Ini Dia 5 Kesalahan Mengemudi Mobil yang Biasa Kita Lakukan dan Bisa Berbahaya

Ini Dia 5 Kesalahan Mengemudi Mobil yang Biasa Kita Lakukan dan Bisa Berbahaya

6.9K
Menngemudi mobil memang nggak ada teori pastinya. Semua kita lakukan berdasarkan 'hukum jalanan' yang berlaku. Cermati beberapa hal berikut, agar saat mengemudi mobil tetap aman.

Kemampuan mengemudi mobil pada seseorang memang tidak datang dengan sendirinya. Apalagi buat kita-kita ya, Ma, yang katanya suka sein kiri belok kanan.

Selain kita harus rajin berlatih mengemudi mobil dengan terjun langsung duduk di setir, ada juga beberapa driving knowledge dasar yang harus kita perhatikan dari sekitar kita.


BACA JUGA


Harus Menerobos dan Mengemudi di Tengah Banjir? Hati-hati, dan Lakukan 8 Hal Berikut!

Harus Menerobos dan Mengemudi di Tengah Banjir? Hati-hati, dan Lakukan 8 Hal Berikut!

Kadang kita terjebak dan harus mengemudi di tengah banjir. Tetap tenang, dan lakukan 8 tips berikut

Read more..


Tapi, sayangnya, semua hal yang kita dapatkan dari trial and error juga dari hasil pengamatan sekitar itu belum tentu benar. Bisa jadi karena out of date, salah mengerti, atau hanya mengada-ada saja.


Berikut 5 salah paham seputar mengemudi mobil yang harus Mama ketahui


1. Menginjak gas sebelum mematikan mesin


Kebiasaan orang yang biasa mengemudi mobil manual adalah menginjak gas dalam-dalam sebelum kemudian mematikan mesin. Mereka beranggapan bahwa hal tersebut akan membiarkan aki mobil terisi dan ruang pembakaran akan lebih bersih sehingga mobil akan lebih mudah di-starter nanti.

Padahal, faktanya nih, Ma, dengan menginjak gas begitu, pompa bahan bakar dan pelumas justru akan menyedot bahan bakar dan oli lho.

Jika kemudian mesin dimatikan, maka sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menumpuk di saluran pembakaran.

Justru akan lebih baik jika mesin mobil dibiarkan statis (tanpa digas) sekitar 10 detik sebelum dimatikan. Dengan demikian, kondisi ruang pembakaran dan pendinginan mesin lebih optimal.


2. Menyalakan lampu sein berarti sudah mendapat izin untuk pindah jalur atau mendahului


Nah, buat Mama yang kebiasaan sein kiri belok ke kanan nih, catatan tersendiri ya. Hahaha.

Menyalakan lampu sein berarti 'hanya' memberitahu atau meminta izin bahwa Mama yang mengemudi mobil ingin memotong jalur atau mendahului mobil yang lain.

Sementara itu, pengemudi lain di jalan belum tentu akan langsung mempersilakan Mama melakukannya. So, meski Mama telah menyalakan lampu sein, namun tindakan memotong jalur atau mendahului kendaraan lain itu sebaiknya dilakukan tetap dengan melihat seberapa aman kondisi jalan.

Dan, disesuaikan ya, Ma. Kalau mau belok kiri ya seinnya ke kiri. Kalau belok kanan, ya seinnya yang sebelah kanan yang dinyalakan. Sedangkan kalau setir sudah lurus, langsung cek juga apakah lampu seinnya sudah mati. Kalau belum, segera matikan.


BACA JUGA


Mobil Mogok di Jalan, Jangan Panik! Segera Lakukan Langkah-Langkah Ini untuk Mengamankan Mobil dan Diri Sendiri

Mobil Mogok di Jalan, Jangan Panik! Segera Lakukan Langkah-Langkah Ini untuk Mengamankan Mobil dan Diri Sendiri

Saat kita mengendarai mobil, ada beberapa hal yang jadi 'nightmare', yaitu mobil mogok di perjalanan. Duh, pasti panik luar biasa deh! Entah ...

Read more..


3. Menyetir pelan di lajur kanan


Di tol atau jalanan yang lancar, kadang kita melihat ada mobil-mobil yang dengan seenaknya berjalan pelan di lajur paling kanan. Dan ketika kita hendak mendahului, kita pun terpaksa harus membunyikan klakson atau memberi tanda dengan lampu dim.

Namun, kendaraan tersebut malah menyalakan lampu sein kanan. Itu berarti sama saja menyuruh kita mendahului sebelah kiri.

Wah, mereka pasti sudah lupa ya, bahwa ada imbauan bahwa "lajur kanan hanya untuk mendahului".


4. Menyalakan lampu hazard saat hujan deras


Terjemahan kata "hazard" adalah "bahaya".

Jadi, sesuai dengan namanya, lampu hazard seharusnya hanya digunakan dalam kondisi darurat, misalkan saat mobil sedang berhenti di lalu lintas ramai karena harus mengganti ban kempis, atau saat mobil mogok di bahu jalan.

Kelap kelip lampu hazard yang menyilaukan justru akan mengganggu konsentrasi pengemudi lain, meski saat hujan, dan berisiko menyebabkan kendaraan lho.

Jadi, sebaiknya nyalakan saja lampu kota jika memang hujan terlalu deras untuk memberi tanda mobil.


5. Mengguncang mobil saat mengisi bahan bakar


Katanya hal ini agar bahan bakar lebih banyak atau penuh terisi ke tangki. Padahal logikanya nih, Ma, bahan bakar itu kan bentuknya cairan ya. Seharusnya dalam pengisian, cairan kan akan selalu berjalan mencari tempat yang lebih rendah, bukan seperti keripik kentang yang diisikan ke dalam stoples yang saat stoplesnya diguncang, maka keripiknya bisa lebih mengisi ruang-ruang yang kosong kan?

Jadi, untuk apa ya diguncang? *masih gagal paham*


BACA JUGA


Baru Saja Bisa Mengendarai Mobil? Ini Dia 5 Hal yang Harus Diwaspadai, Diperhatikan dan Dihindari Selama di Jalan Raya oleh Para Newbie!

Baru Saja Bisa Mengendarai Mobil? Ini Dia 5 Hal yang Harus Diwaspadai, Diperhatikan dan Dihindari Selama di Jalan Raya oleh Para Newbie!

Mengendarai mobil itu memang perlu kewaspadaan tinggi. Apalagi kita yang baru saja bisa menyetir. Apa saja yang harus diperhatikan

Read more..


Nah, Mama, semoga sekadar pengetahuan mengenai mengemudi mobil di atas bisa bermanfaat ya.

Have a safe drive!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 5 Kesalahan Mengemudi Mobil yang Biasa Kita Lakukan dan Bisa Berbahaya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar