Kelelahan Mengurus Balita? Coba Ingat 9 Hal Ini, Semangat Mama Pasti Akan Segera Kembali!

Www.pixabay.com

Kelelahan Mengurus Balita? Coba Ingat 9 Hal Ini, Semangat Mama Pasti Akan Segera Kembali!

742
Percayalah, Ma, semua kelelahan mengurus balita ini akan engkau rindukan suatu hari nanti, ketika mereka telah tumbuh besar dan beranjak pergi dari sisimu.

Mama, ternyata anak balita itu nggak selalu kayak iklan-iklan di TV ya. Tampak begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi kalau lihat iklan minyak telon atau diapers. Aduh ... rasanya gimana gitu ya, saking ngegemesin,rasanya pengin gigit deh! Hahaha.

Tapi apakah kenyataannya, balita akan selalu begitu? Selalu lucu? Selalu nggemesin? Tidaaak!

Terkadang kalau kita sudah kelelahan mengurus balita, akhirnya kejadiannya jadi drama. Tingkah anak yang berkali-kali membuat emosi kita naik turun seperti jet coaster, atau seperti drama Korea yang bikin kita termewek-mewek. Apalagi buat mama baru ya? Hvft! Rasanya seperti diaduk-aduk! Capeknya itu luar biasa.

Namun, apakah itu tandanya kita tidak bahagia dengan kehadiran balita kita, si buah hati? Nggak dong ya! Malah lebih banyak bahagianya pastinya!


BACA JUGA


Lelah Seperti Hayati? Kata-Kata Motivasi Berikut Ini Pasti Akan Bisa Menyemangati Diri Mama Sendiri!

Lelah Seperti Hayati? Kata-Kata Motivasi Berikut Ini Pasti Akan Bisa Menyemangati Diri Mama Sendiri!

Pernah nggak Mama ngerasa kepala mau pecah karena udah capek banget tapi kerjaan nggak ada yang beres? Kalau Mama sering merasakannya, ...

Read more..


Nah, agar kita bisa menyemangati diri ketika kelelahan mengurus balita, gimana kalau kita ingat saja 9 hal ini yang pastinya bisa membuat perasaan kita merasa lebih baik lagi.

1. Suatu hari nanti fase ini akan kita rindukan


Siapa yang suka stres ngeliat rumah berantakan? Pusing mendengar teriakan dan tangisan si balita? Kehilangan me time? *ngacung*

Yes, keadaan ini memang kerap terjadi bagi para mama. Apalagi jika mama baru, tingkat stresnya lebih tinggi lagi. Lo kok ngurus anak bikin stres? Barangkali ada yang bertanya begitu ya? Yah, buat yang nggak atau belum pernah ngerasain dan cuma bisa nyebayangin sih, memang seharusnya mudah banget. Ngomongnya juga gampang.

Tetapi sesungguhnya, nggak ada yang semudah itu. Namun, selelah apa pun kita harus ingat, bahwa fase ini akan kita rindukan nantinya ketika anak sudah dewasa dan tak lagi di samping kita.

Percayalah ketika mereka telah pergi dari rumah, kita akan merindukan masa-masa melelahkan itu bersama mereka. Kita akan rindukan kamar yang selalu berantakan itu. Juga ruang tamu yang dahulu kondisinya sering kita keluhkan itu. Termasuk teriakan dan tangisan si balita yang kadang sangat menjengkelkan itu. Semua akan sunyi, tanpa "tantangan".

Ya, ingatlah itu semua saat di hari tua kita nanti, Ma.


2. Begitulah cara anak mengekspresikan rasa cintanya yang tak terucap


“Duh, Dek, Mama kan cuma ke kamar mandi saja. Kok nangis?”
“Dek, bentar dong. Mama laper nih. Makan dulu boleh?”
“Jangan nangis, Dek. Mama cuma pergi sebentar, ada perlu. Nanti Mama akan cepat pulang deh!”

Familier kan dengan kata-kata tersebut?

Kalau si balita tetap rewel, kita pun biasanya lantas terpancing emosi. Bisa-bisa berteriak deh. Hvft!

Mama, ketika kita merasa kesal dan marah terhadap anak karena kelelahan. coba yuk, kita menenangkan diri dahulu. Ingat, si balita pasti tak bermaksud untuk membuat mamanya kesal, apalagi marah terhadap mereka. Tetapi namanya juga balita kan, Ma? Mereka masih belum bisa mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka. Sehingga rasa cintanya pada kita dimanifestasikan dalam bentuk seperti itu.

Jadi nggak aneh kan, kalau si balita terbangun dari tidurnya lalu langsung menangis mencari Mama? Itu semua menandakan betapa pentingnya Mama di hatinya.

Bukankah tak ada yang lebih membahagiakan mendapatkan cinta sebesar itu dari anak kita, Ma?


3. Anak sedang fase belajar


Bersabarlah dengan rumah yang tak pernah pernah rapi dan bersih itu, Ma. Karena memang balita sedang fasenya senang bereksplorasi ini itu, mencoba ini itu dan aktif ke sana kemari tanpa banyak rasa takut. Jangan kita matikan rasa ingin tahu anak dengan banyak melarangnya, banyak membatasi geraknya, mematikan kreativitasnya untuk mencoba banyak hal, apalagi sampai memarahinya.

Malah kita seharusnya bersyukur melihat si kecil yang aktif dan ceria dalam bermain, selama tidak berbahaya dan mengganggu orang lain. Biarkanlah anak bereksplorasi sepuasnya dan semaunya.

Jika berantakan dan kotor? Ya, nggak apa-apa, Ma. Kita bereskan. Kalau capek? Ya, sudah istirahat saja dulu. Toh, rumah kita sendiri kan? Ketimbang kita membatasi proses belajar anak, yang akan berdampak pada perkembangan anak berikutnya kan?


BACA JUGA


Bosan dan Capek Melanda Saat Harus Mengasuh Anak, Lakukan 7 Trik Menyegarkan Diri Ini Segera!

Bosan dan Capek Melanda Saat Harus Mengasuh Anak, Lakukan 7 Trik Menyegarkan Diri Ini Segera!

Kenapa kadang kita merasa bosan dan capek saat mengasuh anak ya, Ma? Yah, bagaimanapun kan kita manusia ya. Punya keterbatasan, termasuk ...

Read more..


4. Suatu hati nanti, kita yang akan berusaha mencari perhatiannya


Pastinya suka kesel dan bahkan sampai harus mengelus dada kalau lihat balita begitu caper, haus perhatian. Ditinggal ke kamar mandi aja, nangisnya udah kayak diapain. Ditinggal pergi sebentar aja, susahnya minta ampun. Maunya ngikut terus!

Terus kapan bisa me time? Susah pula mau ke mana-mana!

Well, nikmatilah semua momen dan kebersamaan yang intim itu bersama si balita, Ma. Karena waktu tak akan berlalu dengan cepat. Suatu hari nanti, mereka akan lebih asyik menghabiskan banyak waktunya dengan berkegiatan di luar rumah; berkumpul dengan teman-temannya, sibuk studi, dan kemudian mereka juga harus berkeluarga.

Di saat itulah kita akan merasa kesepian, dan pasti deh, akan berusaha mencari perhatiannya. Padahal masa itu tidaklah sama dengan masa kecil mereka dahulu.

Jadi mari kita nikmati masa-masa bisa memberi perhatian kepada anak, sebelum nanti kita yang akan berusaha mencari perhatiannya.


5. Masa kecil anak yang tak akan terulang kembali


Masa balita itu hanya terjadi sekali dalam hidup kita. Sebuah masa yang sangat singkat dan tak akan pernah terulang kembali.

Suatu hari nanti, percayalah kita pasti merindukan masa-masa kecil bersama mereka. Oleh karena itu bersabarlah untuk semua kelelahan ini.


6. Apa yang kita lakukan itu yang akan dikenang anak


Kita boleh marah, kita boleh kesal dan kita pun boleh menangis ketika sedang kelelahan mengurus para balita itu. Wajar sekali.

Tetapi usahakanlah untuk menahan kata-kata dan kekerasan terhadap mereka, karena akan berbekas selalu di hati anak hingga ia dewasa nanti. Nggak mau kan menyakitinya, Ma?


BACA JUGA


Hai, Orangtua, Mau Mengasuh Anak dengan Bijak? Kalau Begitu, Jangan Katakan 8 Kalimat Ini pada Si Kecil!

Hai, Orangtua, Mau Mengasuh Anak dengan Bijak? Kalau Begitu, Jangan Katakan 8 Kalimat Ini pada Si Kecil!

Mengasuh anak dengan bijak itu tak cuma membutuhkan teori, namun terutama membutuhkan hati. So, sediakan hati Mama selalu untuk mereka ...

Read more..


7. Bermain dan bercandalah dengan si kecil


Bermain dan bercanda dengan anak bisa membuat kita terhibur. Suka ikutan senang dan bahagia kan, kalau kita bisa melihat si balita tersenyum dan tertawa.

Bukankah ini salah satu kebahagian yang harus kita syukuri masih bisa melihat senyum manis anak-anak kita? Mendengar tawanya dan ekpresinya yang bahagia?

Hati ibu yang mana yang tak ikut bahagia melihat anak-anaknya bahagia?


8. Berusahalah untuk memiliki “me time”


Punya waktu untuk me time ini penting sekali untuk kita.

Jika tidak, kita bisa lebih mudah depresi dan rentan stres. Terutama bagi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang hampir 24 jam digelayuti oleh balita, pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya, rutinitas yang monoton dan begitu-begitu aja. Belum lagi kurang bersosialisasi dengan banyak orang di luar sana dan masih banyak hal lainnya.

Daripada kita uring-uringan dan nggak baik juga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak kita, yuk kita berusaha untuk mencari me time. Bisa dengan beristirahat, menghibur diri dengan membuka media sosial, pergi ke salon, membaca buku dan lain-lain. Kita perlu mengusahakannya.


9. Lihatlah anak ketika sedang tertidur


Terkadang karena saking lelahnya kita, kita jadi keceplosan ketus pada balita kita. Jangan lupa untuk meminta maaf padanya ya, Ma, dan coba deh, lihatlah saat ia sedang tertidur dengan manisnya.

Wajahnya yang polos, dirinya yang belum berdosa, tingkahnya yang lucu menggemaskan sekaligus membuat kita juga sering menghela napas.

Melihat anak sedang tertidur dengan pulasnya mampu menyemangati kita dari rasa lelah untuk menghadapi hari esok.


BACA JUGA


Mau Tahu Karakter Asli Mama dalam Mengasuh si Kecil? Coba Cari di Antara 12 Gaya Parenting Berdasarkan Zodiak Ini!

Mau Tahu Karakter Asli Mama dalam Mengasuh si Kecil? Coba Cari di Antara 12 Gaya Parenting Berdasarkan Zodiak Ini!

Memang sih di luar sana banyak sekali buku-buku parenting yang bisa menjadi referensi dan panduan kita mengasuh anak-anak. Mau yang praktis ...

Read more..


Memang nggak mudah ya, Ma menjalani semuanya. Tetapi paling tidak kita harus berusaha dan pasti bisa. Terutama jika Mama sudah melakukan 9 hal di atas yang dapat menyemangati ketika kelelahan mengurus si balita.

Semangat, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kelelahan Mengurus Balita? Coba Ingat 9 Hal Ini, Semangat Mama Pasti Akan Segera Kembali!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yeni Sovia | @yenisovia

Bunda Erysha / IRT / Blogger www.yenisovia.com

Silahkan login untuk memberi komentar