Kenali Sindroma Sehabis Liburan, dan Jangan Biarkan Berlarut-Larut Karena Bisa Membahayakan Kondisi Kejiwaan!

Kenali Sindroma Sehabis Liburan, dan Jangan Biarkan Berlarut-Larut Karena Bisa Membahayakan Kondisi Kejiwaan!

856
Sehabis liburan kembali ke rutinitas? Oh no! Males!

Sebentar lagi, masa liburan habis. Oh no! Lalu dengan segera semua akan kembali sibuk! Doh!

Yah, memang begitu seharusnya kan, Ma? Perputaran hidup dan segala tuntutannya. Kalau dibikin berat ya bakalan terasa berat deh. Terus gimana dong?

Kalau Mama terus menerus mengalami kelelahan, malas melakukan apa pun, emosi nggak stabil bahkan depresi, setiap kali pulang dari liburan panjang, bisa jadi Mama mengalami apa yang disebut sebagai post vacation syndrome atau sindroma sehabis liburan.

Halah. Apa pula itu, sindroma sehabis liburan? Penyakit apa lagi deh?

Istilah ini muncul dari para psikolog dari Amerika Serikat dan Eropa yang mengamati banyaknya warna dua benua tersebut yang mengalaminya. Memang belum ada penelitian ilmiah tentang gejala ini sih, namun beberapa psikolog menyatakan banyak orang ternyata mengalami sindrom ini. Terutama bagi warga AS dan Eropa yang memang selalu punya libur panjang dari pemerintah dan perusahaan setiap tahunnya.

Begitu mereka pulang kembali, banyak yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan rutinitas sebelumnya.

Dr. Claudio Mencacci, psikiatris dan DIrektur Departement of Neuroscience Rumah SAkit Fatebenefrateli, Milan, Italia, menyebutkan, bahwa setidaknya 35% populasi dunia terutama para penduduk usia 25 – 45 tahun diperkirakan menderita Post Vacation Syndrome ini.

Transisi dari liburan panjang ke rutinitas pekerjaan sehari-hari menyebabkan rusaknya mental orang, untuk kembali pada rutinitas melakukan banyak hal yang tertinggal sebelum liburan. Dari jenis kelamin, perempuan lebih potensial terkena daripada pria, karena biasanya perempuan multitasking, melakukan urusan domestik dan bekerja juga.

Pekerja yang potensial terkena gejala ini, adalah para perawat, dokter, pekerja sosial, pekerja shift, karyawan yang bekerja di meja depan kantor. Nah lo.


BACA JUGA


Liburan Jangan Sampai Menyisakan Masalah. Atasi dengan Beberapa Trik Penyelamatan Keuangan Berikut!

Liburan Jangan Sampai Menyisakan Masalah. Atasi dengan Beberapa Trik Penyelamatan Keuangan Berikut!

Liburan memang perlu dan penting! Tapi yang juga penting (tapi sering diabaikan) adalah jangan sampai liburan menyisakan masalah keuangan ...

Read more..


Ada beberapa jenis Post Vacation Syndrome atau sindroma sehabis liburan yang biasa diderita oleh orang-orang


1. Dystimic

Jenis sindroma ini melibatkan gangguan tidur, sistem pencernaan, dan sistem saraf perifier yang membantu kita untuk melaksanakan tindakan sengaja dan tidak sengaja, dan juga merasakan melalui indera kita.


2. Adaptation

Jenis sindroma ini merupakan gangguan beradaptasi yang melibatkan nonfisik yang menimbulkan banyak halangan untuk melakukan apa pun.

Gejalanya antara lain:

  • Merasa lelah terus
  • Kehilangan selera makan
  • Tiba-tiba merasa sedih bahkan menangis
  • Pikiran terus dipenuhi kenangan liburan terus hingga berhari-hari
  • Enggan melakukan apa pun
  • Perasaan jadi sensitif, mudah tersinggung dan marah
  • Susah tidur
  • Sakit lambung
  • Depresi


BACA JUGA


Liburan Nggak Sekadar Gaya Hidup Kekinian, Namun Juga Memberi 6 Pelajaran Penting Tentang Hidup Ini!

Liburan Nggak Sekadar Gaya Hidup Kekinian, Namun Juga Memberi 6 Pelajaran Penting Tentang Hidup Ini!

Liburan membuat kita lebih bisa menerima perbedaan dan lebih toleran. Pada tahap tertentu, berjalan menyisiri belahan bumi lain membuat kita ...

Read more..


Bagaimana mengatasi sindroma sehabis liburan ini?


Berapa lama seseorang dapat mengatasi gangguan ini tergantung kepribadian orang tersebut, demikian jelas Mencacci. Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan bila terserang gangguan ini.

  1. Paksakan diri untuk back to reality. Ini berkaitan dengan kemauan dan keinginan. Mengembalikan diri kepada kenyataan, apalagi yang menyusahkan (pekerjaan menumpuk, banyak tugas dari bos, dan sebagainya) pasti agak susah. Namun, bukan berarti tidak bisa. Hidup berjalan terus, jadi Mama pun harus membuat diri Mama terus “bergerak”.
  2. Terjebak dalam kondisi tidak melakukan apa-apa malah membuat makin buruk
  3. Tidak perlu membayangkan liburan selanjutnya, cukup merencanakan kegiatan akhir pekan yang mengasyikkan, sehingga memacu Mama untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas sehari-hari.
  4. Lakukan olahraga. Kalau tidak suka olahraga, coba jalan kaki. Terdengar klise namun olahraga adalah obat ampuh depresi.
  5. Cukup tidur
  6. Atur makan Mama dengan baik. Jangan telat makan. Banyak konsumsi makanan yang baik untuk otak, seperti ikan yang mengandung Omega 3, buah-buahan, kacang-kacangan, dan banyak minum air putih.
  7. Tantang diri Mama sendiri untuk menyelesaikan permainan otak, misalnya seperti TTS, Sudoku, word warm, dan sebagainya, agar otak bisa kembali berpikir.
  8. Jangan paksakan untuk menghilangkan kenangan liburan. Pasang foto-foto liburan di tempat yang mudah dilihat, namun jangan habiskan waktu Mama untuk menatapinya terus.
  9. Bagi pengalaman berlibur Mama dengan keluarga dan teman dekat. Biarkan orang lain ikut merasa gembira dengan pengalaman Mama liburan ini. Semakin sering dibicarakan, maka semakin membuat Mama tidak memikirkannya terus di saat sendiri, atau sedang melakukan pekerjaan.
  10. Tulislah pengalaman berlibur Mama di media sosial atau blog. Atau, bahkan dalam bentuk buku.
  11. Paksakan diri Mama untuk melakukan aktivitas rutin. Terjebak dalam kondisi tidak melakukan apa-apa akan membuat perasaan Mama tidak membaik.
  12. Bayangkan kenangan indah di rumah atau kantor, sehingga membuat Mama bersemangat kembali untuk pulang ke rumah atau ke kantor.


BACA JUGA


Liburan Panjang Tanpa Drama Timbangan Naik? Bisa Banget, Ma, Asal...

Liburan Panjang Tanpa Drama Timbangan Naik? Bisa Banget, Ma, Asal...

Yes!Betul banget, ya, Ma, liburan berarti saat-saat menyenangkan.Menyenangkan karena bebas dari rutinitas sehari-hari, menyenangkan karena ...

Read more..


So, Mama, liburan memang perlu ya. Tapi, kalau sudah saatnya back to routines, ya harus segera kembali ya.

Semoga tahun ini lebih baik ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kenali Sindroma Sehabis Liburan, dan Jangan Biarkan Berlarut-Larut Karena Bisa Membahayakan Kondisi Kejiwaan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar