Keharmonisan Keluarga Bisa Rusak Hanya Karena 4 Hal Ini - Waspada, Ma!

Keharmonisan Keluarga Bisa Rusak Hanya Karena 4 Hal Ini - Waspada, Ma!

952
Kurangnya sikap saling menghargai dan menunjukkan kehangatan dengan pasangan bisa memicu keretakan hubungan dengan anggota keluarga lainnya, termasuk anak-anak.

Keluarga adalah permata. Siapa sih yang tidak ingin hubungan dalam keluarganya tetap hangat dan juga stabil sekaligus?

Di tengah kesibukan pekerjaan yang semakin mendera, tanpa sadar kita bisa saja menjauhkan diri dari pasangan atau anak-anak. Belum lagi tumpukan deadline tugas di kantor dan tanggung jawab yang luar biasa banyak selain di rumah. Akhirnya apa, Ma? Keluarga jugalah yang menjadi korban kan?

Tapi, tahu nggak sih, Ma, bahwa ternyata ada hal-hal lain yang nggak ada hubungannya dengan pekerjaan kantor atau kesibukan di luar rumah, yang juga bisa mengurangi kehangatan dalam keluarga? Iya, hal-hal ini bahkan sepele dan terjadi di dalam rumah, namun berpeluang besar menipiskan keharmonisan keluarga.

Apa saja? Mari kita lihat.


BACA JUGA


8 Video TEDx Talks Tentang Keluarga Ini Bisa Mama Tonton di Waktu Senggang yang Akan Memberikan Inspirasi Luar Biasa

8 Video TEDx Talks Tentang Keluarga Ini Bisa Mama Tonton di Waktu Senggang yang Akan Memberikan Inspirasi Luar Biasa

Video TEDx Talks yang bukan saja membagi ide tetapi juga inspirasi, motivasi, hingga kisah-kisah luar biasa yang bermanfaat untuk ditonton ...

Read more..


4 Hal yang bisa merusak keharmonisan keluarga yang dianggap sepele namun perlu diwaspadai


1. Tak ada kehangatan dengan pasangan


Memiliki buah hati adalah hal yang diidam-idamkan kebanyakan suami istri yang sudah menikah. Keturunan dianggap menjadi bagian penting dalam pernikahan.

Dan, setelah anak-anak lahir, kita akan melakukan banyak hal hanya agar kebutuhan anak-anak tercukupi. Namun apakah Mama juga sudah menyeimbangkan perhatian ini dengan suami?

Hubungan yang dingin dengan suami yang tercipta dalam keluarga sebenarnya menjadi sebuah contoh yang kurang baik bagi anak-anak, terutama jika mereka sudah menginjak remaja.

Jadi, adalah penting bagi Mama untuk sering menunjukkan perhatian pada suami di depan anak-anak. Hubungan yang hangat dengan suami akan bisa membuat Mama menjadi lebih dekat lagi dengan anak-anak.

Kestabilan hubungan suami istri menjadi dasar sehatnya relasi dalam keluarga.


2. Lupa meminta maaf


Yang namanya mengasuh anak-anak, pasti akan ada masa di mana Mama merasa capek dan hilang kesabaran. Pernah tidak Mama lepas kontrol sampai berteriak kasar pada anak-anak?

Walau beberapa saat kemudian menyesal, kadangkala kita lupa (atau gengsi?) untuk meminta maaf pada mereka. Anak-anak adalah kertas putih yang menunggu untuk diisi, dan tugas Mama serta Papa dalam keluarga adalah menuliskan hal-hal baik di kepala dan jiwa mereka.

Buang rasa gengsi, dan ajarkan pada anak-anak bahwa siapa pun yang merasa telah melakukan kesalahan tidak boleh malu untuk meminta maaf terlebih dahulu.


BACA JUGA


Antara Keluarga dan Pekerjaan, Mungkinkah Bisa Seimbang?

Antara Keluarga dan Pekerjaan, Mungkinkah Bisa Seimbang?

Keluarga seringkali harus terkalahkan oleh urusan karier. Bagaimana cara menyeimbangkannya menurut pendapat ahli? Mungkinkah keduanya bisa ...

Read more..


3. Komunikasi yang buruk


Berapa kali Mama benar-benar bisa berkomunikasi secara intens dengan Papa, dan juga si buah hati?

Jika Mama sibuk bekerja tentunya komunikasi adalah hal yang krusial di dalam kehidupan keluarga. Jangan menyepelekan perbincangan hangat di meja makan saat sarapan pagi, dan juga sesekali mengucap kalimat rindu atau dukungan kepada anggota keluarga.

Luangkan waktu untuk bisa saling mengetahui kabar masing-masing. Sempatkan menyapa serta menanyakan agenda atau mendengarkan curhatan singkat keluarga saat sedang melewatkan waktu bersama.

Komunikasi yang buruk akan merenggangkan keharmonisan dalam keluarga.


4. Kurangnya empati dan sikap saling menghargai


Tak hanya kata maaf yang perlu dijadikan kebiasaan sehari-hari, Mama juga tak boleh lupa mempraktikkan kata terima kasih untuk Papa dan juga anak-anak ya.

Membiasakan diri untuk memuji keberhasilan anak-anak dalam menjalankan tugas sehari-harinya, seremeh apa pun, dapat menumbuhkan kepercayaan diri mereka sejak kecil.

Berterima kasih ketika anak-anak mau mencuci piring bekas makannya sendiri, mengucapkan penghargaan setelah Papa mau membenarkan antena televisi yang kurang pas, adalah contoh sederhana untuk meningkatkan sikap saling menghargai juga empati.

Jangan hanya menuntut kesempurnaan dari anggota keluarga namun lupa untuk mulai menunjukkan sikap empati.


BACA JUGA


10 Tipe Papa yang Biasanya Dijumpai dalam Keluarga. Papa Termasuk Tipe yang Mana, Ma?

10 Tipe Papa yang Biasanya Dijumpai dalam Keluarga. Papa Termasuk Tipe yang Mana, Ma?

Berbagai macam karakter papa selalu memiliki keunikan tersendiri. Berikut ini 10 tipe papa versi Rocking Mama

Read more..


Nah, Mama sebaiknya merenung kembali apakah hal-hal di atas tanpa sadar sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga di rumah?

Sebelum benar-benar terlambat, yuk, segera perbaiki cara berkomunikasi dan juga sikap di dalam keluarga.

Stay in love, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Keharmonisan Keluarga Bisa Rusak Hanya Karena 4 Hal Ini - Waspada, Ma!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Reffi Seftianti | @reffiseftianti

Saya seorang japanese interpreter, blogger di wordholic.com dan penulis 4 buku solo serta puluhan antologi. Saat ini tergabung sebagai anggota Forum Aktif Menulis Surabaya, volunteer editor Storial.co dan juga Manager Blogger Mengintipnusantara.com.

Silahkan login untuk memberi komentar