Inilah #KisahSaya - Suami Saya Bermain Cinta dengan Puluhan Wanita di Luar Sana, Namun Saya Begitu Takut Ditinggalkannya

Inilah #KisahSaya - Suami Saya Bermain Cinta dengan Puluhan Wanita di Luar Sana, Namun Saya Begitu Takut Ditinggalkannya

4.4K
Penglihatan saya buram, walau saya tahu tak akan ada air yang keluar dari kedua mata ini. Mata yang sudah kerontang sumber airnya, karena terlalu banyak menyaksikan kalimat-kalimat mesra antara puluhan wanita, dengan suami saya.
"Iya, sabar. Saya lagi cari waktu yang pas buat ngomong."
"Tapi kapan? Kamu ngga akan bohongin saya, kan?"
"Saya tidak akan bohongin kamu. Saya akan nikahin kamu!"


Begitulah, dear Mama. Jemari saya bergetar hebat membaca itu. Gemelutuk geligi ini menahan segala emosi yang berkecamuk. Saya begitu marah, kecewa, hancur. Penglihatan saya buram, walau saya tahu tak akan ada air yang keluar dari kedua mata ini. Mata yang sudah kerontang sumber airnya, karena terlalu banyak menyaksikan kalimat-kalimat mesra antara puluhan wanita, dengan suami saya.


BACA JUGA


Inilah #KisahSaya - Saya Hamil di Luar Nikah dan Harus Berdamai dengan Janin yang Tak Saya Harapkan

Inilah #KisahSaya - Saya Hamil di Luar Nikah dan Harus Berdamai dengan Janin yang Tak Saya Harapkan

Hamil di luar nikah telah menghancurkan semua yang sudah saya raih; keluarga, harapan dan karier saya. Tapi, saya harus mencintai bayi yang ...

Read more..


Malam itu saya membatin pilu, "Siapa lagi ini?"

Sependek pengetahuan saya yang selalu saja dikalahkan oleh panjangnya akal suami, belum pernah ada wanita yang dijanjikan menikah seperti itu.

"Apa kali ini dia serius akan meninggalkan kami?"

Mama, saya punya seorang putri yang lahir dari rahim yang sudah berusia 40 tahun ke atas. Mama tahu kan, kecenderungannya akan lahir seorang anak yang berkebutuhan khusus? Demikian pula anak saya. Setelah seperti tersambar petir membaca pesan-pesan di telepon genggam suami saya yang sedang merokok di luar, penuh lara, saya memandangi kesayangan saya itu yang sudah lelap tidur.

"Kita mau bagaimana sekarang, Nak? Mama harus apa?" Saya berbisik sesenggukan, walau tetap, tanpa air mata.



Sungguh, saya tidak pernah mengerti jalan pikiran suami saya. Dulu, laki-laki yang 5 tahun lebih muda itu begitu mendamba saya. Mencintai saya. Sudah beberapa kali saya menolak, sadar akan jurang usia yang saya pikir kelak akan menimbulkan masalah. Tapi dia tak menggubrisnya. Pria itu mabuk cinta!

Ah, di mana cintanya sekarang, ya Ma? Dia tebarkan begitu saja di hadapan banyak wanita, ya? Seolah cinta adalah syair suci yang tanpa makna. Yang begitu mudahnya ditiupkan ke daun-daun telinga, untuk sekadar membelainya? Dan, di mana hati-hati mereka, ya Ma? Hati-hati yang seharusnya lembut, milik para wanita yang tahu bahwa pria tegap paruh baya itu sudah ada yang punya?


"Setiap pagi, yang saya buka dulu itu Facebook kamu. Kepengin lihat mata kamu, hidung kamu, bibir kamu ..."
"Foto yang tadi pagi di Instagram ... emh, kamu seksi!"


Itu dua, di antara ratusan, mungkin ribuan, message yang tersimpan rapat di kotak masuk suami saya, Ma. Yang diam-diam saya buka. Mama mau tahu juga tentang balasan-balasannya? Ini beberapa di antaranya.


"Hihihi, Daddy bisa aja! Ngga ngegombalin akyu kaaan? I mizz u!"
"Papi di mana? Terima kasih buat nonton bioskopnya, ya! Luv u papi. XOXO!"


Biasanya begitu, balasan-balasan bernada centil-sok manis-manja dari perempuan-perempuan yang nampaknya masih belia itu. Saya tahu, dari kata-katanya yang kadang tidak saya mengerti.

Apa itu XOXO, Ma? Semacam kodekah? Kode apa, Ma? Entah dari penampungan mana suami saya menemukan mereka.


BACA JUGA


Curiga Suami Selingkuh? Waspadai Tanda-Tandanya dari 5 Ucapan yang Biasa Dilontarkan Ini!

Curiga Suami Selingkuh? Waspadai Tanda-Tandanya dari 5 Ucapan yang Biasa Dilontarkan Ini!

Suami selingkuh? Amit-amit, ya, Ma. Semua rumah tangga pasti mendoakan yang terbaik sepanjang hidup. Tapi, kita pun harus waspada dengan ...

Read more..


Ada juga balasan-balasan lain yang lebih elegan, yang nampaknya dari wanita-wanita dewasa yang sudah mapan dari segi pengalaman, bahkan keuangan. Untuk yang ini, kening saya tidak pernah berhenti berkerut saat memikirkannya. Apa lagi yang mereka cari, Ma? Kepuasankah? Tolong bantu jawab, Ma!


"Nanti malam jadi? A nice candle light dinner then a romantic walk along Braga street, ya. Can't wait!"
"I miss your lips, darling. Kapan bisa ketemu lagi?"


Saya ini produk lama yang tidak terlalu paham bahasa Inggris, tapi yakin pasti kalimat-kalimat itu merangsang berahi suami saya. Saya hancur, Ma! Apakah begitu pula perasaan Mama jika membacanya di telepon genggam suami Mama?

Walau saya sudah menangis tanpa suara dan air mata, si kecil akhirnya terbangun juga. Entah karena ikatan batin yang begitu tinggi di antara kami, ya? Matanya yang besar dan indah tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ya, saya tahu dia tahu, Ma.

Kalau sudah begitu, biasanya kami bertatapan lama tanpa kata, membiarkan telepati memfungsikan dirinya, lalu berpelukan. Tanpa air mata. Tidak lagi ada air mata.

"Apakah kamu siap, Sayang, kalau harus hidup tanpa Papa?"

Saya bertanya selembut mungkin padanya. Kesayangan saya itu sangat sayang papanya. Papanya pun luar biasa memanjakannya. Tapi, dia perlu tahu situasi yang mungkin saja terjadi. Bukan begitu, Ma?

"Asalkan sama Mama, aku mau aja," jawabnya menguatkan.

Ah anak ini. Dibalik kekurangan yang Tuhan anugerahkan kepadanya, ternyata ia memiliki banyak kelebihan. Ia peka, dan sangat dewasa dalam menyikapi dan menilai keadaan. Ia tidak membenci papanya, sekaligus sangat membela mamanya. Ia adalah milik saya satu-satunya. Entah apa jadinya jika saya sudah tidak ada, ya Ma? Tuhan, tolong jaga ia.


"Kamu lagian cerewet amat, sih? Mau saya sama perempuan mana pun, tapi kan istri saya tetap kamu!"
"Apa itu adil buat saya? Kamu di luar sana bermain cinta, saya di sini mendamba cinta?"
"Ya! Karena saya butuh banyak cinta, saya perlu banyak wanita. Kamu diam saja, tenang, tidak akan saya tinggalkan!"


Suami saya tahu, betapa saya mencintainya, Ma. Saya takut ditinggalkannya. Selelah apa pun saya merasa, setinggi apa pun pengorbanan saya, saya tetap akan menerimanya kembali.

Ya, mungkin itu kesalahan saya. Tapi ini demi anak saya juga. Harus ada yang mengurusnya jika tiba waktu saya menghadap-Nya, bukan?

Seperti pada pertengkaran kami yang terakhir, saat saya membuatnya harus memilih; anak dan istri, atau permainan-permainan cintanya, yang kemudian membuat suami saya membereskan pakaian-pakaiannya dari lemari, dan pergi.

Mengejar perempuan yang dijanjikannya menikah itu. Saya diam saja, Ma. Antara benci dan ketakutan ditinggal.

Namun, suami saya pulang dua bulan setelah itu, Ma. Perempuan idamannya menghilang entah ke mana.

Saya bersyukur dia kembali, walau mengerti bahwa lain kali pasti ada kejadian seperti ini lagi.

Saya harus apa, Ma?


BACA JUGA


Suami Selingkuh dan Istri Tetap Bertahan? Mungkin Bodoh, Tapi Inilah Alasan-Alasan Kuatnya!

Suami Selingkuh dan Istri Tetap Bertahan? Mungkin Bodoh, Tapi Inilah Alasan-Alasan Kuatnya!

Suami selingkuh, dunia runtuh? Belum bagi sebagian perempuan. Mereka memilih bertahan, sembari terus berdoa dan berharap bahwa pernikahannya ...

Read more..


Doakan supaya suami saya mau berubah, ya Ma. Supaya rumah tangga kami harmonis seperti mimpi saya. Dan yang paling penting, supaya anak saya mendapatkan haknya, memiliki kasih sayang dan perhatian yang utuh, dari kedua orang tuanya.

Saya hanya bisa berharap. Harapan saya tidak berlebihan, bukan Ma?


*seperti yang diceritakan oleh Aisha (bukan nama sebenarnya) pada penulis Rocking Mama.









Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah #KisahSaya - Suami Saya Bermain Cinta dengan Puluhan Wanita di Luar Sana, Namun Saya Begitu Takut Ditinggalkannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar