Ini Dia 7 Cara Melepaskan Kecanduan Gadget pada Balita

Ini Dia 7 Cara Melepaskan Kecanduan Gadget pada Balita

439
Kecanduan gadget kita sudah sampai pada taraf yang memprihatinkan, apalagi kalau sudah menjangkiti balita-balita kita juga.

Ada video yang viral beredar di media sosial tentang anak bayi yang mengamuk ketika ponsel yang sedang ia tonton diambil dari hadapannya. Anak tersebut menangis keras dan menggulingkan tubuhnya ke belakang, memberontak, menuntut agar ponsel tersebut dibawa kembali ke hadapannya agar ia bisa menonton video yang ia sukai.

Sekilas memang terlihat lucu, namun ternyata sangat miris ya, Ma. Betapa anak balita tersebut sudah sangat tergantung alias kecanduan gadget.

Lain hari, ada seorang ibu yang mengeluh karena anaknya tidak bisa melepaskan pandangan dari gadget. Jika gadget kesayangannya disimpan, anak ibu tersebut akan mengamuk dan meminta gadget kepada orang tuanya.

Gadget memang tidak selalu berdampak buruk sih, Ma. Nyatanya, juga banyak aplikasi yang dapat membantu anak dalam mengasah bakat anak. Juga banyak aplikasi lain yang membantu hidup kita sehari-hari, seperti aplikasi bebas macet, aplikasi untuk ibu hamil dan lain sebagainya.

Tapi bagaimana jika teknologi ini malah membuat anak kecanduan gadget, dan tidak ingin melakukan aktivitas. selain main gadget?


BACA JUGA


Gadget for Kids: Sekarang atau Nanti? Inilah Pendapat Beberapa Rocking Mama!

Gadget for Kids: Sekarang atau Nanti? Inilah Pendapat Beberapa Rocking Mama!

Yes, kids love technology, but they also love Legos, scented markers, handstands, books, and mud puddles. It's about balance. ~ K.G., first- ...

Read more..


Yuk kita tengok beberapa tips untuk melepaskan kecanduan gadget, terutama pada balita.


1. Awali dari Mama dan Papa


Children see, children do.

Jika Mama dan Papa ingin si kecil dapat melepaskan diri dari kecanduan gadget, maka Mama pun harus memulai untuk menahan godaan dari gadget itu sendiri.

Tentunya akan lebih mudah bagi anak untuk meniru perilaku dibandingkanhanya mendengarkan kata-kata orang tuanya. So, set an example, bahwa gadget hanyalah alat yang digunakan untuk memudahkan komunikasi atau bekerja, bukan penghibur abadi yang bisa diakses kapan saja.


2. Luangkan waktu secara maksimal bersama anak


Kadang, kita terpaksa memberikan gadget agar anak “anteng”, sehingga kita bisa mengerjakan tugas.

Padahal, ini merupakan bom waktu yang dapat meledak kapan saja dan baru kita sadari ketika anak sudah sulit diajak berkomunikasi. Perkembangan balita yang lebih sering ditemani oleh orang tuanya secara utuh akan lebih optimal dibandingkan dengan balita yang jarang mendapatkan waktu bersama orang tua.

Anak akan merasa lebih dihargai dan bisa meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif secara lebih maksimal.


3. Ajak anak bermain outdoor atau aktivitas lain


Aturlah jadwal bersama anak untuk bisa bermain bersama di luar rumah.

Ajak anak bermain di taman dekat rumah, atau bersepeda santai di komplek perumahan jika cuaca sedang bersahabat. Kalau situasi tidak memungkinkan, Mama bisa mengajak si kecil untuk bermain di dalam rumah.


4. Kompak bersama Papa dan orang lain di rumah


Sebelum membuat aturan untuk si kecil, pastikan Mama, Papa atau orang lain di rumah sudah memahami tentang peraturan penggunaan gadget tersebut.

Jangan sampai Mama melarang si kecil menggunakan gadget, lalu Papa bersikap sebaliknya. Nanti si kecil malah akan bingung dan tidak mengindahkan peraturan yang telah dibuat.


5. Buat aturan durasi menggunakan gadget bersama anak


Pastikan anak dalam kondisi nyaman untuk mengobrol dengan Mama dan Papa. Sehingga, anak dapat memahami kebijakan ini dan konsekuen dengan peraturan tersebut.

Ajaklah si kecil untuk membuat aturan penggunaan gadget bersama. Pastikan si kecil memahami alasan kenapa harus dibuat peraturan dalam menggunakan gadget.

Mama bisa menjelaskan bahaya apa saja yang bisa ditimbulkan jika ia terlalu lama terpapar layar ponsel. Ketika si kecil berusaha meminjam ponsel, Mama bisa mengatakan seperti ini, “Adik boleh nonton video, tapi diatur dulu waktunya, ya. Nanti ketika alarm di ponsel sudah menyala, tolong gadgetnya dikembalikan ke Mama, ya?”

Sekali dua kali memang terasa sulit dan tidak memungkinkan. Bahkan mungkin si kecil akan mengamuk dan melawan Mama. Tapi usahakan tetap tegar ya, Ma. Tunjukkan “who is the boss”.

Karena jika Mama mengalah terhadap tangisannya, maka di hari selanjutnya si kecil akan menggunakan tangisannya untuk mendapat gadget sesuai keinginannya.


6. Jaga konsistensi aturan tersebut


Saat Mama dan Papa sedang menerima tamu atau sedang makan bersama di luar, biasanya si kecil akan memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta gadget.

Umumnya, sebagai orang tua kita segera “mengalah” karena malu jika si kecil menangis di depan umum. Embrace yourself and stay strong, Mama. Jika Mama dan Papa “kalah” saat itu, maka si kecil akan berusaha meminta gadget pada kondisi-kondisi tertentu seperti itu.

Ajak si kecil untuk bermain sembari menunggu makanan datang, misalnya, dengan berbagai permainan yang tak memerlukan smartphone.


7. Alah bisa karena biasa


Tidak ada hal yang mustahil jika kita mau berusaha.

Mungkin sekilas terlihat sulit dan tidak mungkin, namun dengan komitmen dan dukungan dari keluarga, yakinlah Mama bisa menerapkan peraturan tersebut dan menjaga buah hati dari dampak negatif kecanduan gadget.


BACA JUGA


Bosan Tanpa TV dan Gadget? Ini Dia 10 Aktivitas Anak Alternatif yang Seru dan Pasti Akan Membuatnya Tetap Sibuk!

Bosan Tanpa TV dan Gadget? Ini Dia 10 Aktivitas Anak Alternatif yang Seru dan Pasti Akan Membuatnya Tetap Sibuk!

Kita ini mama 'modern' yang sibuk, ya nggak Ma? Dalam satu hari ada banyak banget yang harus kita kerjakan. Kayaknya 24 jam dalam sehari itu ...

Read more..


Nah, Mama, memang diperlukan konsistensi dari Mama sendiri untuk bisa melepaskan kecanduan gadget pada si kecil. Yang pasti, akan lebih baik atasi hal ini sekarang, Ma, sebelum terlambat.

So, semangat, ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 7 Cara Melepaskan Kecanduan Gadget pada Balita". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Inne R. A. | @innera

Content Writer * Translator * Freelance Teacher A life learner

Silahkan login untuk memberi komentar