Imunisasi Adalah Hak Anak Kita untuk Mendapatkan Jaminan Kesehatan! Yuk, Ma, Kenali, Pahami dan Penuhi!

Imunisasi Adalah Hak Anak Kita untuk Mendapatkan Jaminan Kesehatan! Yuk, Ma, Kenali, Pahami dan Penuhi!

538
Imunisasi adalah salah satu hak anak yang wajib untuk kita penuhi, Ma. Yaitu, hak mereka untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Tegakah Mama merampas hak anak satu ini, setelah berjuang memenuhi haknya di hal lain?

Perang pendapat antara kubu vaksin dan antivaksin, bahwa anak sebaiknya diberi imunisasi atau enggak, masih terus seru berlangsung nampaknya. Entah mengapa kini makin seru saja, apalagi diramaikan oleh para public figure yang ikut-ikutan memengaruhi perang pendapat ini.

Ah, saya mah nggak akan bahas soal para seleb-seleb yang sepertinya malah dengan sengaja memperkeruh suasana alih-alih memberikan edukasi yang baik ini.

Saya mau berbagi soal imunisasi saja. Barangkali bisa jadi salah satu bahan pertimbangan bagi Mama yang masih "terjebak di persimpangan". Tsah.

Pada dasarnya, imunisasi sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Ada beberapa jenis imunisasi pokok yang harus diberikan pada bayi Mama. Dan kita, sebagai mama yang perhatian terhadap kesehatan anak kita sendiri, harus memahami imunisasi agar tumbuh kembang bayi pun normal dan nggak mudah terkena penyakit.

Imunisasi, pada dasarnya, adalah pemberian kekebalan pada tubuh terhadap penyakit dengan memasukkan serum (kuman yang sudah dilemahkan) ke dalam tubuh.

Imunisasi biasanya diberikan kepada bayi karena sistem kekebalan tubuhnya masih rendah, belumlah seberkembang dan sebaik orang dewasa. Imunisasi nggak cukup dilakukan sekali saja, Ma, namun harus beberapa kali secara bertahap dan lengkap


BACA JUGA


Menjaga Kesehatan Anak? Mulailah dari Beberapa Kebiasaan Kecil Ini untuk Manfaatnya hingga Jauh ke Masa Depan Nanti!

Menjaga Kesehatan Anak? Mulailah dari Beberapa Kebiasaan Kecil Ini untuk Manfaatnya hingga Jauh ke Masa Depan Nanti!

Kesehatan anak ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaannya yang sudah diajarkan oleh Mama sejak kecil. So, jangan pernah menyepelekan beberapa ...

Read more..


Macam-macam Imunisasi

Menurut beberapa literatur yang saya baca, imunisasi ada 2 macam, yaitu imunisasi pasif dan imunisasi aktif.

Imunisasi pasif merupakan kekebalan bawaan yang diperoleh anak dari ibunya. Sedangkan imunisasi aktif merupakan kekebalan yang diperoleh anak dari luar melalui suntik kuman yang sudah dilemahkan. Kuman yang sudah dilemahkan itu dalam tubuh akan melawan kuman serupa yang masuk.

Semua imunisasi itu penting, Ma, namun sejauh ini pemerintah Indonesia baru mampu menyediakan subsidi untuk sebagian imunisasi saja, antara lain Hepatitis B, polio, BCG, DPT, campak dan Hib.

Coba yuk, Ma, kita lihat satu per satu.


Beberapa imunisasi wajib yang harus diberikan pada anak kita untuk memenuhi haknya untuk mendapatkan jaminan kesehatan


1. Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B memiliki fungsi untuk mencegah kerusakan hati akibat serangan virus Hepatitis B. Bila tidak segera mendapat penanganan tepat, serangan virus ini bisa menyebabkan kanker hati, Ma.

Vaksin Hepatitis M disuntikkan pada paha bayi segera setelah lahir, sebelum berumur 12 jam. Hal ini untuk mencegah penularan virus Hepatitis B dari mama ke bayi karena banyak ibu hamil di Indonesia yang nggak tahu bahwa di dalam darahnya terdapat virus Hepatitis B. Oleh karenanya, sebaiknya ibu hamil diperiksa kemungkinan terinfeksi Hepatitis B.

Sebelum imunisasi, bayi baru lahir sebaiknya disuntik vitamin K1 pada paha yang lain. Setelah itu vaksin Hepatitis B berikutnya disuntikkan pada usia 1 bulan dan 6 bulan, dan dapat digabung dengan imunisasi DPT dan Hib.


BACA JUGA


Yuk, Daftarkan Anak ke BPJS Juga! Begini Cara Mudahnya!

Yuk, Daftarkan Anak ke BPJS Juga! Begini Cara Mudahnya!

Ternyata yang kelihatan ribet itu nggak ribet sama sekali

Read more..


2. Polio

Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah kelumpuhan akibat serangan virus polio liar yang menyerang sel-sel dalam sumsum tulang belakang. Virus ini jika menyerang otak dapat membuat lumpuh seluruh tubuh, hingga mengakibatkan kematian lho, Ma.

Vaksin polio diteteskan ke dalam mulut bayi baru lahir ketika akan pulang ke rumah, dilanjutkan pada umur 2, 4, 6, 18 – 24 bulan dan 5 tahun. Vaksin polio suntikan khusus untuk bayi yang kekebalannya rendah, karena penyakit atau karena sedang dalam pengobatan yang mengganggu kekebalan.


3. BCG

Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis (TBC). Vaksin BCG disuntikkan di kulit lengan atas kanan pada umur 2 – 3 bulan. Bekas suntikan tersebut setelah 1 bulan dapat menimbulkan benjolan kemerahan, kemudian pecah, keluar seperti nanah, tanpa demam dan nyeri.

Efek tersebut merupakan reaksi yang umum terjadi dan tidak berbahaya, Ma. Cara mengatasinya, bersihkan luka dengan alkohol. Luka akan sembuh dalam beberapa minggu dan mungkin akan menimbulkan bekas luka.


4. DPT

Imunisasi DPT untuk mencegah difteri, pertusis dan tetanus. Kuman difteri membentuk membran tebal yang menyumbat jalan napas, serta mengeluarkan racun yang melumpuhkan otot jantung, sehingga banyak menimbulkan kematian.

Kuman pertusis mengakibatkan batuk hebat dan lama, sesak napas, radang paru sehingga banyak menyebabkan kematian bayi. Kuman tetanus masuk melalui tali pusat. Kuman kemudian mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot, sehingga otot seluruh tubuh menjadi kaku, nggak bisa minum, makan atau bernapas, hingga akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Vaksin DPT disuntikkan di paha mulai umur 2 bulan, dilanjutkan pada umur 3 – 4 bulan, 4 – 6 bulan, dan 18 – 24 bulan, dapat digabung dengan vaksin Hepatitis B dan Hib. Dilanjutkan lagi di lengan pada umur 5 – 6 tahun, 10 – 12 tahun dan 18 tahun.

Umumnya bayi akan menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi pagi hari, tapi ini akan normal saja. Panas tersebut akan turun dalam 1 – 2 hari. Di tempat suntikan akan memerah dan bengkak serta sakit, namun tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.


BACA JUGA


Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Makin tua zamannya, tantangan yang harus dihadapi oleh anak pun makin berat. Tugas kita juga makin berat. Tapi yakinlah, Ma, kita pasti bisa ...

Read more..


5. Hib

Imunisasi Hib dan pneumokokus diberikan untuk mencegah serangan kuman Hib dan pneumokokus yang mengakibatkan radang paru (pneumonia), radang telinga tengah dan radang otak (meningitis) yang banyak menimbulkan kematian atau kecacatan.

Vaksin Hib dan pneumokokus disuntikkan mulai umur 2, 4, 6 dan 15 bulan, dapat digabung dengan vaksin DPT.


6. Campak

Imunisasi campak untuk mencegah serangan virus campak yang mengakibatkan demam tinggi, ruam di kulit, mata, mulut, radang paru (pneumonia), diare dan radang otak. Vaksin campak disuntikkan mulai usia 9 bulan dan 6 tahun.

Umumnya, setelah diberikan imunisasi campak, badan bayi akan panas yang disertai kemerahan yang timbul 4 – 10 hari setelah penyuntikan.


