Jeruk Lemon, Si Kuning Ceria yang Saya Cinta, yang Sehat dan Segar dalam Hidangan Apa Pun!

Jeruk Lemon, Si Kuning Ceria yang Saya Cinta, yang Sehat dan Segar dalam Hidangan Apa Pun!

1.5K
Jeruk lemon, si kecil kuning yang menyehatkan. Jeruk lemon, si kecil kuning yang multi guna. Love love love jeruk lemon!

Hei, Mama! Apakah Mama penggemar si kuning segar, jeruk lemon? Kalau iya, ah, sini, Ma, duduk deket sama saya. Soalnya kita sama. Hihihi.

Asal muasalnya kepincut sama si jeruk lemon ini ketika minum lemon tea di salah satu restoran. Selain memberi rasa asem pada air teh, terhirup juga aroma segar lemonnya. Syaraf-syaraf di badan sontak bangun, jadi jreng lagi. Tambahan es batu, jelas menghalau dahaga. Semenjak itu ice lemon tea jadi minuman favorit.

Dan si jeruk lemon ini menambah daftar jenis jeruk yang wajib dikonsumsi. Sudah tahu pasti kan ya, apa manfaat jeruk buat tubuh kita, Ma? Bagaimana si jeruk ini bisa membuat kita sehat setiap waktu? Membuat kita segar? Membuat kita jauh dari penyakit?

Ya, ya. Jeruk adalah buah yang ajaib bukan? Bisa mencegah semua penyakit datang lho! Sakti banget kan?

Makanya, saya selalu memasukkan si jeruk lemon dalam pola hidup sehat keseharian saya. Hanya saja, saya kurang suka mengonsumsinya secara langsung. Lebih cocok jika untuk campuran makanan. Biasanya saya melakukannya untuk hal-hal berikut.


4 + 1 Hal yang Melibatkan si Jeruk Lemon dalam Hidup Sehari-hari Saya yang Sehat


Lemon Tea


Semenjak sering nyetok si jeruk lemon, saya tambah rajin buat lemon tea. Tepatnya hot lemon tea.

Secangkir hot lemon tea, manjur membuat saya merasa fresh kembali setelah melewatkan hari yang melelahkan. Dan karena sedang mengurangi konsumsi gula, untuk pemanis saya ganti dengan madu.

Rasanya? Ngga kalah sama buatan resto!


Hidangan Asam Manis


Kucurkan air jeruk lemon sesaat sebelum udang, ikan atau ayam masak asam manis dihidangkan di meja. Sentuhan akhir yang dapat membuat saya serasa jadi chef paling okeh sedunia karena membuat rasa asam manis makin jempol. Dan menu lauk asam manis tandas dilahap orang satu rumah.

Untuk meminimalisir aroma anyir ayam atau ikan, selain melumurinya dengan air jeruk lemon atau cuka saat masih mentah, bisa juga ayam atau ikan digoreng terlebih dahulu dengan adonan tepung yang encer. Selain untuk menghindari agar daging ayam atau ikan tidak hancur, adanya lapisan tepung membuat rasanya agak-agak crunchy gitu. Kriuk kriuk kriuk! Nyam!

Oh ya, sebaiknya pakai fillet ayam atau ikan ya, Ma!


Lemon for Cookies or Cakes


Selain air perasannya, ternyata kulit jeruk lemon sedap juga dijadikan campuran pada adonan lho! Biasanya resep yang memakai kulit jeruk lemon adalah lemon cake atau biskuit lemon.

Pemakaian air perasan jeruk lemon dan parutan kulitnya membuat rasa penganan tersebut menjadi tidak biasa. Tapi hati-hati ya, ketika Mama memarut kulit jeruk. Usahakan bagian putihnya tidak ikut terparut karena bagian yang putih itu menghasilkan rasa pahit.

Aroma jeruk yang segar biasanya akan menguar ke udara ketika cake atau kukis Mama sudah matang. Hmmm ... *endus-endus*


Infused Water


Tadi makanan, sekarang giliran minuman.

