Ini Dia 10 Rekomendasi Film Jepang Terbaik Versi Rocking Mama

Ini Dia 10 Rekomendasi Film Jepang Terbaik Versi Rocking Mama

822
Film Jepang seperti memberi nyawa tersendiri pada saya setiap habis menonton. Apalagi kalau kita tonton sebagai selingan di antara tontonan film-film barat.

Disclaimer dulu deh. Saya harus mengakui, kalau belum banyak film Jepang yang sudah saya tonton. Tapi jelas sudah ada sederet judul yang masuk antrean untuk ditonton atas rekomendasi teman-teman weeaboo saya. Hahaha.

Tapi, somehow, film Jepang seperti memberi nyawa tersendiri pada saya setiap habis menonton. Apalagi kalau kita tonton sebagai selingan di antara tontonan film-film barat.

Sehingga, setelah beberapa lama, saya akhirnya punya daftar 10 film Jepang favorit ini yang saya rekomendasikan pada mama-mama keren di luar sana untuk ditonton. Siapa tahu, lagi bosan nonton film barat atau lagi pengin break sejenak dari deretan film dan drama Korea serta film India kan?


BACA JUGA


Ini Dia 7 Film Korea Bergenre Horor, Thriller dan Misteri Terbaik Rekomendasi Rocking Mama

Ini Dia 7 Film Korea Bergenre Horor, Thriller dan Misteri Terbaik Rekomendasi Rocking Mama

Ingin sedikit yang lebih tegang dari drama Korea biasanya? Cobain nonton 7 film Korea yang berikut, Ma! Dijamin, jantung akan berdegup ...

Read more..


10 Film Jepang (non-anime) rekomendasi saya untuk ditonton


Still Walking (2008)


Film Jepang ini termasuk jenis film keluarga, Ma.

Berjudul asli Aruitemo Aruitemo, film ini berkisah tentang reuni keluarga setelah beberapa tahun berpisah dan menjalani hidup masing-masing.

Reuni keluarga tiga generasi yang diisi dengan berkumpul, mengobrol, dan acara makan-makan ini sebenarnya biasa saja, seperti yang pada umumnya kita lakukan saat Lebaran, Ma. Tapi, kemudian terjadi kecanggungan antara sang papa dengan anak keduanya.

Si papa kecewa, karena si anak nggak mau jadi dokter seperti dirinya, sedangkan si anak juga kcewa karena menganggap papanya nggak mengerti keinginannya, bahkan sampai ia dewasa.

Film Jepang ini terkesan sepi, yang juga menyorot sisi lain dalam keluarga, tentang pemenuhan ekspektasi tiap-tiap anggotanya selain bersentral pada drama dingin papa dan anak.


Ringu (1998)


Kalau Mama penggemar film horor, film Jepang satu ini pas banget!

Bercerita tentang Reiko, seorang reporter yang menyelidiki kasus video misterius yang diduga ada kaitannya dengan kematian serentak beberapa remaja. Salah satu korbannya adalah keponakan Reiko sendiri. Karena penasaran, Reiko pun meminta bantuan mantan suaminya untuk menemukan jawaban misteri video misterius tersebut.

Ya, di sini Mama bisa "berkenalan" dengan hantu perempuan yang ngehits banget, yang khas dengan wajah tertutup rambut panjang, yang dengan begitu bergaya bisa keluar dari kotak televisi, yang bernama Sadako.

Film Jepang ini memang recommended, Ma, apalagi jika Mama ingin menikmati film horor tanpa efek jumpscare, klasik namun bisa tetap bikin merinding.

Film ini bahkan sudah diadaptasi ulang Hollywood dengan judul The Ring (2002).


Rentaneko (2012)


Film Jepang ini unik banget, Ma. Bergenre drama, film yang berjudul lain Rent-a-Cat ini bercerita tentang gadis bernama Sayoko. Ia sebatang kara, dan punya usaha persewaan kucing.

Ia menyewakan kucing pada orang-orang yang merasa kesepian, untuk menutupi kesepiannya sendiri. Cerita pun berputar pada Sayoko yang menjalankan bisnis dan didatangi oleh pelanggan dengan berbagai karakter; nenek uzur yang hidup sendiri, seorang suami berbadan bau yang dijauhi anak dan istrinya, hingga gadis penjaga rental mobil yang juga kesepian.

Film Jepang ini cocok ditonton oleh para pencinta kucing, terutama yang juga merasa kesepian.

Duh, kok sedih ya?


Fireworks (1997)


Film Jepang ini berjudul asli Hana-Bi. Berkisah tentang seorang polisi detektif bernama Yoshitaka Nishi yang mengundurkan diri dari kepolisian setelah sebuah insiden mengerikan terjadi padanya. Rekan kerja sekaligus sahabatnya, Horibe, terluka dan harus memakai kursi roda, sedangkan rekan polisi lainnya meninggal karena tertembak.

Selagi dihantui oleh bayang-bayang insiden itu, Nishi juga dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa istrinya mengidap leukemia, yang kemudian membuatnya harus memilih keputusan yang bertentangan dengan nuraninya.

Film Jepang ini sebenarnya bergenre kriminal, namun justru minim aksi. Adegan tembak-menembak pun hanya seperti simbolis, karena alur utama berfokus pada perang batin Nishi.


I Am a Hero (2015)


Film Jepang ini menceritakan tentang virus ZQN yang menyebar dan dapat menyebabkan seseorang bertendensi haus darah seperti zombie.

Hideo Suzuki, seorang mangaka (komikus) yang nggak terlalu beruntung dalam kariernya, harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup. Saat berupaya menjauh dari kejaran para zombie, ia bertemu dengan Hiromi, gadis yang kemudian sempat menyelamatkan nyawanya.

Namun, Hiromi pun sudah menjadi setengah zombie akibat tergigit oleh seorang bayi yang terkena virus ZQN. Di situasi yang kacau itu, Hideo berusaha untuk melindungi Hiromi. Saat itulah pertama kalinya ia merasa menjadi karakter hero dalam hidupnya—persis cerita dalam komik yang ia tulis.


BACA JUGA


Ini Dia 15 Film Hollywood dan Film Indonesia Bertema Ibu yang Paling Asyik dan Keren! Must Watch!

Ini Dia 15 Film Hollywood dan Film Indonesia Bertema Ibu yang Paling Asyik dan Keren! Must Watch!

Mama, ibu, bunda, ummi, ataupun sebutannya adalah seseorang yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Dari setitik jiwa sampai benar-benar ...

Read more..


Our Little Sister (2015)


Film Jepang drama keluarga ini bercerita tentang kehidupan tiga kakak-beradik yang tinggal di rumah peninggalan neneknya setelah perceraian kedua orang tua mereka. Disebutkan bahwa perceraian tersebut terjadi karena papa mereka selingkuh.

Hingga kemudian, Sachi Kouda (29 tahun), Yoshino Kouda (22 tahun), dan Chika Kouda (19 tahun) beranjak dewasa. Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa papa mereka meninggal dunia, dan mereka pun harus datang ke pemakaman.

Di acara pemakaman papa mereka, Sachi, Yoshino dan Chika bertemu dengan Suzu, putri tunggal dari papa mereka dengan istri keduanya yang ternyata juga sudah meninggal.

Konflik lantas muncul saat Sachi tiba-tiba mengajak Suzu untuk ikut tinggal bersama, padahal mereka sadar bahwa Suzu adalah anak dari si 'perusak rumah tangga'.

Film Jepang ini sangat kontemplatif, Ma, mengajak kita untuk belajar memaafkan keadaan.


Confessions (2010)


Film Jepang berjudul asli Kokuhaku ini diangkat dari novel berjudul sama.

Menceritakan tentang berita pengunduran diri seorang guru SMP, yang juga seorang single-mother, Yuko Moriguchi, terkait kematian anak semata wayangnya, Minami.

Moriguchi memberikan pengakuan mengejutkan di hari terakhirnya mengajar, bahwa ada 2 orang murid di kelasnyalah yang telah membunuh Minami.

Karena hukum yang berlaku di Jepang cenderung mengampuni kejahatan yang pelakunya anak sekolah karena belum cukup umur, maka, Moriguchi pun menyusun rencana balas dendam dengan caranya sendiri.

Terdengar sadis memang, apalagi melihat target pembalasan dendamnya anak SMP, film Jepang ini sepertinya kurang layak dikonsumsi oleh para penonton muda. Namun, dengan konflik yang cukup kompleks, banyak plot twist, dan konklusi akhir film yang epik, rasanya film Jepang satu ini harus Mama tonton deh, terutama kalau Mama pencinta film thriller dan misteri.


Hachi-ko (1987)


Judul lain dari film Jepang fenomenal ini adalah Hachiko Monogatari.

Film ini diangkat dari kisah nyata, tentang Hachi-ko, seekor anjing keturunan jenis Akita Inu yang dipelihara sejak kecil oleh Hidesaburo Ueno, seorang profesor ahli pertanian. Hachi ini pemberian dari seorang mantan murid Profesor Ueno, Ma.

Sebetulnya Prof. Ueno ini sempat trauma memelihara anjing, karena selalu berakhir kematian. Profesor Ueno yang baik dan ramah itu sering mengajak Hachi untuk mengantarnya ke stasiun, saat ia berangkat untuk mengajar. Ketika ia pulang, Hachi pun selalu menjemput dan menunggunya di peron.

Hal menyedihkan terjadi ketika suatu hari Profesor Ueno meninggal dunia dalam perjalanannya. Hachi yang selalu setia pada tuannya itu, ternyata nggak berhenti datang ke stasiun, menunggu Profesor Ueno setiap hari di jam dan waktu yang sama, seolah-olah tuannya itu masih hidup dan akan menemuinya.

Memang nggak salah kalau banyak yang bilang ini film Jepang paling sedih. Saya sendiri aja juga mewek pas nonton. Apalagi melihat kesetiaan Hachi yang bertahan bertahun-tahun datang ke stasiun. Duh, Mama.


Like Father, Like Son (2013)


Ryota, seorang arsitek sukses, suami dari Midori, papa dari Keita, 6 tahun, selalu bekerja keras dan pengin mendidik anaknya agar mandiri sejak dini sehingga kelak bisa mengikuti jejak kesuksesannya.

Suatu hari Midori mendapat telepon dari pihak rumah sakit tempat ia dulu melahirkan, yang mengabarkan bahwa Keita telah tertukar dengan Ryusei, anak dari pasangan Yudai-Yukari, pemilik toko elektronik, 6 tahun yang lalu.

Yah, premis film Jepang ini memang "lagu lama" sih, tapi di film ini jadi berbeda. Film ini sukses membuat saya peduli dan bersimpati dengan para tokohnya, Ma. Terutama saat kedua keluarga tersebut harus melakukan pertukaran kembali anak mereka.


Departures (2008)


Film Jepang yang berjudul asli Okuribito ini pernah memenangkan kategori Best Foreign Language Film di Academy Awards loh, Ma.

Ceritanya berputar pada kehidupan Daigo Kobayashi, seorang pemain selo di sebuah kelompok orkestra yang harus menerima kenyataan bahwa orkestra tempat ia bergabung tersebut dibubarkan secara tiba-tiba. Padahal ia sadar betul, bahwa kemampuannya bermain selo termasuk biasa-biasa saja.

Seiring bubarnya kelompok orkestra tersebut, Daigo pun memutuskan pensiun saja, dan pulang kampung bersama istrinya ke Yamagata.

Suatu hari, Daigo membaca iklan lowongan kerja di koran. Meski nggak jelas, namun karena sudah tergiur syarat "tanpa pengalaman", maka ia pun mendatangi si pemasang iklan lowongan tersebut.

Sungguh kejutan, kala Daigo langsung saja diterima bekerja oleh Sasaki Ikuei, yang ia kira pemilik usaha biro perjalanan, bahkan sudah diberi gaji di muka pula. Barulah kemudian, Daigo sadar kalau ia harus memandikan dan merias jenazah sebelum dimakamkan, karena perusahaan tersebut adalah perusahan pengurusan pemakaman.

Pekerjaan tersebut membuat Daigo jadi bahan bully dan gunjingan orang-orang di sekitarnya.

Menonton film Jepang ini, akan membuat kita merenungkan kembali tentang makna sebuah pekerjaan, dan juga makna kehidupan dan kematian, Ma. Adegan paling emosional menurut saya adalah ketika Daigo ingin membuktikan pada istrinya, bahwa pekerjaannya itu juga manusiawi, karena sejatinya setiap manusia pasti akan menghadapi kematian.

Benar-benar film Jepang bertema sensitif yang dikemas dengan indah! Pantas saja menggondol Oscar!


BACA JUGA


Ini Dia 11+ Film Indonesia yang Meraih Banyak Penghargaan di Luar Negeri

Ini Dia 11+ Film Indonesia yang Meraih Banyak Penghargaan di Luar Negeri

Banyak film Indonesia yang mendapat penghargaan di luar negeri. Mirisnya, justru sebagian di antaranya tidak laku atau tidak dikenal di ...

Read more..


Selain daftar 10 film Jepang di atas, ada pula beberapa film Jepang lain yang cukup membekas dan layak ditonton, Ma, yaitu Cyborg Girl (2008), Orange (2015), Dark Water (2002), Time Traveller (2010), Midnight Sun (2006), Bakuman (2015), dan Tag (2015)

Nah, kalau Mama punya rekomendasi film Jepang lainnya, boleh dong, ditulis di kolom komentar ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 10 Rekomendasi Film Jepang Terbaik Versi Rocking Mama". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rido Arbain | @ridoarbain

Silahkan login untuk memberi komentar