Ini Dia 6 Perbedaan Merawat Bayi Ala Zaman Dulu yang Harus Mama Update dan Tinggalkan

Ini Dia 6 Perbedaan Merawat Bayi Ala Zaman Dulu yang Harus Mama Update dan Tinggalkan

3.6K
Soal merawat bayi, dengan lebih waspada, tentunya akan lebih baik kan ya? Salah satu cara kita waspada adalah dengan keep updated dengan berbagai informasi dan perkembangan ilmu kesehatan, terutama kesehatan bayi seperti ini.

Beneran ya untuk menjadi seorang mama itu syarat utamanya harus siap selalu belajar. Buktinya nih, soal merawat bayi saja kita harus selalu update. Hal-hal yang dari dulu telah menjadi kebiasaan dan dianggap baik dalam merawat bayi ternyata sekarang justru tidak lagi direkomendasikan.

Banyak mama muda yang masih melakukan perawatan bayi berdasarkan pengalaman orang tua zaman dahulu. Ya, gimana enggak, kan kita menganggap mereka-mereka ini pastinya lebih berpengalaman dan lebih tahu soal merawat bayi ya kan, Ma? Tanpa sadar, bahwa ada banyak hal yang sudah berubah, seiring perkembangan ilmu kesehatan dan pengetahuan yang juga semakin maju. Banyak fakta kemudian terungkap, yang ternyata malah menjadi kontradiksi dengan semua hal yang kita lakukan itu.

So, jika Mama termasuk yang masih melakukan berbagai perawatan bayi seperti yang diajarkan oleh 'para pendahulu kita', maka sekaranglah waktunya Mama untuk update. Rocking Mama akan menyajikan beberapa fakta dan anjuran merawat bayi yang lebih update, sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan.


BACA JUGA


Mengapa sih Mama Harus Selalu Bahagia? Karena Ada 5 Hal Ini yang Menjadi Bentuk Kebahagiaan bagi Bayi Mama

Mengapa sih Mama Harus Selalu Bahagia? Karena Ada 5 Hal Ini yang Menjadi Bentuk Kebahagiaan bagi Bayi Mama

Biar si Baby baru saja lahir, bukan berarti dia tidak merasa bahagia, tidak bisa mengenali Mama, dan tidak mempelajari sesuatu dari Mama lho ...

Read more..


Beberapa fakta dalam merawat bayi yang kini sudah tidak lagi direkomendasikan untuk dilakukan oleh para mama


1. Membersihkan Tali Pusat Bayi


Dahulu

Mama akan dianjurkan untuk merawat bayi dengan membersihkan tali pusatnya dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi alkohol.

Sekarang

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa tali pusat yang dibiarkan kering dengan sendirinya justru meminimalkan terjadinya infeksi pada bayi.

Rawatlah dan bersihkan pangkal tali pusat dengan air dan sabun, dan dikeringkan dengan menggunakan handuk yang kering. Agar mengurangi gesekan antara tali pusat dengan popok yang dipakai oleh bayi, saat memakaikan, lipatlah bagian atas popok. Atau Mama bisa juga menggunakan popok khusus yang didesain khusus dengan celah pada bagian pusatnya.

Cara ini adalah cara yang direkomendasikan oleh WHO, Ma. So, kita wajib tahu ya.


2. Memakaikan Gurita

Dahulu

Dalam merawat bayi baru lahir, gurita wajib dipakaikan. Tujuannya adalah untuk merampingkan perut bayi agar tidak terlihat buncit.

Sekarang

Well, sebenarnya sih dokter tidak akan melarang penggunaan gurita bayi ini, Ma, namun harus dipakaikan secara longgar karena sebenarnya tujuan pemakaian gurita ini adalah untuk menghangatkan tubuh bayi. Pemakaian gurita yang terlalu kencang akan menimbulkan risiko bayi sesak napas.

Selain itu, organ-organ tubuh bayi baru lahir masih sangatlah rentan, sensitif dan juga belum sempurna, sehingga penggunaan gurita akan dapat menghambat perkembangan organ tubuhnya.


3. Memakaikan Bedong

Dahulu

Sebelum memakaikan bedong, kaki bayi diluruskan dulu baru diikat dengan kencang, agar kakinya nggak berbentuk O.

Sekarang

Pemakaian kain bedong bertujuan utama untuk menghangatkan dan memberikan kenyamanan, seperti saat bayi masih ada dalam rahim Mama. Jadi, nggak perlulah sampai terlalu kencang ya, dan lakukan bedong bayi ini hanya sampai saat bayi sudah berusia sekitar 1 bulan. Bedonglah bayi saat menjelang tidur, dan tidak saat dia terjaga.


4. Menggendong Bayi


Dahulu

Menggendong bayi itu seharusnya dengan posisi bayi tidur, dan nggak boleh digendong dengan posisi kaki membuka hingga usia 7 bulan.

Sekarang

Bayi yang berusia 0 - 3 bulan memang sebaiknya digendong dengan posisi tidur, karena kemampuan otot dan motorik lehernya masih belum sempurna. Tetapi saat sudah besar sedikit, pasti deh mereka sudah nggak nyaman digendong dengan posisi tidur begitu, karena mereka sudah mulai aktif bereksplorasi dan pengin tahu lebih banyak mengenai lingkungan sekitarnya.

Mama bisa mencoba beberapa variasi mengendong, asalkan bayi merasa nyaman dan gendongan yang dipakai juga aman. Teknik hand free dengan menggunakan baby wrap juga aman kok, untuk bayi segala usia. Dengan begitu, Mama jadi bebas deh menggunakan kedua tangan untuk multitasking.


5. Menggunakan Baby Walker


Dahulu

Baby walker dipergunakan untuk bayi belajar berjalan. Sebagian orangtua yang lain mengaku, memanfaatkan baby walker karena pusing mengawasi si bayi yang merangkak dan merayap ke mana-mana.

Sekarang

Well, Mama, FYI saja, bahwa penggunaan baby walker sudah tidak direkomendasikan lagi sekarang.

Selain karena alasan kurang aman, baby walker juga membuat bayi menjadi kurang mandiri dan malas bergerak. As you can see, bayi dengan baby walker bergerak bukan dengan berjalan, melainkan dengan mendorong dengan jari kakinya sambil bersandar, dan si baby walker pun menggelinding dengan sendirinya.

Hal ini membuat banyak kecelakaan terjadi, Ma. Bayi kemudian bisa mencapai area-area berbahaya tanpa bisa dikendalikan, misalnya ke area yang penuh kabel, atau tiba-tiba sudah menggelinding ke teras dan jalan depan rumah, misalnya. Duh, kan bahaya banget itu!

Baby walker juga meningkatkan risiko bayi terjungkal kalau dipakai di daerah yang kurang rata. Juga bisa saja kaki bayi terjepit di roda baby walker. Selain itu, tahukah Mama, bahwa kelainan fisik seperti dada datar, paru-paru yang terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, serta cacat kaki, ternyata seringkali diakibatkan oleh penggunaan baby walker ini.

Ya itu semua karena tulang pada bayi masih sangat lunak dan lentur, Ma, sehingga layaknya sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, maka tulangnya pun menjadi melengkung dan berubah bentuk.

Jika memang bayi Mama sudah memasuki fase belajar berjalan, maka lebih baik ajari dia mendorong benda-benda ringan daripada menggunakan baby walker, misalnya dengan kursi plastik yang ringan dan aman, atau bisa juga ajari dia dengan berpegangan pada dinding.


6. Memakaikan Bedak Tabur yang Mengandung Talc


Dahulu

Dulu Mama pasti sering kan melihat bayi-bayi dengan muka yang penuh dengan bedak talc nggak rata? Hahaha. Memang terlihat lucu dan menggemaskan ya? Baunya pun harum, khas bayi. Apalagi kalau sudah dipadukan dengan aroma minyak telon ataupun minyak kayu putih. Seger gitu, kesannya ya, Ma?

Sekarang

Zaman sekarang saat merawat bayi, penggunaan bedak bayi yang mengandung talc tak lagi dianjurkan, Ma.

Studi yang dilakukan American Academy of Pediatrics mengungkapkan bahwa, ada indikasi jika bedak bayi dengan bahan dasar talc ini dapat menimbulkan kanker ovarium di masa mendatang, karena talc merupakan mineral dengan kandungan silikat magnesium terhidrasi, yang sudah diolah sedemikian rupa hingga menjadi bubuk halus.


BACA JUGA


Mau Ajak Bayi Mama Traveling dan Berpetualang Tanpa Suami? Simak 9 Tips Asyik ala Nila Tanzil Ini!

Mau Ajak Bayi Mama Traveling dan Berpetualang Tanpa Suami? Simak 9 Tips Asyik ala Nila Tanzil Ini!

Saya masih berstatus tante yang doyan traveling. Makanya saya penasaran, jika saya menikah dan punya anak nanti, bisakah saya meneruskan ...

Read more..


Nah, Mama, dengan lebih waspada, tentunya akan lebih baik kan ya, apalagi soal merawat bayi? Salah satu cara kita waspada adalah dengan keep updated dengan berbagai informasi dan perkembangan ilmu kesehatan, terutama kesehatan bayi seperti ini.

Barangkali dari kelima perbedaan merawat bayi antara dulu dan sekarang di atas juga akan berubah lagi nanti, seiring perkembangan yang ada tersebut. So, kita memang harus rajin-rajin mencari tahu.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, demi anak-anak yang sehat dan cerdas.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 6 Perbedaan Merawat Bayi Ala Zaman Dulu yang Harus Mama Update dan Tinggalkan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yeni Susanti | @yenifkip

Silahkan login untuk memberi komentar