Ibu Bekerja Sekali Waktu Harus Melakukan Perjalanan Dinas - Begini Cara Meninggalkan Keluarga Tanpa Drama!

Ibu Bekerja Sekali Waktu Harus Melakukan Perjalanan Dinas - Begini Cara Meninggalkan Keluarga Tanpa Drama!

666
Simak bagaimana seorang ibu bekerja harus menghadapi perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar negeri tanpa khawatir berlebih meninggalkan suami dan anak di rumah.

Halo Ma! Saya lagi dalam perjalanan dengan kereta api dari Jakarta ke Cirebon untuk dinas kantor nih, dan tiba-tiba kepikiran pengen nulis mengenai topik ini. Ya, perjalanan dinas ke luar kota memang kadang menyenangkan. Namun, sebagai ibu bekerja sekaligus wanita karier, tentu banyak yang harus kita pikirkan saat harus meninggalkan suami dan anak selama berhari-hari.

Saya pribadi merasakannya sejak saya mulai bekerja di sebuah perusahaan yang memiliki cabang hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Sebagai seorang Marketing Manager, saya harus banyak bepergian mengunjungi cabang kantor kami di berbagai kota.

Awal-awal ketika harus business trip, saya mengalami parno berlebih sampai nggak bisa konsen kerja di kota tujuan! Namun di tahun ketiga saya bekerja, perjalanan dinas bukan lagi masalah.


BACA JUGA


Mau Pergi Sebentar, Ma? Ini Dia 5 Tips Jitu Agar Sukses Menitipkan Si Kecil pada Papa

Mau Pergi Sebentar, Ma? Ini Dia 5 Tips Jitu Agar Sukses Menitipkan Si Kecil pada Papa

A truly rich man is one whose children run into his arms, even when his hands are empty

Read more..


Berikut tips dari saya untuk para ibu bekerja yang harus bepergian untuk urusan kantor tanpa harus banyak drama!

1. Find a support system we can trust


Sebelum menerima tawaran pekerjaan yang menuntut Mama untuk banyak melakukan business trip ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, pastikan Mama sudah siap dengan risikonya. Mama harus memiliki support system yang bisa mendukung Mama 100% serta mem-back up saat Mama harus meninggalkan suami dan anak.

Buat saya, support system saya yang pertama adalah suami yang mendukung pekerjaan saya. Ia tidak pernah keberatan saat saya harus bepergian.

Kedua adalah keluarga besar suami yang rumahnya tidak jauh dari rumah, sehingga saya bisa menitipkan anak bersama mereka.

Support system ketiga saya adalah pembantu/suster/baby sitter yang dapat saya percaya. Meskipun saya menitipkan anak di rumah mertua, mereka hanya bertugas mengawasi. Sedangkan si bibiklah yang secara langsung mengurus anak saya.

Support system menurut saya adalah faktor paling penting bagi para ibu bekerja, supaya Mama bisa bepergian dan bekerja di luar kota tanpa sedikit-sedikit takut dan khawatir akan keadaan rumah.


2. Plan every details and write it down


Persiapan bukan hanya tentang barang apa saja yang Mama harus bawa ke kota tujuan. Persiapan lain yang tidak kalah penting untuk seorang ibu bekerja yang akan dinas keluar kota adalah merinci apa yang harus dilakukan orang kepercayaan kita saat kita pergi.

Buat saya, banyak yang saya pesankan kepada si bibik sebelum saya bepergian. Kadang untuk memastikannya saya tulis di kertas dengan jelas. Mulai dari menu makanan untuk anak setiap harinya selama saya tidak ada, hingga titipan pesan yang kondisional, misanya saya sedang menunggu paket dari online shop yang harus dia terima dua hari ke depan.

Jangan lupa titipkan uang juga ke si bibik, kalau-kalau ada keperluan rumah tangga yang tidak terduga selama kita tidak ada. Kadang mereka sungkan untuk minta ke suami, ya kan, Ma?

Nah makanya bekal uang juga penting untuk mereka selama kita tidak di rumah.


BACA JUGA


Menjadi Ibu Bekerja dan Tetap Dekat dengan Si Kecil? Bisa Banget! Lakukan 6 Hal Sederhana Ini!

Menjadi Ibu Bekerja dan Tetap Dekat dengan Si Kecil? Bisa Banget! Lakukan 6 Hal Sederhana Ini!

Menjadi ibu bekerja kadang dianggap tak punya waktu untuk si kecil. Benarkah

Read more..


3. Pamit pada anak


Seorang ibu bekerja yang harus dinas luar kota tak jarang harus berangkat ke luar kota dengan penerbangan pertama di pagi hari. Hal itu menyebabkan saya tidak sempat pamit sama anak di jam-jam saya harus berangkat.

Untuk itu, saya selalu mengusahakan untuk pulang cepat sehari sebelumnya dan menghabiskan waktu di malam hari dengannya, tidak lupa bercerita bahwa besok saya harus berangkat ke kota A di pagi hari. Meskipun keesokan harinya dia pasti lupa, namun perasaan lega bahwa saya sudah ‘pamit’ sama anak, membuat saya lebih tenang saat berangkat.

Keesokan harinya saat ia sudah bangun, saya pastikan untuk menelepon atau melakukan video call dengannya. Selain video call ke anak, saya juga menyempatkan menelepon si bibik paling tidak 1 kali dalam sehari untuk memastikan semuanya dilakukan sesuai amanat kita.


4. Jangan parno


Saya pernah panik, khawatir, serba ribet di luar kota, demi memastikan anak di rumah baik-baik saja. Apa tandanya? Tandanya saya menelepon orang rumah hampir setiap jam saking kepikirannya. Hehehe.

Lama kelamaan saya sadar, saat ketiga hal di atas sudah saya lakukan, ternyata saya benar-benar bisa santai lo. Santai dalam artian ya, bisa fokus pada pekerjaan yang harus dilakukan dan yakin bahwa keluarga kita baik-baik saja di rumah.

Nah, jika Mama masih sering ribet, khawatir, dan parno-parno lainnya, kemungkinan besar Mama belum 100% percaya pada support system Mama, dan persiapan yang Mama lakukan kepada orang kepercayaan Mama.

Jika hal ini dirasakan setiap kali Mama harus bepergian, mungkin ada baiknya Mama mempertimbangkan untuk mengajak anak dan pengasuh untuk ikut ke luar kota bersama Mama. Atau, jika itu tidak memungkinkan, Mama bisa meminta izin kepada atasan untuk mengurangi bahkan membatalkan agenda business trip Mama ke luar kota.

Bagaimanapun, bagi seorang ibu bekerja, keluargalah tetap yang utama kan?


BACA JUGA


Jadi Ibu Bekerja Itu Sudah Nggak Sempat Ngapa-ngapain! 7 Trik Kecil Ini Bisa Membantu Mama Menghemat Waktu

Jadi Ibu Bekerja Itu Sudah Nggak Sempat Ngapa-ngapain! 7 Trik Kecil Ini Bisa Membantu Mama Menghemat Waktu

Waktu, kalau seorang ibu bekerja nggak pintar-pintar mengaturnya bisa jadi bakalan kecapekan luar biasa tapi nggak ada hasil apa-apa. Means ...

Read more..


Sekian saran dari saya untuk para ibu bekerja yang harus menghadapi business trip meninggalkan keluarga di rumah. Semoga berguna untuk perjalanan dinas Mama yang tanpa drama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibu Bekerja Sekali Waktu Harus Melakukan Perjalanan Dinas - Begini Cara Meninggalkan Keluarga Tanpa Drama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Zaneti Sugiharti | @mamabekerja

Halo, saya adalah seorang Mama bekerja yang memiliki anak usia 2,5 tahun. Melalui tulisan saya semoga Mama - Mama bekerja lainnya bisa terinspirasi dan mendapatkan informasi berguna. Salam!

Silahkan login untuk memberi komentar