memecahkan permasalahan saat sedang terpisah oleh jarak dalam sebuah hubungan cinta jarak jauh, tentu berbeda dengan cara penanganan masalah biasa. Waktu Mama dan Papa untuk membicarakan permasalahan tentu lebih terbatas. Hal ini kadang menimbulkan perasaan malas untuk mencari solusi permasalahan yang timbul.

Kemudian yang terjadi adalah salah satunya akan lari menghindar. Hal ini tentu saja tak akan bisa membuat Mama dan Papa lepas begitu saja dari permasalahan tersebut, bahkan mungkin akan menambah keruh.

Ada baiknya, saat ada permasalahan terjadi dalam hubungan cinta jarak jauh ini, Mama dan Papa berkompromi dulu tentang kapan bisa melakukan komunikasi untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut berdua. Hindari memilih waktu untuk berdiskusi pada saat jam kerja. Pilihlah waktu saat Mama dan Papa sedang santai sehingga tak diburu waktu.


5. Frustrasi


Menjalani hubungan cinta jarak jauh memang rawan menimbulkan perasaan insecure. Minimnya komunikasi, jarang bertemu, dan sejumlah alasan lain yang menghalangi bisa membuat Mama dan Papa menjadi stres.

Jika Mama sudah mulai frustrasi dengan hubungan cinta jarak jauh Mama, berarti ini saatnya Mama dan Papa mulai berkompromi kembali. Ingat, inti dari sebuah hubungan cinta yang dibina adalah perasaan bahagia dan nyaman yang terjadi antara kedua pasangan.

Jadi, cari tahu penyebab perasaan frustrasi Mama dan Papa. Jika ternyata alasannya adalah kesepian, berarti sekarang saatnya Mama atau Papa mencari hobi baru atau aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatian. Mama bisa bergabung dengan komunitas-komunitas hobi, atau ambil kursus kecantikan dan lain-lain.


Nah, jika kelima tanda-tanda bahaya hubungan cinta jarak jauh di atas sudah berusaha Mama atasi bersama Papa, dan tak berhasil, barangkali sudah waktunya untuk Mama dan Papa melakukan refleksi kembali. Pertanyaan-pertanyaan seperti, apakah Mama akan mampu bertahan lebih jauh, atau kapan kira-kira situasi ini akan berakhir, atau bagaimana sih sebenarnya komitmen cinta Mama dan Papa, perlu dicari jawabannya lagi.

Selamat merenung, Mama! Dan tetap semangat ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hubungan Cinta Jarak Jauh Mama dan Papa Sedang Berada di Ujung Tanduk Jika 5 Tanda Bahaya Ini Sedang Terjadi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar