Ini Dia 15 Pertanyaan Kreatif yang Bisa Mama Tanyakan Kepada Si Kecil Sepulang Sekolah

Ini Dia 15 Pertanyaan Kreatif yang Bisa Mama Tanyakan Kepada Si Kecil Sepulang Sekolah

3.1K
The important thing is not to stop questioning ~ Albert Einstein

Si kecil sudah pulang sekolah, Ma? Sudah ganti pakaian? Sudah makan siang? Atau jangan-jangan sudah lelap beristirahat?

Well, bagaimana aktivitas buah hati Mama di sekolah hari ini? Semoga menyenangkan dan memberi manfaat, ya, Ma.

By the way, Mama sudah tanyakan bagaimana sekolah si kecil hari ini? Apa saja yang dia lakukan di sekolah? Pelajaran hari ini gampang dan asyik nggak?

Apa? Mama nggak tanya apa-apa hari ini? Kenapa, Ma? Lupakah?

Oh, nggak lupa, ya, Ma? Jadi kenapa, dong? Ah, ternyata Mama bingung mau tanya apa lagi karena sejak hari pertama masuk sekolah pertanyaannya itu-itu aja dan si Kecil hanya merespon dengan jawaban singkat, seperti berikut.

"Baik-baik aja, kok, Ma!"

Atau bahkan jawaban yang Mama dapat lebih pendek lagi.

"Kayak biasalah."

Hmm ... kalau memang itu masalahnya, Mama harus mengubah strategi deh. Stop bertanya dengan cara klasik seperti berikut.

"Gimana sekolahnya, Nak?"
"How was your day?"

Coba Mama lebih kreatif lagi dalam memberi pertanyaan. Cari pertanyaan lain yang bisa memancing jawaban lebih dari sekadar, "Biasa." Mama pengin, kan, dapat jawaban yang lebih panjang dan syukur-syukur si kecil bercerita panjang lebar dengan penuh semangat?

Eh tapi, Mama kesulitan membuat pertanyaan berbeda setiap harinya untuk si kecil saat pulang sekolah?

Baiklah, Rocking Mama coba membantu mengompilasi 15 hal yang bisa Mama tanyakan kepada si kecil sepulang sekolah. Here they are.


Baca Juga: Si Kecil Nampak Stres di Sekolah, Ma? Jangan Remehkan, Mungkin Tiga Hal Ini Penyebabnya!


1. "Di sekolah tadi yang paling bikin Adek senang apa?"



Biasanya, nih, Ma, anak cenderung semangat kalau ditanya hal-hal yang menyenangkan yang dia alami. Selain itu, pertanyaan ini sekaligus mencari tahu apakah dia benar-benar senang di sekolah hari ini, atau justru ada hal yang mengganjal dan membuatnya tidak senang. Mama perhatikan bahasa tubuh dan raut wajah si kecil, ya?

Kalau dia semangat menceritakan pengalamannya dengan riang gembira, syukurlah, Ma, berarti dia baik-baik saja di sekolah. Sementara jika dia kelihatan kurang bersemangat menjawabnya, bisa jadi dia sedang tidak senang hari ini.

Jika memang jawabannya tidak sesuai harapan Mama, Mama bisa melanjutkan dengan pertanyaan seperti berikut.

"Kalau yang paling bikin Adek nggak senang di sekolah tadi, apa?"

Dengan pancingan pertanyaan seperti ini, mudah-mudahan si kecil mau terbuka menceritakan pengalaman kurang mengenakkannya di sekolah, ya, Ma.


Variasi pertanyaan:

"Ada kejadian lucu nggak di sekolah tadi?"
"Ada yang ngupil atau bertingkah aneh-aneh nggak di kelas hari ini?"


2. "Makan apa di sekolah tadi?"



Beberapa sekolah ada yang menyediakan snack atau justru makanan berat untuk dimakan bersama-sama. Jadi Mama tidak perlu repot-repot menyiapkan bekal setiap pagi.

Nah, masalah makanan ini bisa jadi materi pertanyaan sepulang sekolah yang oke lho, Ma.

Meski sebenarnya Mama sudah dapat 'bocoran' menu snack atau makan siang selama satu bulan dari sekolah, nggak ada salahnya Mama tanyakan kembali kepada si kecil.

Selain memancing buah hati Mama bercerita, pertanyaan seputar makanan bagus untuk melatih kemampuan anak-anak mengenali nama-nama makanan (masakan).

Pertanyaan "Tadi makan apa di sekolah?" bisa dilanjutkan dengan sederet pertanyaan lain, seperti berikut ini.

"Makanannya asin gurih atau manis? Adek suka? Buahnya apa? Sebelum makan cuci tangan dan berdoa dulu, nggak? Setelah makan nggak lupa minum, kan? Cukup minumnya?"

Pancingan-pancingan seperti ini biasanya bikin si kecil betah cerita berlama-lama ke Mama.


Variasi pertanyaan:

Jika sekolah si Kecil tidak menyediakan snack atau makan siang, Mama tentu membawakan bekal untuknya.

Pertanyaan yang bisa Mama lontarkan antara lain:

"Tadi bekal Adek habis?"
"Adek berbagi bekal nggak dengan teman-teman?"
"Ada yang bekalnya sama kayak Adek, nggak?"
"Adek tadi nyobain bekal teman Adek?"
"Ada yang bekalnya nggak habis? Kenapa, ya, kira-kira?"
"Ada yang nggak bawa bekal? Siapa? Trus Adek tawarin berbagi nggak?"

Selanjutnya kembangkan sendiri ya, Ma!


Baca Juga: Si Kecil Masih Susah Makan Sayur, Ma? Coba 15 Cara Sederhana Ini, Yuk!


3. "Tadi pas break main apa?"



Jika Mama ingin tahu permainan apa yang sedang digandrungi si kecil di playground saat ini, tepat sekali jika Mama mengajukan pertanyaan berikut. Ya maklumlah, Ma, kadang-kadang anak-anak hari ini suka jungkat-jungkit, eh di lain waktu malah ogah main itu dan memilih ayunan atau tangga gorila --karena pernah terjepit atau karena hal lain (semoga nggak demikian ya, Ma).

Selain itu, pertanyaan seputar aktivitas si kecil ketika istirahat juga bagus untuk mencari tahu apakah dia tipe anak yang memang senang bersosialisasi atau melakukan aktivitas outdoor, atau justru pendiam dan malah tidak nyaman berada di kerumunan anak di luar kelas.

Jangan salah lho, Ma, beberapa anak justru merasa kagok ketika waktu istirahat tiba. Karena dia kurang bisa bersosialisasi, dia merasa 'tersiksa' ketika break. Alih-alih hepi-hepi playdate bersama kawan-kawannya, si kecil justru merasa bingung harus ngapain. Bahkan, saking bingungnya, anak memilih duduk di dalam kelas tanpa berbuat apa pun. Biasanya, anak-anak seperti ini adalah tipe introvert.

Karena itulah, Ma, pertanyaan seputar waktu break boleh banget ditanyakan kepada si kecil supaya Mama tahu apakah dia nyaman bermain di luar kelas atau justru kesulitan. Selanjutnya, jika Mama mendapatkan jawaban yang positif, Mama bisa memberikan pertanyaan lanjutan agar obrolan makin seru. Misalnya,

"Main sama siapa tadi, Dek?"
"Antre nggak mainnya?"

Sementara jika si kecil memberi respon negatif, inilah kesempatan Mama untuk mengorek lebih dalam mengapa dia tidak senang bermain bersama teman-temannya. Apakah dia mengalami bullying, tidak percaya diri, atau karena hal lain. Kalau perlu, Mama meminta informasi lebih lanjut dari guru buah hati Mama.


Variasi pertanyaan:

"Tadi pas istirahat main di dalam kelas atau di playground?"
"Adek senang nggak kalau waktunya break?"
"Eh, Dek, dulu pas Mama sekolah waktunya istirahat ditandai dengan bunyi lonceng. Kalau di sekolah Adek pakai lonceng atau bel? Bunyinya gimana coba, Mama pengin dengar."


4. "Pelajaran yang paling Adek suka hari ini apa?"



Mama pasti kepo, dong, pelajaran apa yang didapat si kecil hari ini? Jangan tanggung-tanggung tanyanya, Ma. Straight to the point aja.

Maksudnya, daripada hanya bertanya apa yang dia pelajari di sekolah tadi, ada baiknya lebih spesifik seperti,

"Pelajaran apa yang Adek suka hari ini?"

Seandainya si Kecil menjawab menggambar atau mungkin komputer, Mama bisa menambahkan pertanyaan semisal,

"Mengapa menggambar?"
"Adek suka komputer karena sering lihat Papa kerja ya?"

Selanjutnya, Mama bisa menambahkan pertanyaan Mama sendiri, ya?


Variasi pertanyaan:

"Kira-kira pelajaran yang pengin Adek dapat tiap hari apa? Kalau yang Adek pengin nggak sering dipelajari apa?"
"Bu guru paling sering ngomong kata-kata apa pas lagi ngajar? Adek ingat nggak?"


5. "Hari ini Adek berbuat baik apa di sekolah?"



Pertanyaan ini sekaligus sebagai pengingat si kecil untuk berlatih berbuat baik setiap hari. Jika dia merasa bingung perbuatan baik apa yang sudah dia lakukan di sekolah hari ini, Mama bisa mengerucutkan pertanyaan seperti,

"Adek tadi meminjamkan sesuatu ke teman yang membutuhkan? Krayon mungkin? Atau Adek mengajari teman sebangku Adek pelajaran yang dia belum paham?"


Variasi pertanyaan:

"Teman Adek ada yang berbuat baik ke Adek hari ini?"
"Adek mengucapkan terima kasih ke Bu Guru atau kawan di sekolah tadi?"
"Ada kawan yang nggak masukkah hari Ini? Siapa? Kenapa? Kalau sakit, kita jenguk, yuk!"


6. "Seandainya Adek jadi guru hari ini, Adek pengin ngajar apa?"



Kalau Mama ingin bertanya sekaligus mencari tahu bakat atau cita-cita si kecil, cocoklah kalau pertanyaan ini dilontarkan. Ya, coba buat pertanyaan seandainya putra/putri Mama menjadi guru. Kira-kira, dia akan memilih pelajaran apa untuk diajarkan ke murid-muridnya, ya?

Dari jawaban itu, Mama mungkin bisa melihat bibit-bibit ketertarikan si kecil terhadap suatu bidang. Misalnya dia menjawab pelajaran menggambar, bisa jadi dia menyimpan potensi sebagai seniman kelak. Ya walau terlalu dini untuk menyimpulkan, memang. Tapi setidaknya, jika pertanyaan itu Mama ulang dan jawabannya hampir selalu sama, bisa jadi memang di situlah minat dan bakatnya. Yess!


Variasi pertanyaan:

"Kalau besok Adek dikasih kesempatan ngajar, sehari aja, mau ngajarin apa, sih?"
"Mama pengin belajar sama Adek. Kira-kira Mama bakal diajarin apa, ya?"
"Adek mau seperti Bu Guru? Memangnya seru ya, ngajar itu? Coba Mama pengin lihat Bu Guru tadi ngajarnya gimana. Tiruin, ya, Dek."


Baca Juga: Lakukan 6 Cara Jitu Ini Agar Anak Mama Suka Membaca Buku!


7. "Adek tadi di kelas bikin teman nangis atau marah nggak?"



Pertanyaan ini sekaligus untuk mencari tahu kemungkinan si kecil melakukan bullying. Atau bisa juga dibalik,

"Adek tadi di kelas dibuat nangis teman nggak? Atau ada kawan yang bikin Adek kesal sampai marah?"

Pertanyaan tersebut untuk mengetahui apakah anak Mama menjadi korban bullying atau tidak.

Kalau ternyata si Kecil menjawab telah membuat temannya kesal, Mama lanjutkan pertanyaan dengan pertanyaan seperti berikut.

