Kasus Tante Pedofil dan Bocah Laki-Laki di Bandung Bikin Ngeri - Yuk, Kenali Ciri-Ciri Pedofil Agar Mama Bisa Mewaspadainya

Image via Aladin

Kasus Tante Pedofil dan Bocah Laki-Laki di Bandung Bikin Ngeri - Yuk, Kenali Ciri-Ciri Pedofil Agar Mama Bisa Mewaspadainya

2.8K
Pedofil selalu mengancam, tak kenal waktu, tak kenal tempat. Ada bayang-bayang industri seks besar di balik para pedofil. Tetap waspada!

Sudah baca berita belum, Ma? Tentang video porno seorang perempuan--tante-tante--yang tega mengajak bocah laki-laki untuk berbuat mesum di salah satu hotel di Bandung? Setidaknya ada 3 orang anak laki-laki di bawah umur terlibat dalam video tersebut, dan kuat dugaan ketiganya adalah anak jalanan di Bandung, yang berusia antara 7 - 13 tahun.

Lebih jauh lagi, penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jabar mengungkapkan, bahwa pembuatan video porno antara pedofil dan anak-anak ini merupakan satu bagian industri seks yang cukup besar.

Saya speechless.

Ya, beberapa waktu yang lalu, saya menemukan berita ini di salah satu media massa online. Meski bergidik ngeri, tapi ternyata rasa penasaran saya mengalahkan rasa jijik yang muncul. Jadilah saya kepoin beritanya.

Bukan bermaksud seksis, tapi so far kalau saya membaca berita mengenai pelecehan seksual terhadap anak-anak, pelakunya adalah seorang laki-laki. Terus terang, baru kali ini saya membaca berita tentang seorang pedofil perempuan (meski saya yakin dari dulu mungkin juga sudah ada). It's just that ... it makes me cringed.

Mirisnya lagi, menurut salah satu sumber berita, ibu kandung salah satu anak korban ikut berada dalam kamar dan ikut mengarahkan si bocah. OMG. What is wrong with you?

Lagi-lagi saya speechless.

Perempuan, pada kodratnya adalah seorang ibu. Bagaimana bisa setega itu pada anak-anak? Meskipun bukan anak sendiri.

Dan karenanya, meski dengan rasa miris saya, saya harus menulis artikel ini, sekadar sharing atas apa yang saya temukan dalam penelusuran saya.

Sebenarnya sih, seorang dewasa--baik laki-laki atau perempuan--dianggap memenuhi definisi pedofil jika ia memiliki ketertarikan seksual yang menetap atau dominan pada anak di bawah usia puber, yang berusia minimal 5 tahun lebih muda.

Dianggap menyimpang, karena normalnya kita tertarik pada lawan jenis yang sebaya atau minimal sudah memasuki usia puber dan secara fisik sudah berkembang fungsi seksualnya.


Apa ciri-ciri seorang pedofil?


Ciri-ciri penampilan fisik seorang pedofil itu nggak ada, Ma. Ia bisa terlihat sebagai orang baik, paman suka ngasih permen, kakak yang sangat perhatian, atau guru yang dekat dengan muridnya.

Yang membedakan adalah perilakunya. Mereka yang mengintip, mengambil gambar, mengoleksi, memegang bagian pribadi tubuh anak atau minta anak menyentuh dirinya lalu bereaksi secara seksual dapat dikategorikan sebagai pedofil.


BACA JUGA


Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh terbongkarnya kasus Official Candy's Group, sebuah grup Facebook beranggotakan sekian banyak ...

Read more..


Apa penyebab seseorang menjadi pedofil?

Ada sesuatu yang memang “rusak” dalam diri seseorang hingga ia pun punya perilaku menyimpang. Bisa karena salah stimulus, bisa karena pencetus lain yang tak pernah kita ketahui sebabnya (dan sebenarnya juga mungkin masuk akal). Misalnya saja, ada penelitian yang membuktikan, bahwa sebagian besar pelaku pelecehan seksual juga pernah menerima perlakuan yang sama sebelumnya.

Karena ia pernah menerima perlakuan yang sama, maka rasanya masuk akal jika ia pun melakukan hal yang sama. It's just that ... normal. Karena memang begitulah perilaku manusia.

Yang perlu diingat, tak selalu pelaku kejahatan seksual terhadap anak adalah pedofil, Ma. Dan tak selamanya seorang pedofil dapat dikategorikan sebagai pelaku kejahatan.

Pelaku penganiayaan, kekerasan dan pelecehan seksual bisa saja menjadikan anak-anak sebagai korban karena kondisi, misalnya karena nggak ada alternatif lain.

Oh my God. Nggak ada alternatif lain. Rasanya terlalu mengerikan, tapi itulah faktanya.

Untuk dapat memastikan bahwa si pelaku kejahatan seksual terhadap anak ini adalah seorang pedofil, dibutuhkan serangkaian tes psikologis. Perilakunya memang perilaku pedofil, namun orientasi seksualnya belum tentu demikian.

Dan, untuk menjelaskan hal ini sih bukan menjadi kompetensi saya. Silakan, seandainya ada yang mau berbagi mengenai hal ini untuk para Rocking Mama, tentunya kita semua akan berterima kasih.


Bagaimana tipe anak yang biasanya menjadi sasaran pedofil?


Well, nggak ada ciri-ciri atau tipe anak tertentu yang menentukan apakah ia "layak" menjadi korban pedofil, karena preferensi setiap pelakunya berbeda-beda.

Ada yang suka tipe anak pendiam, ada juga yang lebih suka pada anak yang berani dan ceria. Bisa saja ada latar belakang di balik tipe tertentu, dan kemudian semakin lama ketertarikannya berubah menjadi obsesi.

Karena tak bisa mendekati anak tersebut, ia mencari sasaran lain yang setipe.

Jadi, anak yang tak punya “benteng” akan jauh lebih mudah diintimidasi.


BACA JUGA


Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

People ask, "How can a person abuse a child?" I ask, "How can so many 'good' people not do anything about it

Read more..


Jadi, bagaimana cara kita membentengi si kecil dari para pedofil ini?

1. Latih untuk tidak berbicara dengan orang yang tak dikenal

Mereka boleh bersikap sopan dan ramah pada setiap orang, tapi ajarkan untuk tidak percaya terhadap siapa pun kecuali orang tuanya.

Ia hanya boleh berdekatan dengan orang lain hanya jika ada Mama atau Papa di dekatnya.


2. Bangun kepercayaan

Anak yang percaya pada orang tuanya akan lebih terbuka dan tak merasa takut untuk berbagi apa pun, termasuk berbagi cerita.


3. Latih untuk mengenali

Latih si kecil untuk mengetahui ia berada di mana, dengan siapa dan sedang apa. Terutama jika ia berada di tengah keramaian. Misalnya, jika ingin ke toilet, maka harus pamit dan Mama atau Papa temani.


4. Latih anak mengenali tubuhnya sendiri

Ajarkan pada si kecil bahwa bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian adalah miliknya pribadi yang berharga.

Sedini mungkin, ajarkan anak untuk mandi, membersihkan tubuh dan mengganti baju sendiri, sehingga ia merasa bertanggung jawab terhadap tubuhnya sendiri.

Ajari juga membedakan sentuhan yang ‘nyaman’ (yaitu ungkapan kasih sayang seperti peluk dan cium dari Papa dan Mama) dengan sentuhan ‘tak nyaman’ yang dilakukan oleh orang lain terhadap bagian pribadi tubuhnya, seperti paha, perut, dada maupun bokongnya.


BACA JUGA


Cegah dan Lindungi Anak Agar Tidak Menjadi Korban Kekerasan, Bahkan dari Kita Sendiri!

Cegah dan Lindungi Anak Agar Tidak Menjadi Korban Kekerasan, Bahkan dari Kita Sendiri!

“Childhood should be carefree, playing in the sun; not living a nightmare in the darkness of the soul.” ― Dave Pelzer, A Child ...

Read more..


5. Pelajari lingkungan sekitar

Perhatikan agar si kecil mendapat pengawasan penuh dari pihak sekolah. Misalnya, saat field trip, setiap 3-4 orang anak harus didamping satu orang guru.


6. Hati-hati di tempat umum

Jangan bawa si kecil ke tempat umum jika Mama kesulitan memberi perhatian penuh pada keselamatannya.

Jika Mama butuh waktu untuk ngobrol dengan teman, lebih baik titipkan anak ke pengasuh yang dipercaya di rumah ketimbang membiarkannya berkeliaran di mana-mana tanpa pengawasan.


BACA JUGA


5 Cara Mendidik Anak Agar Selalu Waspada di Mana Pun Mereka Berada

5 Cara Mendidik Anak Agar Selalu Waspada di Mana Pun Mereka Berada

Zaman sekarang ini sudah berbeda dari yang dulu. Kejahatan merebak di mana-mana dan ini membuat kita harus terus waspada. Cara mendidik anak ...

Read more..


Ancaman pedofil itu nyata adanya, Ma. Dalam kasus ini, mungkin anak jalanan yang tak kita kenal yang menjadi korbannya. Namun, pedofil tak kenal tempat dan waktu. Ancaman yang sama juga bisa mengintai anak-anak kita sendiri.

Selalu waspada, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kasus Tante Pedofil dan Bocah Laki-Laki di Bandung Bikin Ngeri - Yuk, Kenali Ciri-Ciri Pedofil Agar Mama Bisa Mewaspadainya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar