Jaga Gula Darah Mama Agar Tetap Normal Dengan Melakukan Olahraga Rutin!

Jaga Gula Darah Mama Agar Tetap Normal Dengan Melakukan Olahraga Rutin!

1.5K
It never gets easier, you just get better.

Diabetes Mellitus.

Mama tentunya sudah nggak asing lagi mendengar nama penyakit itu, bukan? Di masyarakat kita lebih dikenal dengan sebutan penyakit gula.

Diabetes menyerang usia dewasa tua lebih dari usia 40 tahun, jika dalam keluarga Mama memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus hal itu menjadi peringatan keras untuk Mama agar gula darah dalam tubuh tetap terjaga karena diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif yang artinya diturunkan. Sebetulnya dalam tubuh kita semua memiliki gula atau glukosa yang fungsinya sebagai penyuplai tenaga dengan ambang gula darah normal diantara 60-100 mg/dl untuk gula darah puasa dan 100-140 mg/dl untuk gula darah non puasa, tetapi untuk penderita diabetes nilai gula lebih dari itu bahkan bisa mencapai angka 450 mg/dl.


Baca juga : Sibuk? Cukup lakukan 6 aktivitas bakar kalori ini setiap hari!


Saya memiliki pengalaman yang nggak mengenakkan perihal diabetes ini.

Mama saya mengidap penyakit diabetes melitus selama kurang lebih 23 tahun. Dan belakangan ini, pernah sekali angka gula darahnya menembus 450. Saya sungguh terkejut mengetahui hasilnya, karena selama 23 tahun ini walaupun mengidap diabetes tapi angka gula darahnya selalu di kisaran normal.

Tau nggak, Ma, yang menyebabkan gula darah Mama saya naik bak roket?

Absen berolahraga!



Iyes, selama ini Mama rutin melakukan olahraga, senam diabetes mellitus. Tapi, entah kenapa beberapa bulan belakangan ini Mama saya absen mengikuti kelas senam tersebut. Dan terbukti, gula daranya pun melonjak tinggi. *hiks

FYI, diabetes itu memiliki 2 tipe, Ma.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 ini, pankreas tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sehingga, untuk bertahan hidup, penderita bergantung pada pemberian insulin dari luar dengan cara disuntik. Karena itu, diabetes ini juga memiliki istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Jumlah kejadiannya sangat langka, hanya sekitar 10% dari total diabetesi (penderita diabetes) di dunia, dan kurang dari 1% di Indonesia.

Diabetes tipe 1 biasanya mengenai anak-anak dan remaja. Faktor penyebabnya adalah infeksi virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh), yang merusak sel-sel penghasil insulin. Biasanya, gejala diabetes tipe 1 muncul mendadak, seperti tiba-tiba sering cepat merasa haus, sering buang air kecil (pada balita sering mengompol), badan menjadi kurus, dan lemah. Jika insulin tidak segera diberikan, penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri atau koma diabetik.


Diabetes tipe 2

Inilah jenis diabetes yang diderita 90% para penderita diabetes. Diabetes jenis ini disebut juga diabetes life style, karena selain faktor keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat.

"Sebanyak 90% diabetesi menderita DM karena pengaruh faktor keturunan. Tapi, faktor lingkungan dan gaya hidup adalah faktor pemicu terjadinya DM," jelas Prof.Dr.dr Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang seorang ahli penyakit diabetes.

Umumnya, diabetes tipe ini mengenai orang dewasa, tapi akhir-akhir ini juga banyak mengenai orang-orang yang lebih muda.

Berbeda dari diabetes tipe 1 yang muncul tiba-tiba, diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Karena itu, gejalanya sering kali tidak jelas terasa. Penderita diabetes tipe 2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan insulin, tapi kerja insulin menjadi tidak efektif karena di dalam tubuh tengah terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan hormon insulin menurunkan kadar gula darah.


Baca juga : Sering sakit kepala, Ma? 5 tips praktis ini membantu meredakannya!


Perlu Mama ketahui, ada 4 pilar pengendalian diabetes mellitus:

  1. Obat
  2. Edukasi
  3. Olahraga
  4. Diet

Obat berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan gula darah. Sementara di sisi lain, masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang baik perihal penyakit ini, sehingga yang mengidap penyakit ini ada pengetahuan apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga angka gula darah tetap stabil dan masyarakat lain memeroleh informasi menyeluruh tentang asal penyakit ini, bahaya serta pencegahannya.

Memiliki seorang mama yang mengidap diabetes mellitus, membuat saya mengetahui bahwa ada kalanya gula darah itu tinggi dan ada juga rendah. Perlu diwaspadai juga, Ma, jika gula darahnya rendah.

Gula darah rendah atau biasa disebut hipoglikemik memiliki ciri-ciri:

  • Tubuh mengeluarkan keringat dingin
  • Lemas
  • Pusing
  • Perut terasa lapar

Jika Mama pernah mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya konsultasi ke dokter, ya.

Olahraga memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh, menghindari obesitas dan menjaga badan agar tetap bugar. Selain itu, kelebihan olahraga juga sebagai sarana rekreasi, mampu menimbulkan perasaan senang bertemu dengan orang banyak.

Diet ini nggak boleh diabaikan oleh penderita diabetes mellitus! Apa saja dietnya? Mengganti beras yang biasa dimakan ke beras merah atau mengurangi konsumsi nasi, kurangi minuman banyak gula, tinggalkan minuman bersoda. Untuk diet ini disesuaikan dengan angka gula darah Mama. Dan biasanya jika Mama terindikasi diabetes mellitus maka akan minum serangkaian obat juga.


Baca juga : 11 Kesalahan ini perlu Mama perhatikan agar anak terhindar dari obesitas dan overweight sejak dini!


Kelebihan kadar gula itu disebabkan oleh pankreas yang tidak bisa memproduksi insulin atau terhambatnya fungsi insulin.



Mama, dari pengalaman mama saya, saya membuktikan bahwa olahraga adalah pengendali yang jitu untuk mengontrol kadar gula.

Banyak yang sering mengatakan, "Saya sudah olahraga kok, pekerjaan rumahkan juga olahraga dari pagi sampai malam."

Ini adalah pemahaman yang salah besar, Ma! Harus bisa bedakan mana olahraga dan mana pekerjaan rumah. Karena sejatinya olahraga itu dilakukan dalam kondisi relaks, senang, dan memiliki ritme.

Jika Mama atau anggota keluarga ada yang mengidap diabetes mellitus, ajak untuk membenahi pola makan dan olahraga! Dengan olahraga, pikiran menjadi sehat dan tubuh pun akan terasa bugar.

Sehat selalu, Ma!

--

Sumber : http://www.femina.co.id/article/kenali-tipe-diabetes-



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jaga Gula Darah Mama Agar Tetap Normal Dengan Melakukan Olahraga Rutin!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Retno NovitaS | @retnonovitas

Silahkan login untuk memberi komentar