Jadilah Mama yang Kuat Menghadapi Masalah Hidup dengan 7 Langkah Ini!

Jadilah Mama yang Kuat Menghadapi Masalah Hidup dengan 7 Langkah Ini!

1.7K
Becoming a mother makes you realize you can do almost anything - one handed!

Namanya hidup, pasti nggak akan pernah lepas dari masalah. Tapi kalau mau mengaku sebagai seorang Rocking Mama yang kuat, pastilah bisa mengatasi setiap problem dengan berani, tegar, dan penuh percaya diri!

Kadang kita sering ngomelin hidup dan juga dunia, kenapa sih orang lain kelihatan gampang banget mau ini itu, bisa sesukses itu, bisa semudah itu menjalani hidup mereka. Kayaknya nggak pernah ada masalah sama sekali.

Sedangkan kita? Duh, rasanya mau ngesot aja menjalani hidup. Beraaat banget.

Padahal sebenarnya ya sama saja. Yang terpenting bukanlah, apa masalah yang sedang dihadapi oleh setiap orang. Melainkan bagaimana kita bisa berhasil melalui masa sulit dan keluar sebagai penyintas. Semua orang pernah menjadi penyintas lho, meski permasalahannya berbeda-beda. Bahkan tanpa kita sadari, dengan menjadi penyintas, kita menjadi lebih tangguh dan dewasa menghadapi hidup.

Saya sendiri sering bertanya pada diri sendiri, apakah manusia itu sejatinya dilahirkan dengan daya tahan tertentu? Sampai manakah batasannya? Ada orang yang saat didera permasalahan kecil saja sudah begitu terpuruk. Ada pula yang harus menghadapi masalah berat, namun tetap tegar berdiri. Apakah cara kita bertahan dari masalah seperti ini ditentukan oleh cara kita dibesarkan dulu? Ataukah dari pengalaman hidup yang pernah kita lalui? Bisa nggak sih, daya tahan mental seperti ini dipelajari? Layaknya para survivor di alam bebas itu?

Emmy Werner, seorang pakar psikologi perkembangan dan salah satu penulis buku Journeys From Childhood to Midlife: Risk, Resilience adn Recovery, melakukan penelitian mengenai daya tahan ini terhadap sekelompok orang yang pernah mengalami kemiskinan dan kekerasan dalam keluarga. Melalui penelitian itu, Emmy mendapatkan bukti bahwa perempuan memang memiliki daya tahan mental yang lebih baik ketimbang para pria. Tapi yang pasti, baik pria maupun perempuan yang berhasil menjadi penyintas, keduanya memiliki faktor positif dan protektif. Kedua faktor ini muncul dalam bentuk dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Daya tahan ini nggak muncul begitu saja, melainkan ditempa oleh pengalaman hidup yang cukup panjang.”

Hmmm ... kalau begitu, terjawab dong pertanyaan saya di atas ya (barangkali Mama juga pernah bertanya-tanya akan hal yang sama?), bahwa daya tahan mental ini bisa dilatih.

Lalu bagaimana cara melatihnya?

Saya telah mengumpulkan berbagai tips dari berbagai sumber pula. Yuk, Mama, simak bareng-bareng ya.


1. Jangan melihat pada efek


Ketika problem datang, jangan terburu untuk membayangkan efek apa yang akan datang bersama problem tersebut. Alih-alih, kita fokus saja pada cara mengatasinya. Ingat, pilihan akan selalu ada. Meski mungkin nggak akan mengubah keadaan, tapi seenggaknya kita bisa memilih bagaimana harus bersiap.

Kita memang berhak untuk memilih marah, sedih, putus asa, dan baperan, tapi jangan biarkan perasaan ini muncul terlalu lama. Kalaupun kita harus segera membuat keputusan, jangan sampai berdasarkan rasa iba atas diri sendiri. Ini sangat menjebak, Ma!

Di dalam diri kita masing-masing pasti ada keinginan untuk maju, dan kemudian menjadi pemenang kan? Tariklah keinginan ini untuk keluar dan menumbuhkan sikap positif, yang dapat membantu kita untuk lebih kuat dan memenangkan pertarungan.


Baca juga: 15 Ide Favorit Ini Bisa Mama Lakukan Sebagai Terapi Diri Ketika Merasa Galau!


2. Bedakan antara negativisme dan pesimisme


Katakanlah begini situasinya.

Ada gosip yang berembus di kantor, bahwa perusahaan akan melakukan PHK besar-besaran. Mama kemudian khawatir mengenai hal ini. Merasa takut terkena PHK pastinya ya wajar saja, namun gunakan rasa takut ini sebagai motivasi untuk membesarkan hati, lalu segera lakukan hal yang perlu. Misalnya, segera mulai berhemat, menata kembali keuangan keluarga, lalu segera mencari lowongan kerja yang lain. Seandainya Mama benar-benar akan dirumahkan, pastinya Mama akan lebih siap.

Sikap Mama di atas bisa digolongkan sebagai sikap pesimis, yang kemudian dimanfaatkan untuk mencari alternatif solusi yang tepat. Dengan memikirkan kemungkinan terburuk, Mama pun kemudian bisa memutuskan untuk beraksi. Inilah perbedaan antara pesimis and being negative. Sikap pesimis akan membuat kita nggak kecewa terlalu dalam jika ternyata terjadi hal-hal yang mengganggu. Selanjutnya, kita akan mampu memikirkan langkah jitu untuk mengatasi masalah hingga bisa tampil sebagai pemenang.