"Adek sudah minta maaf ke teman yang Adek jailin?"


Variasi pertanyaan:

"Adek tadi melakukan hal-hal yang tidak terpuji, nggak? Memukul teman, merebut mainan, lari-larian saat pelajaran?"
"Bu Guru kalau ada anak yang melakukan hal kurang baik biasanya ngapain?"


Baca juga: Bagaimana Jika Anak Kita yang Menjadi Pelaku Bullying? Coba Atasi dengan 5 Langkah Ini!


8. "Apa yang paling lucu di sekolah hari ini?"



Si kecil biasanya ingat kalau ada kejadian konyol atau lucu. Apalagi jika dia sampai terpingkal-pingkal dibuatnya.

Mama pasti mau, dong, mendengar cerita si Kecil sambil terbahak-bahak bersama? Kalau begitu, yuk coba tanya hal-hal lucu yang dia alami di kelas atau sekolah tadi.


Variasi pertanyaan:

"Siapa yang paling lucu di kelas?"
"Bu Guru hari ini bikin Adek dan teman-teman ketawa? Kalau iya, ketawanya kencang nggak? Mama jadi pengin tahu, Bu Guru ngomong apa sampai kalian ketawa?"


Baca Juga : 7 Permainan yang Dapat Mama Mainkan dengan Si Kecil di Mana Saja Tanpa Menggunakan Smartphone


9. "Adek dapat kawan baru hari ini?"



Bagi beberapa anak, make friends bukan hal gampang, atau semudah mengucap ABC. Butuh beberapa saat, beberapa minggu, atau bahkan berbulan-bulan untuk bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.

Apalagi jika ini tahun ajaran baru di mana ia baru pertama kali masuk TK, SD, atau naik ke kelas baru dengan kawan-kawan yang juga berbeda. Hmm ... bisa dipastikan si Kecil butuh adaptasi, dong, Ma.

Nah, jika kebetulan putra atau putri Mama termasuk yang sulit beradaptasi, boleh banget menanyakan hal ini. Apakah si Kecil berhasil make new friends hari ini? Kalau iya, siapa namanya? Seperti apa orangnya? Kalau belum berhasil, tanyakan kenapa, ya, Ma? Dan coba Mama bantu mencari solusinya.


Variasi pertanyaan:

"Teman yang paling bikin Adek senang siapa? Kalau yang paling jail siapa?"
"Seandainya besok teman Adek dikasih kesempatan jadi guru, Adek milih siapa?"
"Kalau Adek boleh tukar teman sebangku, Adek milih siapa?"


10. "Adek bosan nggak di sekolah tadi?"



Mama, anak merasa bosan saat sekolah itu wajar. Apalagi jika masih pada usia balita atau awal-awal sekolah dasar. Beberapa anak bahkan bisa melakukan mogok sekolah hanya karena bosan, lho!

Nah, untuk mengantisipasi kemungkinan si Kecil bosan, Mama bisa tanyakan hal ini saat dia pulang sekolah. Jika dia mengatakan bosan, Mama coba gali lebih dalam lagi mengapa dia bisa jenuh. Apa karena metode pengajarannya, faktor lingkungan, pelajarannya, atau apa. Tapi cara bertanyanya jangan seperti sedang interogasi, ya, Ma?


Variasi pertanyaan:

"Bu Guru ngajarnya menyenangkan, ya?"
"Adek betah banget kayaknya di sekolah. Yang bikin betah apanya, sih? Ada nggak hal yang bikin Adek pengin buru-buru bunyi bel pulangnya?"


11. "Ada PR nggak hari ini?"



Nah, kalau anak Mama sudah cukup besar, misalnya kelas 3 SD ke atas, biasanya mendapat tugas atau pekerjaan rumah alias PR dari gurunya.

Mama nggak salah, kok, kalau bertanya tentang hal ini. Sambil mendengar jawabannya, Mama bisa tawarkan bantuan jika dibutuhkan.


Variasi pertanyaan:

"Hari ini ada tugas kayak kemarin nggak?"
"Besok nggak ada prakarya atau bawa apa gitu, Dek?"
"Oya, PR yang kemarin Adek kerjain bareng Mama gimana, Dek? Udah dikumpulkan dan dibahas? Benar nggak?"
"Mama nanti sore mau keluar. Ada yang harus Mama beli yang ada kaitannya dengan sekolah Adek nggak?"


12. "Tempat yang paling asyik di sekolah menurut Adek yang mana?"



Pertanyaan ini bagus buat mengetahui apakah si kecil tipe anak serius atau serius tapi santai (sersan).

Jadi maksudnya begini, Ma, kalau tempat favoritnya di kelas, berarti si kecil tipe anak yang tekun, hobi belajar. Sementara jika halaman sekolah pilihannya, bisa jadi dia menyukai aktivitas outdoor atau olahraga.

Sedangkan jika anak Mama menjawab lab, wah besar kemungkinan dia senang sains, Ma. Atau kalau tempat kesukaannya ruang makan atau kantin, berarti dia senang makan. Betul, nggak, Ma?


Variasi pertanyaan:

"Lebih asyik mana, di ruang kelas atau halaman sekolah? Kenapa?"
"Adek kayaknya jarang jajan di kantin waktu break. Kenapa?"


Baca Juga: Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!


13. "Kalau Adek boleh kasih bintang, mau kasih bintang berapa pengalaman Adek di sekolah hari Ini?"



Sesekali ajak si kecil me-review, yuk, Ma. Penilaian bisa berupa bintang, skala 1-5. Boleh berdasarkan bangunan fisik sekolah, tenaga pengajarnya, kebersihan sekolah, teman-temannya, atau juga pengalaman si kecil ketika bersekolah tadi.

Boleh juga dengan membuat chart dilengkapi bintang untuk diisi buah hati Mama, setiap hari, sepulang sekolah. Terserah mana yang lebih oke menurut Mama.


Variasi pertanyaan:

"Menurut Adek, nilai senangnya Adek di sekolah hari ini baik, cukup, atau kurang?"


14. "Kalau seandainya Mama telepon Bu Guru tanya tentang Adek di sekolah tadi, kira-kira Bu Guru cerita apa, ya?"



Pertanyaan ini bisa menstimulasi si kecil menilai dirinya selama di sekolah tadi. Ketika dia tidak melakukan hal-hal yang tak terpuji, tentu dia santai, ya, Ma dan menilai positif dirinya.

Sedangkan jika si kecil berbuat kurang menyenangkan di sekolah tadi, pertanyaan Mama ini bisa memancingnya untuk menceritakan apa yang sudah dia perbuat sebelum Mama mendengar dari gurunya.


Variasi pertanyaan:

"Menurut Adek, teman-teman suka nggak berteman sama Adek? Kalau iya, suka karena apa? Kalau nggak, kenapa, ya, kira-kira?"


15. "Apa yang membanggakan dari Adek hari ini di sekolah?"



Setiap anak tentu senang jika dipuji. Karena itu, coba memujinya melalui pertanyaan ini.

"Apa yang membanggakan dari Adek hari ini di sekolah?"

Jika sudah mendapat jawabannya, jangan lupa memuji si kecil, ya, Ma. Berikan apresiasi atas hal membanggakan yang sudah dia lakukan hari ini di sekolah.


Variasi pertanyaan:

"Adek sudah bisa apa hari ini di sekolah? Mengguntingnya makin oke? Mewarnanya gimana? Sudah nggak keluar garis apa masih?"


Baca Juga: Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper!


Begitulah, Ma, beberapa contoh pertanyaan yang bisa Mama adopsi ketika si kecil pulang sekolah.

Nggak ada alasan lagi untuk nggak tanya hal-hal seputar sekolah saat putra atau putri Mama pulang nanti, ya?

Selamat bertanya dan mendapat jawaban panjang lebar dari si kecil, ya, Ma! Dan sampaikan salam hangat Rocking Mama untuknya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 15 Pertanyaan Kreatif yang Bisa Mama Tanyakan Kepada Si Kecil Sepulang Sekolah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.