Ingin Memulai Hobi Berkebun? Jangan Mikirin yang Susah Dulu, Mulailah dengan Beberapa Hal Sederhana Berikut!

Ingin Memulai Hobi Berkebun? Jangan Mikirin yang Susah Dulu, Mulailah dengan Beberapa Hal Sederhana Berikut!

2.2K
To plant a garden is to believe in tomorrow.

Mama mempunyai minat untuk menekuni hobi berkebun?

Hobi berkebun sangat menyenangkan lho, Ma. Apalagi sekarang perkembangan tanaman hias sangatlah pesat, dari yang berbunga hingga yang hanya berdaun hijau saja, dari yang kecil sampai yang besar, dari yang harganya murah meriah hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Well, selalu ada pertama kalinya untuk semua hal. Begitu pula dengan berkebun. Right, Ma? Dan, seperti halnya menata rumah, ada beberapa teknik dasar dalam berkebun yang perlu kita ketahui sebagai pemula, sebelum kita kembangkan sendiri kemudian.

Apa saja ya?


1. Pemilihan jenis tanaman


Seperti halnya manusia, tanaman mempunyai karakteristik masing-masing, dan kita nggak bisa memaksakan kehendak padanya. Kalau kita memaksakan, biasanya “dia” juga akan “protes”, misalnya yang berbunga tiba-tiba tidak berbunga, yang biasanya berdaun banyak, tiba-tiba daunnya sedikit, atau yang paling buruk dia akan mati. Jadi sebelum Mama membeli tanaman, sebaiknya tanyakan dulu jenis tanaman yang sedang ditaksir itu pada penjualnya, apakah sesuai dengan daerah kebun Mama. Yang paling praktis sebenarnya tanyakan dari mana tanaman itu berasal. Jika pembibitannya dari daerah yang dingin, maka bisa dipastikan tanaman tersebut tidak akan awet berada di daerah berhawa panas. Misalnya, sebuah tanaman pembibitannya ada di daerah Puncak, maka tanaman itu juga akan meminta daerah tumbuh yang kondisinya kurang lebih sama dengan kondisi di Puncak. Jadi kemungkinan besar dia nggak akan bisa bertahan lama di daerah kota Jakarta Utara misalnya.


2. Perkirakan di mana tanaman itu akan ditanam


Perbedaan sinar matahari dan banyaknya angin sangat berpengaruh pada tanaman. Jadi walaupun Mama telah memutuskan bahwa kondisi di kebun dan asal tanaman itu hampir sama, namun kadang bagian rumah yang satu mempunyai perbedaan intensitas sinar matahari dengan bagian rumah yang lain. Maksudnya begini, ada satu tanaman yang menyukai dan butuh sinar matahari yang banyak. Nah, kebetulan nih, di sisi sebelah kiri rumah lebih banyak terkena sinar matahari, maka tempatkanlah dia di sisi sebelah kiri. Iya, Mama harus cermat mengamati hal-hal seperti ini, supaya tanaman baru tersebut merasa “nyaman” dan terus tumbuh.


3. Rajin memindah


Kadang kala posisi matahari berpindah sesuai dengan musimnya. Hal ini pun harus diperhatikan. Sesuaikan tanaman dengan posisi matahari. Yang tidak suka matahari pindahkan dari tempat yang terlalu banyak terkena sinar matahari, demikian pula sebaliknya. Jangan pernah capek untuk memindahkannya ya, Ma. Ini penting banget lho, untuk kenyamanan tanaman tersebut. Mama harus selalu memantau hal-hal seperti ini.


4. Perhatikan akar


Akar adalah bagian terpenting dari tanaman. Pastikan bahwa akarnya kuat, baik yang ditanam di pot maupun yang ditanam di tanah. Akar yang besar tidak mesti lebih baik. Akar yang baik adalah akar yang kokoh, yang tidak terlalu banyak mengandung air. Dia memang bagian yang paling lembap, tapi tidak berarti terlalu banyak mengandung air. Hindari akar yang terlalu padat ya, Ma, kalau perlu pindahkan ke pot yang lebih besar.


5. Perawatan ekstra


Jangan mengira bahwa tanaman sudah selesai perawatannya jika kita sudah menyiraminya. Perawatan ekstra akan menambah kesuburan tanaman. Pupuk, pemangkasan, penataan kembali, peremajaan kembali dan lain-lain harus terus dilakukan. Dan ingat, kita harus melakukan semuanya dengan rasa sayang, karena tanaman pun sebenarnya dapat “merasakan” jika kita mencintainya. Kalau perlu, sembari menyiram ajaklah dia berbicara, “Tumbuh yang subur, ya!” atau semacamnya. Iya, pasti rasanya aneh ya pertama kali kita mengajaknya berbicara. Tapi percaya deh, Ma, tanaman kan juga makhluk hidup. Dia juga bisa merasakan cinta yang diberikan padanya.


Nah, itulah lima langkah pertama Mama untuk memulai hobi berkebun Mama. Selanjutnya, Mama tinggal banyak-banyak mengamati tingkah laku tanaman ini, karena ya itu tadi, Ma, tanaman punya karakteristik masing-masing. Dan, Mama sebagai ‘ibunya’, harus mengenalinya agar bisa memberikan kasih sayang yang pas untuknya.

Selamat berkebun!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Memulai Hobi Berkebun? Jangan Mikirin yang Susah Dulu, Mulailah dengan Beberapa Hal Sederhana Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar