Katanya Sayang Anak? Ini Dia 5 Tips untuk Berinteraksi Lebih dengan Mereka, Ketimbang Hanya Bilang 'Sayang'

Katanya Sayang Anak? Ini Dia 5 Tips untuk Berinteraksi Lebih dengan Mereka, Ketimbang Hanya Bilang 'Sayang'

274
Kita selalu 'rela mati' untuk anak. Tapi, maukah kita 'hidup' untuk mereka?
"Mamaaa! Denger nggak siiih?" Si kecil protes.
"Eh. Iya, denger kok!" *nengok sambil menaruh handphone*

Drama seperti itu sering terjadi, ya? Kita, para mama yang katanya paling sayang dan perhatian pada anak. Ternyata, enggak juga. Hvft!

Ya, untuk anak-anak, apa sih yang enggak? Bahkan nyawa pun siap sedia dikorbankan demi para buah hati itu. Tapi, diakui atau tidak, kita seakan 'tidak hidup' di hadapan mereka, Ma. Telinga kita tuli, mulut kita bisu, mata kita melayang. Jauh dari mereka. Hiks!

Sebut saja namanya kesibukan, atau bad mood, atau kecapekan, apalah-apalah itu, yang membuat kita berperilaku demikian terhadap anak. Padahal 'hidup' kita sangat diperlukan untuk mereka, Ma.


BACA JUGA


Mau Tips Bonding Ibu dan Anak? Cobain Cara Bonding Ala 6 Artis Hollywood Ini!

Mau Tips Bonding Ibu dan Anak? Cobain Cara Bonding Ala 6 Artis Hollywood Ini!

Menjalin ikatan antara ibu dan anak memang sangat penting kita lakukan ya, Ma. Bingung mau melakukan apa untuk bonding time

Read more..


Yuk, simak 5 cara interaksi penting ini, yang menyatakan bahwa kita siap hidup untuk anak!

1. Ya, Mama mendengarkan kamu, Sayang!


Dengarkan mereka, Ma. All ears, alias sepenuh hati. Bukan sambil nonton TV, atau bermain gadget. Tidak dengan hati yang kesal karena Papa bersikap menyebalkan, pun sambil marah karena kelakuan tetangga sebelah.

Lepaskan dulu semua, dan duduk di sana, berduaan dengan si buah hati, untuk mendengarkan kisahnya.

Biar saja kalau omongannya itu ternyata melantur. Maklumi saja, namanya juga anak balita. Atau, ternyata ceritanya gaje, tentang teman sekelasnya yang suka jail.

Biar saja, yang penting anak-anak tahu kalau mamanya bersedia mendengarkan. Kelak dalam masa remajanya yang peuh dengan tantangan, ia akan kembali ke rumah untuk berbagi dengan Mama!


2. Cup, Mama ada di sini untuk memeluk kamu!


Apalagi jika anak sedang menangis sedih. Biar saja begitu, jangan disuruh berhenti dengan alasan 'Anak laki masa nangis?", atau, "Sudah besar, nggak usah nangis!".

Menangis kan meluapkan emosi, dan itu baik buat perkembangan jiwa. Selain itu, simpan dulu segala nasihat Mama yang sudah hendak keluar. Tahan.

Peluk mereka dulu dengan segenap hati, Ma. Kalau bisa, selama setidaknya 20 detik. Sampai hati kalian berdua klik satu dengan lainnya, membiasakan hubungan ibu dan anak itu sampai pada tahap tak terlukiskan oleh kata-kata.

Ada saatnya nanti anak-anak akan melayang pergi ke sarangnya masing-masing. Namun, dengan latihan berpelukan sepenuh hati, apa pun yang mereka rasakan, Mama pasti ikut merasakan juga karena ikatan batin! Dan, mereka pun akan pulang kembali pada Mama, sekadar untuk merasakan kembali pelukan itu.


3. Yuk, Mama ceritakan sebuah kisah kecerobohan Mama dulu!


Manusia kan tempatnya salah. Betul kan, Ma? Nah, biarkan anak melakukan kesalahan tanpa harus ekstrem melarangnya.

Tidak usah terlalu dilarang-larang, apalagi jika tidak membahayakan atau bertentangan dengan ajaran-ajaran. Biarkan saja, supaya mereka belajar artinya jatuh dan sakit, daripada hal-hal alami tersebut hanya dianggap mitos belaka oleh mereka.

Tidak perlu dilarang, tapi dengan tetap memberi peringatan ya, Ma. Bukan diacuhkan begitu saja.

Mama pun nggak usah malu menceritakan kecerobohan yang pernah Mama lakukan dulu. Pengalaman pribadi lebih berkesan karena nyata, bukan sekadar lungsuran cerita.

Kisahkan saja ketika Mama memanjat pohon jambu dan tak mengindahkan pesan ibu--nenek mereka. Lalu Mama jatuh dan terpaksa tidak masuk sekolah seminggu karena patah tangannya. Duh, nggak enak!

Atau, saat Mama jatuh cinta buta pada si idola kelas, dan menanggung hati yang patah karena tidak mendengarkan pesan ayah--kakek anak-anak--kalau anak laki-laki yang keren itu biasanya suka banyak pacarnya.

Hiks, jadi baper deh!


BACA JUGA


Saat Sedang Mengasuh Anak, Jangan Pernah Lupa untuk Ucapkan 3 Kalimat Ini Pada Mereka Agar Mereka Berkembang dengan Baik!

Saat Sedang Mengasuh Anak, Jangan Pernah Lupa untuk Ucapkan 3 Kalimat Ini Pada Mereka Agar Mereka Berkembang dengan Baik!

Ada 3 jenis kalimat yang harus selalu kita ucapkan saat mengasuh anak pada mereka setiap hari. Ya. Setiap hari

Read more..


4. Mama bantu, ya Nak!


Jika akhirnya anak terjatuh dan sakit, tentu saja sebagai ibu, Mama ikut terluka. Tapi, Ma, justru pada momen itulah Mama sebaiknya tampil sebagai pahlawan baginya. Bukan superhero yang gimana-gimana, tapi seseorang yang mendengarkan, memeluk, mengerti perasaannya lalu membantunya bangkit dengan kata-kata manis Mama. Itu saja.

Apalagi bagi si anak remaja, orang yang mem-back up secara emosional sangatlah mereka perlukan.

Buat anak-anak yang lebih kecil, Mama dapat ikut turun tangan secara fisik dalam membantu. Misalnya, setelah mencoba membuat burung origami dan hasilnya tidak ada mirip-miripnya sama sekali, bantulah ia. Sambil membesarkan hatinya, minta si kecil mengikuti langkah-langkahnya. Dengan kesabaran dan bonding yang menyenangkan, Mama akan menjadi superwoman tersayangnya!


5. Kamu hebat, Sayang!


Jangan lupa memuji dalam setiap kesempatan ya, Ma. Dengan senyum tulus, maksudnya, bukan sekadar bilang, "Wah hebat!'. Pandang mereka lekat-lekat saat mengatakannya, Ma. Biarkan mereka tahu bahwa mata Mama ikut berbinar bangga ketika memujinya.

Pujian yang tulus akan meningkatkan percaya diri anak, membuatnya ingin melakukan lebih banyak hal baik lagi, terutama untuk mamanya!

Jangan lupa untuk mengingatkan anak untuk stay down to earth, tetap membumi, ya Ma. Pujian bukan untuk melayangkan mereka ke awang-awang atau berpuas hati, tapi untuk berkarya lebih.

Misalnya, jika si anak membantu gurunya membereskan buku dan dipuji sebagai 'anak penolong', artinya di lain waktu harus lebih rajin lagi membantu. Atau, kalau ia menjuarai kelas dan semua orang menyorakinya, artinya ia ditantang untuk menjaga prestasinya sebaik mungkin. Dan lain sebagainya.


BACA JUGA


Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Makin tua zamannya, tantangan yang harus dihadapi oleh anak pun makin berat. Tugas kita juga makin berat. Tapi yakinlah, Ma, kita pasti bisa ...

Read more..


Nah, ada banyak cara untuk 'hidup' dan menyayangi anak dengan cara yang berbeda, kan Ma? Namanya juga jadi orang tua, pelajarannya itu seumur hidup.

Ayo, Ma, kita berinteraksi lebih dengan anak-anak dan menyuarakan kasih sayang kita tidak hanya dengan lisan semata! Salam manis untuk para buah hati terciinta, ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Katanya Sayang Anak? Ini Dia 5 Tips untuk Berinteraksi Lebih dengan Mereka, Ketimbang Hanya Bilang 'Sayang'". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar

Alibaba Alibabi | @alibabaalibabi

makasih kak info nya Kata Kata Motivasi