Jadi Ibu Baru Tak Pernah Mudah - 10 Hal Ini Harus Diketahui Papa untuk Mensupport Mama!

New Mama

Jadi Ibu Baru Tak Pernah Mudah - 10 Hal Ini Harus Diketahui Papa untuk Mensupport Mama!

1K
Menjalani peran sebagai ibu baru, Mama butuh support system yang baik. Papalah support system terdekat dan yang terpenting. Ketahui 10 hal ini untuk bisa menjadi support system Mama sebagai ibu baru.

Hamil dan menjadi seorang ibu baru adalah hal yang paling dinantikan. Mama masih ingat nggak reaksi ketika testpack menunjukkan garis dua? Saya masih ingat betul perasaan saat itu. Bahagia dan terharu, semua rasa campur aduk. Sampai-sampai jantung ini berdetak beribu kali lebih kencang dibanding ketika menunggu hasil ujian akhir saat kuliah dulu.

Trimester pertama adalah masa tersulit bagi saya saat itu, dan bagi kebanyakan ibu hamil lainnya. Karena rasa mual yang begitu hebat hingga saya bingung sendiri harus gimana. Karena setiap perut lapar pasti bawaannya mual. Tapi ketika diisi, malah keluar semua.

Tidak hanya berhenti di situ. Masa 9 bulan adalah masa perjuangan bagi seorang ibu hamil. Perjuangan untuk mengatasi rasa tidak nyaman, perjuangan untuk selalu tenang dan tidak dihantui rasa khawatir berlebihan akan kondisi janin. Belum lagi perjuangan ketika saat melahirkan tiba. Perjuangan antara hidup dan mati.

Setelah bayi keluar, apakah segala ketidaknyamanan dan kekhawatiran berhenti? Apakah setelah bayi keluar berarti memasuki masa tenang? Nggak tuh. Justru di situlah awal dari segala perjuangan sesungguhnya.


BACA JUGA


Antara Ibu Menyusui, Teori Idealisme, Realita Setelah Melahirkan, Serta Hal-Hal yang Selalu Menjadi Perdebatan

Antara Ibu Menyusui, Teori Idealisme, Realita Setelah Melahirkan, Serta Hal-Hal yang Selalu Menjadi Perdebatan

ibu menyusui kan harus bahagia. Kalau semua idealisme dan teori-teori ini nggak mungkin diterapkan, maka ya sudah, fleksibel saja. ...

Read more..


Ketika di rumah sakit, Mama masih dibantu 24 jam oleh suster yang sudah paham betul mengenai bayi. Ketika bayi nangis dan Mama nggak tahu harus ngapain, Mama hanya tinggal memencet bel dan sesaat kemudian suster datang membantu dan menjelaskan apa yang terjadi.

Saat harus keluar rumah sakit, nah, rasa khawatir itu pun muncul, karena tidak ada lagi suster yang membantu. Mama harus belajar sendiri segala sesuatu mengenai dunia bayi.

Belum lagi mama harus berjuang menghadapi diri sendiri, yang sudah bukan lagi pribadi yang sama. Banyak hal yang berubah begitu kita menjadi ibu baru. Para ibu baru pun rentan stres menghadapi bayi dan rasa sensitif akan berbagai hal.

Saat itulah mama butuh "support system" yang kuat supaya nggak makin stres. Dan, siapa lagi sih, yang seharusnya menjadi support system utama selain suami?

Tapi nyatanya, sering kali para suami tidak paham bagaimana harus bersikap kepada pasangannya setelah kata "ibu baru" tersemat. Karena itu, bagi Mama yang kini tengah berjuang sebagai ibu baru dan Papa masih juga belum tanggap akan kondisi Mama, coba tunjukkan artikel ini pada Papa ya. Minta supaya Papa membaca artikel ini sampai selesai, sehingga kemudian Papa bisa menjadi supporter terbaik Mama menjalankan peran sebagai ibu baru.


10 hal ini harus banget diketahui oleh suami setelah Mama menjadi seorang ibu baru


1. Mama merasa tidak menarik


Suami terkadang tidak pernah paham, bahwa ada begitu banyak perasaan negatif timbul terhadap tubuh Mama sendiri yang baru saja melahirkan. Banyak perubahan terjadi, dan itu membuat Mama sedih bukan? Membuat Mama merasa tidak menarik lagi.

Perut yang menggelambir, stretch mark di mana-mana, ukuran hidung yang belum kembali normal (hidung saya membesar dan menghitam saat hamil), berat badan yang masih seperti karung, muka jerawatan karena selama hamil tidak pernah menggunakan krim perawatan muka, dan banyak banget hal lain yang berubah di dalam tubuh Mama dan membuat Mama merasa tidak menarik.

Apa yang harus Papa lakukan saat Mama merasakan hal ini?

Jangan pernah berhenti memuji, Pa. Pada dasarnya wanita suka sekali dengan pujian. Gombalin aja, sampai Mama klepek-klepek. Hujani pujian sambil terus tatap mata Mama dengan penuh kemesraan.

Berat badan adalah momok paling menakutkan bagi seorang wanita. Apalagi bagi Mama yang baru saja melahirkan. Berat badan tentu belum bisa kembali ke berat badan ideal.

Ketika Mama menanyakan tentang berat badan Mama setelah melahirkan, maka jawablah bahwa itu tak terlalu penting. Mama telah memberikan hadiah terindah dan terbaik di tengah-tengah keluarga. It's all that matters!


2. Mama terobsesi dengan bayinya


Ketika memiliki bayi, Mama dan papa pun harus melalui proses penyesuaian. Bahkan terkadang Mama juga akan mengalami baby blues.

Untuk para ibu baru, hal ini wajar terjadi. Mereka akan terobsesi dengan bayi mungilnya. Namun, kadang rasa ini sulit dikontrol.

Hal ini terjadi karena ikatan batin antara ibu baru dan bayi yang masih baru terbentuk. Dampingi Mama terus, Pa. Yakinkan Mama, bahwa semua akan baik-baik saja. Bayinya sehat, dan akan tumbuh jadi anak yang pintar.


3. Mama merasa takut


Memiliki bayi membuat hidup Mama menjadi baru. Ada peran baru yang harus dijalani, yaitu sebagai ibu baru. Dan, kadang ini sangat menakutkan.

Selama 9 bulan, mungkin Mama sudah banyak sekali membaca buku mengenai dunia bayi. Sudah khatam beberapa buku malah. Tapi seringkali apa yang sudah Mama pelajari selama 9 bulan tadi berbeda semua begitu Mama menjalaninya secara real.

Seolah semua teori dalam buku yang sudah Mama baca tidak berguna lagi!

Rasa sensitif Mama akan menjadi berkali lipat ketika menjadi seorang ibu baru. Bantuan dari orang-orang terdekat Mama untuk mengurus bayi pasti akan bermanfaat sekali.

Tapi kadang karena rasa sensitif yang berlebihan tersebut, justru segala bantuan yang datang Mama anggap sebagai ketidakbecusan Mama dalam mengurus bayi.

Apalagi akan begitu banyak pendapat dilontarkan, entah mitos atau bukan. Banyak orang yang sok pintar memberikan petuah ini itu, yang tak selalu bisa kita lakukan. Hal ini bisa membuat Mama tambah stres dan merasa terintimidasi.

"My kid is my rules".

Mamalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk bayi Mama. Mamalah yang memutuskan apa yang akan terjadi pada bayinya. Support Papa, rasa cinta Papa, dan rasa pengertian Papa akan jadi sumber semangat Mama, supaya bisa merasa jauh lebih percaya diri.

Dengan kehadiran Papa di samping Mama setiap saat, maka Mama pasti akan dapat melewatinya dengan baik. Karena itu, katakan pada Mama, bahwa Papa sangat percaya pada Mama kalau Mama bisa diandalkan.


BACA JUGA


Mengenai Peran Ayah yang Baru Saja Disandangnya, Papa Punya 3 Kecemasan Ini. Bantu Ya, Ma!

Mengenai Peran Ayah yang Baru Saja Disandangnya, Papa Punya 3 Kecemasan Ini. Bantu Ya, Ma!

Peran ayah bukan main-main. Ada banyak tanggung jawab yang tiba-tiba hinggap di pundak Papa, begitu ada yang memanggilnya 'Papa' atau 'Ayah ...

Read more..


4. Mama selalu defensif


Sebagai ibu baru, Mama harus siap dengan pendapat dan komentar orang-orang di luar sana yang kadang terdengar sumbang.

Sebut saja, komentar mengenai pemberian ASI, komentar mengenai cara Mama menyusui yang dianggap tidak benar, komentar mengenai pengalaman orang lain yang dirasa lebih berpengalaman, komentar mengenai Mama yang harus kembali bekerja, komentar mertua yang juga ingin menjadi mama bagi cucunya, dan banyak hal lainnya yang membuat Mama down.

Akibatnya, Mama lebih defensif karena Mama nggak mau peran ibu baru dipandang sebelah mata.

Papa, hal ini wajar sekali. Papa hanya perlu memberi Mama pengertian, kalau orang-orang yang di luar sana sebenarnya hanya ingin membantu, ingin berbagi pengalaman. Bukan untuk "menyerang" Mama sebagai ibu baru.

Yang perlu papa ingat, jangan berkomentar saat mama masih emosi, karena akan membuat Mama semakin menggerutu.


5. Mama tidak bisa marah terhadap bayinya


Kurang tidur adalah hal yang pasti akan dialami oleh semua ibu baru. Bayi yang mungkin rewel semalaman, bayi yang tiba-tiba "ON" di tengah malam karena kebanyakan tidur di siang hari, bayi yang selalu minta minta nenen setiap jam, atau ketika bayi sedang kurang sehat.

Ya, bayinyalah penyebab utama dari kurang tidur Mama. Penyebab utama yang membuat kantung mata Mama semakin menghitam. Tapi, apakah Mama lantas marah dan kesal terhadap bayinya? Nggak bisa.

Padahal, kurang tidur akan membuat tingkat emosi Mama semakin tinggi. Kalau Papa menjadi pelampiasan Mama, maka maklumi dulu, Pa. Tetap sabar ya. Mama sebenarnya tahu kok, Papa nggak salah. Tapi yah, Mama butuh dukungan Papa dan dimengerti.

Dan, jangan khawatir, masa ini akan segera berlalu seiring pertambahan umur bayi, Pa.


6. Mama tidak punya baju yang bisa dipakai


Ini nih, yang paling bikin frustrasi.

Setelah 9 bulan memakai pakaian hamil, saat ini Mama ingin sekali langsung bisa memakai pakaian lama Mama. Mama nggak mau lagi pakai pakaian hamil yang model begitu-begitu aja alias kurang ketjeh. Tapi pakaian lama Mama belum cukup di tubuh Mama. Stres nggak tuh?

Di sisi lain, Mama enggan membeli baju baru karena Mama yakin kalau pakaian lama pasti akan muat lagi. Dengan kata lain, Mama yakin bentuk tubuh Mama akan kembali seperti semula.

Di kondisi ini, Papa bisa mendekati Mama penuh cinta. Pakaian bukan hal yang terlalu penting sampai dibelain diet mati-matian. Dukung Mama untuk tetap makan sehat dan minum cukup untuk menjaga kesehatan Mama dan juga bayinya.

Bentuk dukungan lain yang bisa Papa berikan adalah membelikan baju baru untuk Mama. Hehehe.


7. Mama butuh perlindungan


Semua istri sangat menginginkan suaminya menjadi pelindungnya dalam berbagai hal. Dan hal ini akan semakin menjadi ketika Mama menjadi ibu baru. Mama ingin papa menjadi penengah antara diri Mama dengan lingkungan luar.

Misalnya, Mama tidak ingin ada tamu yang mengunjunginya karena berbagai hal. Maka, Papa sebisa mungkin menyampaikannya.

Ketika sesuatu terjadi yang mengakibatkan tingkat stres Mama meningkat, maka Papa pun sebisa mungkin berada di garda paling depan untuk menyelesaikannya.


BACA JUGA


Untuk Menjalani Peran Ayah dengan Baik, Papa Perlu Bantuan Mama Lho. Berikan 5 Hal Ini Untuknya!

Untuk Menjalani Peran Ayah dengan Baik, Papa Perlu Bantuan Mama Lho. Berikan 5 Hal Ini Untuknya!

Peran ayah dalam keluarga pastilah yang terpenting. Tapi ternyata tak semua pria bisa melakukannya dengan baik. Jika Papa masih kurang fasih ...

Read more..


8. Mama butuh me time


Semua wanita hamil merasa yakin kalau dirinya mampu melakukan semua hal untuk menjalani peran sebagai seorang ibu yang baik. Bagi mereka, ibu yang rumahnya kotor dan bayinya selalu menangis adalah seorang ibu yang tidak bisa menjalani perannya sebagai seorang ibu dengan benar.

Tapi ketika mereka sudah melahirkan dan benar-benar menjadi seorang ibu baru, semua hal tadi akan berubah.

Yang paling buruk, Mama kadang tidak menyadari jika sebenarnya Mama sudah sampai pada batas akhir kemampuan. Yang nggak jarang hal ini bisa memicu emosi.

Papa, berikanlah Mama waktu untuk me time. Waktu untuk sekadar meregangkan otot-otot di depan TV sambil menikmati minuman dan makanan favorit Mama tanpa gangguan.

Papa bisa sekali-kali berbagi tugas dengan Mama untuk sebentar saja meng-handle seluruh urusan bayi, sementara mama beristirahat sejenak. Hanya butuh satu hari di weekend mungkin, Pa.

Lagipula, Mama juga nggak akan bisa seharian full menikmati me time kok, karena naluri keibuan selalu memanggil untuk selalu ada ketika bayi membutuhkan.


9. Mama ingin Papa secara sukarela menawarkan bantuan


Percayalah, Mama akan sangat menghargai hal ini, Pa. Tanpa harus diminta, pasti bantuan Papa akan dihargai sekali. Mama akan lebih berbunga-bunga ketika Papa secara sukarela menawarkan bantuan kepada Mama.


10. Mama mencintai Papa


Mama sangat bahagia melihat Papa menjadi seorang ayah. Mama bahagia ketika papa mengatakan, bahwa bayi mungil di antara Mama dan Papa tersebut ternyata telah mengubahnya sebagai pribadi yang baru. Mama pasti juga bahagia melihat bayi mungilnya memiliki sosok papa yang selalu berada di sampingnya.

Memang terdengar tidak masuk akal, tapi setiap saat Papa berinteraksi dengan bayi, itu berarti Papa telah semakin mendekatkan diri dengan Mama. Menjadi orang pertama yang menyaksikan interaksi Papa dan si bayi adalah sesuatu yang sangat berharga bagi Mama.


BACA JUGA


Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya!

Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya!

Siapa sangka depresi pasca melahirkan ternyata nggak hanya terjadi pada para mama baru. Para papa juga rentan terserang depresi ini, dan ...

Read more..


Nah, itu dia 10 hal yang harus Papa ketahui saat Mama mulai menjalankan perannya sebagai ibu baru yang sangat menantang. Dengan bekerja sama berdua, pastinya Mama dan Papa akan lebih mudah melewati semua halangan dan kesulitan penyesuaian diri ini bukan?

Tetap sehat ya, Ma, Pa. And, stay in love for your baby!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jadi Ibu Baru Tak Pernah Mudah - 10 Hal Ini Harus Diketahui Papa untuk Mensupport Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wian Hermawan | @wianhermawan

Silahkan login untuk memberi komentar