Ini Dia 5 Toko Buku Paling Menakjubkan di Paris yang Saya Harap Juga Ada di Indonesia

Ini Dia 5 Toko Buku Paling Menakjubkan di Paris yang Saya Harap Juga Ada di Indonesia

6.2K
Toko buku, semakin tersudut oleh toko-toko modern lain. Pun bukunya sendiri, pergerakannya makin menyedihkan, didesak oleh semua yang serba digital. Akankah kita masih merayakan buku 10 tahun mendatang?

Selamat Hari Buku Nasional! Yes, hari ini 17 Mei memang diperingati sebagai Hari Buku Nasional, sesuai dengan diresmikannya Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980 dulu.

Melihat perkembangan dunia literasi ke belakang ini, mau nggak mau membuat saya banyak berpikir. Akankah anak-anak kita kelak masih merayakan Hari Buku Nasional seperti ini? Atau, apakah masih ada buku untuk dirayakan? Apakah masih ada perpustakaan? Apakah masih akan ada toko buku fisik, yang selalu saya jadikan "objek wisata" setiap liburan ataupun weekend?

Jangan-jangan, di masa depan nanti, buku-buku ini hanya dimiliki oleh para kolektor saja ya?

Keberadaan buku telah digeser oleh apa-apa yang serba digital. Buku fisik pun sekarang makin menurun pergerakannya di luar sana, digantikan oleh buku digital yang bisa disimpan di dalam smartphone ataupun kindle, lebih praktis untuk dibawa ke mana saja.

Padahal ada banyak hal yang tak bisa tergantikan dari buku fisik oleh buku digital, di antaranya adalah aroma kertas baru yang baru saja dibuka segelnya! Hmmmm ... siapa yang punya hobi sama dengan saya, suka mengendus aroma kertas buku baru? Coba, ngacung! Hahaha.


BACA JUGA


10 Buku yang Paling Banyak Dibaca di Seluruh Dunia - Sudahkah Mama Membaca Semuanya?

10 Buku yang Paling Banyak Dibaca di Seluruh Dunia - Sudahkah Mama Membaca Semuanya?

Buku adalah gudang ilmu. Mau buku fiksi atau nonfiksi, semua perlu banget kita baca untuk menambah wawasan kita sendiri. Sudah baca 10 buku ...

Read more..


Ngomongin soal toko buku nih, Ma, di Indonesia toko buku yang ada biasanya adalah toko buku yang jadi satu dalam mal atau pusat perbelanjaan. And you know what, kini toko buku itu juga makin sempit saja, didesak makin ke sudut oleh gerai-gerai makanan dan pusat games. Iya, Ma, saya sedih! Sangat sedih. Hiks.

Hingga kemudian saya pun 'jalan-jalan' untuk mengumpulkan beberapa toko buku yang menakjubkan di Paris, Prancis. Duh, seandainya ada toko buku ini di Indonesia, barangkali bisa tiap hari saya ke sana atau malah nggak mau pulang deh.

Ikut saya jalan-jalan yuk, Ma!


5 toko buku menakjubkan di Paris Prancis yang saya harap juga ada di Indonesia


1. Shakespeare & Co.


Toko buku klasik yang paling menakjubkan ini beralamat di 37 Rue de la Bucherie, Paris. Terletak di tepi Sungai Seine, nggak begitu jauh dari Quartier Latin, dan punya view ke arah Katedral Notre Dame! Huah! My dream places in one location!

Toko buku ini merupakan salah satu toko buku mandiri yang terbesar di Paris, berdiri sejak tahun 1951, dan selalu menjadi tujuan utama para kutu buku dan wisatawan asing lho, Ma.

Toko buku ini nggak cuma sekadar menjual buku-buku baru saja, Ma, tapi juga menyediakan buku-buku secondhand yang berkualitas, sastra-sastra klasik dunia yang bisa dianggap sebagai harta karun yang tak ternilai!

Coba bayangkan, Mama berada di antara tumpukan buku-buku tua langka dengan lampu redup bercahaya hangat itu. Hmmm, heaven!

Selain berfungsi sebagai toko buku, Shakespeare & Co. ini juga menyediakan tempat duduk untuk sekadar minum espresso, dan juga sangat instagrammable.

Toko buku ini pernah menjadi setting film Before Sunset dan Midnight in Paris lho!


2. Librairie de Palais Tokyo


Toko buku satu-satunya yang buka sampai tengah malam ini beralamat di 13 Avenue du President Wilson, 75116 Paris.

Arsitektur toko buku Librairie de Palais Tokyo ini sangat artistik, Ma. Desain interiornya sangat unik, ala-ala gudang buku modern gitu.

Nah, yang istimewa lagi, koleksinya nih, Ma. Nggak buku populer, buku-buku dan majalah yang dijual dalam toko buku ini bertema serba desain kreatif, bahkan ada buku-buku yang mengulas koleksi dari Musee d'Art Moderne de la Ville de Paris loh!

Ih, wajib kunjung banget nih buat para pecinta contemporary art!


BACA JUGA


Emma Watson, Seperti Belle dalam Beauty and The Beast, Begitu Cantik dan Suka Baca Buku. Buku Apa Saja yang Dibaca Ya?

Emma Watson, Seperti Belle dalam Beauty and The Beast, Begitu Cantik dan Suka Baca Buku. Buku Apa Saja yang Dibaca Ya?

Emma Watson, di mana beauty and brain menjadi satu. Pemeran Belle dalam film Beauty and The Beast terbaru ini bukan hanya cantik, tetapi ...

Read more..


3. The Abbey Bookshop


Masih di seputaran Quartier Latin, beralamat di 29 Rue de la Parcheminerie, ada The Abbey Bookshop yang sudah berdiri sejak tahun 1989.

Toko buku ini dikenal sebagai the cultural center for Canadians. Karena saya juga belum pernah berkunjung ke sana (secara fisik, if you know what I mean, Ma. Hehehe), maka saya juga kurang tahu mengapa sampai disebut demikian.

Toko buku ini menyimpan lebih dari 35 ribu judul buku dari berbagai genre! Ukuran tokonya padahal kecil saja lho, dan buku-bukunya ditumpuk begitu saja dari lantai hingga langit-langit.

Bikin sempit dan sesak pasti kalau kita masuk ke dalamnya? Wah, menurut pelanggan-pelanggannya sih malah justru enggak! Amazing!


4. Librairie Galignani


Toko buku yang beralamat di 224 Rue de Rivoli ini merupakan salah satu toko buku yang menyimpan buku-buku sastra Inggris paling tua di Paris, Ma. Dan, selama 2 dekade, Librairie Galignani nggak pernah mengubah konsep toko buku mereka.

Toko buku ini menekankan nilai setiap koleksi bukunya dibandingkan profit marketingnya. Rak bukunya sendiri sangat khas yang tak bisa ditemui di mana pun, warnanya cokelat tua dengan susunan buku yang rapi dan teratur.

Yes, Galignani memang merupakan best bookstore in town di Paris, Ma!

Tempatnya begitu homey, nyaman, dan sangat strategis karena terhubung langsung dengan Louvre.


5. Bouquiniste


Ada jargon Prancis yang terkenal, bahwa Sungai Seine mengalir di antara dua rak buku. Soalnya ada deretan kios toko buku mungkil di sepanjang Pont Marie hingga Quai du Louvre, Ma.

Awalnya, sejarah mencatat bahwa tradisi perdagangan buku-buku second di abad 16-lah yang mengawali pembukaan kios-kios buku di sepanjang Pont Neuf.

Istilah Bouquiniste (bacanya boo-keen-est) lahir di tahun 1789, yang ternyata berasal dari bahasa Belanda, boeckini yang berarti small book.

Yes, lokasi ini merupakan deretan toko buku, atau barangkali lebih pas disebut kios buku karena kecil-kecil, Ma. Namun yang menarik, deretan kios buku ini begitu tertata, rapi dengan warna cat serba hijau dengan konsep toko buku praktis.


BACA JUGA


Jangan Mengaku Penggemar Novel, Kalau Mama Belum Membaca 4 Jenis Novel 'Nyeleneh' Ini!

Jangan Mengaku Penggemar Novel, Kalau Mama Belum Membaca 4 Jenis Novel 'Nyeleneh' Ini!

I do believe something very magical can happen when you read a good book. ~ J.K Rowling

Read more..


Yes, itu dia 5 toko buku yang sangat menakjubkan yang ada di Paris.

Oh yeah, I really wish ada toko-toko buku semacam itu di Indonesia, Ma, khususnya lagi di kota tempat saya tinggal. Demi bisa melestarikan minat baca buku yang semakin menurun, bisa membeli buku di toko buku yang sooo friendly dan cozy, lalu membawa pulang buku-buku dengan hati bahagia. Terutama sih supaya saya ada tempat untuk ngajak anak-anak lebih cinta buku, "berwisata", nggak perlu jauh-jauh, nggak butuh dana banyak (palingan hanya untuk membelikan mereka buku, yang bisa saya anggap sebagai "investasi"), dan pastinya, nyaman.

Demi Dewa! Semoga suatu saat keinginan saya tercapai, membuat toko buku kecil lengkap dengan kafenya. Tolong aminkan ya, Ma! Hahaha.

Well, selamat Hari Buku Nasional sekali lagi, Ma! Meski sedih, tapi mari kita bersyukur, bahwa masih ada buku-buku untuk dirayakan tahun ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 5 Toko Buku Paling Menakjubkan di Paris yang Saya Harap Juga Ada di Indonesia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar