Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan

Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan

2K
Toddler (n.) - emotionally unstable pint-sized dictator with the uncanny ability to know exactly how far to push you towards utter insanity before reverting to a lovable cuddle-monster.

Anak yang mengalami tantrum sepertinya menjadi hal yang biasa buat orangtua. Karena memang tantrum itu normal terjadi pada anak-anak, terutama anak balita. Tapi kalau Mama termasuk orangtua baru, ya kadang bingung bin stres juga ya. Nggak tahu bagaimana cara mengatasi mereka yang sedang tantrum. Nggak jarang malah jadi ikutan tantrum deh kita. Hiks.

Selain malah jadi ikutan tantrum, kadang orangtua juga justru melakukan hal-hal yang seharusnya jangan dulu dilakukan pada anak sedang tantrum. Entah karena saking bingungnya, atau memang belum tahu. Soalnya ya, Ma, kondisi emosional anak yang sedang tantrum itu memang beda, Ma. Menurut beberapa ahli, bagian otak yang mendominasi saat mereka tantrum itu adalah bagian yang mengontrol rasa takut, marah, dan sedih. Bagian yang lain? Tertutup rapat, dan menolak segala macam stimulasi yang kita berikan. Itulah mengapa, kita harus memberikan treatment yang tepat dulu, agar bagian otak lain yang tertutup menjadi lebih terbuka sedikit.

Nah, 5 hal berikut ini sebaiknya jangan kita lakukan dulu saat anak tantrum, Ma, karena justru akan memperburuk keadaan alih-alih menolong dan membantu anak untuk tenang.



Mengajak Berdiskusi

Mengajak Berdiskusi -

Betul, Ma, jangan mengajak anak yang sedang tantrum berdiskusi. Maksudnya sih baik ya mau memberi penjelasan. Tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas, bagian otak yang sedang bekerja pada anak tantrum adalah bagian otak pengendali rasa marah, sedih, dan kecewa. Bagian yang lain tertutup. Inilah mengapa anak tantrum nggak mempan mau dikasih tahu dengan cara apa pun. 

Tapi kan tetap harus diberi penjelasan ya, Ma, tentang alasan-alasan kita yang menjadi penyebab dia tantrum. Makanya, tunggu saja si Kecil tenang sendiri. Nah, begitu sudah tenang, mereka bisa kok diajak diskusi dan ngobrol. Agar bisa menenangkan dan penjelasan kita bisa dimengerti, Mama juga harus berada pada posisi yang sejajar dengan mereka. Jadi, jangan sambil berdiri atau posisi apa pun yang membuat mata kita nggak sejajar dengan mata mereka. Ajak mereka duduk, atau Mama bisa berlutut di depan mereka, agar mereka bisa menatap mata Mama secara langsung. Baru deh diberi penjelasan. Mereka tantrum, biasanya cuma butuh untuk dimengerti soalnya. Jadi yuk, saling mengerti.



Memarahi

Memarahi -

Betul, Ma, memarahi anak yang sedang tantrum itu nggak ada gunanya. Ini lho yang kita sebut, orangtuanya ikutan tantrum di atas. Dengan kita marah-marah ke mereka, mereka malah jadi semakin tantrum dan jadi lebih lama untuk bisa tenang. Nggak selesai-selesai deh, jadinya.



Memberi yang Mereka Inginkan

Memberi Yang Mereka Inginkan -

Biasanya, salah satu alasan tantrum adalah karena mereka menginginkan sesuatu, dan tantrum adalah strategi mereka untuk mendapatkannya. Jadi, salah banget deh, Ma, kalau langsung memberikan apa yang mereka inginkan. Kalau kita memenuhi keinginan mereka, ya jangan heran kalau nanti tantrum malah menjadi senjata andalan mereka. Bisa saja mereka akan mempergunakan senjata yang mematikan ini kapan pun, di mana pun mereka berada. Saat menginginkan sesuatu ya tinggal tantrum aja, nanti bakal dikasih kok. Nah, terus, siapa nanti yang repot?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Istiana Sutanti | @istianasutanti

Seorang istri, seorang ibu, dan blogger yang suka dengan hal-hal berbau DIY. ngeblog di http://istiana.sutanti.com

Silahkan login untuk memberi komentar