Kata Siapa, Menjadi Ibu Rumah Tangga Nggak Butuh Peningkatan Kualitas Diri? Saya Sudah Melakukannya dengan Kuliah Lagi!

Kata Siapa, Menjadi Ibu Rumah Tangga Nggak Butuh Peningkatan Kualitas Diri? Saya Sudah Melakukannya dengan Kuliah Lagi!

1.4K
Menjadi seorang ibu rumah tangga, bukanlah alasan untuk berhenti belajar!

Banyak dari kaum perempuan, setelah berstatus sebagai seorang ibu rumah tagga, seakan-akan hilang dari dunia pergaulan, dunia sosial dan identik dengan istilah gagap teknologi.

Bisa dimaklumi, hal ini terjadi karena kesibukan seorang mama dalam mengurus keluarga dan rumah tangganya yang seakan-akan tak ada habisnya dan sangat menyita waktu. Bahkan sebagian perempuan merasa tidak membutuhkan aktualisasi dan pengembangan diri, karena menganggap profesi sebagai seorang ibu rumah tangga nggak membutuhkan ilmu yang lebih. Yang penting mahir memasak makanan rumahan, dan cekatan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, itu dirasakan sudah cukup.

Apakah Mama juga mengalami hal yang demikian, Ma?


Baca juga: Kuliah Lagi, Ma? Repot ya? Nggak Perlu! Atasi dengan 3 Tips Praktis Anti Rempong Ini!


Well, beberapa waktu yang lalu, saya pun berpikir begitu. Sampai suatu saat, demi melihat tuntutan-tuntuan hidup yang ada, saya mulai menyadari bahwa, sebagai seorang ibu rumah tangga yang hidup di zaman serba maju ini, saya harus lebih diperlengkapi agar saya dapat menjalani semuanya dengan lebih maksimal.

Tergelitik dengan keadaan ini, saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, Ma , yaitu meningkatkan kualitas diri, agar saya pun dapat mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di sekitar saya.

Kemudian, pertanyaan yang muncul adalah, apa yang bisa saya lakukan?

Sebenarnya, langkah utama yang ingin saya ambil adalah bekerja. Saya pikir, dengan bekerja saya akan dapat membantu meringankan beban suami, memberikan kontribusi bagi keuangan keluarga, dan yang pasti saya bisa mendapatkan kemandirian secara finansial.

Namun, saya pikir, untuk bekerja, saya pun harus memperlengkapi diri dengan bersekolah lagi, karena bagaimanapun pendidikan atau ketrampilan khusus adalah modal utama dalam bekerja. Betul nggak sih, Ma?



Tentu saja hal ini tidak mudah untuk dijalani, Ma. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang, seperti misalnya bagaimana dengan anak-anak, atau mungkin juga dengan masalah biaya. Di sinilah kita perlu dukungan dari orang-orang terdekat kita.

Saya sangat merasakan cukup berat menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga, sekaligus sebagai mahasiswa perkuliahan. Seringkali terjadi saya baru bisa belajar saat hari sudah malam, setelah selesai mengurus keluarga yang memang harus didahulukan. Bisa dipastikan bahwa untuk bisa belajar, saya harus berusaha keras melawan rasa kantuk dan lelah.


Baca juga: Pengin Menambah Skill Tapi Waktu Terbatas, Ma? Coba E-Learning!


Tidak ringan memang tantangan yang harus dihadapi, tetapi semuanya bisa teratasi dengan baik selama ada semangat yang terus mendorong untuk tetap maju. Dan, yang paling penting, adalah adanya dukungan dari orang-orang di sekitar saya. Di saat segala sesuatunya terasa begitu berat, dan sepertinya seakan-akan saya tidak akan mampu menjalani ini semua, bayangan akan masa depan yang lebih baik sangat memotivasi saya untuk tetap bertahan, terus berusaha dan selalu yakin bahwa semua ini mempunyai arah dan tujuan yang jelas.

Selain semangat, hal yang tidak kalah penting yaitu pengaturan waktu yang baik dan disiplin diri. Kegiatan-kegiatan yang tidak penting harus dikurangi, seperti misalnya kurangi cuci mata ke pusat perbelanjaan, atau menghabiskan waktu di salon sampai berjam-jam, atau di depan televisi hanya untuk menyaksikan gosip-gosip terbaru dari satu infotainment ke infotainment lainnya. Waktu yang biasanya digunakan untuk hal-hal yang demikian, saya alih gunakan menjadi waktu untuk belajar. Dengan pengaturan yang tepat, walaupun menjalani kuliah, waktu untuk keluarga akan tetap terpenuhi, dan proses belajar akan menjadi lebih efektif.



Dengan sekolah, ternyata tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun pola pikir yang jauh lebih luas dan lebih berkembang, Ma. Banyak dari ibu-ibu rumah tangga sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar, tetapi tidak tergali karena tidak memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mengembangkannya, atau bahkan nggak tahu (atau nggak sadar, entahlah) dengan potensi yang dimilikinya.

Menjadi seorang ibu rumah tangga, bukanlah alasan untuk berhenti belajar. Tetapi justru harus terus mengembangkan diri dan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas dan tangguh. Sangat disayangkan jika para mama tidak dapat ikut merasakan dan memanfaatkan segala kemajuan dan perkembangan dunia yang begitu dahsyat hanya karena keterbatasan intelektual.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan "Apakah perlu ibu rumah tangga sekolah lagi?", dengan lantang saya bisa mengatakan, ya!

Kita hidup di zaman di mana kita dituntut untuk harus selalu tahu dan mengerti akan banyak hal. Dengan sekolah, kita akan belajar banyak hal, dan akan punya lebih banyak kesempatan untuk mengambil langkah maju. Bukan hanya sekadar jalan di tempat dalam mengisi hidup. Tujuan utama seorang ibu rumah tangga untuk kembali bersekolah adalah untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat menjalani perannya dan mendukung keluarganya dengan lebih baik lagi.

Jangan pernah berpikir bahwa semua ini percuma, karena keterbatasan umur dan status maka kesempatan itu tidak akan ada. Selama ada usaha, maka kesempatan itu akan selalu ada!



Tidak pernah ada yang percuma, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar, Ma.

Perlu untuk selalu diingat, bahwa semua ini harus dijalani dengan tidak melupakan kodrat sebagai seorang istri dan seorang mama di rumah. Apa yang diraih, nantinya akan sangat berguna bagi seluruh keluarga.


Baca juga: Pengin Menambah Keterampilan, Ma? Hati-hati Terjebak dalam Kelas Bodong!


Karena itu, ayo, Rocking Mamas! Jangan berhenti belajar agar kita dapat memaknai hidup ini dengan sesuatu yang lebih berarti. Jangan sampai kita mengisi hidup hanya dengan duduk di depan televisi, menjadi penonton setia sinetron dan acara gosip yang nggak ada gunanya sama sekali.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kata Siapa, Menjadi Ibu Rumah Tangga Nggak Butuh Peningkatan Kualitas Diri? Saya Sudah Melakukannya dengan Kuliah Lagi!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Jvie Tha | @jvietha

Silahkan login untuk memberi komentar