Baca juga: Pengin Menjadi Perempuan yang Kuat? Mulailah dengan Menghargai Diri Sendiri dalam 7 Langkah Ini!


3. Bersikap optimis


Sikap pesimis perlu kita ambil, pun dengan sikap optimis.

Menurut Susan Vaughan, seorang psikiater, optimisme di sini diartikan sebagai sikap percaya diri bahwa kita punya kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baik.

Sikap optimis ini bukan berarti juga bahwa kita berharap saat kita bangun besok pagi, semua masalah hilang lenyap dengan tiba-tiba. Optimisme adalah kemampuan untuk memprediksikan apa yang bisa kita raih nanti saat masalah telah teratasi, dan cara belajar kita untuk memandang hidup ini sebagai akibat dari tindakan apa yang kita lakukan sekarang.

Keyakinan optimis seperti ini akan mengembalikan hidup kita pada jalur yang benar dan sesuai harapan. Maka, yakinlah.


Baca juga: Mama Tetaplah yang Terbaik, Meskipun Mama Melakukan 7 Dosa Parenting Ini!


4. Terima uluran tangan orang terdekat


Jangan pernah meremehkan kehadiran orang-orang yang mencintai kita, Ma; suami, anak-anak, orangtua, teman-teman ....

Sering terjadi, justru merekalah yang bisa membantu kita untuk keluar dari masalah. Emmy Werner memperkuat hal ini dengan penelitiannya lagi, yang menemukan bahwa mereka yang punya sahabat dekat akan lebih tabah menghadapi masalah.

Kehadiran sahabat memang bisa menjadi “obat” hati. Jadi jagalah sahabat Mama sekarang. Sahabat yang menyayangi Mama apa adanya, menghargai setiap kelebihan dan kekurangan Mama, jujur pada Mama dan yang mengagumi Mama sebagaimana adanya. Mereka akan memberikan suntikan energi yang luar biasa saat Mama membutuhkannya.


Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Kakek dan Nenek Merupakan Tambahan Cinta dari Orangtua Untuk Anak-anak


5. Get inspired!



Seberapa pun besar kesulitan kita, pasti ada jalan keluarnya. Setuju, Ma? Buktinya banyak kok yang bisa berhasil keluar dari masalah seberat apa pun.

Mama bisa meniru dan terinspirasi oleh mereka yang telah berhasil survive ini. Perhatikan bagaimana mereka mengubah sikap seorang korban, menjadi seorang pemenang. Dari mana mendapatkan inspirasi ini? Banyak, Ma, bisa dari majalah, buku biografi, ataupun mungkin acara televisi seperti Kick Andy ataupu Oprah Show yang banyak mengekspos para pejuang kehidupan.

Kalau mereka bisa, kita pun bisa!


Baca juga: Ingin Tahu Kekuatan Perempuan yang Sebenarnya? Cermati Aksi 50 Atlet Perempuan Olimpiade Rio 2016 Ini!


6. Tertawalah!



Ketimbang meraung dan menangisi nasib sial yang menimpa, lebih baik kita bikin joke saja mengenainya.

Misalnya, tertawakanlah kebodohan Mama bisa tertipu mentah-mentah orang yang berpura-pura minta bantuan tapi ternyata malah melarikan donasi Mama. Atau saat Mama salah kostum saat menghadiri pesta.

Apa pun masalahnya, buatlah lelucon konyol untuk menghibur hati. Mungkin akan sedikit garing di awal, tapi percayalah, lambat laun Mama memang akan memandangnya sebagai pelajaran kecil yang patut ditertawakan, yang kemudian membuat Mama lebih bijak dan pintar menghadapi hidup.


Baca juga: Inilah 6 Cara Supaya Resolusi Tahun Baru Mama Tercapai dan Tak Hanya Tinggal Janji


7. Keluar dari lubang


Jika ingin menjadi seorang penyintas, sadari, Ma, bahwa masih banyak jalan dan kesempatan terbentang luas terbentang di depan mata. Kegelapan yang sekarang dialami itu nggak ada artinya sama sekali dengan semua kesempatan yang ada nantinya. Buka diri Mama, dan keluarlah dari lubang kesedihan Mama.

Ada dua cara untuk mengatasi rasa iba pada diri sendiri seperti ini.

Yang pertama, dengan memberi bantuan pada orang lain. Barangkali Mama tak pernah terpikir mengenai hal ini. Tapi tahu nggak sih, Ma, bahwa dengan memberikan bantuan pada orang lain itu ternyata mampu menambah kepercayaan diri Mama? Dengan membantu orang lain, entah apa pun itu, akan membuat masalah Mama menjadi terlihat ringan. Mama akan lebih mampu meyakinkan diri bahwa Mama bisa melaluinya. Karena kalau kita saja bisa membantu orang lain, pastinya kita juga bisa menolong diri sendiri kan?

Cara kedua, dengan meningkatkan daya tahan kita untuk menghadapi segala risiko, dan segala sesuatu yang menakutkan kita. Dengan berani menantang diri sendiri, kita akan memperoleh dimensi dan keahlian baru untuk mengatasi rasa takut.


Baca juga: Inilah 4 Inspirasi Tentang Memulai Hidup Baru Berkaca dari Kegagalan Keluarga Ana dan Fia British Got Talent


So, ayo, Ma, segera tengadahkan kepala, dan jalani hidup dengan optimis sekarang!

Be strong!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jadilah Mama yang Kuat Menghadapi Masalah Hidup dengan 7 Langkah Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar