Inilah 10 Perempuan Dunia Terkuat Versi Rocking Mama

Inilah 10 Perempuan Dunia Terkuat Versi Rocking Mama

1.6K
Feminism is not about making women stronger. Women are already strong. It's about changing the way the world perceives that strength. ~ G.D Anderson

Isu gender sudah nggak lagi laku di zaman sekarang ini!

Banyak Mama di luar sana yang bekerja sambil urusin anak. Dan nggak jarang pula, ya, Ma, kita mendengar kisah sukses para mama-mama ini yang bekerja sebagai pemimpin, mulai dari pemimpin perusahaan hingga negara. Bangga dong, sebagai perempuan!

Tren dunia politik menunjukkan, banyak negara maju, maupun negara berkembang, telah memberi kesempatan kepada perempuan untuk memimpin. Boleh jadi, rekam jejak para perempuan ini memberikan gambaran lebih spesifik, bahwa saat ekonomi sedang sulit, perempuan lebih taktis mengambil keputusan dan ulet, ketika masalah menghadang.

Siapa saja sih 10 wanita pemimpin perempuan? Coba kita lihat, yuk!

1. Gloria Macapagal – Arroyo (Filipina)

Putri mantan presiden, Diosdado Macapagal ini menjadi presiden pada 2001 melalui kudeta tak berdarah. Gloria menyingkirkan Presiden Joseph Estrada di tengah tuduhan korupsi. Ia terpilih untuk masa jabatan 6 tahun pada 2014.

Pertumbuhan ekonomi di masa jabatannya lebih tinggi daripada yang dicapai beberapa presiden sebelumnya, dan inflasi mencapai titik terendah yaitu rata-rata 5,3%. Tapi, kebijakan paling diingat adalah ‘Ekonomi Liburan’, yaitu pemerintah menyesuaikan hari libur untuk menciptakan akhir minggu lebih panjang.

Hmmm, sepertinya kebijakan yang ini juga sekarang sering diberlakukan di Indonesia juga ya? :)

2. Dalia Grybauskaite (Lithuania)

Dalia terpilih sebagai presiden perempuan pertama Lithuania, negara kecil di kawasan Baltik. Sejak menjabat, ia hanya mengambil separuh gajinya yang mencapai 120.000 dolar AS per tahun (sekitar 1,2 miliar).

Pernah belajar ekonomi di Leningrad, Rusia dan Universitas Georgetown, AS, ia dikenal keras dalam berbicara dan bersikap, sampai-sampai ia dijuluki ‘Wanita Besi’.

3. Pratibha Patil (India)

Tidak ada ketegangan berarti ketika Pratibha ditetapkan sebagai presiden ke-13 India pada tahun 2007. Pernah berkarir sebagai pengacara, ibu dua anak ini punya kepedulian sosial tinggi, ia mendirikan hostel untuk para buruh perempuan di Mumbai dan New Delhi. Kiprahnya ini membuatnya berkali-kali diangkat menjadi menteri mulai dari tahun 1967, sebelum ditunjuk menjadi gubernur Rajasthan tahun 2014.

4. Angela Merkel (Jerman)

‘Sang Gadis’, demikian julukan Kanselir Helmut Kohl pada Angela Merkel yang menjabat Menteri Urusan Perempuan dan Pemuda, kemudian Menteri Lingkungan Hidup dan Keamanan Reaktor Nuklir. Sebutan itu mungkin diberikan karena ia menteri termuda di kabinetnya. Atau, mungkin, karena saat itu Angela –yang telah bercerai dari ahli fisika, Ulrich Merkel- menjalani hidup bersama dengan pasangannya ahli kimia, Prof. Joachim Sauer. Angela kemudian menikah dengan Joachim tahun 1998.

Kini, sudah dua kali wanita bergelar doktor di bidang fisika ini menjadi Kanselir Jerman (2005 dan 2009). Majalah forbes menobatkannya sebagai salah seorang perempuan paling berkuasa di dunia. Media Der Spiegel menilai, kecakapannya yang utama adalah mampu menyembunyikan pikiran dan perasaannya.

5. Johanna Sigurdardottir (Islandia)

Tahun 2009, rakyat Islandia memercayai Johanna Sigurdardottir sebagai perdana menteri (PM). Bebannya cukup berat, yakni memperbaiki ekonomi Islandia yang morat-marit karena krisis keuangan global.

Popularitasnya melonjak akibat transparansi Johanna yang memiliki orientasi seksual terhadap sesama jenis. Konon, ia adalah kepala pemerintahan pertama yang secara terbuka menyatakan diri homoseksual.

6. Tarja Halonen (Finlandia)

Menjadi presiden perempuan pertama di Finlandia (2000), dan terpilih kembali pada 2006 adalah bukti bahwa ia bukan pemimpin biasa.

Tarja terkenal karena sikap kritisnya. Misalnya, pada tahun 1990-an, ia keluar dari Gereja Lutheran Injili Finlandia untuk memprotes kebijakan memajaki anggota gereja.

Kehidupannya menunjukkan dirinya berjiwa bebas. Ia baru menikah pada 26 Agustus 2000, setelah hidup bersama lebih dari 15 tahun dengan Dr. Pentti Arajarvi. Rakyatnya tetap kagum, bahkan menempatkannya sebagai salah satu dari 10 nama teratas Suuret Suomalaiset (orang Finlandia terhebat) pada 2004.

7. Cristina Fernandez De Kirchner (Argentina)

Cristina naik menggantikan suaminya, Nestor Krichner, sebagai presiden akhir tahun 2007. Pengacara lulusan Universitas La Plata ini memulai karir politik di Partai Justisialis, menikah dan memiliki dua anak tidak membuatnya tersingkir dari politik karena ia selalu aktif dan terpilih menjadi senator. Cristina dikenal ‘berlidah tajam’ dan glamor. Ia juga mendapat julukan ‘Panther Patagonia’ karena pidatonya yang berapi-api.

8. Mary Patricia McAleese (Irlandia)

Mary Patricia dua kali terpilih sebagai presiden, tahun 1997 dan 2004. Sebelum menjadi presiden, ia bekerja sebagai pengacara, wartawan dan akademisi.

Istri Martin McAleese yang pernah menjadi presenter acara Today Tonight dan rektor Universitas Queen’s di Belfasat, membuktikan dirinya mampu luwes memimpin Irlandia, memosisikan pemerintah menjadi pihak netral di antara komunitas Katolik dan Protestan yang rawan konflik. Salah satu programnya adalah mengunjungi Irlandia Utara secara teratur. Kehadirannya selalu disambut hangat oleh kedua komunitas Kristian itu.

Umat Islam di negaranya dihargai dengan event tahunan di berbagai kampus. Boleh jadi, keluwesan dan prestasi Mary itu membuat rakyat Irlandia puas akan kepemimpinannya yang pertama. Ketika mengumumkan pencalonannya kembali, ia tak punya lawan. Tak ada capres lain yang mau bersaing dengannya.

9. Sheikh Hasina Wajed (Bangladesh)

Putri Sheikh Mujibur Rahman (presiden I Bangladesh) ini menjadi Perdana Menteri sejak 2009. Walau dibayangi ketenaran ayahnya, ia dikagumi karena keahliannya berorasi. Menjadi PM di negara yang sering mengalami gejolak politik seperti Bangladesh bukan hal mudah. Di hadapan pendukungnya, ia mengatakan, “Walau nyawa saya terancam, saya akan terus berjuang untuk menyaksikan negara ini tersenyum.” Keberanian yang tak hanya dilontarkan lewat ucapan, namun dibuktikannya dengan memerintahkan eksekusi mantan pejabat militer yang dianggap berperan dalam kudeta 1975.

10. Ellen Johnson – Sirleaf (Liberia)

Ia perempuan pertama di Afrika yang menjadi kepala negara. Kecerdasannya di dunia intelektual dan politik memang nggak diragukan. Pendidikan tingginya diselesaikan di AS, serta meraih gelar master dalam bidang adminstrasi publik dari Universitas Harvard. Kendati latar belakang pendidikannya cukup mengesankan, ia pernah mengenyam sel penjara saat rezim militer Samuel Doe dan Charles Taylor. Setelah masa penahanannya usai, Ellen baru dapat kembali ke negaranya tahun 1997. Ia lalu berkiprah sebagai ekonom, tak lama setelah bekerja sebagai Senior Loan Officer Bank Dunia dan Vice President Citibank kawasan Afrika.

Mama ada tambahan sosok perempuan kuat dunia lainnya? Yuk, share di sini!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah 10 Perempuan Dunia Terkuat Versi Rocking Mama". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Blogger. Content creator. Mom of two. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Amateur Photographer. Cooking lover. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar