Hubungan Suami Istri Tak Selamanya Mulus - Mengertilah 7 Kebutuhan Dasar Mama Ini, Pa, Demi Menjaga Kekompakan Kita!

Hubungan Suami Istri Tak Selamanya Mulus - Mengertilah 7 Kebutuhan Dasar Mama Ini, Pa, Demi Menjaga Kekompakan Kita!

10.9K
Hubungan suami istri penuh lika-liku ya, Ma. Meski satu atap, suami istri adalah 2 pribadi yang tidak mungkin sama. Pasti berbeda. Salah paham? Ah, itu biasa!

Hubungan suami istri penuh lika-liku ya, Ma. Meski satu atap, suami istri adalah 2 pribadi yang tidak mungkin sama. Pasti berbeda. Salah paham? Ah, itu biasa banget terjadi antara Mama dan Papa. Mulai dari hal kecil sampai hal besar.

Tapi, kalau jadinya selalu nggak kompak ya bakalan runyam, Ma. Mama yang barangkali punya sifat lembut, care dan sensitif, mungkin harus berkali-kali mengelus dada setiap kali menghadapi Papa yang biasanya to the point, nggak romantis, nggak peka, dan sering juga cuek akan kerapihan. Iya sih, seharusnya sifat-sifat begini kan sudah disadari sejak pacaran ya. Tapi, ah, kadang nggak semua "terbongkar" meski pacaran sudah lama baru menikah kan. Tetaplah kehidupan setelah menjadi suami istri tuh berbeda banget dari bayangan sebelumnya.

Tapi, kan memang, Ma, bahwa sebetulnya Mama dan Papa itu berbeda dan kemudian bersatu untuk saling melengkapi. Iya kan?

Cuma nih, kadang kok ya Papa itu nggak sensitif sama sekali ya? Nggak ngerti banget, apa maunya Mama?

Apa nggak bisa merasakan kalau Mama lagi pengin mandi dengan sedikit ketenangan? Lagi enak-enak gosok badan, pintu digedor cuma buat nanyain, "Kaus kaki Papa ditaruh di mana, ya?" Ya ampun! Ya, di tempat biasanyalah! Masa cuma kaus kaki saja harus disiapkan juga, nggak bisa mencari sendiri sih?

Terus, pas habis mandi, buka lemari, eh ... kok berantakan? Ya ampun, kenapa Papa nyari kaus kaki di lemarinya Mama? *tepok jidat* Akhirnya Mama mencarikan kaus kaki itu di lemari Papa. Lho, kok berantakan juga? Papa ambil baju sendiri tadi, dan main tarik saja. Aduh! Hancur deh semua yang sudah disetrika!

Duh, Papa, please deh!

Mama juga pengin Papa tahu dengan sendirinya, kalau Mama bad mood gara-gara ini sudah waktunya PMS, atau karena si Adik susah makan atau Kakak lagi rewel seharian. Iya, Papa harus tahu dengan sendirinya. Kan bisa dirasakan seharusnya!

Tapi, gimana caranya Papa bisa ngerti? Kalau Mama nggak kasih tahu. (Iya, ini jawaban si Papa.)

Sering atau nggak, Mama tiba-tiba cemberutin Papa tanpa ngasih alasan yang jelas. Misterius aja gitu. Hihi. Habisnya kan Mama sebetulnya cuma ingin ditanya, "Apa kabar hari ini?", atau barangkali hanya pengin Papa mau temenin Mama ngeteh sore sambil sekadar ngobrol ya. Nggak cuma kerjaan di kantor doang yang diobrolkan, tapi ya kali ditanya, besok pengin liburan ke mana.

Iya nggak sih, Ma? Hehehe.

Yah, kalau udah ada bete-bete kecil begini sungguh nggak enak rasanya ya, Ma. Pernah dengar kan, pepatah sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit? Ternyata itu nggak cuma berlaku buat tabungan duit, tapi juga berlaku buat kejengkelan-kejengkelan yang menumpuk di hati karena kita hanya membatin, alih-alih diungkapkan.

Hasilnya? Yah, suami istri jadi nggak kompak lagi, karena masing-masing hanya berharap saling dimengerti tanpa berkomunikasi dengan baik. Suasana rumah pun ikutan jadi panas. Akibatnya, si kecil jadi ikutan merasakan aura yang nggak enak. Makin rewel deh sehari-hari. Hadeh!

Nah, coba deh, para Papa yang kebetulan lagi baca artikel ini ya, atau mungkin Mama bisa deh cc-kan artikel ini pada Papa di Facebook, sebenarnya Mama tuh cuma butuh dimengerti akan 7 hal dasar ini saja lho, kalau lagi rewelnya kumat. Nggak perlu bingung-bingung dan jauh-jauh kok. Yes, cuma 7 hal ini saja. Hanya saja, kadang pelampiasannya memang ke mana-mana. Tapi percayalah, Pa, penuhi 7 kebutuhan Mama ini, dan Papa akan "selamat" dari muka cemberut nan misterius itu.


7 Hal dasar penyebab kerewelan Mama yang bisa mengganggu hubungan suami istri

1. Perhatian


Dari awal menikah sampai kini sudah menjadi suami istri, Mama itu selalu sangat suka kalau dikasih perhatian.

Itu sudah jadi sifat dasar perempuan sepertinya ya. Nggak ada kata bosan dengan yang satu ini. Perhatian menjadi hal yang mewah untuk Mama. Sekecil apa pun bentuk perhatian Papa, pasti Mama akan sangat senang.

Meski Papa sibuk luar biasa, jangan lupakan perhatian pada Mama ya? Saat pulang kantor, sebentar saja coba Papa tanyakan tentang harinya Mama, ada cerita apa hari ini? Sudah cukup membuat Mama nyaman. Just try it, Pa.

Nggak cuma Papa yang capek kok, Mama juga, Pa. Jadi, ayo, berbagi kecapekan supaya masing-masing pun terasa ringan.

Itu barangkali bentuk perhatian kecil. Kalau perhatian yang lebih besar, ya barangkali Papa bisa kasih kejutan mobil baru, supaya Mama nggak capek antar jemput anak sekolah pakai motor gitu. #ehgimana


2. Ingin didengar



Kadang Mama nggak minta ini itu, Pa, Mama cuma ingin didengar. Ya, Papa perlu modal telinga saja sih.

Biarkan Mama melepas beban dengan cara menuangkan kata-kata, lalu didengarkan. Kalau Mama sudah mulai judes-judes sedap saat menjawab permintaan Papa, coba deh untuk merasakannya, dan kemudian bertanya, "Ada apa?"

Sambil bersandar sejenak di bahu Papa, Mama pun bisa bercerita tentang kegundahan, kekecewaan yang Mama rasakan. Sebagai seorang istri akan terasa dicintai ketika suami mendengarkan isi hati. Jangan cuek kalau dicurhatin ya, Pa!


3. Tak mudah menjadi seorang istri


Semenit aja deh, coba Papa bayangkan, jika nggak ada Mama. Gimana, kebayang nggak, Pa?

Siapa hayo yang megang anak-anak, siapa yang masak, siapa yang ngurusin rumah dan segala perintilannya?

Well, suami istri ibarat CEO dan manager. Meski itu semua memang tugas Mama sebagai manager rumah tangga, tapi, Pa, tolonglah pahami bahwa jadi manager itu susah, Pa! Mau manager perusahaan atau manager rumah tangga, itu sama susahnya! Setiap manager butuh support penuh dari CEO. So, Papa sebagai CEO, sudah seharusnya support Mama sepenuhnya.

Setuju ya, Pa?

Jadi, gimana nih, proposal pengajuan kenaikan anggaran bulan lalu, Pa? #eh


4. Membantu tanpa diminta



Tadi malam selepas arisan, saya tiba-tiba dapat kejutan. Si papanya anak-anak laporan kalau barusan selesai ngepel.

Yeay! Betapa senangnya saya, dapat bantuan tanpa diminta. Good job!

Yes, Papa kan sudah tahu apa saja yang dikerjakan oleh Mama seharian di rumah. Jika Papa lagi selow, ketimbang hanya nonton televisi atau cuma main video games sampai kecanduan, bisa kali mengambil alih satu dua tugas domestik yang biasa Mama kerjakan. Nggak perlu yang terlalu berat juga nggak apa-apa, Pa. Misalnya sekadar cuciin piring setelah acara makan, atau sukarela siramin tanaman di halaman depan yang nggak seberapa itu.

Ah, Papa, keren bingit deh. Just help, tanpa harus diminta.


5. Mendukung hobi Mama



Nggak ada orang yang nggak memiliki hobi atau kesukaan tertentu, Pa. Begitu juga Mama. Papa jangan pura-pura nggak tahu ya. *colek hidung Papa*

Dan, selama hobi Mama positif dan baik, kenapa nggak Papa dukung saja? Misalnya, Mama hobi banget bikin kue, Papa bisa lho kasih dukungan dengan membelikan peralatannya, atau challenge si Mama untuk membuatkan kue-kue kesukaan Papa. Bisa juga memberikan Mama waktu untuk beberapa jam melakukan hobi, sementara Papa yang temani anak-anak bermain. Sounds good ya, seru deh.

Hobi itu penting bagi Mama, Pa, demi menjaga kewarasannya.


6. Ungkapan cinta


Ini dia yang menjadi hal langka dan sering terlupakan selepas masa pacaran dan sudah jadi suami istri.

Iya sih, Mama memang tahu kalau Papa sudah pastilah mencintai dan menyayangi Mama. Bukannya meragukan sih, Pa, tapi sekali lagi ya, karena wanita ingin dimengerti *lalu nyanyik*

Saying "I love you", atau sekadar kirim WhatsApp, bilang, "I miss you" ke Mama juga nggak ada salahnya kan?

Jangan sampai nih, Papa nggak pernah lagi mengungkapkan cinta ke Mama setelah menikah ya. Ungkapan cinta itu salah satu cara untuk selalu memupuk cinta, Papa. Cinta juga perlu dipelihara, kalau dibiarkan ya mati. Persis kayak tanaman.

Jangan lupa, cobain juga kasih little surprises tak hanya di hari-hari spesial saya ya, Pa. It would be so nice!


7. Maklumi kelemahan Mama


Setiap manusia pasti mempunyai kelemahan dan beberapa kekurangan.

Jadi, mohon dimaklumi ya, Pa, jika Mama punya kelemahan. Jangan dibesar-besarkan dan diungkit, itu akan membuat Mama sedih deh.

Bijaknya, beri Mama masukan berupa saran yang membangun supaya Mama jadi lebih baik. Mama pasti mengerti kok maksud Papa. Bukankah suami istri itu ada untuk saling melengkapi? Setuju dong pastinya ya, Pa!


Iyes, para suami juga memiliki cara yang berbeda, bahkan unik, untuk mencintai dan menyayangi istrinya masing-masing. Mama setuju kok. Tapi suami istri memang harus kompak selalu bukan? Dan, salah satu caranya adalah melengkapi kebutuhan satu sama lain. Nah, Mama seenggaknya hanya butuh 7 hal dasar di atas itu saja, Pa, agar Mama kemudian merasa contented.

Oke deh, semoga ngga ada miss communication lagi antara suami istri ya. Well, you can thank Rocking Mama now, karena menuliskan artikel ini sehingga memudahkan Mama untuk mengungkapkan apa yang Mama mau sebenarnya dari Papa. Tapi, Mama juga jangan kebablasan ya, pakai alasan 'karena wanita ingin dimengerti' terus untuk segala hal. Papa kan nggak bisa selalu tahu mau kita apa, Ma. Ya, intinya sih saling peka, saling mencintai dan menyayangi selalu ya. Boleh lho kasih artikel ini ke si Papa sambil bilang 'karena wanita ingin dimengerti'. Hahaha.

Be a great team ya, Mama dan Papa!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hubungan Suami Istri Tak Selamanya Mulus - Mengertilah 7 Kebutuhan Dasar Mama Ini, Pa, Demi Menjaga Kekompakan Kita!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


SUCIATI CRISTINA | @suciaticristina

Part time blogger, full time mother, creative photography. Melepas hati Dan Pikiran di cigrey.com

Silahkan login untuk memberi komentar