Ayah Mark Zuckerberg Berbagi Cerita Mengenai Pengalamannya Mendidik Jiwa Enterpreneurship pada Anaknya - Sontek Yuk, Ma!

Ayah Mark Zuckerberg Berbagi Cerita Mengenai Pengalamannya Mendidik Jiwa Enterpreneurship pada Anaknya - Sontek Yuk, Ma!

8.5K
Siapa yang tak kenal Mark Zuckerberg? Sang miliuner muda, pendiri Facebook itu, kini telah menjadi salah satu orang tersukses di dunia. Ternyata ada rahasia pendidikan enterpreneurship yang ditanamkan oleh ayahnya sejak kecil lho! Simak yuk!
"Behind every good kid is a great mom and dad."

Pendapat di atas memang benar adanya. Biarpun modern parenting menyarankan untuk membebaskan anak-anak untuk bereksplorasi lebih leluasa, namun orang tua tetap memegang kontrol penting atas jalan yang akan ditempuh oleh anak-anak. Setuju, Ma?


Hal ini nampaknya juga sangat dipahami oleh orang tua Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook dan salah seorang miliuner termuda saat ini. Dr. Edward Zuckerberg, sang ayah, pernah melakukan wawancara dengan stasiun radio lokal, untuk berbagi kisah saat dia membesarkan Mark.


BACA JUGA


Belajar dari Gilmore Girls - Begini Caranya Menjadi Sahabat Si Kecil Ala Lorelai Gilmore!

Belajar dari Gilmore Girls - Begini Caranya Menjadi Sahabat Si Kecil Ala Lorelai Gilmore!

Belajar parenting bisa dari mana saja, termasuk dari serial Gilmore Girls. Baca artikel ini sampai selesai ya, Ma

Read more..


Berikut ini adalah 7 hal yang dilakukan oleh Dr. Zuckerberg, yang ternyata telah memupuk jiwa entrepreneurship pada Mark Zuckerberg sejak masih kecil.


1. Jadikan diri sendiri sebagai role model


Dr. Zuckerberg adalah seorang dokter gigi, dan sekarang pun masih berpraktik di rumahnya di salah satu sudut kota New York. Istrinya adalah seorang psikiater, juga berpraktik di rumah. Dengan demikian, Mark Zuckerberg kecil menjadi terbiasa melihat orang tuanya bekerja di rumah, dan juga terbiasa melihat keduanya mempergunakan teknologi yang ada saat itu.

“Anak-anak saya tumbuh di area kantor saya yang berada di rumah. Dan, saya rasa, anak-anak memang harus mulai mengenal komputer sedini mungkin. Terbukti dengan ketertarikan Mark pada teknologi ini dimulai sejak dia kecil.”

Demikian jelas Dr. Zuckerberg dalam wawancara tersebut.

FYI, Ma, saudara perempuan Mark Zuckerberg, Randi, adalah direktur marketing Facebook. Saudara perempuannya yang lain, Donna bergelar Ph.D. di Princeton. Adik bungsu Mark, Arielle, juga merupakan sarjana ilmu komputer di Claremont McKenna College.


2. Berikan rasa nyaman dan aman pada anak


Memang ada banyak orang sukses yang berangkat dari masa kecil yang sulit, namun bagi Dr. Zuckerberg memberikan rasa keamanan dan kenyamanan pada anak adalah tugas orang tua yang paling utama. Inilah yang membuat Dr. Zuckerberg berusaha untuk mapan terlebih dahulu sebelum dia menikah dan punya anak.

Saat Mark Zuckerberg lahir, Dr. Zuckerberg telah mapan sepenuhnya sebagai seorang dokter gigi, dan mampu menjamin masa depan anaknya dengan lebih baik.

“Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menjamin masa depan anak. Ini cara saya.”


3. Kenali dan dukung minat anak


“Ketimbang memaksakan kehendak kita, atau mengarahkan anak ke hal tertentu, akan lebih baik jika kita bisa mengenali minat anak sejak dini, dan kemudian membantu mereka untuk mengembangkannya.”

Demikian jelas Dr. Zuckerberg lebih lanjut.

Mark Zuckerberg, seperti yang diceritakan oleh ayahnya, sering merasa bosan di sekolah dan lebih suka mengutak-atik komputer yang ada di ruang kerja Dr. Zuckerberg ketimbang berangkat ke sekolah.

Dan, Dr. Zuckerberg menyadari betul akan hal ini. Alih-alih, dia malah memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Mark untuk mengembangkan minatnya lebih lanjut.

Dan, dari komputer Dr. Zuckerberg inilah Mark belajar mengenal coding pertama kali. Bahkan Mark-lah yang memperlengkapi kantor Dr. Zuckerberg dengan program yang disebut ZuckNet, sebuah program instant messaging sederhana yang memungkinkan pengguna komputer satu terhubung dengan pengguna komputer yang lainnya.


BACA JUGA


Membesarkan Anak Introvert - 4 Hal yang Bisa Mama Lakukan Ini Akan Membantunya Berkembang

Membesarkan Anak Introvert - 4 Hal yang Bisa Mama Lakukan Ini Akan Membantunya Berkembang

Anak introvert biasanya dicap sebagai anak pemalu, anak penakut, anak penyendiri dan seterusnya. Well, barangkali kita hanya kurang tahu ...

Read more..


4. Bangga dengan apa yang berhasil dicapai oleh anak


Dr. Zuckerberg juga mengatakan, “Mark adalah seorang murid yang baik, yang menaruh minat besar pada matematika dan sains.”

Mark Zuckerberg lebih memilih untuk kuliah di Phillips Exeter Academy, padahal dia telah diterima di Harvard. Dan, Mark adalah sosok yang sangat pendiam yang tak suka membicarakan mengenai prestasi yang telah diraihnya.

“Saya sangat bangga akan semua hal yang telah dipilihnya, dan apa yang telah diraihnya sekarang.”


5. Tetapkan batasan, dan beri pengertian mengenai batasan tersebut


Dalam mengajarkan kedisiplinan, Dr. Zuckerberg tidak menerapkan hukuman secara fisik. Namun, Dr. Zuckerberg menanamkan pada Mark, bahwa ada batasan-batasan tertentu di mana kita tak bisa lagi mentolerir sikap dan perilaku negatif.

Kalau batasan tersebut dilanggar, maka kita jugalah yang akan mendapatkan akibatnya. Dr. Zuckerberg percaya, jika orang tua sendiri telah disiplin dalam memegang batasan tertentu yang tak boleh dilanggar, maka anak-anak akan terbiasa juga pada akhirnya tanpa harus ada hukuman fisik.

“Kita selalu bisa menjadi orangtua yang keras dalam menerapkan disiplin, tapi ingat, anak-anak adalah anak-anak. Yang mereka butuhkan adalah sosok ayah dan ibu.”


6. Anak-anak juga perlu bermain


Meski Mark Zuckerberg difasilitasi sedemikian rupa untuk mengembangkan minatnya, tak lupa pula Dr. Zuckerberg memberinya waktu-waktu bermain.

Jadi, meski Mark kecil hampir sepanjang waktu berada di depan komputer, namun Dr. Zuckerberg juga menyediakan permainan-permainan lain untuknya.

“Children need to be well-rounded. There's a place for work and a place for play.”


7. Seimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi


Dalam wawancara tersebut, ada kesempatan seorang penelepon yang bertanya pada Dr. Zuckerberg mengenai keseimbangan kehidupan kerjanya.

Dr. Zuckerberg pun menjawab, bahwa semua bisa terkendali karena dia dan istrinya sama-sama bekerja dari rumah.

"Istri saya adalah wanita super. Dia bekerja di rumah. Begitupun saya. Kondisi kami memang memungkinkan demikian. Kondisi ini merupakan kondisi paling ideal jika Anda menginginkan keseimbangan antara pekerjaan dan tugas mendampingi anak-anak tumbuh."

Tak bermaksud mengurangi peran para orang tua yang bekerja di luar rumah, namun Dr. Zuckerberg menyarankan agar kita bisa menemukan titik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tersebut.


BACA JUGA


Ingin Dikenang Seperti Apakah Oleh Anak Kita - Sebagai Orang Tua yang Tak Acuh Atau Sebagai Orang Tua yang Peduli pada Mereka?

Ingin Dikenang Seperti Apakah Oleh Anak Kita - Sebagai Orang Tua yang Tak Acuh Atau Sebagai Orang Tua yang Peduli pada Mereka?

Wahai Mama Papa, ajaklah anak-anakmu bermain dan dengarkan cerita mereka. Karena waktu kita mendampingi anak tidaklah terlalu banyak. Untuk ...

Read more..


Dan, dari semua hasil wawancara dengan radio lokal itu, yang sangat menarik perhatian adalah hubungan yang masih terjalin baik antara Mark Zuckerberg dan orang tuanya hingga kini.

Seperti juga jutaan orang lain, Dr. Zuckerberg menggunakan Facebook untuk menjalankan bisnisnya, dia juga bersosialisasi dan menghabiskan waktu berinteraksi di jejaring pertemanan tersebut setidaknya satu jam setiap hari.

Dr. Zuckerberg juga menjadi dokter gigi pribadi bagi Mark, dan kini, juga bagi keluarganya. Istilahnya, mereka mempunyai hubungan kekeluargaan yang profesional.

Nah, Mama, pengin si kecil menjadi seorang enterpreneur sesukses Mark Zuckerberg? Barangkali kita bisa mengambil sedikit ini dan itu dari apa yang telah dilakukan oleh Dr. Zuckerberg saat mendidik Mark kecil.

Ambil yang bermanfaat, tinggalkan yang kurang sesuai.

Semangat, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ayah Mark Zuckerberg Berbagi Cerita Mengenai Pengalamannya Mendidik Jiwa Enterpreneurship pada Anaknya - Sontek Yuk, Ma!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar