Ibu Hamil Sering Menangis? Awas, Ternyata Begini Efeknya pada Janin!

healthline

Ibu Hamil Sering Menangis? Awas, Ternyata Begini Efeknya pada Janin!

3.5K
Ibu hamil memang harus sangat menjaga semua yang berkaitan dengan dirinya sendiri, makanan misalnya. Termasuk kalau ibu hamil sering menangis. Ternyata bisa memengaruhi janin lho.

Kepercayaan bahwa perasaan ibu hamil bisa memengaruhi kondisi janin ternyata benar adanya loh, Ma.

Penelitian dari Association for Psychological Science menemukan, bahwa perkembangan janin berusia 6 bulan ternyata dapat dipengaruhi oleh perasaan sang ibu. Efeknya pun tidak sementara, Ma. Kondisi kesehatan mental ibu hamil ini ternyata dapat memengaruhi dan membentuk perilaku anak hingga ia besar nanti.

Lalu, apakah jika Mama sering menangis saat hamil, maka tangisan Mama memengaruhi janin?

Tentu saja!

Simak ulasan di bawah ini ya, Ma sebab ada beberapa kategori penyebab ibu hamil suka menangis, dan efek tangisan tersebut terhadap sang buah hati.


BACA JUGA


Penuhi 2 Jenis Nutrisi Ibu Hamil Ini Agar Mama Bisa Menjalani Kehamilan dengan Sehat dan Bahagia!

Penuhi 2 Jenis Nutrisi Ibu Hamil Ini Agar Mama Bisa Menjalani Kehamilan dengan Sehat dan Bahagia!

Nutrisi ibu hamil ada 2; nutrisi ibu hamil secara fisik, dan nutrisi jiwa. Penuhi keduanya untuk masa kehamilan yang sehat dan bahagia

Read more..


4 Penyebab ibu hamil sering menangis, dan efeknya pada janin

1. Ibu yang stres

Setiap ibu hamil pasti sesekali mengalami tekanan yang membuat stres.

Namun, tetap tenang, Ma, tangisan Mama saat stres selama hamil mungkin tidak akan memberikan efek permanen pada janin. Akan tetapi, jika Mama sudah mengalami kecemasan jangka panjang atau depresi, maka perasaan dan tangisan Mama akan berefek besar dan lama pada janin.

Ibu hamil yang memiliki kecemasan tinggi selama menjalani proses kehamilannya berkemungkinan lebih besar untuk memiliki bayi yang rewel dan kolik.

Mengapa demikian?

Karena saat Mama stres, tubuh secara otomatis akan menciptakan hormon stres. Nah, hormon ini sangat mungkin memasuki plasenta. Jika janin sering terkena hormon stres, maka kemungkinan besar ia juga akan mengalami stres kronis.

Inilah mengapa para ibu hamil disarankan untuk jauh-jauh dari kondisi stres ya, Ma. So, ayo, Ma, cari apa yang menjadi penyebab stres Mama, lalu mungkin Mama bisa mulai mengatasinya dengan membicarakannya dengan Papa.


2. Ibu yang depresi

10% ibu hamil mengalami depresi kehamilan. Jadi sebenarnya, depresi kehamilan cukup wajar terjadi pada ibu hamil, seperti depresi pascamelahirkan, atau baby blues.

Jika Mama mengalami, atau mengenal seseorang yang depresi selama kehamilannya, segeralah hubungi dokter atau ahli terdekat. Anak yang lahir dari ibu yang depresi 1,5 kali lebih mungkin mengalami depresi di usia 18 tahun, dan memiliki masalah mental dan emosi, seperti agresif.

Depresi yang Mama alami pun dapat pula berefek pada perkembangan anak, meskipun tidak pasti ya, karena tetap dipengaruhi seberapa parahnya depresi Mama.

Menurut penelitian, jika seorang ibu hamil mengalami depresi, dan tetap depresi pascamelahirkan, bisa saja bayi akan mengalami perkembangan yang normal. Jika ibu hamil memiliki kondisi mental dan emosi yang sehat hingga setelah melahirkan, bayi pun akan berkembang secara normal.

Namun jika kondisi ibu berubah, misalnya ibu hamil dalam kondisi sehat, tetapi kemudian mengalami depresi pascamelahirkan, maka perkembangan anak pun akan menjadi lambat.


BACA JUGA


Saya Tak Ingin Hamil Lagi, Tapi Kemudian Saya Menemukan Cinta

Saya Tak Ingin Hamil Lagi, Tapi Kemudian Saya Menemukan Cinta

Tak ingin hamil anak kedua saat si sulung masih 7 bulan. Tapi apa mungkin kehadirannya saya tolak

Read more..


3. Ibu yang membenci kehamilan

Ada memang kondisi tertentu yang membuat seorang ibu hamil membenci kehamilannya sendiri.

Dan, rasa marah dan kebencian yang Mama rasakan sepanjang kehamilan akan bisa membuat kondisi janin menjadi buruk. Penelitian membuktikan, bahwa ibu hamil yang tidak merasa terikat dengan bayi akan melahirkan anak dengan gangguan emosi.

So, Mama, jika Mama mengalami hal ini, sebaiknya segeralah cari bantuan dari tangan profesional untuk mengatasinya. Demi janin yang ada di perut Mama.


4. Ibu yang sesekali sedih saat hamil

Setiap ibu hamil bisa saja akan merasakan sedih sesekali saat hamil. Begitu juga Mama. Mungkin suatu kali, Mama sedih karena merasa kurang percaya diri. Bisakah nanti merawat bayi yang sudah dianugerahkan Tuhan itu? Atau, bagaimana harus mengatasi kondisi-kondisi yang terjadi sekarang yang mungkin agak menyulitkan? Dan juga banyak alasan lain penyebab Mama merasa menjadi ibu hamil yang tak bahagia.

Well, itu semua wajar kok, Ma. Jika pikiran-pikiran sedih itu sesekali terlintas, itu sangat wajar, karena memang ada perubahan hormon dalam diri Mama yang kadang menimbulkan mood swing.

Nggak apa-apa, Ma. Jangan terlalu khawatir. Stres yang datang sesekali tidak akan memberikan efek jangka panjang pada janin. Namun, sebaiknya, juga jangan dibiarkan berlarut-larut ya, Ma. Segera temukan solusi untuk mengatasi stres Mama ini.



Lalu, apa yang harus Mama lakukan sekarang?

Carilah bantuan sesegera mungkin! Mama bisa membuat langkah awal dengan mempelajari gejala depresi, kemudian menghubungi psikolog atau dokter kandungan terdekat.

Jika memang sudah tidak tertolong, Mama boleh meminta resep obat depresi yang aman bagi ibu hamil. Namun jika tidak ingin, Mama bisa memulainya dengan mandi lebih lama, melakukan yoga, berlibur, melakukan hal yang baru dan menyenangkan, juga banyak bersyukur!

Nah, selamat menjalani kehamilan Mama dengan bahagia ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibu Hamil Sering Menangis? Awas, Ternyata Begini Efeknya pada Janin!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Azyyati | @raidahazyyati

Silahkan login untuk memberi komentar