Mama pernah ‘kan melihat orang menenteng botol air mineral dengan potongan buah-bahan di dalamnya? Nah, itulah infused water. So, it is simply water with type of fruits. Untuk mendapatkan rasa yang optimal, konsumsi infused water setelah kurang lebih 2 jam berada di lemari pendingin.

Selain irisan jeruk lemon, terkadang saya tambahin beberapa lembar daun mint. Kombinasi aroma jeruk lemon dengan daun mint, menghasilkan sensasi yang seger bingits, Ma! Terlebih jika menkonsumsinya di tengah hari yang terik. Seger banget pokoknya! Apalagi jika daun mint diiris halus sebelum dimasukkan ke dalam air mineral. Aroma minty-nya makin kuat, lho.

Bosan dengan infused water? Coba membuat infused orange water. Well, ini sebetulnya kreasi iseng saya dalam menyajikan air jeruk sih. Jika umumnya air jeruk dihidangkan begitu saja, nah, saya akali dengan menambahkan irisan jeruk lemon. Jika ada buah-buahan lain seperti stroberi, maka saya campurkan juga irisan stroberi ke dalamnya.

Masukkan pula beberapa lembar daun mint yang sudah dicuci bersih. Daun mint bisa dibiarkan utuh atau diiris halus. Untuk pemanis rasa, saya memilih madu. Takarannya sesuai selera. Karena saya bukan penyuka makanan manis, biasanya saya buat rasanya manis-manis jambu, gitu.

Sebaiknya sih jangan dikasih es batu, karena lelehan es batu akan mengoreksi rasa. Jadi saya simpan di kulkas sampai betul-betul dingin. Sajikan sesaat sebelum diminum. Rasanya? Coba deh. Semoga Mama penasaran, hihihi.

Terlepas kegunaan infused water masih diperdebatkan, yang perlu Mama ingat adalah our body is 78% consist of water. Mengonsumsi infused water dapat menjadi penggerak bagi orang yang tidak atau kurang menyukai minum air mineral. Orang yang tidak suka minum air mineral akan memenuhi kebutuhan cairannya lewat kopi, teh bahkan minuman ringan. Padahal jenis minuman tersebut relatif sarat kandungan kafein yang dapat membuat tubuh semakin kekurangan cairan. Nah loh!


Lemon for cleaner


Nggak cuma bikin enak makanan dan minuman, si jeruk lemon ini ternyata punya kegunaan lain selain seputaran perut.

Walaupun rasa infused water segar dikonsumsi, namun tidak semua orang suka memakan begitu saja potongan lemon yang berada dalam infused water. Dan biasanya lagi, setelah terendam lama dalam air, kondisi lemon jadi berubah lembah alias loyot. *Ini istilah apa, toh? Hehehe.*

Lalu apakah dibuang saja? Jangan, Ma! Si jeruk lemon yang sudah letoy itu masih berguna kok. Gosokkan irisan jeruk lemon yang sudah terpakai pada permukaan bak cuci piring yang sudah ditaburi dengan sedikit baking soda. Bak cuci piring tidak hanya beraroma jeruk lemon, tapi akan nampak lebih berkilau bin kinclong! Simsalabim!


See, Mama, pendek kata, si kuning jeruk lemon ini memang berguna luar dalam. Dari kondisinya masih juicy hingga di titik bulir penghabisan.

Karena multi guna itulah, maka si kuning jeruk lemon ini punya tempat khusus di hati saya, eh di lemari pendingin saya. Mama punya cerita menarik dengan si jeruk lemon juga ?

Cerita di kolom komentar ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jeruk Lemon, Si Kuning Ceria yang Saya Cinta, yang Sehat dan Segar dalam Hidangan Apa Pun!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ratna Amalia | @ratnaamalia

an independence project manager | content writer | owner www.mydairynote.blogspot.com

Silahkan login untuk memberi komentar