Ini Dia 6 Pola Makan Buruk yang Harus Diubah Agar Mama Tetap Sehat

Ini Dia 6 Pola Makan Buruk yang Harus Diubah Agar Mama Tetap Sehat

575
Pola makan yang buruk bisa mengganggu metabolisme tubuh. Yuk, diperhatikan, Ma!

Ma, kapan Mama terakhir makan malam yang sehat dan kaya nutrisi? Jangan-jangan, Mama sering terlambat pulang dari kantor kemudian makan sekadarnya asal cepat saji dan mengenyangkan. Karena alasan sibuk, Mama lebih memilih makanan instan sebagai makan utama.

Well, secara jangka panjang, kebiasaan dan cara memilih nutrisi yang salah ternyata akan memengaruhi kesehatan lo, Ma. Begitu pula pola makan dan cara makan sehari-hari pun dapat memengaruhi kesehatan tubuh Mama.

Perlu diketahui bahwa gizi dan nutrisi yang baik bukan hanya berlaku untuk bayi dan balita, Mama sebagai orang dewasa pun perlu memperhatikan masalah pola makan ini agar hidup lebih sehat.


BACA JUGA


Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

Pola makan sehat menjadi hal yang dilakukan oleh orang-orang sekarang ini. Manfaat pola makan sehat tentunya untuk kesehatan

Read more..


Berikut ini beberapa pola makan dan kebiasaan buruk yang harus diubah agar Mama tetap sehat

1. Hanya memperhatikan kalori


Sebagian besar perempuan sering takut menjadi gendut. Sehingga dalam praktik pola makan sehatnya jadi memilih makanan dengan hanya memperhatikan mana makanan yang berkalori tinggi, mana yang bukan.

Pasti deh dalam benak Mama berpikiran bahwa bila makan makanan berkalori rendah maka badan tidak menjadi gendut. Akibatnya Mama tidak memperhatikan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Padahal, Ma, seringkali makanan dengan kalori rendah itu tidak disertai dengan nutrisi yang baik, misalnya protein dan serat yang cukup. Nah, ini memang pola makan yang salah nih, Ma, karena justru membuat Mama lebih cepat lapar. Bukan tidak mungkin, karena terserang lapar Mama mencuri-curi makan, dan akibatnya dietnya gagal total. Oops!

Berikut cara sederhana agar Mama bijak memilih bahan makanan terutama makanan kemasan:

  • Perhatikan isinya, Mama mudah tidak mengucapkannya?
  • Apakah mereka bebas dari rasa, warna, atau pengawet buatan dari laboratorium?
  • Apakah mereka bebas dari tambahan gula dan / atau banyak gula alami (dan berapa harganya)?
  • Apakah mengandung kurang dari tujuh bahan?
  • Apakah mereka berasal dari bumi?

Hindari makanan kemasan yang mengandung pengawet, pemanis, dan pewarna buatan. Berhati-hati bila semakin banyak bahan-bahan yang ditambahkan dalam makanan kemasan. Sebaik-baiknya makanan adalah yang tumbuh alami atau berasal dari bumi.


2. Pemanis buatan


Sekarang ini banyak iklan-iklan yang menawarkan pemanis buatan dengan kalori rendah, sehingga seolah dengan mengonsumsinya kita otomatis tidak menjadi gemuk.

Stephanie Middleberg, MS, RD, CDN, pendiri Middleberg Nutrition, dan penulis buku The Big Book of Organic Baby Food, menjelaskan bahwa meningkatnya konsumsi pemanis buatan di pasaran ternyata malah justru makin meningkatkan jumlah penyandang masalah kesehatan seperti peradangan, diabetes, penyakit jantung, kegemukan, dan auto-imun.

Selain itu pemanis buatan menimbulkan gangguan kesehatan kronis, seperti perut kembung, metabolisme tubuh menjadi lambat, serta menambah nafsu makan.

Mama, ada dua hal yang perlu kita cermati tentang pola makan Mama jika Mama banyak mengonsumsi pemanis buatan ini.

Pertama, pemanis buatan ratusan kali lebih manis daripada gula. Itu sebabnya kita hanya perlu jumlah yang sangat sedikit untuk membuat manis secangkir teh. Akibatnya lidah kita terbiasa dengan rasa teramat manis.

Kedua, otak atau tubuh kita mengira zat pemanis tersebut gula padahal bukan, maka tubuh tetap kurang kandungan gula. Otak yang tertipu tadi mengirim sinyal agar tubuh merasa lapar karena kekurangan zat gula.

Nah, kalau memang Mama pengin mengurangi asupan gula dalam pola makan Mama, maka cara ampuh sebetulnya adalah dengan mengurangi sedikit demi sedikit rasa manis sampai lidah kita terbiasa makan atau minum yang tidak terlalu manis.


3. Takut lemak


Ma, mendengar kata lemak yang terlintas pastilah jenis makanan yang membuat gemuk, sehingga harus dihindari jika kita ingin punya pola makan yang sehat.

Padahal lemak juga dibutuhkan oleh tubuh lo, antara lain untuk melindungi organ dalam tubuh, membantu penyerapan beberapa vitamin yang larut dalam lemak, membuat kulit kenyal dan bersinar, serta memudahkan buang air besar.

Lemak juga merupakan sumber energi, mengatur suhu tubuh, membantu pembentukan membran sel dalam tubuh, dan ternyata justru mengurangi rasa lapar. Yang perlu diperhatikan adalah, ada 2 jenis lemak dalam makanan, yaitu lemak baik dan lemak jahat.

Lemak baik diperoleh dari lemak nabati seperti dari avokad, kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak. Lemak jahat yang perlu dihindari, antara lain terdapat pada daging berlemak, makanan cepat saji, susu full cream, keju, keripik, santan dan gorengan.

Jadi tidak apa-apa Ma, mengonsumsi makanan yang mengandung lemak untuk pola makan yang lebih sehat, asalkan dipilih lemak baik yang memang diperlukan oleh tubuh. Misalnya dalam semangkuk salad makan siang Mama, tambahkan potongan avokad segar.


BACA JUGA


Biasakan Pola Makan Sehat Pada Anak Dengan 9 Langkah Ini Demi Masa Depan Mereka!

Biasakan Pola Makan Sehat Pada Anak Dengan 9 Langkah Ini Demi Masa Depan Mereka!

Membiasakan anak dengan pola makan sehat itu memang banyak tantangannya. Tapi, jangan pernah berkecil hati, Ma! Demi kesehatan harus bisa ...

Read more..


4. Kurang mengunyah


Orang modern yang tinggal di kota seringkali dikejar waktu, sehingga punya pola makan yang salah. Mereka akan makan terlalu cepat dan kurang dikunyah.

Kebiasaan ini tidak baik bagi pencernaan, karena makanan yang kurang dikunyah akan memperberat kerja usus. Beberapa keluhan akibat buruknya pola makan seperti ini adalah perut kembung, kurang energi, masalah kulit, gangguan usus, penambahan berat badan, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Pada waktu mengunyah, mulut akan mengeluarkan air liur yang mengandung enzim. Enzim ini bila tercampur dengan makanan yang kita kunyah akan membuat kandungan vitamin dan mineral mudah diserap oleh tubuh. Beberapa ahli menganjurkan untuk mengunyah sebanyak 32 kali, atau sebanyak jumlah gigi.

Intinya sebetulnya, makanan tersebut dikunyah beberapa kali sehingga berbentuk lembut dan mudah ditelan.


5. Ngemil


Ngemil adalah kegiatan makan kita yang dilakukan di antara waktu makan utama. Beberapa orang memiliki waktu ngemilnya sendiri-sendiri.

Ada yang cenderung ngemil antara pukul 9 pagi hingga 12 siang sebelum makan siang. Ada pula yang merasa lapar dan merasa perlu curi-curi waktu ngemil sore hari sekitar pukul 4, atau bahkan ada yang ngemil tengah malam, sesudah makan malam.

Bolehkah mengemil? Tentu saja boleh Ma, asalkan memilih camilan yang sehat. Kemudian berpikirlah rasional, kita ngemil karena apa? Apakah benar-benar lapar, cemas, sedih atau pikiran yang menekan karena bekerja sepanjang hari? Atau kebiasaan saja?

Buah seringkali disarankan sebagai camilan sehat yang tidak mengganggu diet dan pola makan. Hindari buah yang mengandung lemak, kalori dan gula yang tinggi, misalnya durian, mangga, atau pisang. Pilihlah buah-buahan yang banyak mengandung serat dan air bila benar-benar merasa lapar, misalnya semangka, melon, jeruk, pepaya, dan lain-lain.


6. Merasa bersalah


Makan itu harusnya merupakan kegiatan yang menyenangkan lo, Ma. Banyak di antara kita yang makan, kemudian menyesal telah mengonsumsi makanan yang menurutnya buruk bagi kesehatan.

Ada yang panik, karena telah makan sebuah pisang dan menyesal dengan kandungan kalori yang ada dalam pisang. Atau sepotong kue cokelat di pesta ulang tahun teman membuat kita tak bisa tidur.

Merasa bersalah setiap kali selesai makan bukanlah kebiasaan yang baik. Secara psikis kepikiran sepanjang hari justru lebih buruk bagi tubuh dibandingkan makan sepotong kue cokelat.

Seringkali kita terlalu memperhatikan berita media sosial, tentang diet dan pola makan para artis yang sedang tren, atau pesohor yang tiba-tiba terkenal sebagai vegan. Padahal badan seseorang itu disebut sebagai bio-individual, artinya setiap orang mempunyai kecenderungan dan karakter tubuh masing-masing.

Pola makan dan diet bagi seseorang belum tentu cocok bagi orang lain. Begitu pula, kebiasaan makan kita belum tentu baik ditiru oleh orang lain.

Caranya agar Mama tak terlalu merasa bersalah setelah makan adalah:

  • Pikir-pikir dahulu sebelum mengambil makanan yang diperkirakan akan mengganggu diet dan pola makan sehat Mama.
  • Ambil hanya sepotong kecil dan makanlah dengan enak.


BACA JUGA


Ini Dia Beberapa Menu Makan Siang yang Ternyata Mencuri Kalori Lebih Banyak dari yang Dibayangkan

Ini Dia Beberapa Menu Makan Siang yang Ternyata Mencuri Kalori Lebih Banyak dari yang Dibayangkan

Menu makan siang memang bisa bermacam-macam, tapi ternyata dalam beberapa menu makan siang yang biasa kita santap, tersembunyi kalori yang ...

Read more..


Nah Ma, itulah berbagai kebiasaan buruk dan pola makan yang harus diubah agar Mama tetap sehat.

Tetaplah perhatikan kandungan nutrisi dalam makanan yang kita konsumsi. Melakukan olahraga untuk membakar kalori dan memperoleh tubuh yang sehat jauh lebih baik daripada berdiet ketat tetapi malah stres.

Tul nggak, Ma?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 6 Pola Makan Buruk yang Harus Diubah Agar Mama Tetap Sehat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hani Widiatmoko | @handayaniwidiatmoko

hai...saya Hani. Blog saya http://www.haniwidiatmoko.com

Silahkan login untuk memberi komentar