Jangan Pernah Mengorbankan Diri Demi Cinta dan Demi Penilaian oleh yang di Luar Diri Kita! Terutama 5 Hal Berikut!

Jangan Pernah Mengorbankan Diri Demi Cinta dan Demi Penilaian oleh yang di Luar Diri Kita! Terutama 5 Hal Berikut!

1.5K
Demi cinta, akhirnya mengubah diri kita menjadi orang lain, atau meninggalkan hal-hal yang tadinya kita lakukan karena kita merasa bahagia saat kita melakukannya. Big no no!

Namanya lagi jatuh cinta. Rasanya apa saja akan dikorbankan. Itu dulu, pas masih "bodoh", naif, dan masih labil, terus pacaran. Sekarang? Setelah jadi suami istri? Teteup, kadang para istri ini mengorbankan hal-hal yang seharusnya bisa membahagiakan dirinya. Akibatnya? Bagai nggak ikhlas menjalankan status sebagai istri.

Iya, hati-hati, Ma, bahkan sampai sekarang kita masih sering mengorbankan diri. Demi apa? Demi penilaian oleh yang di luar diri kita sendiri. Ada hal-hal yang memang sepertinya jangan sampai kita korbankan, apalagi demi orang lain atau bahkan demi cinta.

Big no no, karena hal-hal tersebut merupakan identitas kita sebagai perempuan, kebahagiaan kita, ataupun mengenai siapa kita sebenarnya.

Setidaknya ada 5 hal yang jangan sampai berubah hanya karena cinta. Apa saja kelima hal tersebut?


Hal-hal yang jangan sampai dikorbankan demi orang lain, apalagi demi cinta.


1. Penampilan


Hanya karena si Papa menyukai (dan barangkali sering kedapatan melirik) perempuan bertubuh langsing bak model-model Victoria Secret, tak berarti pula dia membutuhkan istri yang berbentuk tubuh sama lho.

Karena itu, tetap banggalah dengan tubuh Mama sekarang. Meski tubuh Mama curvy, gemuk, dengan selulit dan stretch mark di sana sini, tetaplah nyaman, Ma. Atau terlalu kurus, tapi itulah diri Mama.

Jika Papa meminta hal-hal yang tak masuk akal yang akan mengubah penampilan Mama, misalnya meminta Mama diet ketat demi tubuh langsing, atau bahkan meminta Mama melakukan operasi plastik supaya tampak seperti artis Korea, sebaiknya Mama benar-benar memikirkannya masak-masak.

Tubuh Mama adalah tubuh Mama sendiri. Mamalah yang memilikinya, Mama juga yang bertanggung jawab terhadapnya. Jika tubuh Mama sehat, maka dijamin Mama akan bahagia. Akan lebih baik punya tubuh yang sehat dan bugar, ketimbang tubuh permak yang tak alami.


2. Impian


Setiap orang berhak mempunyai mimpi mereka masing-masing. Begitu pun Mama. Karena mimpilah, kita jadi punya motivasi untuk mengembangkan diri. Jangan biarkan orang lain merebut mimpi Mama, termasuk mereka yang katanya cinta dan perhatian pada Mama.

Misalnya, Mama ingin menjadi penulis, namun Papa tak setuju dengan pilihan hidup itu. Haruskah impian tersebut dikorbankan? Sebaiknya jangan. Jangan korbankan, baik mimpi maupun cinta Mama. Carilah jalan, agar keduanya bisa berjalan bersama dengan baik. Tanyakan baik-baik, mengapa Papa tak setuju, kemudian carilah solusi yang dapat membuat Mama dan Papa nyaman tanpa harus mengorbankan mimpi tersebut.

Jika Papa adalah seseorang yang cinta pada Mama setulus hati, pastinya dia adalah seseorang yang mendukung Mama meraih mimpi. Bukankah begitu?


3. Teman dan keluarga



Meluangkan waktu dengan keluarga kecil kita memang jadi yang utama sekarang. Tapi bukan berarti juga, Mama berhenti sama sekali hang out dengan teman-teman akrab Mama. Apalagi keluarga Mama sendiri, mereka semua memerlukan kehadiran Mama. Jangan sampai Mama dijauhi oleh keluarga dan teman-teman, hanya karena Mama tak punya waktu untuk mereka.

Mama harus bisa membagi waktu dengan baik, antara keluarga kecil Mama, keluarga besar, dan untuk hang out bersama teman-teman. Misalnya, hari Sabtu Mama bolehlah ikut arisan keluar rumah (jangan lupa tetap minta izin pada Papa), lalu alokasikan hari Minggu full bersama keluarga kecil Mama jalan-jalan. Sesekali asyik juga, kalau ajak Papa ikut kegiatan Mama bareng teman-teman. Supaya Papa bisa dapat gambaran kapan-kapan kalau Mama minta izin untuk hangout keluar lagi.

Pastinya kegiatan Mama kan positif kan ya?


4. Karakter


Hubungan yang sehat seharusnya tak akan mengubah diri Mama menjadi orang lain. Jangan pernah berpura-pura menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan orang yang lain lagi ya.

Misalnya, Mama tahu persis bahwa Papa suka perempuan yang manja, sehingga bisa membuatnya merasa selalu dibutuhkan. Lalu Mama pun mengubah diri menjadi perempuan yang manja juga, padahal sebenarnya Mama adalah perempuan yang mandiri dan kuat. Atau Mama sering berpura-pura nggak tahu apa-apa, hanya agar Papa merasa superior. Nooo! That is not how it works, Mama!

Just be yourself. Percayalah, bakalan cepat lelah kalau begitu caranya.


5. Hobi


Saat masih single dulu, Mama punya hobi fotografi. Mama pun sering hunting foto ke tempat-tempat eksotis dan mendapatkan objek-objek yang bagus. Namun, begitu berkeluarga, Mama kemudian melupakan kamera Mama. Barangkali Papa menganggap, fotografi itu hanya buang-buang waktu, dan membuat kulit Mama gelap dan Mama jadi tak cantik.

Atau situasi lain. Mama mengikuti hobi Papa, yang sebenarnya Mama tak suka, dengan alasan semata-mata agar Papa senang dan semakin cinta pada Mama. Sebenarnya tak masalah kalau Mama memang suka melakukan hobi yang sama dengan Papa.

Untuk mengatasinya, ada baiknya (sekali lagi) Mama atur waktu untuk keluarga, dan waktu untuk menyalurkan hobi, jika memang keduanya tak bisa sejalan. Namun, tak ada salahnya juga lho, jika Mama berusaha membuat hobi dan cinta bisa jalan bareng. Yang perlu Mama lakukan, memang hanya kompromi, dan yang pasti, jangan korbankan hobi yang mampu membuat Mama merasa bahagia dan puas.


See, Mama, cinta nggak berarti harus mengalahkan segalanya. Justru cinta harusnya membuat Mama tambah bersemangat melakukan semua aktivitas Mama.

Secinta-cintanya Mama pada Papa dan keluarga, namun biarkan hidup Mama tetaplah menjadi milik Mama. Semua keputusan tetap berada di tangan Mama, supaya rumah tangga yang sedang dijalani tetap sehat dan nyaman untuk semuanya.

Sepakat, Mama?

Stay happy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Pernah Mengorbankan Diri Demi Cinta dan Demi Penilaian oleh yang di Luar Diri Kita! Terutama 5 Hal Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar