Ingin Memilih Daycare yang Terbaik untuk Si Kecil? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

Ingin Memilih Daycare yang Terbaik untuk Si Kecil? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

2.9K
Children see, children do.

Zaman kita makin maju, semua sudah berubah. Yang kecil dulu tak pernah terbiasa, sekarang harus dibiasakan.

Dulu anak-anak bisa selalu di rumah, minimal bersama mamanya seharian, kini sudah nggak bisa lagi. Keharusan untuk bekerja setiap hari, memaksa para orangtua ini untuk tega "meninggalkan" anak. "Meninggalkan", bukan berarti menelantarkan. Namun memang harus ditinggal di rumah, sementara kedua orangtua harus bekerja dan berkarya. Nggak bisa disalahkan dan dihakimi, karena memang tuntutan zaman begitu. Kondisi setiap keluarga pun berbeda-beda.

Meski begitu, pengasuhan ini tetap menjadi prioritas setiap orangtua. Nggak bisa enggak.

Pernah nggak sih, Ma, menghadapi situasi merasa berat ketika memutuskan meninggalkan anak untuk bekerja? Kalau pernah, apa yang kemudian Mama dan Papa putuskan atas nama si kecil?

Ya, demi bisa sebuah tuntutan tersebut, maka orangtua pun harus juga berjuang mencari partner terbaik dalam mengasuh anak. Menyewa jasa seorang baby sitter? Memasrahkan si kecil ke kakek dan neneknya? Bisa saja sih. Semua kan pasti sudah dipertimbangkan dengan baik oleh Mama dan Papa.


Baca juga: Busy Moms' Hacks: Mencari Babysitter yang Cocok? 5 Tips Ini Akan Berguna Buat Mama!


Tapi kadang dua opsi itu pun nggak memungkinkan. Hingga kemudian Mama pun memikirkan untuk menitipkan si kecil ke daycare.


Apa itu Daycare?


Daycare, atau yang biasa disebut sebagai Tempat Pengasuhan Anak (TPA), merupakan tempat yang menawarkan jasa penitipan dan pengasuhan anak. Biasanya daycare terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ya, Ma.

Meski kalau disebut "tempat penitipan anak" itu kok ya kesannya gimana gitu ya, Ma. Anak-anak kok dititipkan, kok kayak barang saja. Lagipula yang mereka butuhkan adalah pengasuhan atau pendidikan. Bukan sekadar dititipkan, yang berarti pokoknya ada tempat buat tidur.

Daycare seperti ini, biasanya buka dari pagi sekitar pukul 8.00 sampai sore sekitar pukul 4.00. Daycare yang terintegrasi dengan PAUD biasanya punya kegiatan yang terpisah, Ma. Pagi sampai siang, si kecil akan diajak belajar sambil bermain ala PAUD, sedangkan siang hingga sore si kecil akan mengikuti kegiatan daycare, seperti bermain bebas, tidur siang, hingga mandi.


Apa yang Dibutuhkan Anak Usia Dini?


Maria Montessori, seorang penggagas salah satu metode pendidikan Montessori, mengatakan bahwa masa yang paling penting pertumbuhan manusia adalah pada usia 6 tahun pertama, atau yang disebut sebagai golden age.

Sehingga yang dibutuhkan oleh anak-anak usia dini ini nggak hanya sekadar makanan bergizi dan ASI saja, Ma, namun juga perlakuan dan stimulasi perkembangan motorik, sosial emosi, kata-kata positif dan nilai-nilai kehidupan lainnya.

Karena itu, memilih daycare sebagai partner kita dalam mengasuh dan mendidik anak memang nggak bisa sembarangan ya, Ma? Setuju kan?


Baca juga: 7 Tips Jitu Persiapkan Si Kecil Masuk TK untuk Pertama Kalinya!


Lalu, Bagaimana Memilih Daycare yang Tepat untuk Anak?


1. Visi dan Misi dan Program Pembelajaran


Ya, Mama. Saat Mama melakukan survey TPA mana yang tepat untuk si kecil, pertama kali yang harus Mama lihat adalah visi dan misinya. Dari visi dan misi daycare tersebut, akan terlihat ke mana arah dan tujuan pendidikan anak yang ada di situ.

Setelah Mama dan Papa paham mengenai visi dan misinya, langkah berikutnya adalah melihat apa saja kegiatan yang dilakukan di daycare tersebut. Perhatikan bagaimana jadwal rutinitasnya, apa saja kegiatan mainnya, kapan si kecil istirahat, bagaimana metode pembelajarannya, bagaimana cara melatih disiplinnya, sampai ke menu makan siangnya di sekolah juga perlu dicermati, Ma.

Biasanya, di sekolah yang terintegrasi dengan TPA seperti ini, akan memiliki pembiasaan yang tertib. Si kecil nantinya nggak hanya belajar bersosialisasi. Namun, kebutuhan fisik dan psikis si kecil juga harus terpenuhi. Mereka tidak hanya butuh pelayanan, tetapi mereka harus mengenal arti kemandirian. Hal-hal kecil saja, Ma, sisalnya meletakkan tas dan sepatu setelah datang, makan sendiri, berusaha memakai baju sendiri. Mama bisa mengamati kegiatan-kegiatan ini saat survey.

Banyak daycare yang baik juga memiliki program bagi orangtua. Pada hari-hari tertentu, akan diadakan pula seminar-seminar atau pertemuan pemaparan program sehingga antara sekolah dan orangtua ada kesamaan visi misi dan terjalin komunikasi yang lebih intens.


Baca juga: 5 Cara Jitu Ini Bisa Membuat Anak Suka Belajar Lho!


2. Fisik Bangunan



Ingat, Ma, fisik bangunan yang mewah nggak menjamin bahwa sekolah itu bagus. Lebih baik Mama langsung deh melihat ruang per ruangnya secara detail. Terutama, keadaan kamar mandinya, Ma. Apakah kamar mandi anak perempuan dan laki-laki terpisah? Bagaimana dengan jumlahnya? Cukupkah? Lalu cermati juga jadwal mandi anak-anak.

Kemudian amati pula ruang tidurnya. Apakah terpisah antara anak laki-laki dan perempuan? Apakah jumlah tempat tidur cukup? Bagaimana kondisinya? Apakah rapi?

Banyak yang tidak memperhatikan hal ini. Nggak semua daycare mengajari anak untuk menjaga privasi seperti ini. Walaupun mereka masih kecil, namun pengetahuan untuk menjaga agar tidak saling melihat aurat sangatlah penting kita tanamkan sejak dini, Ma. Nantinya kalau mereka sudah dewasa, mereka akan mampu menghargai dan melindungi tubuh mereka sendiri.


Baca juga: Mama, Kenali 3 Alternatif Metode Sekolah Paling Mendasar Ini Agar Tak Salah Memilih!


3. Model Komunikasi yang Digunakan oleh Guru


Dari usia 0 sampai 8 tahun, anak akan menyimpan memori-memori perlakuan yang dia terima di alam bawah sadarnya. Baik itu memori negatif ataupun positif.

Maka dari itu, perlakuan dan cara berkomunikasi kepada anak oleh guru maupun para pengasuhnya pun harus kita perhatikan, Ma. Kata-kata negatif yang mengejutkan akan memengaruhi perkembangan otak si kecil. Terlalu sering menyuruh anak dengan menggunakan kata perintah yang keras akan membuat mereka terdikte. Efeknya, Ma, saat dewasa nanti, mereka nggak akan melakukan sesuatu jika belum diperintah.

Ingat, Ma, children see, children do.

Nggak mau kan, Ma, upaya Mama untuk mencari partner dalam mendidik si kecil malah berbuntut nggak mengenakkan di kemudian hari?

So, komunikasi yang digunakan oleh guru memang menjadi poin penentu berikutnya, apakah daycare yang sedang Mama pilih itu layak dipercaya.


Baca juga: Mengapa Harus Sekolah Favorit?


4. Biaya



Mahal dan murah itu relatif.

Namun nggak usah bingung, yang perlu Mama perhatikan adalah kualitas yang ditawarkan. Apakah cukup worthed dengan biaya yang dikeluarkan? Adakah yang kurang? Ataukah berlebihan?

Si kecil punya kebutuhan dasar yang harus kita penuhi sekarang, hingga bisa mendukung perkembangan mereka nanti. Mama dan Papalah yang harus mengenali kebutuhan dasar ini, dan kemudian menyesuaikannya dengan daycare yang ada.


Baca juga: Ini Dia 5 Hal Yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah, Dari Dulu Hingga Sekarang!


Kalau sudah cocok, maka kita pun pasti akan merasa tenang meninggalkan anak bekerja ya, Ma. Kita akan yakin, para pengasuh dan guru di daycare yang bersangkutan akan bisa mengantarkan anak menjadi pribadi yang mandiri, tertib dan disiplin, serta mampu berkomunikasi dengan santun.

Barangkali dalam satu dua minggu anak akan belum nyaman dan itu bisa membuat kita khawatir. Namun begitu Mama sudah memutuskan untuk memercayakan si kecil pada daycare yang sudah terpilih, maka ya, manfaatkanlah kepercayaan Mama itu. Yakinlah bahwa mereka akan melakukan yang terbaik, bagi si kecil dan juga bagi Mama.


Baca juga: Yuk, Bantu Anak dalam Proses Pendidikannya di Sekolah dengan 5 Hal Berikut Ini!


Nah, kalau Mama sudah mendapatkan partner dalam mendidik dan mengasuh anak, maka kita tinggal berharap, semoga anak-anak dapat berkembang dengan baik. Jika memang dirasakan ada sesuatu yang kurang berkenan, sebaiknya Mama langsung saja mengomunikasikannya dengan guru. Selain itu, komunikasi ini juga bisa menyambung kebiasaan baik yang sudah dipunya oleh anak baik di daycare maupun di rumah.

Nah, semoga Mama sekarang sudah mendapatkan gambaran bagaimana memilih daycare yang baik bagi si kecil ya, setelah membaca artikel ini.

Keep the love, dan salam buat si kecil ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Memilih Daycare yang Terbaik untuk Si Kecil? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Meliya Indri | @meliyaindri

Blogger yang butuh motivator biar tetap semangat nulis dan punya cita-cita menjadi penulis cerita anak. :)

Silahkan login untuk memberi komentar