Ibu Rumah Tangga yang Baik, Bahagia Sekaligus Produktif Bisa Mama Peroleh Dengan 9 Cara Ini!

Ibu Rumah Tangga yang Baik, Bahagia Sekaligus Produktif Bisa Mama Peroleh Dengan 9 Cara Ini!

1.9K
Menjadi ibu rumah tangga yang baik, bahagia dan produktif dalam satu waktu? Hmm ... bisa nggak, ya? Bisa! Bisa banget, kok, Ma! Tapi kan cucian menumpuk, musim hujan pula. Belum lagi rumah masih berantakan, makan siang belum siap, piring sarapan keluarga belum dibersihkan, si bayi tantrum, dan sebentar lagi waktunya jemput si Kakak. Aduduh, gimana dong?

Lupakan perang tak berkesudahan ibu bekerja vs ibu rumah tangga. Baik ibu bekerja maupun ibu rumah tangga sama-sama harus bahagia sekaligus produktif. Mama adalah working mom? Do your best for your job and family. Mama seorang stay-at-home mom? Berbahagialah dan teruslah melakukan hal-hal kreatif nan positif yang bermanfaat untuk keluarga serta orang-orang di sekitar Mama. Karena sejatinya, Mama adalah ibu rumah tangga yang baik terlepas dari bekerja atau stay at home.

Percayalah, Ma, baik ibu bekerja maupun ibu rumah tangga memiliki tantangan masing-masing. Ibu rumah tangga, misalnya, 'ditantang' untuk pandai-pandai mengatur waktu agar urusan rumah tangga yang seolah nggak ada habisnya itu bisa terpenuhi. Itu semua dilakukan demi sebuah predikat ibu rumah tangga yang baik, bener nggak?

Okelah, pada hari Minggu, semuanya aman terkendali. Sarapan sudah terhidang di atas meja sejak sebelum subuh, mesin cuci sudah 'bertugas' sejak pagi, anak-anak bermain ceria bersama si Papa di halaman rumah, sementara Mama bisa me-time sejenak baca-baca buku pengembangan diri setelah mandi dan sedikit bersolek. Sedapnya!

Eh tapi di hari lain semuanya berbalik 180 derajat. Pagi yang super hectic, sarapan hanya bisa setangkup roti dengan selai stroberi dan segelas susu, anak-anak ogah-ogahan ke sekolah dan si Dedek pakai acara uring-uringan karena malas menggosok gigi. Ulala, Hayati lelah, Bang!

Kalau sudah dihadapkan pada situasi seperti ini, mungkin Mama kerap bertanya-tanya dalam hati: bagaimana bisa jadi ibu rumah tangga yang baik plus bahagia sekaligus produktif? Mungkin hanya bisa salah satunya: bahagia tapi kurang produktif atau kurang bahagia karena lelah tapi sangat produktif?

Eits, jangan buru-buru patah semangat, dong, Ma! Ayo, bangkitkan semangat Mama! Produktivitas Mama tidak harus membuat Mama tidak --atau kurang-- bahagia, pun sebaliknya.


Ini dia 9 cara yang bisa Mama lakukan agar selalu bahagia dan produktif. Dicoba, yuk!


1. Bangun lebih pagi dari anggota keluarga lainnya


Photo via HuffPost


Hmm ... jadi kita harus bangun lebih pagi dari yang lainnya? Duh, padahal mama-mama kan biasanya tidur paling akhir? Masih ngantuk, dong, ah! Memang masih ngantuk, Ma, tapi ini adalah tip jitu agar Mama bisa produktif tapi nggak pakai acara uring-uringan. Coba, deh, Mama bangun lebih pagi dari anggota keluarga lainnya dan rasakan perbedaannya.

Tahu nggak, Ma, kenapa Mama sebaiknya bangun lebih pagi dibandingkan anggota keluarga lainnya? Dengan bangun duluan ketimbang si Papa atau si Kecil, Mama bisa me-time sebelum suasana menjadi hiruk-pikuk. Boro-boro me-time, bisa sedikit santai aja nggak bisa.

Nah, kalau bangun lebih awal dari yang lain, nih, Mama bisa mandi-mandi imut (jangan lupa gosok gigi, ya, Ma) kemudian lanjut menyiapkan sarapan keluarga sambil ngopi-ngopi cantik dan update berita terkini entah lewat televisi atau telepon pintar Mama. Bukankah itu suatu cara yang asyik dalam mengawali hari, Ma?

Dan ketika anggota keluarga lain akhirnya bangun, kita sudah mendapatkan suntikan semangat dan energi positif. Ayo aja, deh, kalau si Kecil minta dibantu mempersiapkan dirinya ke sekolah. Suasana memang tetap hectic --dan itu wajar untuk keluarga dengan anak kecil--namun paling tidak Mama sudah bersih, wangi, perut terisi, dan beberapa urusan rumah sudah dilakukan, tinggal beberapa hal lain saja, kan? Mood baik tercipta dan Mama pun bahagia beraktivitas.

Bandingkan jika Mama bangun bersamaan dengan si Kecil dan si bayi --atau bahkan lebih lambat. Mama masih kucel, badan lengket penuh keringat, rambut masih awut-awutan, si bayi tantrum, si Kakak minta digendong ke kamar mandi, si Papa buru-buru berangkat ke kantor karena ada meeting pagi sementara sarapan belum siap dan rumah masih berantakan bak kapal pecah ... Aargh! Rasanya ingin teriak sekuat tenaga dan lari entah ke mana, ya, Ma?

Jadi, Ma, nggak ada salahnya mencoba tip ini. Mulai besok, yuk bangun lebih pagi lagi agar Mama bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik dan produktif sekaligus bahagia!


2. Buat 'to-do-list' dan 'goal' Mama setiap hari



Duh, bikin capek aja, ih, bikin to-do-list. Biarlah semua mengalir seperti air!

Nggak salah, sih, Ma, tapi kalau selama ini Mama melakukan aktivitas harian tanpa jadwal atau set the goal dan pada akhirnya Mama bete karena nggak bisa produktif ataupun bahagia, itu saatnya Mama mengubah pola.

Coba, deh, lakukan tip ini. Bikin jadwal harian, Ma, apa-apa saja yang Mama perlukan hari ini. Misalnya Mama tahu hari ini Mama harus mengurus pembayaran ini dan itu, maka masukkan dalam daftar teratas sebelum melakukan aktivitas lain sebelum Mama lupa. Buat daftar sebisa Mama. Jika Mama bisa membuat daftar yang detail, lakukan. Namun jika hanya bisa sekilas saja, nggak apa-apa juga, kok. Intinya, Mama tahu mana yang jadi prioritas hari ini.

Susunlah to-do-list pada malam hari menjelang tidur. Dengan menyusun jadwal seperti itu, Mama paling tidak terbantu dan mengetahui apa-apa yang sebaiknya Mama kerjakan esok hari.

Misalnya, pagi-pagi jadwal Mama adalah memasak dan membersihkan ruang makan, dilanjutkan mengantar anak ke sekolah, pergi ke berbagai tempat untuk keperluan ini-itu, pulang ke rumah istirahat sejenak, sebelum akhirnya beberes rumah, cuci baju, dan lainnya. Dan goal Mama hari ini adalah rumah kinclong, makanan sehat terhidang saat anak-anak dan suami pulang. Kurang lebih seperti itu, Ma.

Jika putra/putri Mama kebetulan sudah sedikit besar, Mama boleh juga menyusun jadwal untuk mereka. Tentu bukan tugas yang berat, Ma. Sekadar menyiram tanaman pada sore hari atau menyiapkan piring dan gelas saat makan malam sudah cukup, kok. Begitu pun Papa. Nggak ada salahnya Papa juga diberi jadwal harian. Misalnya mencuci mobil sebelum tidur atau memberi makan kelinci kesayangan.

Tapi Mama tetap harus realistis dalam membuat jadwal, ya. Kalau Mama memang merasa tidak mungkin melakoni semuanya, tidak perlu ditulis, Ma. Pastikan jadwal yang Mama buat adalah jadwal yang benar-benar sanggup Mama --dan keluarga-- kerjakan.


3. Cicil pekerjaan rumah setiap hari


Photo via HuffPost


Mama setuju, kan, mencicil pekerjaan setiap hari jauh lebih ringan dibandingkan melakukan semuanya sekaligus dalam satu waktu?

Exactly, Ma, itulah yang sebaiknya Mama lakukan. Jangan menumpuk seluruh pekerjaan dan kemudian mengerjakannya dalam satu atau dua hari. Duh, big no no, Ma. Yang ada Mama malah kelelahan dan bisa lebih uring-uringan lagi. Ugh!

Memang, namanya punya anak kecil tentu rumah akan selalu berantakan. Itu normal, Ma. Tetapi, jika Mama mencicil membereskannya satu per satu, Mama paling tidak terbantu. Misalnya gini, Ma, hari ini Mama paling sumpek melihat ruang tamu berantakan. Nah, jadikan itu prioritas hari ini. Ruangan lain bisa dilakukan di lain waktu, sehingga Mama tidak terlalu kepayahan dalam mengerjakannya. Atau mungkin satu hari satu ruangan, Ma?

Dalam sehari, paling nggak Mama selalu melakukan aktivitas rumah tangga. Tentukan mana yang menjadi prioritas dan lakukan secara berkala. Katakanlah hari ini membereskan ruang tamu, dapur plus mencuci baju, besok merapikan kamar anak-anak, mencuci baju, dan berkebun. Usahakan mencuci baju setiap hari, Ma, agar beban pekerjaan Mama terasa lebih ringan. Saya pernah merasa pusing tujuh keliling ketika menyadari baju-baju di lemari sudah turun semua dan itu berarti tumpukan cucian baju selemari, Ma! Duh!

Bisa juga dengan selalu membereskan mainan si Kecil sebelum tidur sehingga keesokan harinya Mama tidak suntuk melihat mainan berceceran di mana-mana. Bagaimana jika besok berantakan lagi? Ya dibereskan lagi, Ma, sebelum tidur. Nggak masalah, kan?


4. Patuhi jadwal yang telah dibuat



Yup, jangan abaikan jadwal yang telah Mama buat. Tetaplah konsisten, karena melewatkan satu jadwal saja, bisa dipastikan Mama akan keteteran untuk berikutnya. Apalagi jika Mama memiliki anak kecil, balita atau bayi. Penting sekali untuk stick to a schedule, Ma!

Kalau nggak, hmm ... Mama bisa senewen saat tiba-tiba tamu datang sedangkan rumah masih dalam keadaan berantakan. Akibatnya, Mama merasa bersalah dan berulang kali meminta maaf kepada tamu karena belum sempat beberes rumah. Duh!

Jika memilih tidak membuat jadwal harian, Mama bisa mencoba untuk konsisten melakukan rutinitas harian Mama setiap harinya. Contohnya, setiap hari bangun pukul sekian, bermain dengan anak jam segini, makan siang dan malam pada waktu biasanya, pun tidur sudah rutin pukul berapa. Pola yang teratur dan konsisten seperti ini selain memudahkan pekerjaan Mama, juga akan membuat Mama selalu produktif dan bahagia. Iya, kan?


5. Sempatkan melakukan hobi atau 'me-time'



Rutinitas terkadang membosankan dan itu normal. Agar Mama kembali fresh, dan bisa tetap produktif sebagai ibu rumah tangga sekaligus bahagia, sempatkan waktu untuk Mama sendiri. Me time gitulah, Ma.

Sediakan waktu untuk memanjakan diri Mama, bisa dengan menjalani hobi ataupun hangout bersama teman untuk sekadar nyalon atau spa. Terserah apa kesukaan Mama.

Tapi kan waktunya nggak ada? Kalau kita keluar atau menjalani hobi, siapa yang mengurus anak-anak dan rumah? Aduh, Ma, Mama bukannya mau pergi ke luar negeri berhari-hari. Cuma beberapa jam saja --atau beberapa menit-- saja, kok. Bahkan, Mama bisa melakukan hobi Mama sambil menemani si Kecil bermain, lho! See, menjadi ibu rumah tangga yang baik memang serba kompleks, ya.

Misalnya merajut atau mungkin mewarnai coloring book for adult yang sedang happening itu, atau memotret makanan dengan ponsel untuk foto yang lebih Instagramable dan mengundang 'like'? Semua itu kan bisa Mama lakukan di sela-sela produktivitas Mama sebagai ibu rumah tangga, kan? See, Mama bisa jadi ibu rumah tangga yang bahagia sekaligus produktif, kan?

Benar, lho, Ma, me-time itu penting banget untuk menjaga 'kewarasan' Mama. Sebab, menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang baik itu tidak mudah. Begitu pula aktivitas rumah tangga yang seolah tiada akhir, ada saja yang harus selalu dibereskan, apalagi jika Mama memiliki anak yang masih kecil-kecil.

Karena itu, Ma, upayakan Mama tetap memiliki waktu untuk Mama sendiri, entah itu pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Pada pagi hari sebelum yang lain bangun, misalnya, Mama bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan ngopi-ngopi atau ngeteh-ngeteh cantik sambil menikmati kudapan hangat dan membaca berita terkini. Siang hari ketika si Kakak sekolah dan si Kecil tidur, Mama bisa menyempatkan diri untuk beristirahat. Take a power nap, Ma!

Saat si Papa sedang libur, Mama bisa meminta kerjasamanya. Papa bermain dengan anak sementara Mama melakukan hobi Mama seperti berkebun, membuat decoupage, membaca buku, menulis di blog Mama, atau apapun yang dapat membebaskan Mama dari kepenatan.

Bisa juga dengan pergi keluar entah bersama saudara, teman, atau justru bersama Papa dan si Kecil. Jika Mama penyuka buku, Mama bisa melakukan me-time dengan pergi ke toko buku untuk membeli novel-novel terbaru dari penulis kesayangan Mama. Boleh sekalian mengajak Papa dan si Kecil agar si Kecil makin mencintai buku dan gemar membaca.

Menjadi ibu rumah tangga (stay-at-home mom) bukan berarti Mama secara harfiah harus terus berada di rumah. Ibu rumah tangga juga berhak dan perlu keluar rumah untuk melakukan me-time maupun berjalan-jalan dengan keluarga agar tubuh dan pikiran kembali fresh. Bahkan, hanya sekadar keluar ke taman atau playground kompleks selama kurang dari 1 jam bersama anak-anak sudah cukup membantu Mama untuk tetap segar.

Setuju, kan, Ma?


6. Sempatkan waktu berdua --hanya berdua-- dengan papa



Tip satu ini nggak kalah pentingnya dengan tip tentang me-time di atas. Betul sekali, Ma, sesekali berduaan dengan Papa bisa membantu mengembalikan semangat Mama yang pada akhirnya membuat Mama menjadi ibu rumah tangga yang baik, bahagia sekaligus produktif.

Sempatkan diri untuk pergi berdua, benar-benar hanya berdua dengan suami. Nggak tega dengan anak-anak? Bolehlah pergi bersama anak-anak, tetapi upayakan Mama tetap meluangkan waktu untuk berdua dengan si Papa, meski sekadar ngobrol. Misalnya Mama terpaksa harus membawa si Kecil, Mama bisa duduk berdampingan atau berhadapan dengan Papa saat di restoran dan ngobrollah berdua.

Namun akan lebih baik jika sesekali Mama pergi benar-benar berdua dengan si Papa. Si Kecil bisa Mama titipkan sebentar pada keluarga atau siapapun yang Mama percaya. Pergilah bersama suami ke tempat yang bisa membuat Mama kembali rileks: ke rumah makan di ujung kompleks, tempat belanja, toko buku, di mana saja yang menurut Mama dan Papa cocok. Intinya, apapun dan ke manapun yang penting bisa mengembalikan kemesraan Mama dan Papa agar lebih bergairah lagi menjalani aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Sip sip!


7. Sesekali ajak si Kecil membantu Mama



Ini ide yang cemerlang, lho, Ma! Mengajak anak terlibat dalam kegiatan rumah.

Kalau anak Mama masih tergolong kecil, lakukan sesekali saja karena dia masih dalam tahap belajar. Sedangkan jika putra/putri Mama sudah cukup besar, nggak ada salahnya membuat jadwal harian untuk mereka. Tentu saja pekerjaan yang ringan-ringan, ya, Ma, seperti mencuci piring bekas makannya sendiri, mengelap meja atau jendela, menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, memetik sayur saat Mama sedang memasak, membereskan mainannya sendiri setiap akan tidur, dan sebagainya.

Selain meringankan tugas Mama, melibatkan anak dalam kegiatan rumah --seperti memasak bersama si Kecil-- dapat menjadi pembelajaran untuk mereka ke depannya. Sehingga ketika mereka beranjak remaja, mereka sudah tidak canggung melakukan hal-hal seperti menyapu rumah, membereskan dapur, halaman, dan lain-lain.

Hmm ... bukannya melibatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga malah merepotkan dan bikin lama? Awalnya memang iya, Ma. Namanya juga masih belajar, tentu mereka butuh penyesuaian. Pandu dan ajari mereka step-step-nya. Percayalah, Ma, lambat laun mereka pasti bisa mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dengan baik.

Sisi positifnya lagi, Ma, mereka akan merasa dihargai dan bahagia mendapat kepercayaan dari Mama. Pada akhirnya hal ini akan memupuk kepercayaan diri mereka, membuat mereka mengerti akan tanggung jawab masing-masing, sekaligus bersenang-senang dengan Mama!

So sweet, bukan?


8. Batasi penggunaan gadget



Hayo, sudah berapa jam Mama pegang gadget Mama? Satu jam saja? Ah, yang benar! Pegang telepon pintar sudah berapa jam, Ma? Laptop? Konsol game? *uhuk*

Kalau boleh jujur, coba Mama tanyakan kepada diri sendiri, apa yang paling membuat Mama sulit fokus pada kegiatan Mama sehari-hari? Perangkat elektronik, kan, Ma? Yang merasa, silakan ngacung. *saya ngacung. eh?*

Memang betul, Ma, teknologi tidak dapat kita hindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, setidaknya kita bakal bersinggungan dengan teknologi. Teknologi memang bukan untuk dijauhi, Ma, tapi bukan berarti kita harus 'memeluknya' setiap saat karena tetap saja ada racun teknologi yang tanpa sadar telah mengontaminasi kita sehari-hari.

Bangun tidur langsung pegang smartphone untuk ngecek medsos, mulai Twitter, Instagram, Facebook, Path, endebre-endebre. Anak-anak berangkat sekolah, Mama langsung bebas lepas bermedsos ria. Update status-lah, ngelike-lah, share ini-itulah, dan sebagainya. Belum lagi rumpi-rumpi dengan grup online orangtua siswa lain di sekolah dan grup-grup lainnya yang nggak kalah menarik.

Belum lagi sinetron di TV kok seru banget. Eh habis gitu ada gosip-gosip artis yang lagi hot-hotnya, nih. Lah, setelah itu, kok, berita siangnya bikin pensaran, ya. And finally, Mama tidak sadar waktu berlalu begitu cepat.

Perasaan baru aja pegang ponsel pintar dan nonton TV, eh sudah waktunya jemput anak-anak sekolah. Duh, padahal rumah masih kayak kapal pecah, bahan makan siang belum disentuh, tumpukan baju kotor menggunung, etc etc.

Aaargh!

Rasanya gimana gitu, ya, Ma? Terlalu banyak bersinggungan dengan perangkat elektronik membuat produktivitas menurun, ya, Ma? Dan pada akhirnya, Mama pun uring-uringan karena segala sesuatunya tidak sesuai harapan Mama.

Yuk mulai membatasi diri dan bijak menggunakan gadget. Gunakan sewajarnya dan seperlunya saja. Selain bisa lebih produktif, Mama bisa membantu si Kecil untuk tidak kecanduan gadget, karena anak adalah peniru ulung, lho, Ma. Kalau mamanya ke mana-mana memegang gadget-nya, sangat mungkin si Kecil melakukan hal serupa.

Akan lebih baik jika Mama membatasi waktu ber-gadget ria sehingga bisa melakukan aktivitas non-gadget dengan si Kecil. Bermain apa saja yang tanpa menggunakan smartphone, Ma, semisal ular tangga, badminton di luar rumah, petak umpet, slime, dan kegiatan kreatif lainnya.

Reminder juga untuk saya, nih, Ma.


9. ... Dan yang terpenting, selalu bersyukur dan mencintai keluarga Mama sepenuh hati



Yang paling penting, nih, Ma, agar dapat menjadi ibu rumah tangga yang bahagia sekaligus produktif, Mama harus selalu bersyukur. Bersyukur atas karunia Tuhan yang luar biasa untuk Mama dan keluarga, bersyukur Mama dikelilingi suami dan anak-anak yang sehat, cerdas, dan menyenangkan mata dan hati Mama dan Papa, bersyukur atas berkah keluarga yang Tuhan berikan kepada Mama. Tidakkah syukur akan membuat kita senantiasa lapang hati dan bahagia?

Yang juga tak kalah pentingnya, Ma, cintai keluarga Mama dengan sepenuh hati, no matter what. Susah dan senang yang Mama lalui bersama-sama anggota keluarga Mama hendaknya selalu disikapi dengan kepala dingin dan pemikiran positif.

Ketika Mama menunjukkan cinta dan kasih sayang setulus hati Mama kepada Papa dan si Kecil, maka mereka akan melakukan hal yang serupa kepada Mama dan itulah awal dari kebahagiaan Mama sesungguhnya.

Jadi, Ma, peluk, cium, dan bersenang-senanglah bersama keluarga karena hal-hal kecil --namun bermakna-- seperti ini akan membuat hari-hari Mama sebagai ibu rumah tangga yang baik selalu diliputi rasa bahagia dan bisa tetap produktif.

Stay happy, Mama! Salam hangat untuk keluarga!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibu Rumah Tangga yang Baik, Bahagia Sekaligus Produktif Bisa Mama Peroleh Dengan 9 Cara Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.

Silahkan login untuk memberi komentar