7. Varisela

Imunisasi cacar air (varisela) diberikan untuk mencegah penyakit cacar air yang merusak kulit, mata, menimbulkan diare, kadang-kadang radang paru dan bisa berakibat keguguran jika menyerang janin dalam rahim.

Vaksin cacar air disuntikkan mulai umur 1 tahun.


8. MMR

Imunisasi MMR untuk mencegah serangan virus MMR, yaitu mumps (gondongan), morbili (campak), dan rubela (campak jerman) yang dapat menyerang janin sehingga mengakibatkan keguguran atau buta, tuli, keterbelakangan mental dan kebocoran sekat jantung bayi.

Vaksin MMR disuntikkan mulai umur 15 bulan, dan diulang pada umur 5 – 6 tahun.

Kadang masih ada yang menganggap MMR bisa mengakibatkan autisme. Tapi, ada 26 penelitian pakar di berbagai negara, Ma, yang sudah membuktikan bahwa vaksin MMR ini aman, dan nggak menyebabkan autisme seperti yang diberitakan.


9. Hepatitis A

Imunisasi Hepatitis A diberikan untuk mencegah kerusakan hati yang diakibatkan oleh serangan virus Hepatitis A.

Vaksin Hepatitis A disuntikkan mulai umur 2 tahun, kemudian diulang pada umur 2.5 – 3 tahun.


Mama, imunisasi terbukti aman dan merupakan suatu keharusan karena ini merupakan hak anak untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

Sampai saat ini, 194 negara menyatakan imunisasi terbukti aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, wabah, kecacatan tubuh, dan kematian akibat penyakit berbahaya.

Untuk mencegah penyakit berbahaya, selain dengan imunisasi, bayi juga memerlukan perlindungan yang bersifat umum dari ASI serta MPASI yang lengkap dan seimbang.

Dengan imunisasi yang lengkap dan teratur, maka tubuh bayi pun akan membentuk kekebalan spesifik yang mampu mencegah penularan penyakit ringan maupun berat, Ma. Setelah diimunisasi lengkap memang sih bayi masih bisa tertular penyakit-penyakit tersebut, namun gejalanya akan jauh lebih ringan dan nggak berbahaya.

Imunisasi memang kadang mengakibatkan efek samping, seperti bayi akan demam dan rewel. Ini justru adalah pertanda baik, Ma, yang membuktikan bahwa vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Bagi orang tua yang memiliki bayi atau balita dan ingin memberikan imunisasi, nggak perlu khawatir deh. Efek samping yang ditimbulkan oleh imunisasi itu sama sekali nggak berbahaya.

Demam tidak menyerang semua bayi yang telah diimunisasi, karena munculnya demam juga dipengaruhi oleh daya tahan bayi sendiri. Penyebab panas demam setelah imunisasi merupakan sebuah respons yang diberikan oleh bayi pada “benda asing” yang masuk ke tubuhnya.

Vaksin yang dilemahkan (saat proses imunisasi) akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi melalui serangkaian proses. Salah satu proses tersebut adalah melibatkan proses peradangan yang dapat memicu timbulnya demam yang termasuk ringan saja.

Oleh karena itu, sebelum anak diimunisasi, orangtua perlu untuk memastikan lebih dahulu bahwa buah hatinya saat itu dalam kondisi yang sehat dan siap untuk diimunisasi.


BACA JUGA


Ini Dia 4 Jenis Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Standar yang Harus Dilakukan oleh Perempuan

Ini Dia 4 Jenis Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Standar yang Harus Dilakukan oleh Perempuan

It’s good to have money and the things that money can buy, but it’s good too, to check up once in a while and make sure that you haven ...

Read more..


Jadi, Mama, semoga setelah membaca sedikit uraian saya yang saya kumpulkan dari berbagai sumber mengenai imunisasi di atas, sekarang Mama nggak ragu-ragu lagi membawa buah hati Mama untuk diberi imunisasi ya.

Yuk, penuhi hak anak untuk sehat!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Imunisasi Adalah Hak Anak Kita untuk Mendapatkan Jaminan Kesehatan! Yuk, Ma, Kenali, Pahami dan Penuhi!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar