Kanker Payudara Selalu Mengintai Kita Kapan Saja. Mama Perlu Tahu 5 Fakta Ini Agar Bisa Lebih Waspada!

Kanker Payudara Selalu Mengintai Kita Kapan Saja. Mama Perlu Tahu 5 Fakta Ini Agar Bisa Lebih Waspada!

1.8K
Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (setelah dikontrol oleh umur) tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase kematian (setelah dikontrol oleh umur) akibat kanker payudara sebesar 12,9%.

Welcome pink October!

Bagi Mama yang belum tahu, pink October adalah sebutan untuk memperingati bulan kanker payudara sedunia. Di belahan dunia manapun, bulan ini berbagai kegiatan seperti kampanye dari ribuan organiasasi kesehatan hingga perorangan dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan edukasi akan bahayanya kanker payudara. Tak hanya itu, donasi pun digalang untuk membantu pengobatan para penderita kanker payudara yang kurang mampu.

Kanker payudara memang momok bagi perempuan. Tak hanya merenggut payudara sebagai aset kecantikan, pun merampas semangat hidup hingga nyawa para penderita. Tapi, ternyata bagi sebagian perempuan yang menjadi breast cancer survivor yang berhasil melewati sederet proses panjang penyembuhan kanker payudara, mereka selalu membagi semangat lewat tulisan ataupun ajakan untuk berbagi. Seperti yang dilakukan oleh seorang blogger yang juga breast cancer survivor, Indah Nuria Savitri, setiap bulan Oktober Mbak Indah selalu mengadakan giveaway mengajak para blogger untuk mengkampanyekan peduli kanker payudara lewat tulisan di blog. Sungguh satu langkah kecil tapi efeknya luar biasa.

Kanker payudara menempati urutan pertama sebagai 'pembunuh' perempuan di Indonesia. Prevelensi kanker payudara di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5%, sebuah angka yang cukup besar. *hiks. Memang menyeramkan ya, Ma, tapi itulah fakta yang terjadi saat ini.

Banyak perempuan yang kurang peduli akan kanker payudara, karena tidak mengenali gejala awalnya. Padahal, Mama bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Waktu yang tepat untuk melakukan SADARI ini adalah beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Mama pun bisa melakukannya dengan beberapa cara seperti berdiri di depan kaca, berbaring atau saat mandi, disesuaikan dengan kenyamanan Mama. Semakin cepat dideteksi semakin baik agar Mama bisa usahakan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

Baca juga : Ini dia 9 fakta mengerikan yang membuktikan bahwa kita harus serius menghadapi penyakit Alzheimer!

Untuk menambah wawasan Mama tentang kanker payudara ini, Rocking Mama akan berbagi 5 fakta kanker payudara yang harus Mama ketahui.

1. Most common cancer happened in the world

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan di seluruh dunia. Kalau dipetakan kejadian kanker paling tinggi maka hasilnya akan seperti ini.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2013 menyatakan pasien kanker payudara yang dirawat jalan dan rawat inap sebanyak 28.7% sehingga kanker payudara dinobatkan sebagai jenis kanker paling banyak diidap perempuan Indonesia.

Di Sumatera Barat sendiri, data SIRS tahun 2013 juga memperoleh pembenaran berdasarkan data yang dirilis oleh rumah sakit RSUP M. Djamil Padang. Kecuali tahun 2010 karena rumah sakit rusak berat akibat gempa, setiap tahun data menunjukkan jumlah pasien kanker payudara yang bisa disebutkan bahwa ada satu pasien kanker baru setiap harinya . Ini hanya data pada salah satu rumah sakit. Sehingga memang kita semua pantas untuk siap-siaga menghadapi 'serangan' sel kanker dengan memperbanyak proteksi diri melalui mekanisme-mekanisme tertentu.

2. Apakah hanya perempuan yang menderita kanker payudara?

Adalah suatu pandangan yang salah menyatakan bahwa hanya perempuan yang bisa kena kanker payudara.

Faktanya bahwa kanker payudara juga bisa terjadi pada laki-laki. Memang benar kalau jumlah perempuan yang mengidap kanker payudara jauh lebih besar dari laki-laki. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kasusnya hanya 1 % laki-laki. Tapi ini artinya tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga bisa mengidap kanker payudara.

Kok bisa laki-laki kena kanker payudara?

Karena pada mereka juga memiliki hormon estrogen walau dalam jumlah sedikit. Hormon estrogen pada pria berfungsi pada bagian-bagian tertentu saluran reproduksi pria.

Mama mesti tahu bahwa sebagian besar kanker payudara pertumbuhannya didorong karena pengaruh hormon estrogen atau yang biasanya disebut estrogen receptor. Karena itu keberadaan hormon estrogen ini memang paradox, disatu sisi berfungsi untuk pematangan organ reproduksi tapi disisi lain juga ‘menyerang’ organ reproduksi.

3. Apakah kanker payudara hanya terjadi untuk perempuan paruh baya?

Dari poin nomor dua kita bisa membuat kesimpulan bahwa resiko mengidap kanker payudara akan lebih besar pada jenis kelamin perempuan.

Mama pasti bertanya, pada umur berapa sih seseorang bisa terkena kanker payudara?

Dahulu memang faktanya kanker payudara lebih sering terjadi pada perempuan dengan umur lebih dari 40 tahun. Saat saya menjalani pengobatan radioterapi, rasio antara penderita berumur besar dan kurang dari 40 tahun mungkin berkisar 1 : 4

Namun menurut Dr.dr. Daan Khamri, Sp.B (Onk), akhir-akhir ini perempuan dengan umur yang kurang dari 40 tahun juga mengidap kanker payudara. Pasien termuda yang pernah ditangani oleh dokter Daan sendiri berumur 22 tahun. *hiks. Masih muda bener, ya, Ma?

Eits, Mama jangan sampai sedih dan baper ya, baca poin ini!

4. Bagaimana sel tumor berkembang?

Dalam banyak kasus, pasien tiba-tiba saja menemukan benjolan yang berukuran cukup besar dan ternyata setelah melakukan pemeriksaan terdeteksi sebagai kanker. Banyak yang tidak percaya karena menganggap hari kemarin tubuh ini masih baik-baik saja.

Namun perlu diketahui bahwa sel kanker berkembang dari bibit kanker yang berukuran 100 µm hingga besar tidak dengan tiba-tiba. Butuh waktu bagi sel kanker untuk berkembang. Karena itu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap bulannya pada wanita yang telah berumur lebih dari 20 tahun.

Pasti Mama bertanya, dari mana sih sel kanker memeroleh 'makanannya' hingga berkembang pesat?

Perlu Mama ketahui bahwa sel kanker tidak sama dengan virus, ataupun bakteri yang menyerang tubuh, di mana tubuh bisa merespon 'serangan' dari luar melalui antibodi. Sehingga biasanya tubuh akan memberi sinyal melalui demam, capek dari biasanya dan lain-lain.

Namun tidak demikian dengan sel tumor. Bibit tumor langsung direspon baik oleh tubuh. Dokter Daan mengandaikannya seperti tamu yang sedang berkunjung ke rumah. Si empunya rumah akan menyuguhkan segelas teh dan camilan sebagai penghormatan atas kunjungan tersebut. Demikian juga ketika ada bibit kanker di dalam tubuh. Jaringan darah akan mensuplai makanan sehingga sel kanker makin lama makin membesar. Hingga ada kalanya sel darah sudah tidak mampu lagi atau tidak mencukupi lagi menyuplai makanan, yang mengakibatkan inti tumor akan mati. Matinya inti tumor inilah yang menyebabkan luka atau bernanah pada tumor.

5. Apakah kanker dapat dicegah?

Photo by : Indah Nuria Savitri

Bisa, Ma!

Kanker payudara masih dapat dicegah dengan mekanisme yang bersifat primer dan sekunder. Tapi, nggak sama dengan kanker serviks yang bisa dicegah melalui imunisasi karena disebabkan oleh virus.

WHO merilis bahwa seperti kasus kanker payudara dapat dicegah, sepertiga lagi dapat disembuhkan dan sisanya tidak dapat disembuhkan namun penderita dapat diperbaiki kualitas hidupnya.

Bagaimana cara mencegahan kanker payudara?

Secara primer kanker payudara dapat dicegah melalui diet sehat pengontrolan terhadap hormon. Diet sehat dapat dilakukan melalui pembatasan jumlah kalori yang masuk, memakan makanan tinggi serat sayur dan buah, dan memakan makanan tinggi kalsium seperti ikan dan susu rendah lemak. Sedangkan hormonal control dilakukan terhadap wanita dengan resiko tinggi.

Angelina Jolie dapat dijadikan role model bagaimana pencegahan primer terhadap kanker payudara dilakukan. Karena nenek dan mamanya meninggal diakibatkan kanker payudara sehingga Angelina Jolie memutuskan untuk membuang payudara (baca : seluruh jaringan payudara) dan kemudian melakukan rekonstruksi bedah plastik untuk 'mengembalikan' payudaranya.

Sedangkan pencegahan secara sekunder didapat melalui screening terhadap individu atau masyarakat yang beresiko tinggi mengidap kanker payudara sebelum terdapat gejala kanker payudara tersebut.

Pada perempuan yang memiliki sejarah keluarga yang mengidap kanker payudara seperti ibu atau nenek dan sebagainya, perlu dipertimbangkan adanya kemungkinan mutasi gen. Gen BrCa1 dan gen BrCa2 merupakan gen yang bersifat diturunkan dan merupakan penyebab kanker payudara akibat bermutasinya. Saat ini sudah dapat dilakukan pemerikasaan resiko kanker akibat mutasi gen BrCa1 dan BrCa2 di rumah sakit Kanker Dharmais dengan biaya pemeriksaan sekitar 30 juta rupiah. Wanita akan beresiko tinggi mengalami kanker payudara jika mutasi gen BrCa1 sebanyak 50-90% dan mutasi gen BrCa2 sebanyak 40%.

Memang sih mendengar kanker payudara nyali kita langsung ciut, ya, Ma. Tapi, selalu yakin dan percaya bahwa pasti akan ada jalan untuk menyembuhkannya. Walaupun harus melalui serangkaian kemoterapi yang menguras energi dan emosi, harapan untuk sembuh itu ada, Ma. Dukungan dari keluarga pun sangat berarti bagi Mama untuk menjalaninya. Karena hanya merekalah sumber kekuatan kita untuk 'memerangi' kanker payudara ini.

Ayo, lakukan deteksi sejak dini untuk kanker payudara, Ma! Jangan sampai terlambat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kanker Payudara Selalu Mengintai Kita Kapan Saja. Mama Perlu Tahu 5 Fakta Ini Agar Bisa Lebih Waspada!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yervi Hesna | @yervihesna

Saya ibu dari tiga anak perempuan. Disamping menjalani profesi Dosen di Fakultas Teknik Universitas Andalas, saya juga seorang Konselor Menyusui di Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia cabang Sumatera Barat. Aktif di kepenulisan sejak tiga tahun terakhir. Tuli

Silahkan login untuk memberi komentar